
Drabb..Drabb..Draabb..
Suara langkah kaki menuju kea rah mereka.
“Ada yang datang”
“Berhenti!”
Tiba-tiba seseorang datang dan menghadang jalan mereka.
“K-kau..”
Ratu terkejut melihat siapa yang datang.
“Zen!” seru yang mulia Ratu
“Mama!” seru Zen
Zen sangat terkejut melihat luka sayatan di leher ibunya itu.
“M-mama, lehermu..”
“Mereka yang melakukanya!” balas Ratu
“Apa yang kalian lakukan pada ibuku hah!!”
Zen berniat menyerang dia sudah mengeluarkan pedangnya tapi penjahat itu justru mengancamnya. Penjahat itu mengambil belati dan mendekatkanya ke leher yang mulia ratu.
“Kalau kau mendekat lagi, maka dia akan mati”
Zen menghentikan seranganya
“Benar-benar brengsek kalian!”
“Huh! Pangeran Zen, aku terlalu meremehkanmu. Tak kusangka kau bisa bebas dari para anak buahku” Ucap ketua itu
“Apa yang kalian inginkan..”
“Pusaka Fujimoto” Balas ketua penjahat
‘ Ternyata memang benar dengan apa yang dikatakan oleh Kimiko’ batin Zen
“Menyingkirlah dari jalan kami”
Zen tidak menyingkir justru tetap berdiri disana menghadang mereka
“Lepaskan Ibuku!” ucap Zen sambil menyondongkan pedang
“Letakkan senjatamu!”
Zen mengabaikannya dia masih menggenggam erat pedangnya.
“Ku bilang lepaskan jika tidak..” Penjahat itu semakin mendekatkan pisau belati itu kea rah leher Ratu
Zen tak punya pilihan lain.
Krangg!!
Zen menjatuhkan pedangnya.
“Jauhkan pisau itu!”
Penjahat itupun sedikit menjauhkanya tapi belati itu masih didekat leher Ratu.
__ADS_1
“Tangkap dia” Ucap ketua penjahat itu
“Siap dilaksanakan”
Kedua anak buah itu berniat menangkap Zen tapi sebelum mereka berhasil menangkap zen.
Syuuutt~
Takk!!
Sebuah panah tiba-tiba muncul, kemudian menancap di dinding dekat anak buah itu.
Tak lama, panah itu membawa sebuah kantung lalu tiba-tiba meledak.
Kantung itu berisi serbuk cabai dan meledak tepat didepan para anak buah itu.
Duuuaarr!!
“Ah!Mataku!Mataku!”
Para anak buah itu kesakitan akibat serbuk cabai yang masuk kedalam mata mereka.
“Apa yang terjadi pada kal-“
Tiba-tiba muncul pisau dan menepis belati ketua itu.
Cringg!
Belati itu tertepis dan menjauh dari leher Ratu dan dengan kesempatan itu,
Ratu berbalik badan kemudian menendang penjahat itu yang tengah lengah.
Buuaaakkkk!!
“Kau!!” dia berniat menangkap Ratu lagi tapi kemudian tiba-tiba muncul Kimiko diantara mereka dan menyondongkan pedang kea rah penjahat itu.
Zen dengan kesempatan itu kemudian mengambil senjatanya, Ratu kemudian pergi menghampiri Zen.
“Zen!”
“Mama!”
Zen mengambil pedangnya kemudian memotong tali itu.
Sedangkan Kimiko masih menghadang penjahat itu.
“Siapa kau?!!”
“..” Kimiko tetap diam dan menatap tajam ketua itu
Ketua penjahat itu yang mulai muak, kemudian mengambil pedang miliknya dan menyerang Kimiko.
Kimiko pun menghindar dan menangkis pedang penjahat itu.
“tcih hanya gadis lemah”
‘ Aku masih sedikit payah dalam mengendalikan pedang, dia juga sangat kuat sekali’ batin Kimiko
Sebisa mungkin Kimiko menahan serangan ketua itu, dan menyerangnya kembali.
Suara pedang saling beradu menggelegar disana.
'gawat aku tidak bisa menahanya lebih lama lagi'
__ADS_1
“Jangan main-main denganku gadis lemah!!”
Dengan kuat ketua itu menangkis pedang Kimiko sehingga pedang itu terlempar dan jatuh ke tanah
Crriinngg!!
“Hah!!!”
“ Mati kau!!”
Penjahat itu kemudian mulai menebas Kimiko, tapi sebelum sampai di Kimiko.
Zen berhasil menangkisnya lebih dahulu.
“Zen?!!” kaget Kimiko
“Kimiko terimakasih sudah menyelamatkan ibuku. Sekarang pergilah ketempat aman bawalah Ibuku!”
“Hum! Baiklah”
Kimiko dengan segera pergi bersama Ratu ketempat yang aman.
“Mari yang mulia, kita harus pergi ketempat aman”
“Tapi Zen..”
“Mama pergilah! Percayalah padaku!” potong Zen
“Baik, aku serahkan padamu Zen”
“Baik!”
Ratu pun dan Kimiko akhirnya pergi ketempat yang aman.
“Yang mulia Zen!!” Para prrajurit akhirnya datang.
“Lambat! Cepat tangkap kedua penjahat itu!” Seru Zen
“Maafkan kami yang mulia, baik akan kami laksanakan”
Para prajurit itupun langsung menangkap kedua anak buah yang masih kesakitan akibat terkena serbuk cabai.
“Tcih kurang ajar!!” ketua penjahat itu kemudian marah dan langsung menyerang Zen.
Pedang mereka saling beradu, mereka mengerahkan kekuatan mereka untuk tidak kalah oleh lawan.
Tapi Zen sangat pandai dalam berpedang, kemampuan berpedangnya tak diragukan lagi.
Ketua itupun kesulitan menghadapi Zen, dengan cepat zen menendang tangan penjahat itu sehingga pedang itu terlepas dari genggaman.
Dengan kesempatan itu, Zen langsung menyerang dan menghabisi ketua penjahat itu.
“Arrggghhh”
Buuuaakkk!!
Ketua itu terpental dan menabrak tembok akibat serangan Zen.
Zen langsung saja menghampirinya dan menghunuskan pedangnya tepat di leher ketua itu.
“Kau sudah kalah”
》**NEXT CHAPTER**《
__ADS_1
Jangan lupa vote,like,dan beri komentar yang mendukung ya😉