
Kimiko sedikit kaget saat Yoshiaki tiba-tiba bangun dari tidurnya.
"Maaf, apa aku membangunkanmu?" Tanya Kimiko
"Tidak apa-apa lagipula memang sudah waktunya untuk bangun" balas Yoshiaki
Kimiko terus memandang Yoshiaki, raut wajah Yoshiaki begitu lembut walaupun dia baru saja bangun.
"Ada apa sayang?" Tanya Yoshiaki saat menyadari jika istrinya ini terus menatapnya.
"Yoshiaki.." panggil Kimiko
Kemudian tiba-tiba mata Kimiko memerah dan berair dan kemudian air mata pun keluar dan membasahi wajah Kimiko.
Yoshiaki sedikit tersentak saat melihat Kimiko yang tiba-tiba menangis.
"S-Kimiko k-kenapa kau menangis?" Tanya Yoshiaki penuh dengan kekhawatiran
Yoshiaki buru-buru langsung menghapus air mata Kimiko.
Saat Yoshiaki sedang menghapus air matanya, Kimiko tiba-tiba langsung memeluknya.
"S-Kimiko?" Kaget Yoshiaki
"Hiks..hiks..hiks..hiks..hiks.." tangis Kimiko dalam pelukan Yoshiaki
Yoshiaki membalas pelukan Kimiko, dia juga mencium puncuk kepala Kimiko.
"Kimiko kau kenapa, kenapa menangis?" Tanya Yoshiaki marasa cemas pada Kimiko
Yoshiaki mencoba menenangkan Kimiko yang terisak dalam pelukanya.
"Hiks..hiks..hiks.. jangan pergi... hiks hiks kumohon jangan tinggalkan aku..hiks..hiks"
Yoshiaki semakin mempererat pelukannya..
"Aku tidak akan pergi, aku akan terus bersamamu selamanya. Jadi kumohon berhentilah menangis" ucap Yoshiaki mencoba menenangkan Kimiko
Kimiko tahu betul jika Yoshiaki mengatakan itu hanya untuk bisa menenangkanya, kenyataanya Yoshiaki akan segera pergi dan meninggalkanya.
Rasanya benar-benar sakit dan sesak..
♢ ♢ ♢
2 Hari kemudian
Kini setelah hasil diskusi telah diputuskan, maka..
KERAJAAN Miyamoto RESMI AKAN BERPERANG MELAWAN KERAJAAN YAMAMOTO.
Kerajaan kindom sedang disibukan dengan persiapan untuk perang.
Mulai dari senjata para prajurit yang nantinya akan ikut andil dalam berperang, kemudian persediaan makanan dan obat-obatan.
Baginda Raja Yoshiaki saat ini tengah menemani istrinya yaitu Ratu Kimiko.
Sejak 2 hari terakhir Kimiko kesulitan untuk makan.
Setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya, kemudian langsung dia muntahkan.
Dan dia jadi sering melamun, sifatnya yang selalu ceria entah kenapa tiba-tiba menghilang.
Dia juga mulai pendiam, setiap kali ada yang mengajaknya mengobrol dia hanya membalasnya dengan anggukan atau kalimat singkat saja. Berbeda dengan biasanya yang justru akan membalas ucapan seseorang lebih panjang lagi.
Yoshiaki sangat mengkhawatirkan Kimiko, 2 hari pun dia selalu menjaga lebih ketat Kimiko.
Dan hari ini pun Kimiko tidak mengatakan apapun ketika mereka tengah bersama.
"Kimiko kau baik-baik saja?" Tanya Yoshiaki sangat khawatir
"Iya" jawab lemah Kimiko
Mereka masih terus melanjutkan perjalanan mereka yaitu berkeliling istana.
"Bagaimana jika kita istirahat sebentar, kau pasti sangat lelah bukan?" ucap Yoshiaki mulai melambatkan langkahnya.
"Aku baik-baik saja" balas Kimiko dengan nada datarnya sambil terus melangkah kan kakinya.
Dia bahkan tidak memandang Yoshiaki sedikitpun
"K-kimiko.." Yoshiaki semakin khawatir dengan keadaan Kimiko.
Jika begini terus, mana mungkin dirinya berani pergi meninggalkan Kimiko dalam keadaan seperti ini.
Kimiko mengabaikan Yoshiaki dan terus melanjutkan langkahnya.
Dirinya masih belum bisa menerima jika Yoshiaki akan pergi berperang.
Kimiko semakin berjalan menjauh dari Yoshiaki.
Yoshiaki masih berdiri diposisinya, dia tidak mengejar Kimiko yang semakin menjauh darinya.
"Kenapa.." gumam Yoshiaki
"Kenapa jadi begini..." lanjut Yoshiaki dengan perasan yang campur aduk.
Rasanya ingin menangis tapi entah kenapa air matanya terasa sangat kering.
Dirinya benar-benar merasa kacau..
"Payah.. aku benar-benar payah" gumam Yoshiaki sambil meremas pakaianya menahan emosi yang mulai meluap
"Aku payah, aku benar-benar payah sekali. Aku tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk mereka" ucap parau Yoshiaki
Ditempat Kimiko
Kimiko saat ini masih terus melangkahkan kakinya entah kemana..
Pandangannya benar-benar kosong, perasaanya sangat kacau.
Matanya sedikit bengkak akibat tadi dia sempat menangis, wajahnya begitu sedih.
Dadanya terasa sakit dan sesak, hanya untuk bernafas saja rasnaya benar-benar menyesakkan.
"Yang mulia Ratu!" Panggil seseorang
Kimiko mendengar suara yang memanggilnya, tapi dia juga mengabaikanya.
Dia masih terus melangkahkan kakinya.
"Ahh yang mulia tunggu!"
Seseorang tersebut kemudian berlari mulai mengejar Kimiko.
Akhirnya seseorang tersebut kini berada disamping Kimiko.
"Apa maumu?" Tanya Kimiko dengan sedikit nada dingin
Rei sedikit merasa tidak tega saat melihat wajah Kimiko yang dipenuhi oleh kesedihan mendalam.
Dia benar-benar membenci Kimiko yang seperti ini, dia benci melihat Kimiko yang terus saja menangis dan bersedih.
Dia kemudian mempercepat langkahnya kemudian berdiri didepan Kimiko.
Kimiko menghentikan langkahnya saat Rei menghadangnya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kimiko masih dengan nada datarnya
"Cukup,sudah cukup yang mulia!" Seru Rei
Kimiko masih diam tidak bergeming sedikitpun.
"Kenapa, kenapa anda jadi seperti ini!" Seru Rei
Kimiko masih tetap mengabaikan Rei yang terus berteriak didepanya.
"Yang mulia sadarlah! Bangunlah dari mimpi buruk anda. Jangan menenggelamkan diri anda lebih dalam lagi!" Seru Rei
"Sudah cukup! Sudah cukup saya membiarkan anda seperti ini. Tapi tidak untuk kali ini! Saya tidak akan membiarkan anda terperosot dalam kesedihan lebih dalam lagi!"
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan?" Sela Kimiko dengan nada dinginya.
"...."
"Apa kau bisa menghentikan perang ini terjadi? Apa kau bisa mencegah Yoshiaki pergi?" Lanjut Kimiko.
Rei menggertakan giginya menahan emosi, dia juga mengepalkan tangannya cukup kuat.
Kemudian dia menghembuskan nafasnya mencoba untuk menendalikan emosinya yang hampir meluap.
"Yang mulia.."
"...."
"Saya mohon tolong jawab saya, apakah anda benar-benar tidak tulus mencintai yang mulia Raja!?" Seru Rei
Kimiko langsung membelakkan matanya saat mendengar ucapan Rei.
Rasanya emosinya kembali muncul dan sulit untuk mengendalikanya.
"Beraninya beraninya kau menanyakan hal seperti itu!" Ucap Kimiko
Kimiko sangat marah mendengar apa yang dikatakan oleh Rei.
"Iya saya berani! Untuk apa aku takut? Anda pasti tidak tulus mencintai Yang mulia Raja. Anda pasti hanya mengincar harta dan tahtanya bukan? Kasihan sekali baginda Raja mendapatkan istri sepertimu! Kau jug-"
Plaakkkkkk
Kimiko sudah muak untuk mendengar ucapan Rei, dia pun akhirnya menampar wajah Rei.
Rei pun terkejut saat dirinya tiba-tiba ditampar oleh Kimiko.
"Tutup mulutmu, jangan sembarangan mengatakan hal bodoh seperti itu!" Ucap Kimiko dengan amarah yang muali meluap
"Bodoh? Siapa orang yang jauh lebih bodoh dari pada mencintai suami hanya karena harta dan tahta!" Seru Rei
"Cukup! Jika kau mengucapkan satu kata lagi. Maka aku akan mengusirmu dari istana!" Seru Kimiko
"Ternyata memang benar, kau menang benar-benar tidak mencintai Yang mulia Raja sepenuh hati. Kau hanya-"
Plllaaakkk
Kimiko kembali menampar wajah Rei dengan keras.
"Aku mencintainya, aku sangat mencintai Yoshiaki. Aku tidak membutuhkan harta ataupun tahta hanya untuk bisa mencintainya. Kelebihanya kekuranganya aku mencintai semuanya. Aku begitu ketakutan jika dia pergi meninggalkanku. Aku sedih dan ketakutan, aku benar-benar takut dia akan pergi meninggalkan diriku. Aku benar-benar sangat takut!!" Seru Kimiko
"Lalu jika kau mencintainya, kenapa kau bersikap egois?!!" Seru Rei
"Egois..?"
"Kau benar-benar egois. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan beban apa yang dipikul oleh yang mulia Raja.
Apa kau tidak berpikir? Bagaimana beratnya menjadi seorang Raja?! Kau tidak memikirkan bagaimana perasaanya harus menjalani hidup sebagai raja dan menjalankan kewajibanya sebagai seorang suami! Beban yang dipikul oleh yang mulia Raja lebih berat dari apa yang kau bayangkan. Apa kau tidak pernah berpikir apa saja yang telah dia lalui demi dirimu dan para rakyat hanya untuk bisa membuat kalian bahagia!?. Walau begitu dia terus menunjukan senyuman padamu walau dirinya sedang dalam kesulitan. Apa kau bisa membayangkan betapa beratnya menjalani hidup seperti itu?!!. Dan kau bersedih dan marah padanya ketika dia ingin mempertaruhkan nyawanya demi melindungimu dan semua orang?" Seru Rei
Air mata Kimiko keluar dan membasahi kedua pipinya.
Ucapan Rei barusan seperti menampar dirinya.
"Aku egois.." ucap Kimiko sambil membelakkan matanya..
Tiba-tiba Kimiko berlari menjauh dari Rei, Rei sangat kaget saat melihat Kimiko menangis ditambah lagi dia juga tiba-tiba melarikan diri
"Gawat sepertinya aku terlalu berlebihan" gumam Rei
Kimiko merasa sangat malu setelah mendengar ucapan Rei.
"Bodoh.. aku bodoh benar-benar tidak menyadarinya" Gumam Kimiko masih terus berlari entah kemana.
Kimiko terus berlari dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Kimiko!" Panggil seseorang
Kimiko bisa mengenali suapa yang baru saja memanggilnya, ya dia adalah suaminya. Yoshiaki Von Miyamoto..
Yoshiaki begitu khawatir saat melihat Kimiko berlari dengan berlinang air mata.
Apalagi saat ini Kimiko tengah mengandung anaknya
"Kimiko.." panggil Yoshiaki
Yoshiaki berlari menghampiri Kimiko..
"K-kenapa kau menangis? Apa ada yang-"
Brrruuukkk
Yoshiaki membelakkan matanya saat tiba-tiba Kimiko memeluknya.
"S-Kimiko?"
"Maaf.." ucap Kimiko
"Eh?"
"Maafkan aku! Maafkan aku karena aku sangat egois! Aku benar-benar istri yang tidak berguna. Aku tidak menciba memahami dirimu dan terus hanya memikirkan diriku sendiri. Aku benar-benar payah!" Ucap Kimiko dalam pelukan Yoshiaki
Yoshiaki membalas pelukan Kimiko, dia semakin mempererat pelukanya itu.
"Aku juga minta maaf karena tidak bisa menjadi suami yang pantas untukmu" ucap Yoshiaki
"Tidak, hiks..hiks.. kau sudah melakukan kewajibanmu dengan sangat baik. Tapi aku ini benar-benar payah tidak bisa menjalankan kwajibanku dengan benar.. aku benar-benar payah.. hiks..hiks..hiks..hiks" seru Kimiko
"Kau sudah melakukanya lebih dari cukup" balas Yoshiaki
"Maaf..hiks..hiks..hiks..hiks..maafkan aku. Aku mohon maafkan aku hiks..hiks..hiks"
"Aku selalu memaafkanmu, aku juga tidak pernah menyalahkanmu" balas Yoshiaki
Kimiko semakin mempererat pelukanya, semakin lama tangisanya semakin reda.
Kimiko sudah tidak menangis dipelukan Yoshiaki,
"Kimiko kau sudah baik-baik saja?" Tanya Yoshiaki saat menyadari jika Kimiko sudah mulai menghentikan tangisanya.
__ADS_1
"Hm, aku baik-baik saja" balas Kimiko
Kimiko pun melepaskan pelukanya...
Dia pun menatap Yoshiaki sambil berkata
"Aku mencintaimu Yoshiaki, sangat mencintaimu" ucap Kimiko
Yoshiaki sedikit kaget tapi kemudian dia senang akhirnya Kimikonya telah kembali
"Aku juga mencintaimu" balas Yoshiaki
Kimiko bahagia sekali mebdengarnya walaupun Yoshiaki juga sering mengatakanya.
Tapi entah kenapa untuk kali ini rasanya begitu berbeda.
"Yoshiaki.." panggil Kimiko
"Iya?"
"Semangat!" Seru Kimiko dengan wajah penuh semangatnya.
"Eh?" Yoshiaki sedikit bingung saat Kimiko menyemangatinya, dia senang tapi semangat untuk apa?
"Hm? Kau ini kenapa? Aku menyemangatimu kenapa kau malah bingung?" Tanya Kimiko sudah kembali ceria lagi.
"Semangat untuk apa?" Tanya Yoshiaki
"Dasar kau ini, apa kau lupa jika sebentar lagi kau akan berperang?"
"J-jadi kau-"
"Tentu saja! Aku menyemangatimu agar kau bisa memenangkan dalam oerang ini. Yoshiaki aku mengijinkanmu untuk ikut berperang, tapi dengan syarat kau harus kembali hidup-hidup" ucap Kimiko
Yoshiaki membelakkan matanya tidak percaya, baru 2 hari yang lalu Kimiko melarangnya pergi bertempur dengan alasan siapa yang akan menjaga dia nantinya.
"Benarkah kau memperbolehkanku ikut berperang?" Tanya Yoshiaki
"Iya, aku memperbolehkanmu ikut berperang" balas Kimiko
Brruukkk
Yoshiaki kembali memeluk Kimiko
"Terimakasih sudah membiarkanku ikut berperang" ucap Yoshiaki
"Sebenarnya kau bisa saja ikut berperang tanpa mempedulikan diriku" ucap Kimiko
Yoshiaki langsung melepaskan pelukanya kemudian menatap Kimiko.
"Mana mungkin aku mengabaikanmu"
"Benar juga" balas Kimiko
"Tapi jika aku pergi siapa-"
"Aku baik-baik saja, lagipula aku tidak sendirian disini. Ada mama dan yuki yang menemaniku dan juga beberapa prajurit yang nantinya akan melindungiku." Balas Kimiko
"Hahh aku senang akhirnya kau kembali Kimiko. Aku benar-benar bahagia bisa melihatmu kembali ceria" ucap Yoshiaki kemudian mencium kening Kimiko.
"Maaf Yoshiaki membuatmu menjadi khawatir" ucap Kimiko
"Tidak apa-apa" balas Yoshiaki
♢ ♢ ♢
Hari ini adalah hari keberangkatan Baginda Raja dan pasukanya menuju medan perang.
Sekitar 1000 pasukan akan dibawa menuju medan perang
Kimiko,Ratu Makoto dan Pangeran Yuki mengantar kepergiaan Yoshiaki.
Mereka tengah melakukan ritual kecil untuk mendoakan agar Yoshiaki kembali dengan selamat dan kemenangan bisa diraih.
Kandungan Kimiko mulai memasuki umur yang ke-8 bulan.
Perutnya sudah sangat besar dan sebulan lagi bayinya akan segera terlahir.
"Yoshiaki berjuanglah, raih kemenangan dan pulanglah dengan selamat" ucap Kimiko
"Pasti aku akan memenangkan pertempuran ini dan akan segera menemuimu" balas Yoshiaki
Kimiko tersenyum mendengar ucapan dari Yoshiaki.
Tapi dibalik senyumnya ini sebenarnya Kimiko benar-benar sangat mencemaskan Yoshiaki.
'Tuhan tolong lindungilah Yoshiaki' batin Kimiko sembari berdoa
Yoshiaki bergilir menemui mamanya.
"Mama.."
"Yoshiaki berjuanglah dan kembalilah dengan selamat" ucap Ratu Makoto
"Tentu saja" balas Yoshiaki
"Yoshiaki bisa ulurkan tangan kananmu?" Ucap Ratu Makoto
"Kenapa?"
"Sudah ulurkan saja tanganmu" balas Ratu Makoto
"Baiklah"
Yoshiaki mengulurkan tanganya kearah Ratu Makoto..
Ratu Makoto mengambil sesuatu seperti sebuah tali, kemudian dia mengikatnya ditangan Yoshiaki.
"Ini apa?" Tanya Yoshiaki
"Sebuah Jimat yang akan melindungimu" balas Ratu Makoto
"Terimakasih mama" balas Yoshiaki
"Pulanglah sesegera mungkin, istrimu akan kesepian nantinya. Apalagi dia sudah hampir akan segera melahirkan" ucap Ratu Makoto
"Mama, tidak apa-apa jika nantinya Yoshiaki tidak bisa menemaniku saat aku akan melahirkan nantinya. Yang terpenting aku ingin dia pulang dengan selamat dan tetap sehat." Sela Kimiko
"Aku akan mengusahakanya agar aku bisa segera pulang tepat sebelum kau melahirkan. Aku tidak ingin melewatkan moment berharga seperti itu" balas Yoshiaki
"Baiklah, aku juga ingin kau berada disampingku saat aku akan melahirkan nantinya. Tapi jika kau benar-benar tidak bisa pulang lebih cepat, jangan paksakan dirimu. Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatanmu. Itu saja yang kumau" balas Kimiko
"Baiklah" balas Yoshiaki
Setelah Kimiko dan Ratu Makoto kini Yoshiaki menghampiri adiknya ini.
Pangeran Yuki Von Miyazaki.
"Yuki.." panggil Yoshiaki
"Kakak kau akan kembali dengan selamat bukan?" Ucap Yuki
"Tentu saja, kau tau betul siapa kakakmu ini. Kakak adalah seorang Raja, dan seorang Raja tidak akan mudah dikalahkan. Apalagi sebentar lagi kakak akan menjadi seorang ayah dan kau menjadi seorang paman. Mana mungkin kakak akan mati, kakak akan pergi bertempur untuk melindungimu dan semuanya. Dan selagi aku pergi, maka kau yang akan menjadi raja sementara" balas Yoshiaki
__ADS_1
"Raja? Aku tidak pantas mendapat gelar itu" balas Yuki