
“Y-yoshiaki kau”
Ratu Makoto menjadi sangat sedih melihat perubahan putranya yang drastic. Dia sangat syok dan begitu sedih.
“S-siapa kau..” Ucapnya pelan
“M-maafkan kami yang mulia Ratu” Para pelayan itupun membawa pergi Makoto, sedangkan Makoto masih sangat syok bahkan dia seperti kesadaranya menghilang setengah.
Ratu Makoto pun di bawa pergi oleh para pelayan.
“Y-yang mulia Yoshiaki apa yang ada lakukan ini”
“Aku tidak punya pilihan lain lagi”
“Cepat mulai persiapkan perangnya, aku ingin peperangan ini secepatnya”
“b-baik”
Yoshiaki pun keluar dari ruanganya menuju ke arah para pasukan yang sudah berkumpul.
“Benar-benar tidak akan aku ampuni” ucap Yoshiaki sambil mengepalkan tanganya kuat-kuat.
Tak lama pun berita akan perang ini mulai menyebar di seluruh Miyamoto.
Semua pasukan di sibukkan dengan persiapan perang, Ratu Makoto masih terkurung di kamarnya.
Persiapan di lakukan dengan sangat cepat karena perintah dari Yoshiaki yang ingin berperang dalam waktu dekat.
Persenjataan,konsumsi, dan medis sudah siap semua, para pasukan juga sudah siap untuk berperang melawan Yamamoto.
Tak terasa pun persiapan sudah selesai dalam waktu jangka hanya seminggu.
“Lapor yang mulia, persiapan perang sudah siap semua” Ucap salah satu Prajurit
“Baiklah, katakan pada semuanya kita akan berperang besok” ucap Yoshiaki
__ADS_1
“B-baik”
Prajurit itupun pergi setelah selesai melapor.
“Yang mulia..”
“Aku akan pergi untuk menemui ibuku, urus sebagian dokumen itu. apapun yang terjadi semua berkas harus selesai hari ini” Ucap Yoshiaki pada penasihat dan perdana mentrinya
“Baik yang mulia” balas mereka
Yoshiaki pun segera pergi menuju ke kamar Ibunya.
“Buka pintunya” Ucap Yoshiaki kepada para penjaga kamar Ratu Makoto
“Baik yang mulia”
Para penjaga itupun membuka pintu kamar tersebut, pintu kamar tersebut hanya akan terbuka ketika para dayang Ratu Makoto datang untuk mengantarkan makanan dan segala keperluan dan juga hanya akan terbuka atas perintah Yoshiaki.
“Salam kepada Mama..” Ucap Yoshiaki
“Yoshiaki? Apa itu kau?” ucap lemah Ratu Makoto
“Kenapa kau repot-repot mengkhawatirkan diriku, lebih baik khawatirkan perang ini dari pada diriku” Balas Ratu Makoto
“….”
Ratu Makoto sedang duduk menunduk di atas kasurnya tanpa menatap Yoshiaki, ruangan ini pun lebih gelap dari biasanya yang selalu terang.
“Maaf, aku datang kemari hanya untuk pamit padamu. Besok aku akan berangkat untuk berperang”
“….”
“Baiklah, aku hanya ingin mengatakan itu. jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa” Ucap Yoshiaki kemudian berniat pergi
“Aku katakan sekali lagi, perang ini tidak akan membantu apapun. Tidak akan bisa membuat hatimu senang dan tidak juga bisa menemukan istri dan anakmu. Tapi walaupun begitu jika perang ini berakhirpun apa kau akan puas?” Tanya Ratu Makoto
__ADS_1
“Aku sudah pernah mengatakanya, walaupun perang ini tidak membantu apapun tapi setidaknya dendamku terbalaskan.”
“Apa kau akan puas setelah dendammu terbalas..”
“…”
Yoshiaki pun langsung pergi dari Kamar Ratu Makoto.
“Yoshiaki, jangan biarkan amarahmu menuntunmu ke jalan yang salah karena itu bisa membuatmu terjatuh ke dalam jurang yang dalam” Gumam Makoto
“Tutup kembali pintunya” Ucap Yoshiaki pada para penjaga
“Baik” balas Para penjaga
“Setelah 2 hari kepergianku, bebaskan saja Ratu Makoto. Tujuanku mengurungnya adalah agar dia tidak menghalangi jalanku. Setelah aku pergi berperang, bebaskan saja Ratu Makoto, dan juga jaga dia baik-baik selagi aku pergi berperang” Ucap Yoshiaki
“Baik, kami mengerti” Balas Para Penjaga
Yoshiaki pun berniat pergi tapi
“Kakak..”
Seseorang memanggilnya, lantas dia pun menoleh kea rah seseorang itu.
“Yuki..”
“Kakak…”
Yoshiaki pun menghampiri adiknya ini, tapi baru 2 langkah dia menghentikan langkahnya karena melihat reaksi ketakutan adiknya.
Terlihat Yuki sedikit ketakutan melihat Yoshiaki, bahkan terlihat jelas tangan Yuki gemetar akibat takut.
“Aku akan pergi besok, jaga mama dan istana ini. Semuanya menjadi tanggung jawabmu selama aku pergi” Ucapnya kemudian langsung pergi
“Kakak..”
__ADS_1
》NEXT CHAPTER《
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)