
“Tidak terimakasih, pergilah dengan ayah kalian” ucap Prian dengan tetap menampilkan senyumanya.
Tapi dibalik senyumanya, membuat teman-teman Prian jadi sedih dan khawatir.
“Prian kita-“
“Baiklah kalau begitu sampai jumpa, semoga kalian bersenang-senang” Potong Prian kemudian langsung pergi meninggalkan teman-temannya.
“T-tunggu Prian!!”
Prian langsung secepatnya pergi dari sana, dia tidak mau menganggu waktu berharga teman-temannya yang ingin menghabisakan waktu mereka dengan ayah mereka. Jadi Prian memilih mengalah dan pergi dari sana.
“Bagaimana ini?” Tanya Kei
“apakah kita perlu mengejarnya?” Tanya Ishi
“Aku tidak yakin akan hal itu, jika kita mengejarnya pun pasti dia akan marah pada kita. Dan yah menghindar dari kita, kemungkinan seperti itu jika menghadapi sifat Prian.” Balas Jun
“Memangnya di mana ayah Prian..?”
“Kau bodoh ya! Prian sudah pernah mengatakan jika dia tidak memiliki ayah”
“Aku tahu! Tapi apa benar ayah Prian memang sudah tiada? Bisa saja ayahnya masih hidup tapi tidak bersamanya”
“…” semua langsung terdiam
“Yah ayah juga sedih karena Prian sebenarnya anak yang baik tetapi sayangnya dia tidak mendapat kasih sayang seorang ayah. Dia pasti sangat sedih sekali, tapi dia juga tak ingin menganggu kalian juga. Dia hm, bagaimana mengatakanya ya, bisa di bilang Prian adalah sosok anak yang terlalu baik?” ucap ayah Jun
“Prian selalu baik dimana pun dan kapan pun” balas Jun
“Itu karena dia anak bibi Kimiko, bibi Kimiko sendiri juga baik sekali dan cantik. Pasti sifatnya menurun pada Prian”
“sebenarnya sudah sejak aku mengamati Prian itu, entah kenapa sosoknya itu berbeda” Ucap ayah Kei
“Apa maksudmu Papa?” Tanya Kei
“Ah bagaimana cara menjelaskanya, tapi aura Prian itu sangat berbeda.”
“Ha?” Semuanya di buat bingung oleh ucapan ayah Kei
__ADS_1
“Papa, Prian itu bukan hantu lho” Ceplos Kei
“Bukan itu maksudku!” kesal ayah Kei
“Lalu apa maksudmu auranya berbeda?” Tanya ayah Ishi
“Sulit menjelaskanya, tapi dari aura Prian seperti ada sosok dibaliknya. Sosok yang kuat..”
“Papa jangan menakut-nakuti kami” Kesal Kei
“Apa maksudmu?”
“Papa pasti berfikir jika ada sosok hantu pelindung Prian yang menjaganya bukan?”
“Aku tidak mengatakan itu, aku hanya bilang di balik auranya seperti ada sosok yang kuat. Papa bingung bagaimana cara menjelaskanya” Ucap ayah Kei
“Aku juga awalnya saat bertemu Prian juga merasakah hal aneh. Dia seperti berbeda dengan kita” ucap Ayah Ishi
“Berbeda?Maksudmu ayah?” tanya ishi
“Dari tatapan matanya dan wajahnya” balas ayah Ishi
“Tatapan dan wajahnya? Bukankah biasa saja” Ucap Jun
“Ahh aku benar-benar tidak mengerti dengan yang kalian para orangtua obrolkan, ini membuatku pusing saja” Ucap Ishi
“Aku juga”
“Aku pun”
“Hahh sudahlah, jangan terlalu memikirkannya terlalu dalam. Bagaimana kalau kita pergi sekarang?”
“Iya!!”
Para ayah dan anak kini mereka tengah bersenang-senang di pusat Ibu kota, mereka jalan-jalan untuk menghabiskan waktu mereka dengan ayah mereka.
Karena jarang sekali mereka memiliki waktu bersama dengan ayah mereka, karena ayah mereka cukup sibuk. Jika mereka memiliki waktu luang pun hanya saat malam hari, karena di pagi hari mereka sangat sibuk.
“Seperti biasa, pusat memang tempat yang cukup ramai”
__ADS_1
“Tentu saja, karena ini adalah tempat para pedagang berkumpul”
Mereka bersenang-senang, mulai dari pergi ke beberapa restoran, bermain beberapa permainan, dan juga lainya.
“Ini menyenangkan, tapi karena terlalu ramai jadi rasanya sangat panas dan gerah” Ucap Kei
“benar”
“Lho? Hey bukankah itu..”
“Bibi Kimiko?!” kaget mereka saat tidak sengaja melihat Kimiko tengah berbelanja di salah satu toko”
Kimiko yang menyadarinya kemudian langsung menoleh ke arah mereka.
“Lho kalian? Sedang apa kalian di sini?” Tanya Kimiko
“kami sedang jalan-jalan bibi”
“Bukankah seharusnya Prian bersama kalian, dimana dia?” Tanya Kimiko
“A-ah itu sebenarnya..”
Para ayah pun kemudian langsung menyusul kearah anak anaknya yang tadi tiba-tiba langsung pergi.
“hai Kimiko” Sapa ayah Jun
“h-hai juga, kenapa kalian di sini?” tanya Kimiko
“Kami sedang bersenang-senang dengan anak kami” balas ayah Kei
Sekejap Kimiko pun mulai memahami situasinya.
“Begitu ya”
Ayah Jun kemudian menghampiri Kimiko.
“Kimiko ada hal penting yang ingin ku bicarakan” ucap ayah Jun
“Hal penting?”
__ADS_1
“Aku ingin bertanya, apakah. Apakah ayah Prian benar-benar sudah tiada?Apakah Prian benar-benar sudah tak memiliki seorang ayah?”
Jangan lupa , like, dan beri komentar untuk mendukung author ya :)