Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 76


__ADS_3

Setelah suasana hatinya membaik dia pun berniat untuk segera pulang


Prian menghapus air matanya kemudian mencuci mukanya dengan air sungai itu. agar mamanya tidak curiga jika dia baru saja menangis.


“Baiklah aku harus segera pulang, hari sudah semakin malam. Mama nanti bisa khawatir, lebih baik pulang saja”


Prian pun berjalan kembali ke rumahnya. Dia masih sangat sedih walau dia tahu sudah lama dia bermain dengan teman-temanya dan melihat mereka bercanda tawa dengan ayah mereka. Selama ini Prian memendam sedihnya bahkan sampai sekarang. Hatinya sangat perih sekali..


“Aku pulang..” Ucapnya lemas saat memasuki rumah


“Selamat datang kembali..” Sambut Kimiko


Kimiko sedikit khawatir melihat Prian yang pulang dalam keadaan lemah lesu begitu.


“Prian ada apa?” Kimiko pun menghampiri anaknya, dia menatap Prian tapi Prian justru menghindari tatapanya.


“Tidak, aku tidak apa-apa” balas Prian


“Apa kau sakit?” Tanya Kimiko


“Aku baik-baik saja mama, aku hanya lelah.”


Prian pun langsung pergi menuju ke kamarnya.


“Aku cukup lelah, aku akan tidur saja. Aku tidak ikut makan malam dulu” ucap Prian kemudian memasuki kamarnya.


“Ada apa denganya..?” Gumam Kimiko


Kimiko kemudian menyiapkan makan malam, setelah dia memasak dia kemudian menyiapkanya di meja.


Kimiko kemudian pergi ke kamar neneknya.


Dia masih ragu, apakah neneknya masih marah padanya atau tidak.


Tok..tok..tok..


“Nenek makan malam sudah siap, makanlah lebih dulu” ucap Kimiko


“Aku akan makan nanti” Balas nenek


‘nenek masih marah rupanya, apa aku terlalu cepat memberitahukanya ya? Tapi jika aku tak memberitahukanya..’


Setelah mendapat jawaban dari neneknya, Kimiko pun kemudian pergi ke kamar anaknya.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


“Prian apa kau sudah tidur sayang..?”


Prian pun kemudian membuka pintunya..


“Aku masih bangun, aku baru mau tidur mama” balas lemas Prian


Deg..


“P-prian..”


“hm?”


“K-kau barusaja menangis ya..?” Tanya Kimiko saat melihat mata prian yang masih merah dan ada bekas air mata di piinya.


Prian terejut kemudian buru-buru mengalihkan pandanganya.


“Prian kau kenapa sayang..?” Tanya Kimiko yang khawatir akan keadaan putranya


“Aku baik-baik saja” balas Prian


“Prian apa yang terjadi tadi siang atau sore ini? Kenapa kau pulang dengan keadaan lemas lesu. Dan kau juga baru saja menangis?”


Prian terdiam..


“Prian katakan, jika kau punya masalah ceritalah ke mama. Mama tidak mau kau menjadi sedih seperti ini. Katakan padaku apa yang terjadi..?” Tanya Kimiko


Kimiko kemudian masuk ke kamar Prian, Prian memintanya untuk duduk di kasurnya kemudian Prian tidur di pangkuan mamanya.


“Prian ada apa sayang?” Tanya Kimiko sambil membelai rambut Prian dengan lembut


“Tidak ada apa-apa mama”


Kimiko tahu , Prian pasti menyembunyikan sesuatu darinya. Dia jadi khawatir dengan anaknya, karena sebelumnya Prian tak pernah begini.


“Prian, ceritakanlah apa yang terjadi. Mama sudah pernah mengatakanya, mama tidak suka kalau kau menyembunyikan sesuatu dari mama”


“…”


“Cerita saja, mama tak akan marah” Ucap Kimiko


“Sebenarnya tadi saat kami selesai bermain, Jun, Kei, dan Ishi di jemput oleh ayah mereka lalu…” Prian langsung diam, dia tidak melanjutkan kembali ceritanya.


Setelah mendengarnya, Kimiko pun sadar alasan kenapa Prian jadi murung begitu.


“Mama paham sayang, maaf ya..” Ucap sendu Kimiko

__ADS_1


“Eh? Kenapa mama minta maaf?” tanya Prian


“tidak apa-apa, Prian mau mama ceritakan sebuah rahasia tidak?” tanya Kimiko


“Rahasia?”


“Hm, rahasia yang hanya mama ketahui”


“Apakah aku boleh mengetahuinya?”


“Tentu saja, justru kau harus tahu” balas Kimiko


“Memangnya rahasia apa?” Tanya Prian


“Rahasia akan kebenaran sesuatu”


“…” Prian di buat bingung oleh Kimiko


“Kebenaran apa?” Tanya Prian


“Kebenaran jika kau masih memiliki seorang Ayah, kau bukan tidak memiliki seorang ayah tapi kau memang memilikinya” jawab Kimiko


Prian awalnya senang mendengarnya, tapi sesaat kemudian wajahnya kembali murung.


Dia tahu, jika mamanya sedang mengatakan hal itu untuk menghiburnya. Kenyataanya, dulu dia pernah bertanya pada mamanya apakah dia memiliki seorang ayah atau tidak. Dan akhirnya Kimiko menjawab tidak, jawaban itu masih teringat di kepalanya.


Kimiko menjadi bingung, karena bukanya anaknya menjadi senang justru malah semakin murung.


Dia tahu, jika mamanya sedang mengatakan hal itu untuk menghiburnya. Kenyataanya, dulu dia pernah bertanya pada mamanya apakah dia memiliki seorang ayah atau tidak. Dan akhirnya Kimiko menjawab tidak, jawaban itu masih teringat di kepalanya.


Kimiko menjadi bingung, karena bukanya anaknya menjadi senang justru malah semakin murung.


“P-prian..? kau kenapa?” Tanya Kimiko


“Mama, terimakasih mama sudah mau berniat menghiburku dengan mengatakan jika aku memiliki seorang ayah. Tapi aku tahu betul, jika mama mengatakan itu hanya demi menghiburku bukan? Aku senang mama mau menghibrku tapi tolong jangan memberi harapan besar padaku. Aku sudah tahu semua” ucap Prian


‘Menghibur?’ batin Kimiko


“Tidak Prian! Mama tidak sedang menghiburmu, mama mengatakan hal yang sebenarnya. Kau masih memiliki seorang Ayah dan Ayahmu masih hidup! Dia masih hidup!” Jelas Kimiko


“Mama, aku sudah bilang. Jangan mengatakan hal seperti itu untuk menghiburku. Semua itu hanya kebohongan, dan jangan memberikan harapan apapun padaku” Balas Prian


“Prian dengarkan mama, sebenarnya kau-“


“Mama, aku mengantuk. Bisakah mama keluar?Aku ingin tidur” potong Prian

__ADS_1


“Tapi sayang kau-“


Jangan lupa vote,like, dan coment


__ADS_2