Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 33


__ADS_3

“Ini dimana yang mulia” ucap Prajurit itu



“aku juga tidak tahu”



Tak lama kemudian ke empat prajurit lainya juga kembali sadar.



“Kalian sudah sadar” ucap Zen



“pangeran Zen?”



“I-ini, tempat apa ini?!”



“Dimana ini?!”


“Kita di dalam kurungan, sial siapa yang mengurung kita disini?!” ucap salah satu prajurit



“Hwa! Dimana pedangku?” ucap salah satu prajurit yang menyadari jika pedangnya menghilang



“Punyaku juga tidak ada”



“Apakah orang yang mengurung kita yang mengambil senjata kita?”


Tiba-tiba terdengar suara gelak tawa jahat yang mendekat,



“hahahaha”


Munculah 2 orang misterius, mereka memakai pakaian tertutup sehingga sulit mengetahui siapa mereka.



“Siapa kalian?!” seru Zen



“Siapa Kami? Anda tidak perlu tahu yang mulia” ucap salah satu orang itu



“hahaha, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda Pangeran Zen. Pangeran pertama sekaligus pangeran mahkota dari kerajaan Fujimoto”



“Kenapa kalian mengurung kami disini?!” Tanya salah satu prajurit



“Kenapa? Kalian ingin tahu alasanya”



“sial! Cepat katakan!” ucap salah satu prajurit



Kemudian ke lima prajurit itu berbaris berada di depan Zen untuk melindungi Zen



“Tenanglah, kami tidak akan melukai kalian sampai waktunya tiba”



“Waktunya tiba? Apa maksudmu?!” tanaya Zen



“Kau akan segera tahu yang mulia” balas salah satu penjahat itu



“Apa yang kalian inginkan?!” Tanya Zen dengan amarah yang coba ia tahan



“bukankah sudah kukatakan, kau akan segera tahu saat waktunya tiba”



“Brengsek kau! aku akan membunuhmu!” seru salah satu prajurit

__ADS_1



“Sebelum itu, aku akan membunuhmu terlebih dahulu” balas penjahat itu


“Lepaskan kami!”



“ckck tidak semudah itu”



“Kau benar-benar membuatku marah, aku akan-“



Sebelum menyelesaikan ucapanya, zen menepuk pundak prajurit itu agar tenang



“Tenanglah, tidak ada gunanya jika kau melampiaskan amarahmu di saat seperti ini”



“tapi yang mulia”



“tenanglah” balas Zen



Prajurit itu hanya menghela nafas kemudian langsung menatap tajam para penjahat itu



“huh! Anjing ternyata lebih pintar dari kucing”



Mendengar itu, para prajurit langsung marah. Mereka marah bukan karena mereka di rendahkan, tapi mereka tidak terima jika Pangeran Zen disamakan dengan anjing.



“Aku benar-benar akan membunuhmu sialan!”



“Sudah cukup aku diam, kau boleh menghina kami tapi jangan menghina pangeran Zen!”


“Budak yang setia sekali, tapi di saat seperti ini dan di dalam kurungan ini Pangeran Zen bukan apa-apa selain anjing yang menggonggong meminta lepas dari jeratan”




“Diam!” seru Zen



Pangeran Zen melangkahkan kakinya mendekati sel, menghadap kepada para penjahat



“Silahkan kau hina aku sampai puas, tapi ingat anjing lebih pintar dari segerombolan tikus tidak berguna”



“Apa katamu!!”



Zen hanya membalasnya dengan senyuman sinisnya dan tatapan tajamnya.



“Kau brengsek!”



“AKU AKAN MEM-“


“HEY APA YANG KALIAN LAKUKAN!” Seru salah satu penjahat lainya yang baru saja masuk


“Ada apa?!” Tanya penjahat tadi


“Kita harus berkumpul!, cepat!”



“tcih, baiklah”



Para penjahat itu kemudian keluar setelah menerima panggilan untuk berkumpul.



“Sial, benar-benar membuatku ingin memotong lidahnya itu” ucap salah satu prajurit

__ADS_1



“Sudahlah” balas prajurit lainya


“Pangeran, apa anda baik-baik saja?”



“aku tidak apa-apa, tapi yang lebih penting kita harus segera keluar dari sini” balas zen


”Tapi bagaimana caranya?!”



“Itu dia yang harus kita pikirkan”



“Ah aku tahu caranya!” seru salah satu prajurit


“benarkah?! Bagaimana caranya?”



“kita dobrak saja pintu sel ini”



DDDDD


OOOOO


EEEEEEEEE


NNNNNNNN


GGGGGG



Krik..krik..krik..


Seketika hening setelah mendengar jawaban prajurit tadi.



“Eh? Kenapa semua diam? Apa aku benar?!” Tanya prajurit tadi



Plakkk!!



Tiba-tiba prajurit tadi menerima jitakan di kepalanya dari prajurit lainya.



“Kau bodoh ya! Pintu sel setebal itu mau kau dobrak?! Justru kita yang akan hancur bodoh! Jadi orang jangan terlalu bodoh dongg!!” kesal prajurit itu



“Eh? Benarkah?!”



“Mau coba?!” Ucap prajurit lainya dengan senyuman kesalnya



“T-tidak!”



“hentikan pertengkaran kalian, kita harus cari cara lain untuk keluar dari sini”



‘ aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kami di culik dan di sekap disini. Sebenarnya apa tujuan mereka, mereka bilang jika sudah waktunya tiba maka kami akan mengetahuinya. Sebenarnya apa maksud ucapanya itu? Apa mereka berniat menjadikanku sebagai Sandra untuk mendapat kekayaan? Tapi kalaupun begitu mereka tidak akan menculik dan mengurungku seperti ini, terlihat mereka juga tidak terlihat ingin menjadikan kami Sandra, tapi seperti hanya berniat mengurungku dengan waktu yang cukup lama. Jika mereka berniat menjadikanku sadra untuk mendapatkan uang atau kekayaan seharusnya mereka sudah melakukanya saat kami pingsan. Penculikan ini seperti telah terencana,apa jangan jangan mata air itu di racuni oleh mereka untuk memancingku keluar dan datang?! . Tapi apapun yang terjadi kami harus segera keluar dari sini, tapi bagaimana caranya. Dinding disini terbuat dari batu, mustahil untuk menerobos keluar apalagi senjata kami telah di rampas semua. Pintu sel ini juga sepertinya sangat kuat dan tebal, akan sulit untuk menghancurkannya. Apa yang sebaiknya kami lakukan, jika kami hanya diam saja. Tidak ada gunanya, lagi pula aku di culik dan mungkin saja saat ini kerajaan-“


Zen membelakkan matanya saat ia mendapat pikiran sesuatu



“mungkin saja!”



》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉



__ADS_1



__ADS_2