Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 35


__ADS_3

“Berhenti!”



“Hey kakek, kau mau ke mana?”



“Aku hanya ingin keluar, aku sedang menuju kea rah pelabuhan untuk mengantarkan gandum-gandum ini”



“Pelabuhan?”



“Benar”



“Ah baiklah, kalau begitu kau boleh keluar. Hati-hati malam hari sangat berbahaya lho kakek”



“Iya, terimakasih banyak”



Setelah mendapat ijin keluar, kakek tua itupun membawa keretanya keluar dari Ibu Kota.


Kakek tua itu terus mengendarai keretanya menjauh dari gerbang sampai para Penjaga itu tidak melihatnya.



Tak lama kemudian, dia pun menghentikan keretanya. Kemudian menghampiri gandum-gandum di keretanya.



“nah nak kimiko kau bisa keluar sekarang”



Dari dalam tumpukan gandum itu, munculah sosok Kimiko


‘Hahh..Hahh aku sulit bernafas tadi’ batin Kimiko



Kimiko pun turun dari kereta tersebut.



“Kakek terima kasih banyak”



“Tidak apa-apa, maaf aku tidak bisa mengantarmu ke tempat tujuanmu, pelabuhan ada di arah yang berbeda denganmu”



“Tidak apa-apa, ini juga kakek sudah sangat cukup membantu saya keluar terimakasih banyak”



“baiklah, aku tidak berlama-lama. Aku pergi hati-hati ya nak Kimiko”



“baik, sekali lagi terima kasih banyak” ucap Kimiko sambil membungkuk kea rah kakek itu



“Baiklah, sampai jumpa”



“sampai Jumpa kakek”



Kakek itu pun pergi menuju pelabuhan, tepat tujuanya.



“Baiklah aku tidak boleh membuang banyak waktu, aku harus cepat”


Kimiko pun melangkahkan kakinya menuju ke arah tujuanya, yaitu tempat Mata air itu berada


Hari pun mulai semakin larut malam, tapi kimiko tidak menyerah untuk segera datang ke tempat sumber mata air tersebut.


Sudah hampir 3 jam Kimiko meninggalkan rumahnya



“ Kenapa mama belum kembali?” Tanya Prian pada neneknya


__ADS_1


“Bukankah dia bilang hanya akan pergi sebentar tapi ini sudah 3 jam berlalu, apakah selama ini mengajarkan tentang merawat tanaman?” ucap sang nenek



Baik Nenek dan Prian mereka mencemaskan Kimiko, sudah 3 jam yang lalu Kimiko pergi.


Padahal dia mengatakan jika dirinya akan pergi sebentar.



“Ah nenek aku akan pergi ke rumah paman Kenshi, aku akan melihat mama”



“baiklah tapi hati-hati dan lekaslah kembali” ucap Nenek



“baik nek” balas Prian



Prian pun pergi menuju rumah Kenshi berniat menjemput ibunya pulang.


Prian berjalan santai menuju ke rumah Kenshi, dia tidak terlalu terburu-buru karena mungkin saja ibunya memang benar-benar sedang berada di sana untuk mengajarkan tentang merawat tanaman.


Prian berpikir positif, dia tidak mau berpikir macam-macam tentang ibunya.


Walaupun dia khawatir pada ibunya tapi sebisa mungkin dia mencoba untuk berpikir baik dan tetap tenang.



Tak butuh waktu lama untuk sampai, karena jarak rumah kenshi dengan rumahnya juga tidak terlalu jauh.



“Hm? Kenapa pintunya tertutup?”



Tanpa membuang banyak waktu Prian pun mengetuk pintu tersebut



Tok..tok..tok!



Tampak terdengar suara seseorang membalasnya dari dalam rumah ini.




Tak lama kemudian pintu pun terbuka, menampakan pemilik dari rumah tersebut.



“Lho Prian? Ada apa kau kemari”



“Ah maaf jika mengganggu, aku ke sini ingin menjemput mama pulang”



“Mama? Kimiko maksudmu?”



“Iya”



“Tapi kenapa kau datang kemari?”



“Bukankah mama ada di rumahmu paman?”



“ha? Kimiko tidak ada di rumahku”



Prian kaget mendengar ucapan Kenshi barusan.



“Tidak mungkin, mama tadi bilang jika mama akan pergi ke rumah paman”



“kapan mamamu datang kemari? Memangnya untuk apa dia datang?’


__ADS_1


“Tunggu dulu, bukankah paman yang meminta mama datang untuk mengajarkan tentang merawat tanaman?!”



“Ha? Omong kosong macam apa itu. Aku tidak pernah meminta Kimiko mengajarkan itu, lagipula soal merawat tanaman aku juga sudah tahu sendiri. Untuk apa aku meminta bantuannya”



“paman tidak bercanda bukan?”



“untuk apa aku bercanda, jika kau tidak percaya masuklah dan cari ibumu. Dia tidak ada disini”



Prian pun langsung masuk ke dalam Rumah Kenshi, dan benar saja mamanya tidak ada di dalam.



Kimiko menggeledah setiap ruangan yang ada, dan hasilnya nihil dia tidak menemukan mamanya di manapun.



Prian pun kemudian kembali menghampiri Kenshi.



“Lihat tidak ada bukan? Mama mu tidak datang kemari. Dia pasti berbohong padamu”



“Lalu jika bukan ke rumah paman, lalu dimana mama berada sekarang”



“Aku tidak tahu”



Prian menjadi khawatir pada ibunya, hari sudah semakin larut malam. Kemana mamanya pergi.



“P-paman terimakasih, kalau begitu aku pergi dulu” ucap Prian kemudian langsung pergi meninggalkan Kenshi yang masih kebingungan.



“Sebenarnya apa yang terjadi?” Gumam Kenshi



Prian berlari dengan sangat cepat, dia berlari menuju rumahnya.


Dia masih berpikir positif mungkin saja mamaya sudah kembali ke rumah.



Brakk!!



Prian membuka pintu dengan sedikit kasar, membuat neneknya terlonjak kaget.



“P-prian! Jangan membuka pintu seperti itu! Kau membuat nenekmu terkena serangan jantung” ucap nenek



“Ah nenek! Mama di mana?!” Tanya Prian



“Huh? Kimiko belum kembali, bukankah kau pergi untuk menjemputnya?”



“Nenek! Mama tidak ada di rumah paman kenshi, bahkan paman kenshi bilang jika sedari tadi mama tidak datang kerumahnya!”



“Apa?!!”








__ADS_1


(Jangan lupa like ya biar author tambah semangat melanjutkan ceritanya😉 dan juga jangan lupa tinggalkan komentar yang mendukung😁)


__ADS_2