
“Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku lagi, tidak akan pergi dariku dan selamanya sampai mati akan terus berada disisiku”
“Iya, aku berjanji akan selalu bersamamu selamanya..”
Yoshiaki senang dan bahagia mendengarnya, kemudian dia teringat akan sesuatu yang sekejap dia lupakan .
"Kimiko dimana 'dia?' " Tanya Yoshiaki
Kimiko mengerti, dia yang di maksud Yoshiaki adalah putranya.
Kimiko kemudian melihat sekitar dan akhirnya menemukan Prian.
Kimiko menghapus air matanya dan menghalus air mata suaminya juga.
"Dia ada disini, lihatlah kearah sebelah. Dia saat ini sedang melihat kita" ucap Kimiko
Yoshiaki langsung saja menoleh ke arah yang dimaksud Kimiko, dia bisa melihat seorang anak kecil yang sangat mirip denganya.
Prian dan Yoshiaki saling bertatapan, Yoshiaki sangat bahagia sekali akhirnya setelah sekian lama juga dia akhirnya bisa melihat anaknya.
Ternyata benar seperti yang di katakan oleh Yuki, anaknya benar-benar mirip denganya.
"Prian.." guman Yoshiaki
Prian sendiri justru antar masih percaya atau tidak percaya kini dia akhirnya bisa bertemu dengan ayahnya.
"Papa.."
Yoshiaki melepaskan pelukanya kemudian menghadap ke arah Prian. Dari tatapanya seakan dia sangat ingin memeluk Prian.
__ADS_1
Prian sendiri justru menangis bahagia, bagaimana tidak. Ini kali pertama akhirnya dia bertemu dengan ayahnya.
"Hiks..hiks..hiks.."
Prian menangis, air matanya tak bisa di bendung lagi. Rasa rindunya terhadap ayahnya cukup sangat besar sekali.
Teman-temanya kaget melihat Prian tiba-tiba menangis.
"P-prian kenapa kau menangis?" Kaget Jun
"K-kenapa kau menangis?" Tanya Kei
"Prian kau ini kenapa?!" Tanya Ishi
Prian tidak menjawab pertanyaan dari teman-temannya saat ini pandanganya hanya tertuju pada Yoshiaki.
Prian tak bisa menahanya lagi, sudah tidak bisa.
"Hiks..hiks..hiks.. Papa!!"
"Prian.."
Prian pun langsung berlari kencang ke arah Yoshiaki, Yoshiaki kemudian berjongkok dan membuka tanganya menyambut Prian.
Brukk!
Prian langsung saja memeluk Yoshiaki dengan sangat erat sekali begitu pula dengan Yoshiaki.
"Papa!! Hiks..hiks..akhirnya aku bisa bertemu denganmu hiks..hiks aku sangat merindukanmu"
__ADS_1
"Prian..anakku..putraku akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku juga sangat merindukanmu " balas Yoshiaki sambil lebih mempererat pelukannya
Yoshiaki kemudian menatap wajah anaknya dan mencium kening Prian dan kembali memeluknya dengan erat.
Prian masih terisak dalam pelukanya, dia sangat bahagia sekali akhirnya setelah sekian lama terpisah dia akhirnya bisa bertemu kembali dengan ayahnya.
Kimiko sendiri juga menangis bahagia, akhirnya anaknya bisa bertemu dengan ayahnya dan suaminya akhirnya bisa bertemu dengan anaknya.
Rasanya sangat membahagiakan sekali.
Bahkan ada beberapa warga yang ikut menangis karena terharu melihat Prian dan Yoshiaki.
"Aku sangat bahagia sekali bisa bertemu denganmu papa" ucap Prian
"Aku juga sangat bahagia sekali, akhirnya bisa bertemu dengan anakku satu-satunya" ucap Yoshiaki sambil mencium rambut Prian
“Setelah sekian lama aku mencarimu akhirnya aku berhasil menemukanmu. Apa kau tahu betapa senangnya diriku betapa bahagianya diriku saat mendengar jika kau masih hidup dan baik-baik saja bahkan akhirnya kau telah ditemukan. Rasanya aku seperti bermimpi saja, tapi ternyata ini adalah kenyataan dan aku sangat bahagia sekali mendengarnya” ucap Yoshiaki
“Hiks..hiks.. aku juga senang mendengar jika papa masih hidup dan baik-baik saja, aku sangat gembira sekali saat mengetahui jika kau masih hidup. Aku dulu selalu mengharapkan bisa bertemu denganmu dan akhirnya doaku terjawab, aku sangat bahagia sekali”
“Apa kau tahu sayang, hidup papa menjadi hancur saat kau dan mamamu pergi meninggalkanku. Saat mendengar kau dan mamamu menghilang aku menjadi sangat syok dan sedih, aku mati-matian mencari keberadaan kalian, aku sangat berharap kalian baik-baik saja. Tapi setelah sekian lama aku mencari kalian aku justru tak bisa menemukanmu dan mamamu, aku menjadi sangat sedih dan menggila saat mendengar kabar jika..hiks..hiks..j-jika kalian mati. Aku begitu ketakutan jika aku sampai kehilangan kalian, itu adalah rasa takut terbesarku. Aku tidak ingin kehilangan kalian, tidak ingin tapi aku justr tidak bisa melindungi kalian dengan benar maafkan aku“
“papa tidak perlu minta maaf, aku tahu papa akan selalu melindungiku dan mama. Lagipula saat itu papa berperang demi melindungi kami. Papa sudah melakukan semuanya, dan aku bangga memiliki papa sepertimu. Terimakasih banyak” Ucap Prian sambil menghapus air mata ayahnya
“Prian terimakasih banyak, terimakasih telah lahir sebagai putraku. Aku sangat senang sekali dan bersyukur, aku sangat beruntung memiliki kau sebagai anakku”
“Dan aku bersyukur memilikimu sebagai ayahmu. Aku menyayangimu papa”
Jangan lupa like,vote, and coment ya
__ADS_1