Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 42


__ADS_3

“A-apa apaan ini?!”


Disetiap tepi sungai yang mengalirkan air dari danau itu terlihat tanaman dan pepohonan yang mati, sedangkan tanaman yang berada cukup jauh terlihat baik walaupun terlihat akan segera mati.


Tanaman mati berubah menjadi merah dan yang berada paling jauh dari sungai masih berwarna Hijau.


“ Semua tanaman yang ada ditepian mati, tetapi tanaman yang berada jauh dari air masih baik keadaanya. Tanaman itu pasti menyerap air beracun yang mengalir, dan perlahan mati. Sedangkan tanaman lain tidak dekat dengan air jadi kemungkinan mereka baik-baik saja. Tapi hanya untuk sementara, karena bisa jadi racun dari akar tanaman lain merambat ke semua tanaman dan mereka pun tak lama lagi perlahan akan mati” ucap Kimiko


Kimiko berjalan mendekat menuju danau itu, dia mulai menyusuri sisi danau itu.


“Tempat ini dikelilingi oleh hutan yang lebat, ada kemungkinan Zen menghilang dan diculik oleh seseorang. Karena tempat seperti ini adalah tempat paling menguntungkan bagi para penjahat, karena akan sangat sulit menemukan mereka. Lagipula tempat ini juga cukup bagus untuk bersembunyi”


Kimiko terus berjalan menyusuri setiap sisi danau itu, akan butuh waktu lama jika dia menyusuri semua sisi danau ini mengingat betapa besarnya sungai ini.


Cling!


Tak sengaja Kimiko melihat sesuatu yang terlihat mengkilap, benda itu terlihat begitu mengkilap karena terkena sinar matahari.


Karena penasaran, Kimiko pun mendekati benda itu. Dia penasaran benda apakah itu.


Kimiko terus mendekat, dan dia pun mulai semakin melihat dengan jelas seperti apa benda itu.


Kimiko terkejut mendapati barang itu, dia pun langsung mengambilnya.


“I-ini adalah kalung milik Zen?! Aku ingat dia selalu memakai kalung ini dimana pun”


Ternyata benda itu adalah Kalung milik Pangeran Zen yang terjatuh.


“Itu artinya Zen memang benar datang kemari, lalu dimana dia?!”


Kimiko pun menengok kesegala arah sambil berteriak nama Zen.


“Zen! Zen kau ada dimana?! Zen jawab aku kau dimana?! Zen ! Zen! Z-“


Kimiko mengehentikan ucapanya saat dia menyadari sesuatu.


“Apa ini?”


Kimiko melihat butiran debu aneh berwarna merah muda yang berserakan di rumput sekitarnya.


Kimiko mengambil butiran debu itu menggunakan jemarinya,


“Apa ini?”


Kimiko mulai mendekatkan dihidungnya dan menciumnya.

__ADS_1


Kemudian tiba-tiba kepalanya langsung pusing dan terasa berat ketika dia menghirup debu itu.


“Ugh, apa yang terjadi?”


Kimiko sontak langsung menjauhkan butiran itu, butiran itu membuatnya pusing seketika.


“ Ini seperti obat bius, efeknya sangat kuat sekali” ucap Kimiko


“ Apakah Zen dibius menggunakan ini oleh para penjahat itu?”


Kimiko melihat kembali rumput yang tertaburi butiran merah muda itu.


Dia sedikit terkejut karena ada beberapa butiran yang tertinggal dan menuju arah hutan.


“Ini mungkin adalah jejak para penjahat itu, mereka pasti menginjak rumput ini dan bergegas pergi. Mungkin mereka tidak menyadari jika sepatu mereka tertempel debu ini dan mulai berjatuhan saat mereka berjalan pergi membawa Zen”


Kimiko pun terus mengikuti arah jejak ini, karena taburanya cukup sedikit dia pun harus lebih teliti.


Tak lama pun dia terus berjalan dan mulai mendekati hutan.


“ Mereka mungkin membawa Zen kabur ke dalam hutan.”


Kimiko pun terus mengikuti jejak itu sampai menuju hutan.


“Akh! Sial jejaknya menghilang saat memasuki hutan” ucap Kimiko yang kehilangan jejak penjahat itu


Di tempat lain


“Ibu!Ibu dimana kakak cantik itu?” Tanya seorang anak


“Kakak cantik sedang pergi ke suatu tempat”


“Kemana?”


“Kau masih kecil, tidak perlu tahu sayang”


“Huhh, menyebalkan sekali”


“Ahahaha, kau ini manis sekali jika sedang marah”


“Ah ibu, aku mau tanya nama kakak cantik itu siapa?”


“Namanya adalah nona Kimiko sayang”


“Kakak Kimiko?”

__ADS_1


“Iya”


“Kimiko?” Ucap seorang lelaki paruh baya yang tiba-tiba muncul dari ruangan lain.


“Ayah!!” anak itu pun langsung berlari memeluk ayahnya yang tiba-tiba muncul.


“Hei anak ayah yang cantik”


“kau sudah pulang ya suamiku”


“iya aku baru saja sampai, ah lalu tadi kalian sedang bicara apa?”


“kami sedang membicarakan kakak cantik”


“kakak cantik?” Ucap lelaki itu sambil memasang raut bertanya pada istrinya


“Nona penyelamat itu”


“Hohh, begitu ya”


“ Namanya adalah Kak Kimiko dia cantikk sekali” ucap anak itu


“ Oh jadi namanya Kimiko ya, hmm kimiko?”


“Ada apa suamiku?” Tanya wanita itu saat melihat tampang aneh suaminya.


“Entah kenapa aku seperti pernah mendengar nama itu”


“maksudmu nona Kimiko?”


“Benar, sebentar coba ku ingat”


“hm?”


Lelaki itu mencoba mengingat sesuatu


“Akh benar! Aku ingat, kalau tidak salah nama itu sama persis dengannya. Aku pernah mendengarnya”


“ Denganya? Siapa yang kau maksud?”


“Seorang putri dari kerajaan Mizumitakai, anak perempuan dari yang mulia Raja Hosiko von Kiyomizu dan Ratu Yuna von Kiyomizu kalau tidak salah namanya Putri Kimiko von Kiyomizu!”


“ Hah?! Jangan-jangan-“


》**Next Chapter**《

__ADS_1


 


Jangan lupa vote,like dan beri komentar mendukung agar author semangat melanjutkan cerita ini😄


__ADS_2