
Dan permintaan para gadis bangsawan lainya yang meminta dirinya untuk berdansa.
Bahkan ayahnya memberinya kode untuk berdansa sekiranya sekali saja.
“Ini mulai menjadi menyebalkan “ Gumamnya
Zen pun celingak-celinguk mencari seseorang.
“Ketemu!”
Zen kemudian langsung menghampiri seseorang yang dia cari tadi.
“Kimiko..”
“Zen? Ada apa?” Tanya Kimiko
Zen justru memberi penghormatan sambil mengulurkan tangan kananya.
“Maukah kau berdansa denganku?” ucapnya dengan anggun sehingga membuat semuanya menatapnya.
“K-kau, apa yang kau lakukan. Kenapa meminta berdansa denganku, kau seharusnya berdansa dengan para bangsawan bukan diriku. Jangan gila!” Bisik Kimiko
“Ayolah, aku belum pernah berdansa denganmu sebelumnya”
“Aku tak pandai berdansa” Tolak Kimiko
“Akan ku bimbing”
“Zen, dengar kita sedang menjadi sorotan semua orang. Jangan bersikap kekanakan, kau harus-“
“Mau atau tidak”
“Tidak”
“Kau harus mau”
__ADS_1
“Kenapa aku harus menurutimu”
“Karena aku sedang berulang tahun sekarang, tidak boleh ada yang di tolak apapun keinginanku”
“Jangan samakan aku dengan orang lain”
“Hey kau tahu, jika kau menolaknya. Sama saja kau menjatuhkan harga diriku, aku sudah bersikap wibawa begini apa kau amu menghancurkan ulang tahunku?”
“…”
“hm?”
“Tcih baik-baik aku terima, tapi karena aku tak ingin masalah muncul gara-gara hal sepele”
‘hal sepele?’ batin kesal Zen
‘ Sial, aku termakan ancamanya lagi’ batin kesal Kimiko
Kimiko pun menerima uluran tangan Zen, dan Zen pun menariknya ke pusat kemudian music berjalan mengiringi tarian mereka.
“Kau bilang kau tak pandai berdansa?”
“Diamlah” Kesal Kimiko
Tak lama pun acara berdansa mereka berakhir, Zen dan Kimiko kembali ketempat mereka masing-masing.
Kemudian datanglah 3 gadis bangsawan yang menghampirinya.
“huh! Kau pasti sangat senang sekali ya karena bisa berdansa dengan yang mulia” Ucap salah satu bangsawan itu
‘Mau apa mereka?!’ batin Kimiko
“Yah pasti kau sangat senang sampai ingin berteriak kegirangan karena senang bisa berdansa dengan yang mulia”
“Hm..bagaimana mengatakanya ya, seharusnya kau memiliki kesadaran diri ya. Jangan terlalu berharap apapun”
__ADS_1
“Karena yang mulia mengajakmu berdansa jangan berpikir kau bisa memilikinya”
“Hey di sana ada kaca, bagaimana kalau kau berkaca sebentar?”
“Dengar ya, jangan pernah berharap rakyat kecil sepertimu bisa berada di sisi yang mulia Zen. Yang mulia akan mendapat cacian jika dia bersama dengan seorang rakyat miskin sepertimu”
Kimiko sedari tadi bersabar menahan kesal akibat ucapan tidak sopan dari para gadis bangsawan.
Kimiko sedari tadi mengabaikan mereka, tapi ucapan mereka terus membuatnya hampir kehilangan kendali amarahnya.
“Maaf aku harus pergi” Ucap Kimiko kemudian berniat pergi dan mengabaikan mereka yang masih mengoceh memakinya.
“K-kau, kau menjadi sombong karena bisa berdansa dengan yang mulia. Dasar gadis tidak tahu diri!”
Byurr!
Salah seorang gadis bangsawan itu kemudian menumpahkan minumanya ke dress milik Kimiko.
“Ah maafkan aku, aku tak sengaja” Ucap gadis itu
‘Dia pasti sengaja’ batin Kimiko
“huh! Karena kesal kau sampai berbuat begini. Kau pikir aku akan peduli?.apakah kau seceroboh ini nona? Apa kau tak belajar cara memegang gelas degan benar?” balas Kimiko
Kemudian tak lama di susul tawa kecil oleh para gadis bangsawan lainya.
“K-kau! Dasar wanita j*l*ng!!” teriaknya yang membuat semua sorotan tertuju pada mereka
‘Gawat mereka melihat ke arah sini’ batin Kimiko
“Sudahlah tak ada gunanya berdebat, jika kau ingin menari dengan Pangeran Zen maka menarilah. Aku juga tak ada niat berdansa denganya” ucapnya dengan anda pelan kemudian langsung pergi
》**NEXT CHAPTER**《
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)
__ADS_1