Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 41


__ADS_3

"Nona jangan kesana!”


“Aku tidak peduli, aku mau kesana sekarang juga”


“Nona aku sudah memperingatkanmu!”


“Sudahlah, lagipula ini adalah tujuan utamaku untuk memantau mata air itu juga. Jangan khawatir aku akan baik-baik saja”


“Kalau nona bersikeras seperti ini, apa yang bisa ku lakukan”


“Baiklah, tapi aku tidak tahu arah tempat mata air itu, bisakah kau memberitahukanku ?”


“tapi apa kau yakin benar-benar akan pergi kesana?”


“Tentu saja”


Wanita itu memasang tampang sedih dan khawatir pada Kimiko, kimiko yang melihatnya sedikit menjadi tidak enak hati.


“Tenang saja,aku akan baik-baik saja percaya padaku” ucap Kimiko mencoba meyakinkan wanita itu


“kau harus berjanji padaku, kau akan segera kembali setelah memantau mata air sungai itu”


“Baiklah” Ucap Kimiko


“ Baiklah nona, aku akan menunjukan jalanya”


“terimakasih” balas Kimiko


Wanita itupun setuju dan mengizinkan Kimiko untuk pergi ke sumber mata air tersebut.


Kini mereka berdua tengah bergegas menuju kearah Mata air tersebut, sesuai yang dikatanya wanita itupun memberikanya petunjuk jalan tersebut.


Sumber mata air itu tidak terlalu jauh tetapi kita harus melewati hehutanan yang cukup lebat. Hanya penduduk setempat dan Zen yang tahu persis jalur tersebut, jika sampai ada orang lain yang nekat masuk kehutan maka sudah dipastikan akan tersesat. Karena hutan itu cukup lebat, dan akan sulit menentukan arah mata angin.


“ Hutan ini cukup lebat sekali, apa tidak akan tersesat?”

__ADS_1


“ Tenang saja nona, saya tahu persis jalanya. Hanya penduduk desa ini dan yang mulia Zen saja yang tahu jalan ini. Jika ada yang memasuki hutan ini selain mereka maka sudah dipastikan akan tersesat”


“B-begitu ya”


“Tapi nona tak perlu khawatir, sedari tadi sebenarnya saya sudah meninggalkan jejak berupa goresan khusus pada beberapa pohon. Jika anda kembali anda tinggal melihat petunjuk ini dan akan segera keluar”


“Terimakasih atas bantuanya, anda baik sekali” balas Kimiko


“Tapi ini tidak seberapa dengan anda yang menyelamatkan seluruh warga 1 desa”


“Tidak, ini saja sudah sangat cukup. Aku sangat berterimakasih”


Wanita itupun tersenyum membalas ucapan Kimiko


‘Benar-benar seperti malaikat saja, hatinya begitu baik. Bahkan tetap rendah hati seperti ini’ batin wanita itu


“Ah ngomong-ngomong, apa masih jauh?” Tanya Kimiko


“tidak nona, kita hampir sampai. Tinggal lurus saja sebentar pasti akan segera sampai”


“Eh?! Apa maksud anda? Kita masih dihutan, jika anda pergi sendiri akan sangat berbahaya”


“Tidak apa-apa, lagipula jaraknya sudah sangat dekat. Aku hanya perlu berjalan lurus sebentar saja bukan?”


“Itu benar, tapi apakah tidak apa-apa?”


“Tenang saja, aku bukan gadis yang lemah. Lagipula kasihan pada anakmu dia pasti sedang mencarimu lagi pula kita pergi diam-diam. Anakmu akan mencemaskanmu, kasihan dia. Aku tidak apa-apa, cemaskan saja dia. Pasti tengah menangis mencarimu”


“Kenapa anda bisa bicara seperti itu?”


“Karena aku juga seorang ibu, aku paham betul bagaimana sifat anak-anak. Ibu adalah seseorang yang paling dekat dengan anaknya, karena seorang ibu merupakan panutan hidup bagi anaknya. Aku tidak terlalu pintar berkata-kata tapi aku harap kau mengerti”


“Anda benar-benar seorang ibu yang hebat, betapa beruntungnya putramu memiliki ibu yang baik dan penuh kasih sayang ini.”


“begitupula anakmu, dia pasti bangga memiliki ibu sepertimu”

__ADS_1


Keduanya tersenyum kemudian terkekeh membayangkan anak-anak mereka.


“Baiklah nona, jika itu yang nada inginkan baiklah. Mulai dari sini anda akan pergi sendiri”


“Terimakasih”


“Lalu bawalah pisau ini, gunakan ini untuk membuat goresan dan meninggalkan jejak agar anda tidak tersesat”


“Terimakasih, aku berhutang budi karena kau telah banyak membantuku”


“Aku juga berhutang budi pada anda nona”


“kalau begitu, aku pergi sekarang. Pulanglah dan segera temui anakmu, berhati-hatilah”


“Baiklah nona, anda juga hati-hati”


“Iya”


Kimiko pun berbalik dan segera berjalan menuju ke arah sumber mata air itu, sesuai petunjuk wanita tadi dia terus berjalan lurus. Ak lupa dia juga meninggalkan jejak sesuai pesan wanita tadi.


Tak lama kemudian dapat dia lihat ujung hutan didepanya mulai menghilang, tandanya dia akan segera keluar dari hutan.


Kimiko terus berjalan lurus agar dia segera keluar dari hutan ini, dan tak lama kemudian dia pun keluar dari hutan tersebut.


Dapat dia lihat sebuah danau yang cukup besar, dia sudah sampai di tujuanya.


Kimiko pun mulai mendekat kea rah danau tersebut, dia terkejut karena ukuran danau ini sangat besar sekali tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah pemandangan mengerikan yag dia lihat.


“A-apa apaan ini?!”


》**Next Chapter**《


 


Jangan lupa vote,like dan beri komentar mendukung agar author semangat melanjutkan cerita ini😄

__ADS_1


__ADS_2