
“Aku tidak tahu siapa dia, yah walaupun begitu jika kami bertemu lagi aku akan mengucapkan terimakasih padanya”
Kimiko senang akhirnya anaknya bisa menemukan solusi untuk masalahnya sendiri.
“Kau lihat Yoshiaki, putra kita sudah tumbuh besar” Gumam Kimiko
“Hm? Mama mengatakan sesuatu?”
“Tidak, bukan apa-apa. Baiklah jika kau membutuhkan bantuan mama katakan saja, mama pasti akan membantumu”
“Iya” balas Prian
Prian pun mulai mencoba membuat patung pohon musim seminya.
Pertama dia mengumpulkan tanah liat secukupnya kemudian mulai membentuk pohon musim seminya.
Dia mulai membentuk cabang-cabang batang pohon tersebut. Tapi tiba-tiba
Bruuk!
Tanah yang di bentuknya justru hancur karena fondasinya yang tak kuat.
“ternyata lebih sulit dari perkiraanku” Ucap Prian
Prian pun kembali mengumpulkan tanah liat dan membentuknya kembali, tapi lagi-lagi tanah itu kembali hancur.
“Kenapa tidak bisa terbentuk, apa aku salah membentuknya?”
__ADS_1
Prian mencoba lagi tapi kembali hancur lagi.
“Arrgghh kenapa hancur lagi, sebenarnya apa salahnya?”
“Ada apa Prian?” Tanya Kimiko yang mendengar suara gerutu Prian
“Mama, aku tak bisa membuatnya. Setiap kali aku mencoba membentuknya pasti selalu hancur lagi dan lagi”
“…”
“Ternyata membuat patung tidak semudah yang ku perkirakan. Apa aku mencari hadiah yang lain saja ya”
“Kau ini belum-belum sudah menyerah begitu saja. Bukankah kau sangat bersemangat untuk membuat patung ini demi Zen. Tapi baru gagal sebentar saja kau sudah menyerah, apa kau ini benar-benar tidak serius ingin memberikan Zen hadiah tersebut?”
“Mana mungkin! Aku sangat serius ingin memberikanya. Tapi ternyata ini sangat sulit sekali”
“Lalu kau sudah menyerah”
“…”
“Dengarkan mama. Jangan pernah takut akan kegagalan, kuatkan keberanianmu untuk meraih sesuatu yang kau inginkan dan yakinlah akan dirimu sendiri. Kuatkan tekatmu, gagal bukan berarti kau kalah. Tapi gagal adalah awal dari kemenanganmu, maka yakinlah jika dirimu pasti menang. Jangan pernah menyerah oke?”
Prian terkejut mendengar ucapan ibunya barusan, dia akhirnya tersadar akan sesuatu.
“Kau benar mama, aku terlalu mudah menyerah hanya karena gagal sebentar. Aku tidak ingin kalah, aku ingin menang. Lagipula aku harus memberikan sesuatu dengan hasil jerih payahku sendiri demi seseorang yang berharga bagiku. Mana mungkin aku akan membiarkan diriku kalah” Balas Prian
“Kau benar, lalu apa kau akan menyerah hm?”
__ADS_1
“Jangan bercanda, aku tidak akan menyerah!”
Semangat Prian pun bangkit kembali dan dia kembali mencoba membuat patung pohon musim seminya
Sekali lagi dia kembali gagal membuat membuatnya dan hancur lagi.
“huh! Aku tak akan menyerah!” Prian kembali membuatnya dengan penuh semangat.
Melihat Putranya yang sangat bersemangat tersebut Kimiko menjadi sangat senang sekali.
‘Sangat mirip dengan Yoshiaki’ batin Kimiko
Hari ke- 4
“Akhirnya aku berhasil membuatnya, mama coba lihat aku berhasil membuatnya!” Seru Prian dengan semangat.
“Syukurlah sayang, mama senang kau berhasil membuatnya. Mama sudah bilang bukan, jika kau terus berjuang tanpa menyerah dan bertekad untuk menang kau pasti akan meraih kemenanganmu” ucap Kimiko
“Benar, terimakasih mama” Balas Prian
“Iya”
“Tapi apakah Pangeran Zen akan menyukainya?”
“Mama yakin dia pasti akan sangat menyukainya, karena hadiah ini pemberianmu dan kau telah membuatnya dengan susah payah. Kau telah berjuang membuatnya demi dirinya, bagaimana mungkin dia tidak akan menyukainya”Ucap Kimiko
“Ku harap juga begitu, semoga yang mulia menyukainya” Balas Prian
__ADS_1
》**NEXT CHAPTER**《
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)