Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 38


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris di desa tersebut


“Aaarrrggghhh tolong aku!!!”


“Apa itu?!”


Kimiko terkejut saat mendengar teriakan histeris seseorang.


Buru-buru dia berlari mencari sumber suara, dia masuk lebih dalam ke desa itu.


Dia terus mengikuti kemana sumber suara ini


Tak lama kemudian dia akhirnya menemukan sumber suara histeris itu.


Tapi bukan hanya ada 1 orang saja yang menjerit ternyata ada banyak orang didepanya yang menjerit kesakitan.


Kimiko sangat syok melihat itu semua, wajahnya pucat tanganya bergemetar melihat ini semua.


Terlihat para warga desa ini yang banyak terkapar di tanah dengan kesakitan dan berteriak minta tolong.


Tubuh Kimiko bergetar ketakutan melihat ini semua.


Terlihat banyak warga yang tersiksa kesakitan.


Mulut Kimiko terasa sulit untuk berucap dia terlalu syok melihat keadaan ini semua.


Brukk


Tubuh Kimiko langsung terjatuh lemas, matanya terasa perih melihat banyak orang didepanya yang menderita.


“A-apa yang s-sebenarnya terjadi?” Ucap Kimiko


Kemudian terdengar suara seorang bayi yang menangis keras.


“Oekkk!!Oekkk!”


Kesadaran Kimiko kembali saat mendengar suara tangis bayi. Langsung saja dia mencari bayi yang menangis itu. Dia menoleh ke sekitar mencari suara bayi itu.


Akhirnya dia pun menemukan suara bayi tersebut.


Dia ingin menghampiri bayi itu tapi entah kenapa tubuhnya terasa berat sekali hanya untuk bangun saja. Rasa ketakutanya masih terngiang ditubuhnya, dia terlalu takut dan syok dengan keadaan ini.


“T-tubuhku sulit digerakan”


“Oeeeekkkk!!!!Oekkkk!!”


Bayi itu kembali menangis tapi kali ini tangisanya lebih keras dari sebelumnya.


Kimiko merasa tidak tahan melihat seorang bayi yang menangis seperti itu, terlihat tubuh kecil dan mungil yang terkapar ditanah dan hanya bisa menangis saja.


“jangan menangis” gumam Kimiko, air matanya mulai keluar dan membendungi matanya


“Aku harus m-menyelamatkan bayi itu” ucap Kimiko


Kembali kimiko berusaha untuk bangkit tapi lagi lagi tubuhnya terasa sangat beras sekali.

__ADS_1


Tapi rasa ingin menyelamatkan bayi itu cukup besar dari ketakutanya, dengan tangan gemetar dia mengambil sesuatu.


Sebuah belati yang dia bawa untuk berjaga-jaga, dengan melawan rasa takutnya dia pun menarik belati itu dan melukai tanganya sendiri.


Crass!


Darah keluar dari telapak tanganya, Kimiko hanya bisa meringis kesakitan tapi berkat itu tubuhnya sudah dapat digerakan karena rasa takutnya sudah terganti dengan rasa sakit.


Dengan buru-buru dia pun berlari kearah bayi tersebut.


Dia berniat menggendong bayi tersebut tapi tanganya berlumuran darah dengan cepat dia menghapus darah tersebut dengan kain yang dia bawa dan membalut lukanya.


Kimiko langsung menggendong bayi tersebut kemudian mulai menenangkan bayi tersebut.


“Oeeekkk! Oeekk!”


“Tenanglah sekarang tidak apa-apa ada aku disini, kumohon jangan menangis” Ucap Kimiko mencoba menenangkan bayi itu


“Oeek!Oeek!” bayi itu masih menangis tapi tidak sekeras sebelumnya.


“Tenanglah ada aku disini, jangan khawatir aku akan menjagamu” ucap Kimiko


Beberapa saat kemudian akhirnya bayi itu sudah mulai reda tangisanya dan tertidur dipelukan Kimiko.


“Dia sudah tenang, aku juga harus menenangkan diriku sendiri juga”


Kimiko melihat keadaan sekitar, tubuhnya masih terasa kesakitan akibat luknya tersebut.


“Siapa disana?!!” tiba-tiba ada suara seseorang


Kimiko langsung saja membalikkan tubuhnya melihat siapa yang baru saja berteriak.


“Siapa kau?!” Seru orang itu


“A-aku hanya o-orang yang ingin mengecek keadaan di desa ini” Ucap Kimiko berbohong


“Apa kau mengatakan hal sebenarnya?”


“iya!”


“Tapi keadaan di desa ini sudah sangat berbahaya akan lebih baik jika kau segera pergi dari sini!”


“ Tidak bisa! Lalu kau sendiri kenapa kau tidak pergi”


“Aku seorang medis, aku mendapat perintah untuk menyembuhkan warga desa ini”


“seorang medis?”


“Jika tidak ada hal penting, lebih baik kau pergi katakana jika keadaan disini sudah di luar kendali. Kau hanya pemeriksa saja bukna? Cepat pergilah”


“Tidak, tunggu! Sebenarnya aku tahu sedikit tentang obat-obatan tolong biarkan aku membantu kalian menyembuhkan para warga”


“Tidak mungkin, kami sudah berjuang keras tapi kami masih belum menemukan obat penyembuhannya. Yang bisa kami lakukan hanya memberikan obat pereda rasa sakit saja itupun tidak bertahan lama”


“T-tapi tolong biarkan aku ikut membantu! Aku tidak bisa melihat mereka menderita. Sungguh sangat menyakitkan melihat penderitaan meraka. Biarkan aku membantu sebisaku ku mohon !!”

__ADS_1


“Tapi apa kau yakin? Kau mungkin saja tertular oleh mereka. Resikonya sangat tinggi”


Kimiko mengepalkan tanganya mengumpulkan keberanianya.


“Akan ku ambil resikonya” Ucapnya dengan keberanian.


“baiklah, kau bisa ikut membantu. Ikut denganku”


Kimiko mengikuti orang tersebut di belakangnya, tak lama orang itu membawa kimiko ke sebuah gedung yang besar.


Disana ada banyak sekali warga yang terjangkit penyakit tersebut, mereka terbaring lemah dan menderita.


Kimiko tak penah melihat situasi seperti ini, tapi sebisa mungkin dia mencoba untuk menenangkan diri.


“Kau lihat banyak sekali warga yang menderita, karena jumlah mereka yang banyak tempat ini tak bisa menampung lebih. Masih banyak orang yang menderita diluar. Disini ada beberapa rekanku yang juga seorang medis. Kami berjuang mati-matian mencoba untuk menolong mereka tapi kami tak bisa berbuat lebih. Ku harap kau bisa membantu kami”


“Aku akan berjuang”


“Kalau begitu aku mengandalkanmu”


“Serahkan padaku”


Kimiko langsung menuju kea rah salah satu warga, dia mulai membantu para warga.


“Apa yang sebaiknya ku lakukan?”


Kimiko kemudian mengingat, sebelum datang kemari dia sempat membawa beberapa daun obat ketika dalam perjalanan.


Dia masih ingat dengan resep obat penenang yang neneknya ajarkan.


Kimiko kemudian pergi menuju ke tempat peralatan. Dia membuat ramuan itu dengan tergesa-gesa, dia menumbuk daun obat tersebut. Kemudian tak sengaja ada daun yang ikut tertumbuk.


“Astaga! Ada daun lain yang tertumbuk. Tapi sepertinya bukan daun obat aku tak pernah mendengar daun obat seperti ini, ini juga tidak beracun. Sepertinya akan baik-baik saja, lagipula sudah terlanjur ikut tertumbuk” Kimiko kemudian kembali menumbuk daun obat itu. Setelah di tumbuk, dia pun memasukkan ramuan obat ke sebuah minuman.


Kimiko berari ke arah warga tadi dan membantunya meminumkan ramuan tersebut.warga tersebut menerima obatan kimiko dan meminumnya.


Setelah meminumnya, tiba-tiba tubuhnya menjadi ringan. Rasa sakit tadi menghilang, tubuhnya seperti kembali bugar.


Langsung saja waga tadi bangun dan melompat-lompat sendiri kemudian berlari-larian.


“Tuan apa yang anda lakukan! Anda masih belum sembuh total!”


“Tidak! Aku sudah sembuh! Lihat aku bisa bergerak bebas! Aku juga tidak merasakan rasa sakit lagi!”


Kimiko dan para medis pun terkejut mendengarnya.


Para medis pun langsung berlari kea rah kimiko.


“Nona kau membuat ramuan penyembuhnya?!!”


“Tidak!, aku hanya membuat obat penenang saja”


“tapi jika hanya obat penenang, tidak mungkin warga itu bisa sampai terlihat sesehat itu”


“Nona, ramuan apa yang anda buat?”

__ADS_1


》NEXT CHAPTER 《


Jangan lupa buat vote,like dan kirim komentar yang me dukung ya agar author semangat melanjutkan cerita ini :-)


__ADS_2