Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 79


__ADS_3

“Kimiko ada hal penting yang ingin ku bicarakan” ucap ayah Jun


“Hal penting?”


“Aku ingin bertanya, apakah. Apakah ayah Prian benar-benar sudah tiada?Apakah Prian benar-benar sudah tak memiliki seorang ayah?”


Sontak pertanyaan itu membuat Kimiko menjadi sangat terkejut.


“I-itu..”


Seolah mulutnya telah terkunci sesuatu hingga dia sulit mengatakannya.


Dia juga bingung bagaimana cara menjelaskanya


“Kimiko, Prian benar-benar butuh seorang ayah” Ucap sela ayah Kei


“A-aku tahu itu..”


“Katakan apakah ayah Prian masih ada ataukah memang benar tidak ada?” tanya ayah Ishi


Kimiko berasa di pojokkan dengan pertanyaan yang sulit dia jawab, walaupun dia tahu jawabanya tapi sulit bagaimana cara mengatakan dan menjelaskanya.


Melihat Kimiko yang diam, seolah-olah ayah Jun memahami situasinya.


“Kimiko, jika ayah Prian memang masih hidup maka kau harus segera mempertemukan Prian dengan ayahnya. Prian masih sangat kecil, dia masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Tapi jika ayah Prian memang-benar-benar sudah tiada, maka kau harus mencari ‘pengganti’ agar Prian tidak merasa kesepian” Ucap ayah Jun


Setelah mendengar ucapan ayah Jun, Kimiko langsung merasa bersalah.


Memang tidak seharusnya Prian harus jauh dari ayahnya karena dia, Prian masih kecil bahkan sejak lahir dia belum pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah.


“Jun,Ishi,Kei apa kalian tahu dimana Prian saat ini berada?” tanya Kimiko


“Kami tidak tahu, tadi Prian langsung buru-buru pergi tanpa memberitahukan kemana dia akan pergi” Balas Ishi


“Iya benar, mungkin saja dia langsung pulang” Ucap Kei


“begitu ya, kalau begitu aku akan segera menemuinya di rumah” Ucap Kimiko berniat pergi

__ADS_1


“Tunggu bibi! Aku tidak tahu pastinya, tapi aku memiliki firasat jika Prian pasti pergi ke sana”


“Kesana?”


“Sebelum pulang, coba bibi pergi ke sungai di dekat jembatan itu. Prian biasanya selalu berada di sana” Ucap Jun


“Ah baiklah, terimakasih banyak”


Kimiko pun sesegera mungkin menyusul dimana anaknya berada.


Sesuai yang dikatakan oleh Jun, Kimiko saat ini tengah menuju kea rah sungai dekat dengan jembatan.


Dia berlari secepat mungkin, entah kenapa dia merasa dia harus segera bertemu dengan Prian


‘Prian maafkan aku, maaf telah menyembunyikan semuanya hingga kau sampai menderita begini. Sekarang, aku akan mengatakan semuanya. Mengatakan semua hal yang selama ini aku sembunyikan dan sudah seharusnya kau tahu ini semua. Hari ini aku akan mengatakan semuanya, semuanya. Tentang dirimu dan ayahmu’ batin Kimiko


Tak lama pun Kimiko sampai di sungai yang dimaksud oleh Jun.


Kimiko harus melewati pepohonan untuk bisa melewatinya.


Kemudian akhirnya dia pun melihat sosok anaknya.


Kimiko mengatur nafasnya sejenak, dia sedikit lelah setelah berlari tadi.


“Prian..” Panggil Kimiko


Prian yang mendengar namanya di sebut langsung saja berbalik.


“M-mama?!!”


Prian kaget karena mamanya tiba-tiba ada di sini.


“M-mama apa yang mama lakukan di sini?” Tanya Prian


“Tadi mama sempat bertemu teman-temanmu saat mama pergi belanja” balas Kimiko


“B-begitu ya..”

__ADS_1


Kimiko kemudian menghampiri anaknya dan duduk tepat di samping anaknya itu.


“lalu kenapa mama sampai datang ke sini?” Tanya Prian


“Karena mama ingin menemuimu sayang” Balas Kimiko


Prian masih bingung dengan jawaban ibunya, menemuinya? Bukankah dia juga tidak pergi dari rumah. Dia pasti akan pulang nantinya.


“Prian kau tidak bersama teman-temanmu karena kau tidak mau menganggu waktu mereka bersama ayah mereka bukan?” Tanya Kimiko


Pertanyaan yang di lontarkan Kimiko membuatnya terkejut, tapi dia mengerti.


“Iya” balasnya


Kimiko menenangkan pikiranya sebentar.


“Prian apa kau iri pada teman-temanmu karena memiliki seorang ayah?” tanya Kimiko tiba-tiba


“Eh?Aapa maksudmu mama..”


“Sudah jawab saja”


Prian mengalihkan pandanganya kedepan kemudian menunduk.


“Iya” balasnya lemah


“Apa kau menginginkan seorang ayah?” Tanya Kimiko


Prian terkejut kemudian langsung menatap mamanya.


“Mama, aku memang menginginkan kasih sayang seorang ayah. Tapi aku tidak mau jika mama harus menikah lagi hanya untuk memberikanku seorang ayah. Lebih baik aku tidak memiliki ayah dari pada mama harus menikah dengan orang lain. Aku tidak mau!”


Kimiko justru terkekeh dengan jawaban Prian.


“Mama kan tidak mengatakan jika mama akan menikah lagi” Ucap Kimiko


“Tapi dari pertanyaan mama barusan, seperti mama ingin menikah lagi hanya untuk bisa memberiku seorang ayah bukan?”

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan beri komentar untuk mendukung author :)


__ADS_2