
"Sebentar!!"
Prian sudah semakin bingung dengan situasinya.
"Ayolah ada apa dengan kalian?" Tanya Prian
"Justru seharusnya kami yang bertanya, ada apa denganmu?kenapa kau bisa sesantai ini?!" Tanya mereka bertiga
"Kalian terlalu berlebihan, mana mungkin aku akan mati hanya karena bertengkar dengan anak bangsawan?"
"Apa kau tidak mengerti?kau-"
"Cukup! Aku mohon hentikan ini semua. Jikalau pun mereka merencanakan sesuatu padaku maka aku akan menerimanya karena ini juga salahku yang tidak bisa mengontrol emosiku. Jadi masalah ini biar aku saja yang menanggungnya kalian tidak perlu terlibat dalam hal ini"
"Tcih, mana mungkin kami membiarkanya. Kau adalah sahabat kami, kita telah saling mengenal sejak kecil mana mungkin aku membiarkanmu menanggung masalah ini sendiri. Bukankah seorang sahabat seharusnya saling membantu. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu padami, maafkan keegoisan kami. Kami hanya sangat khawatir tentang dirimu"Ucap Jun
"Jun benar, maafkan kami Prian" ucap Ishi
"Maafkan keegoisanku juga" ucap Kei
"Kalian tidak perlu meminta maaf, aku justru senang karena kalian sangat pduli padaku. Tapi aku juga tidak ingin kalian terlibat masalah yang sangat besar nantinya" ucap Prian
"Tidak apa-apa asalkan kami bisa terus bersamamu" balas Kei
"Terimakasih banyak"
.......
"Aku pulang" seru Prian
"Sudah pulang? Cepat sekali" ucap Kimiko
"Ahh ya, aku ingin pulang saja" ucap Prian sedikit terlihat wajah bingungnya
"Apa kau sakit?" Tanya Kimiko kemudian menghampiri puteranya itu dan menyentuh kening puteranya.
"Suhumu baik-baik saja"
"Aku tidak sakit mama" balas Prian
"Apa ada masalah?" Tanya Kimiko
"T-tidak ada" balas Prian
"Kau-"
"M-mama bolehkah aku makan? Aku tadi belum sempat makan dengan sempurna"
"Ah baiklah, mama akan menyiapkanya" balas Kimiko
"Baik"
Kimiko pun berbalik menuju kearah dapur untuk menyiapkan makanan putranya.
Prian kemudian duduk sambil menunggu mamanya datang membawa makananya.
Tok..tok..tok..
"Huh? Tunggu sebentar"
Prian kemudian bangun dari tempat duduknya untuk membukakan pintu untuk melihat siapa yang baru saja mengetuk pintu.
Pintu pun terbuka perlahan-lahan dan terlihat seseorang memakai jubah dan penutup kepala.
Sehingga hanya orang-orang yang menghadap padanya yang bisa melihat wajahnya tapi tidak jika mareka membelakanginya.
"P-pangeran Z-zen?" Kaget Prian
Ternyata yang datang adalah seorang Pangeran mahkota kerajaan ini. Pangeran pertama Kerajaan Fujimoto Pangeran Zen Fujisaki
"Hallo Prian" ucap Zen
"K-kenapa anda datang kemari?" Tanya Prian
"Tidak boleh ya?" Tanya Zen sedikit menjahili Prian
"T-tidak justru saya sangat senang dengan kedatangan Pangeran kemari" balas Prian
"Prian kau sedang bicara dengan siap-" tanya Kimiko yang tiba-tiba muncul dari dapur.
"P-pangeran Zen?!" Kaget Kimiko
"Halo Kimiko, bagaimana kabar kalian?" Tanya pangeran Zen
"K-kami baik-baik saja" balas Kimiko
"Begitu syukurlah" balas Zen
"Ah silahkan masuk yang mulia" ucap Kimiko
__ADS_1
"Hahh aku sudah mengatakanya berapa kali? Jangan panggil aku dengan nama itu jika hanya pribadi seperti ini"
"P-pribadi?,Zen jangan-jangan kau kabur lagi dari istana ya?" Tanya Kimiko
Zen hanya membalasnya dengan senyuman..
"Zen! Jangan begitu, kau itu seorang pangeran kau-"
"Baik-baik" potong pangeran
"Apa ada oranglain yang mengetahuinya?" Tanya Kimiko
"Tidak ada" balas Zen dengan wajah polosnya
"Hahh kau ini"
"Aku benar-benar tidak tahan jika harus ditahan dikurungan itu setiap hari dan saat. Ada kalanya juga aku ingin keluar dari sarang itu bukan, tubuhku butuh udara segar" balas Zen
"Hahh aku mengerti, tapi jangan sampai membuat oranglain khawatir dengan menghilangnya dirimu" balas Kimiko
"Baik" balas Zen
Kimiko pun mempersilahkan Zen untuk duduk dahulu.
"Ah aku menyiapkan makanan untuk Prian tapi sepertinya aku terlalu banyak membuatnya. Apa kau ingin makan bersama Prian?" Tanya Kimiko
"Iya, aku juga ingin mencoba masakan buatanmu" balas Zen
"Baiklah tunggu sebentar"
Kimiko pun kembali kearah dapur dan meninggalkan Prian dan Zen.
"Kau sudah tumbuh besar ya Prian" ucap Zen
"Tidak, mama bilang aku masih kecil" balas Prian
"Ah itukan beda maksud" balas Zen
"Ngomong-ngomong pangeran, bukankah hari ulangtahunmu akan segera datang?" Tanya Prian
"Itu benar" balas Zen
"Lalu, apa pangeran menginginkan sesuatu?" Tanya Prian
"Sudah jelas aku ingin memberikan sesuatu yang pangeran inginkan sebagai hadiah"
"Hadiah? Ah khusus untukmu aku akan mengatakan permintaanku. Apa kau mau memenuhinya?" Tanya Zen
"Apa itu?"
"Lain waktu akan aku katakan"
"Tapi hari ulangtahunmu sebentar lagi" balas Prian
"Ah baiklah permintaanku adalah aku ingin k-"
"Maaf membuat kalian menunggu" ucap Kimiko yang tiba-tiba muncul kembali
"Ah aku sudah tidak sabar ingin mencoba makananmu" ucap Zen
"Pangeran katakan apa permintaanmu" ucap Prian
"Lain kali saja aku katakan, sekarang ayo makan sebelum makananya menjadi dingin" balas Zen
"Tapi-"
"Prian tidak baik membiarkan makanan yang susah payah dibuat oleh ibumu untukmu. Cepat makan" ucap Zen
"Baik pangeran" balas Prian
"Permintaan apa?" Tanya Kimiko
"Bukan apa-apa" balas mereka serempak
"Huh?"
Zen dan Prian pun sibuk melahap makanan mereka..
"Makananya enak sekali, kapan-kapan bisakah kau memasakkan ini untukku?" Tanya Zen
"Pasti akan aku buatkan" balas Kimiko
"Terimakasih" balas Zen
Zen kembali menyantap makananya itu hingga habis begitu pula dengan Prian.
__ADS_1
"Terimakasih makananya" ucap mereka setelah menghabiskan makanan mereka.
"Baiklah aku akan membereskanya" ucap Kimiko
"Biar aku bantu" ucap Zen
"Tidak perlu" balas Kimiko
"Aku akan membantumu" balas Zen
"Sudah kubilang tidak perlu" balas Kimiko
"Kenapa?" Tanya Zen
"Disini kau adalah tamu, jadi patut kami melayanimu seperti seorang Raja" balas Kimiko
"Tapi dia juga seorang raja mama" potong Prian
"Putramu benar" balas Zen
"Maaf tapi ini bukan istana tapi rumahku dan yang menguasainya saa ini adalah aku" ucap Kimiko kemudian membereskan meja dengan cepat.
"Mau dimana pun kau, tetap saja wilayah yang kau injak akan tunduk dibawahmu" ucap Zen kemudian disusul gelak tawa
"Jangan tertawa, aku tidak akan mau membuatkan makanan untukmu" balas Kimiko
Seketika gelak tawa Zen terhenti..
"A-apa? Hei kau tidak bisa melakukanya" balas Zen
"Kau bilang dimana pun aku berada tempat itu akan tunduk padaku bukan? Berarti aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan termasuk tidak akan membuat makanan untukmu" balas Kimiko
"Aku hanya bercanda" balas Zen
"Tapi aku serius" balas Kimiko
Tapi sebenarnya Kimiko hanya membalas ejekan dengan menjahili Zen.
"Baiklah maafkan aku" balas Zen
"Permintaan maaf ditolak" balas Kimiko
"Kenapa?"
"Itukan salahmu" balas Kimiko
"Akukan sudah minta maaf"
"Baiklah jika kau sudah selesai bisakah kau kembali yang mulia?" Ucap Kimiko
"Tidak sebelum kau memaafkanku" balas Zen
Kimiko kemudian mengabaikan Zen dan berjalan menuju dapurnya, Zen pun tidak menyerah untuk mendapatkan maaf dari Kimiko.
Dia pun ikut menyusul Zen menuju kearah dapur dan meninggalkan Prian seorang diri disana
"Hei aku minta maaf" ucap Zen dari arah dapur
"Tidak"
"Kimiko.."
Prian pun kemudian keluar dari rumahnya, tapi saat dia baru melangkah keluar rumah.
Tiba-tiba terdengar suara semak-semak yang bergerak..
"Yang dikatakan Jun benar, mereka pasti akan balas dendam padaku. Mereka mencoba mengintaiku dari jauh rupanya. Benar-benar kekanak-kanakan" gumam Prian
Prian pun kemudian berpura-pura berjongkok, dia mengambil sebuah batu secara diam-diam kemudian kembali berdiri.
Dengan persiapan, dia pun kemudian melempar batu itu kearah semak-semak tadi.
Dan saat dia melempar batu itu kesemak-semak tadi, semak-semak pun kembali bergerak. Dan yang lebih mengejutkan, tiba-tiba terlihat seseorang yang baru saja keluar dari semak-semak itu.
Dia tiba-tiba berlari menjauh..
"Tunggu siapa kau!" Seru Prian
Prian pun mengejar seseorang tersebut, seseorang tersebut berlari menuju kearah hutan.
"Hei berhenti kau!" Seru Prian yang mencoba untuk mengejar seseorang itu.
Tanpa sadar pun Prian mulai memasuki kawasan hutan, dia terlalu fokus mengejar orang itu hingga dia tidak sadar telah memasuki wilayah hutan
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1