
Keesokan harinya..
"Mama aku pergi"
"Hati-hati sayang" ucap Kimiko
Prian pun mulai pergi dan Kimiko yang selalu senantiasa mengantar kepergian Prian.
Walaupun Prian hanya pergi untuk bertemu dengan teman-temanya..
"Baiklah sekarang waktunya untuk membersihkan rumah" ucap Kimiko
Kimiko pun kembali memasuki rumah dan mulai membersihkan rumah.
"Kimiko.." panggil sang nenek
"Ada apa nenek? Apa nenek membutuhkan sesuatu?" Tanya Kimiko
"Ah tidak, aku hanya ingin pergi keluar sebentar"
"Nenek akan pergi kemana?"
"Ke istana kerajaan"
"Kenapa nenek pergi ke istana?"
"Salah satu tabib istana memintaku untuk datang dan membantunya dibidang pengobatan"
"Heh?! Nenek apa kau benar-benar bisa medis?" Tanya Kimiko
"Hm? Apa aku tidak pernah mengatakanya?"
"M-mengatakan apa?"
"Ternyata benar tidak kukatakan, aku benar-benar pelupa karena usia tua ini. Aku dulunya adalah mantan tabib khusus istana. Aku pandai dalan hal-hal medis, aku dulu selalu mengobati keluarga kerajaan. Mulai dari Pangeran,Ratu bahkan Raja sekalipun. Tapi karena usiaku yang semakin menua, maka aku pun pensiun. Dan melanjutkan pekerjaanku dibidang perkebunan"
"Woaahh aku baru tau jika nenek adalah seorang tabib istana dulunya " kagum Kimiko
"Itu benar, tapi aku juga masih tetap menjadi tabib. Walaupun menjadi tabib dadakan saat benar-benar dibutuhkan" ucap sang nenek
"Nenek benar-benar hebat" ucap Kimiko sambil berkilau
"Aku tau itu, kalau begitu aku pergi ya"
"Ahh iya, hati-hati nenek" balas Kimiko
"Baiklah" balas Nenek
Nenek pun akhirnya pergi menuju kearah Istana..
Kini hanya ada Kimiko seorang dirumah tersebut.
♢ ♢ ♢
Prian kini bersama teman-temanya tengah berkumpul disebuah lapangan luas.
"Hey lihat aku adalah seorang kesatria terkuat" ucap salah seorang anak kecil dengan membawa kayu yang dia banyangkan adalah sebuah pedang.
"Dan aku adalah seorang raja" ucap salah satu anak lagi dengan sebuah kayu yang dia bayangkan adalah tongkat.
"Jika kalian seorang raja dan ksatria , lalu aku jadi apa?" Tanya salah anak kecil laki-laki
"Hm.. aku tau"
"Wah apa?" Tanya anak tersebut sambil terkagum-kagum..
"Jadi perawat kudaku saja" balas sang anak yang mengkhayal menjadi raja
"Apa-apaan itu, mana mau aku jadi perawat kudamu" kesal sang anak
"Aku bercanda"
"Bercandamu benar-benar tidak lucu" kesal sang anak..
"Baiklah jika Kei adalah ksatria kemudian Jun adalah Raja,dan Ishi adalah Perawat kuda-"
"Aku bukan perawat kuda!" Potong Ishi
"-maka aku akan menjadi prajurit pelindung Raja" lanjut Prian
"Hei itu bagus sekali" balas Kei
"Jika kau ingin menjadi selirku, aku pasti akan sangat senang menerimanya" ucap Jun
"Maaf saja, tapi aku masih sangat normal dan tidak mungkin raja menikah dengan seorang lelaki!" Kesal Prian
"Itu hanya berlaku dikerajaanku saja" balas Jun
"Entah seperti apa jadinya negara dengan kau sebagai pemimpinya."
Kemudian langsung disusul oleh gelak tawa lainya
"Ahahahahaha"
"Kau tidak akan pernah tau nantinya"
"Dan aku tidak akan pernah mau mengetahuinya" balas Kei
"Kei kenapa kau tidak membelaku?" Tanya Jun
"Sudah jelas bukan, aku ada dipihak Prian"
__ADS_1
"Kau tidak membela temanmu!" Kesal Jun
"Apa maksudmu? Jelas aku membela Prian karena dia temanku" balas Kei
"Apa aku bukan temanmu?"
"Kau temanku, tapi untuk saat ini aku membela Prian"
"Kenapa?"
"Karena kami memiliki persamaan yang berbeda denganmu"
"Apa itu?"
"Ke-normalan jiwa" ucap Kei kemudian langsung berlari saat Jun langsung mengejarnya karena kesal
"Kau meledekku ya"
"Ahahahaha"
"Hei kemari kau!Awas saja jika kau berhasil kutangkap"
"Ahahaha Prian tolong selamatkan aku dari monster ini"
"Jangan! Kau tidak boleh menyelamatkanya. Ini perintah langsung dari Raja" ucap Jun
Sedangkan prian hanya bisa tertawa melihat kelakuan teman-temanya ini.
"Hey!Apa yang kalian lakukan ditempatku?!" Seru salah seorang anak yang seumuran dengan mereka.
Dia berpenampilan rapi dan mewah..
Jun,Kei,ishi dan Prian langsung mengalihkan pandangan mereka.
"Kau..." ucap Kei merasa sedikit kesal ketika menyadari seseorang datang.
"Huh!Kenapa kalian ada disini?!"
"Memangnya kenapa?! Ini adalah tempat bermain umum. Jadi siapapun bisa berada disini bukan"
"Tempat bermain umum katamu?jangan membuatku tertawa. Mulai sekarang taman bermain ini adalah miliku. Dan aku tidak mau ada tikus kecil seperti kalian mengotorinya"
"Apa maksudmu!? Kau-"
Kei yang sudah mulai kehilangan kendali, tiba-tiba berniat ingin menghajar anak laki-laki yang sombong itu.
Tapi niatnya berhasil dicegah oleh Prian..
"Tcih, kenapa kau menghalanginya? Biarkan saja dia maju. Tapi kau akan tau akibatnya nantinya"
"Dasar br**sek!"
"Mana mungkin aku bisa tenang" ucap Kei sambil menggertakan giginya menahan amarahnya.
"Dan kau, bisakah untuk sekali saja kau tidak membuat masalah dengan kami? Apa urusanmu dengan kami? Kami tidak memiliki masalah denganmu, tapi kenapa kau yang ingin menciptakan masalah diantara kita?" Ucap Prian dengan tatapan tajamnya sama seperti Yoshiaki.
"Diam kau anak bodoh! Apa kau tidak tau jika aku ini adalah seorang bangsawan? Jadi aku bebas melakukan apapaun yang aku inginkan, kau yang hanya seorang rakyat miskin seharusnya lebih menghormati orang yang derajatnya lebih tinggi darimu. Apa ibumu tidak pernah mengajarimu? Huh, menyedihkan sekali kau memiliki ibu yang tidak bisa mengurusmu dengan benar.. kau-"
Bruuuaaakkkkk
Tanpa ampun, Prian tiba-tiba memukul anak tersebut dengan keras hingga wajah anak laki-laki itu lebam..
"Kau boleh menghinaku sepuasmu, aku tidak peduli. Tapi jika kau berani menghina ibuku, aku tidak akan tinggal diam" ucap Prian dengan nada dinginya dan tatapan mengerikanya.
"K-kau berani sekali memukulku?!"
Anak laki-laki itu kemudian berdiri dan membalas menyerang Prian.
Tapi Prian dengan mudahnya mampu menangkis serangan, sehingga serangan anak laki-laki itu tidak berguna.
"Dasar rakyat tidak tau diri kau!" Seru anak laki-laki tersebut.
Karena sudah mulai merasa kesal karena anak laki-laki itu terus komat-kamit mengatakan hal yang membuatnya muak.
Karena itu dia ingin sesegera mungkin menghentikan perkelahian ini..
Dengan sedikit kuat dia menendang perut laki-laki itu kemudian disusul tendangannya lagi sehingga anak laki-laki itu tergulingdan terjapar lemas akibat serangan Prian.
Buuaakkk!
"Aargghh.."
Prian menatap anak laki-laki itu dengan tatapan dingin..
Kei dan Jun kemudian langsung menghampiri Prian.
"Prian apa kau terluka?" Tanya Jun
"Kau baik-baik saja bukan?" Tanya Kei
"Aku baik-baik saja" balas Prian
"A-apa yang kau lakukan bodoh!!" Seru anak laki-laki itu
"Sudah ku bilang bukan, kau boleh seenaknya mengejekku. Aku tidak pduli soal itu, tapi jika kau merendahkan ibuku maka aku tak akan tinggal diam begitu saja" ucap Prian dengan sangat dingin
"Awas saja kau, jangan pikir kau akan kulepaskan begitu saja" ucap anak laki-laki itu kemudian bangun dan pergi dari sana.
"Dia benar-benar sangat menyebalkan, rasanya ingin sekali ku cekik lehernya" ucap Kei
__ADS_1
Jun menghampiri Prian
"Prian kau serius baik-baik saja?"
"Aku tidak apa-apa"
"Ehh tapi Prian, tadi kau benar-benar keren sekali. Kau berani sekali. Kau seperti seorang pahlawan, ah tidak kau lebih dari seorang pahlawan. Kau seorang raja yabg patut dipuji" ucap Kei
"Kei!" Ssru Jun yang sudah mulai kesal karena Kei tidak memahami situasinya.
"Kenapa?" Tanya Kei dengan polosnya
"Ayam jago milikmu baru saja bertelur!" Seru Jun sudah sangat kesal
"Haaahhh!! Benarkah?" Tanya Kei
"Masa bodoh!!" Seru Jun
♢ ♢ ♢
Setelah permainan dengan teman-temanya dihancurkan oleh salah satu anak laki-laki tadi, kini dia memilih pulang kerumahnya.
"Aku pulang" ucap Prian saat sudah mulai memasuki rumahnya.
"Selamat datang kembali" balas sang ibu
Kimiko menghampiri putranya itu
"Hm?tumben sekali kau pulang awal?" Tanya Kimiko
"Aku.. ingin istirahat" balas Prian lesu
"Apa kau sakit?" Tanya Kimiko dengan cemas
Kimiko memegang dahi Prian untuk mengecek suhu tubuhnya
"Aku tidak apa-apa" balas Prian
"Kenapa wajahmu itu lesu sekali?" Tanya Kimiko
"Aku baik-baik saja" ucap Prian kemudian berniat untuk pergi kekamarnya
"Tunggu sebentar!" Seru Kimiko yang membuat langkah prian terhenti
"...."
Kimiko menghampiri Prian..
"Katakan pada mama, apa yang terjadi?" Tanya Kimiko sudah mulai cemas pada anaknya.
"Tidak ada"
"Prian mama tegaskan sekali lagi, mama tidak suka kau berbohong apalagi membohongi mamamu sendiri. Katakan pada mama, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kimiko
"Aku...tidak bisa mengatakanya" balas Prian dengan menundukkan kepalanya
"Kenapa?"
"Aku tidak tau" balas Prian dengan sangat lesu
Kimiko semakin bingung dengan putranya ini, sebenarnya apa yang membuat putranya jadi begini.
Kimiko benar-benar cemas sekali..
Tanpa menghiraukan ibunya, Prian langsung melangkahkan kakinya kembi menuju arah kamarnya.
Kini Kimiko tidak lagi mencegatnya, dia membiarkan agar Prian bisa istirahat.
Prian masih merasa benar-benar kacau..
"Seharusnya tadi aku menahan diriku, tapi dia dengan seenaknya merendahkan mama. Hal itu membuatku menjadi sangat marah sehingga tidak bisa aku tahan. Kalaupun dia ingin mengejekku, ejek saja aku. Kenapa harus bawa-bawa mama segala, dia tidak bersalah" gumam Prian
Prian mengunci pintu kamarnya kemudian merebahkan tubuhnya dengan sedikit kasar ke kasur.
Sementara itu..
Bruaakkk!!
Suara pintu tiba-tiba terbuka kencang dan menampakan seorang anak laki-laki tengah berlari dengan sedikit luka lebam diwajahnya.
"Mama!!" Seru anak tersebut
Sang ibu dari anak tersebut langsung mengalihkan pandanganya saat mendengar putranya berteriak.
"Kizoku-chan?!"
Kizoku langsung saja memeluk ibunya dengan air mata yang terus keluar.
"Kizoku? Kau kenapa? Kenapa kau menangis?" Tanya sang ibu sambil memposisikan dirinya sejajar dengan anaknya.
"Hiks..hikss..hiks.."
"Hah?! Kenapa ada luka diwajahmu?!"
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1