
“Prian dengarkan mama, sebenarnya kau-“
“Mama, aku mengantuk. Bisakah mama keluar?Aku ingin tidur” potong Prian
“Tapi sayang kau-“
“Ku mohon mama, aku benar-benar ingin istirahat. Aku sudah sangat lelah” Balas Prian
“Prian.., baiklah”
Kimiko pun kemudian berniat keluar dari kamar Prian tapi sebelum itu.
“Prian, setidaknya makanlah dulu”
“Aku tidak lapar, aku hanya butuh istirahat” Balas Prian
“B-baiklah, kalau begitu selamat tidur sayang” Balas Kimiko kemudian pergi meninggalkan Prian
Kimiko sedih, karena memang mustahil mengatakan hal sebesar ini. Apalagi dia juga pernah mengatakan jika suaminya telah tiada. Sebenarnya maksud dia mengatakan hal itu adalah demi keamanan Prian. Jika dia awalnya memberitahukan bahwa Prian memiliki seorang ayah, dia takutnya Prian akan bertanya siapa ayahnya,dimana ayahnya, dan kenapa ayahnya tak bersamanya.
Kemungkinan besar yang ditakutkan Kimiko yaitu, jika Prian mengetahui ayahnya masih ada tapi Kimiko tak mengatakan siapa ayahnya. Dia takut Prian akan nekat mencari ayahnya dengan segala cara, walaupun nantinya akan membuatnya dalam bahaya sekalipun. Kemudian jika dia memberitahukan jika ayahnya seorang Raja, takutnya Prian akan terancam karena dia anak Raja. Banyak kemungkinan buruk yang akan terjadi, sehingga membuat Kimiko jadi ketakutan untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
Sekarang, disaat dirinya mengatakan hal yang sebenarnya, justru tidak ada yang percaya. Semuanya telah tenggelam dalam kebohonganya selama ini.
“Apa yang harus ku lakukan, Yoshiaki apa yang harus aku lakukan. Maafkan aku, sekarang bagaimana caranya meyakinkan Prian jika kau masih hidup” Gumam Kimiko sambil membayangkan sosok Yoshiaki
“Bagaimana caranya meyakinkan dia bahwa dia adalah putramu. Dia adalah Pangeran Miyamoto, putramu” Gumam Kimiko
Kimiko jadi pusing karena terlalu banyak memikirkanya, jadi dia memilih untuk kembali ke kamarnya.
Tapi sebenarnya sedari tadi tanpa sepengetahuanya, nenek tengah melihatnya dari celah pintu kamarnya.
__ADS_1
“Kimiko, apa yang kau katakan semuanya memang benar..? apa kau akan benar-benar pergi dari Fujimoto. Kenapa kau tidak tinggal saja di sini, kenapa..?” gumam nenek
Perasaan nenek campur aduk, dia senang Kimiko akhirnya bisa bertemu keluarganya tapi di sisi lain dia sedih. Karena jika mereka kembali pada keluarga mereka, artinya mereka akan meninggalkanya.
Pagi Hari
“Mama aku pergi!” seru Prian berpamitan untuk pergi bersama teman-temanya.
“Baiklah sayang, hati-hati” Balas Kimiko
Setelah berpamitan atau ijin, Prian pun bergegas menuju ke tempat biasa mereka berkumpul.
Kemudian Kimiko saat itu baru saja selesai menyiram bunga-bunga, dia pun membereskan semuanya. Kemudian menghampiri neneknya.
Kimiko awalnya masih ragu, takut neneknya masih marah padanya.
“N-nenek aku akan pergi berbelanja..”
Nenek mendengar Kimiko, tapi perasaanya masih sedih jadi dia memilih diam tanpa membalas Kimiko.
Kimiko pun mengerti, neneknya pasti masih marah padanya.
Walaupun tidak mendapat balasan neneknya, Kimiko tetap mengerti neneknya akan mengijinkanya.
Kimiko pun kemudian pergi bersiap-siap untuk pergi ke pasar.
“Nenek aku pergi sebentar..” Ucap Kimiko kemudian langsung bergegas menuju kea rah Pasar.
Di tempat Prian
Tak lama kemudian Prian pun sampai di tempat berkumpul biasa. Tapi hari ini cukup berbeda, karena yang ada disana bukan hanya teman-temannya tapi mereka bersam ayah mereka masing-masing.
__ADS_1
“Lho Prian..?” Ucap Kei
“Teman-teman..” sapa Prian
“Hay Prian!”
“Lho? Kenapa paman semua ada di sini?” tanya Prian
“Hari ini ayah kami libur dari bekerja, dan kami ingin menghabiskan waktu dengan ayah kami” Balas Jun
‘Menghabiskan waktu dengan ayah..’ batin Prian sedikit sedih
“Ah kalau kau mau, kau bisa ikut dengan kami” Balas Kei cepat
“Iya benar” Ucap Ishi
“Ah tidak, bukankah kalian ingin menghabiskan waktu kalian dengan ayah kalian. Jika aku ikut aku justru hanya akan menganggu. Lebih baik pergilah bersenang-senang dengan ayah kalian”
“Tapi Prian bagaimana denganmu..?”
“Aku baik-baik saja, lagipula jarang kalian bisa menghabiskan waktu denan ayah kalian bukan. Maka dari itu manfaatkan waktu ini yang berharga”
“M-maafkan kami Prian, tapi jika kau mau kau bisa ikut dengan kami”
“Tidak terimakasih, pergilah dengan ayah kalian” ucap Prian dengan tetap menampilkan senyumanya.
Tapi dibalik senyumanya, membuat teman-teman Prian jadi sedih dan khawatir.
“Prian kita-“
Jangan lupa vote,like,dan beri komentar untuk mendukung author melanjutkan ceritanya ya :)
__ADS_1