
Sudah 10 tahun berlalu, tapi Yoshiaki masih belum bisa menemukan keberadaan Kimiko.
Sejak dikabarkan bahwa Kimiko telah hilang sepenuhnya, sikap Yoshiaki menjadi berubah drastis.
Dia tidak seperti Yoshiaki pada biasanya, kini sikapnya berubah drastis.
Dia seperti oranglain, sikapnya sangat berbeda jauh dengan sebelumnya.
Sebelumnya Yoshiaki memiliki sisi lembut dan selalu tersenyum.
Tapi kini itu semua hanya sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan..
Yoshiaki sekarang bersikap sangat dingin sekali..
Hampir selama 10 tahun ini Yoshiaki tidak lagi memperlihatkan senyum hangatnya lagi.
Dia hanya akan memperlihatkan senyum sinisnya, yang membuat siapapun yang melihatnya akan merinding.
Bahkan dia sudah tidak terlalu mempedulikan hal-hal kecil seperti sebelumnya.
Dia akan mengabaikan apapun yang dia rasa sangat merepotkan ataupun tidak berguna untuknya.
Ratu Chiereta dan Pangeran Yuki merasa sangat sedih telah kehilangan Yoshiaki yang dulu sepenuhnya.
Pencarian Kimiko telah dihentikan 8 tahun lalu
Bukan karena dia tidak mau mencari Kimiko, tapi dia sudah sangat terpuruk karena telah 2 tahun pencarian dilakukan tapi Kimiko tak kunjung ditemukan.
Yoshiaki sangat tidak ingin menyerah untuk menemukan keluarganya, tapi entah kenapa tubuhnya menyerah melanjutkan pencarian ini.
Dia benar-benar lelah dan dia juga hampir sakit parah karena telalu memaksakan dirinya untuk mencari keberadaan Kimiko.
Setiap Malam Yoshiaki selalu menangis, dia ingin bertemu Kimiko dia sangat merindukan Kimiko. Dia ingin melihat Kimiko dan putranya apakah mereka baik-baik saja, dia ingin memeluk Kimiko dia ingin mencium Kimiko dan Putranya.
Sakit Yoshiaki semakin bertambah parah setiap kali dia merasakan hal-hal yang begitu menyayat hatinya.
Terutama tentang Kimiko dan putra pertamanya.
Dia bahkan terlihat sangat rapuh sekali.
Dia yang dulunya adalah Raja yang kuat dan bijaksana, kini hanya seorang lelaki yang terpuruk dengan kondisi yang mengkhawatirkan.
Ratu Chiereta dan Pangeran Yuki tak henti-hentinya selalu memberikan dukungan Yoshiaki agar dia bisa melewati ini semua.
Mereka tidak tega nelihat Yoshiaki dalam keadaan seperti ini.
Memang sangat menyedihkan ketika kau kehilangan seseoang yang kau cintai. Apalagi mereka adalah keluargamu yang sangat kau cintai dan selalu kau lindungi.
♢ ♢ ♢
Disebuah kerajaan yang letaknya cukup jauh dari kerajaan Miyamoto..
Terlihat seorang wanita yang berada disebuah kebun sedang memanen sesuatu..
"Hahh hari ini panas sekali" ucap sang wanita...
"Kau bisa beristirahat jika kau lelah nak" ucap salah seorang wanita paruh baya yang berada disampingnya.
"Hm, tidak. Aku masih belum lelah, sebaliknya seharusnya nenek beristirahat saja biar aku yang melakukanya" balasnya
"Apa tidak apa-apa?" Ucap nenek tersebut
"Tidak apa-apa, lagipula nenek sudah sangat tua. Pasti cepat lelah, kau harus istirahat. Apalagi diusia senja seperti ini rawan terkena penyakit. Lebih baik nenek pulang saja, biar aku yang mengurusnya" ucapnya
"Hahh kau baik sekali. Baiklah aku akan istirahat, tapi aku akan tetap disini. Tidak mungkin aku pulang dan meninggalkanmu sendirian" ucap sang nenek
"Terimakasih nenek, baiklah sebaiknya nenek berteduh dan beristirahatlah"
"Baiklah"
Nenek tersebut kemudian mulai berjalan menjauh dari sang wanita tersebut.
Dia berjalan ke sebuah tempat yang tak jauh dari wanita itu.
Ditempat yang sejuk dan bisa berteduh dari sinar panas matahari.
Wanita tadi kemudian langsung melanjutkan pekerjaanya.
Walaupun terik matahari yang menyengat menyerangnya, tapi itu tidak akan membuat wanita tersebut menyerah.
Dia tetap semangat mengerjakan pekerjaanya hingga tuntas.
Peluh keringat sudah mulai membasahi tubuhnya..
Tapi dia masih terus berjuang dan menyelesaikan tugasnya ini.
Walaupun rasa lelah mulai menyerangnya, tapi dia masih terus bekerja hingga pekerjaanya benar-benar telah tuntas diselesaikanya.
Beberapa menit kemudian, sang wanita itu sudah berhasil menyelesaikan tugasnya.
"Fyuuuhhh akhirnya selesai juga" ucap sang wanita tersebut
Sang nenek yang melihat wanita itu telah menyelesaikan tugasnya kemudian menghampirinya.
"Kau sudah selesai?"
"Iya sudah"
"Apa kau sangat lelah?"
"Aku hanya sedikit lelah dan haus itu saja"
"Istirahatlah sebentar, kemudian kita pulang"
"Ah tidak perlu, kita langsung pulang saja"
"Bukankah sebaiknya kau istirahat lebih dahulu"
"Aku baik-baik saja, aku masih kuat"
"Kenapa kau memaksakan dirimu?"
"Aku tidak memaksakan diri, lagipula ini sudah hampir senja. Bukankah akan lebih baik jika kita segera pulang"
"Hahh kau masih saja seperti dulu, keras kepala sekali"
Sedangkan sang wanita tersebut terkekeh mendengar ucapan sang nenek tersebut.
"Baiklah ayo kita pulang"
"Iya"
Merekapun pulang dengan membawa beberapa hasil panen mereka.
Rasanya memang sedikit berat, tapi mereka sudah terbiasa.
Mereka menyusuri beberapa rumah warga, dari kebun menuju rumah.
Wanita itu terlihat sangat ceria walaupun rasa lelah tengah menyerangnya.
"Kimiko!" Seru salah seorang wanita pada wanita tersebut.
Wanita yang mendengar seseorang memanggil namanya kemudian mengalihkan pandanganya.
"Ahh Miho" ucap sang wanita tersebut
"Kimiko.., kau baru saja dari kebun ya?" Tanya Miho
"Iya" balas wanita tersebut, wanita itu bernama Kimiko.
Wanita yang selama 10 tahun ini telah menghilang dari kerajaan Miyamoto.
"Kimiko.. kau ini sebenarnya cantik, dan kenapa kau memilih pekerjaan seperti ini. Dengan wajahmu ini, aku bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar bukan?" Tanya Miho
"Kau sudah mengatakan hal ini lebih dari 10 kali. Dan jawabanku akan tetap sama"
"Dasar keras kepala, apa kau tidak paham? Kau bis-"
"Maaf Miho, aku sangat lelah sekarang. Bolehkah aku pulang sekarang?" Potong Kimiko
"B-baiklah" balas Miho kemudian memberikan jalan pada Kimiko
"Terimakasih" balas Kimiko kemudian mulai melangkahkan kakinya.
Sang nenek pun mulai menyusul Kimiko.
"Apa kau marah padanya?" Tanya nenek
"Tidak, hanya saja aku sekarang sedang sangat lelah. Bisakah kita lebih cepat sampai rumah?"
__ADS_1
"Baiklah"
Kimiko dan nenek tersebut mempercepat langkah mereka menuju rumah mereka.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai disebuah rumah kecil tepat mereka tinggal.
Sampai rumah, mereka meletakkan hasil panen mereka.
"Baiklah aku akan membuat makan malam, nenek sebaiknya tidur jika kau masih lelah"
"Bukankah kau bilang kau sangat lelah? Sebaiknya kau istirahat saja, biar aku yang membuat makan malam"
"Tidak apa-apa, lagipula rasa lelahku sudah mulai menghilang. Aku juga harus segera menyiapkan makan malam sebelum 'dia' kembali" balas Kimiko
"Ah baiklah, tapi jangan memaksakan dirimu. Jika kau sudah sangat lelah, biar aku yang melanjutkannya"
"Iya" balas Kimiko
Kimiko menuju kearah dapur, dia mengambil beberapa bahan makanan dan mulai memasaknya.
Tercium aroma menggiurkan saat Kimiko tengah memasak.
Rasa harum membuat siapapun yang menciumnya akan tiba-tiba terasa lapar.
Bahkan Kimiko juga bersenandung lembut sambil menyiapkan masakanya.
"Aku pulang" ucap salah seorang anak kecil.
"Selamat datang" balas sang nenek
Anak itu kemudian berjalan kearah dapur..
"Mama aku pulang" ucap anak tersebut
"Ah kau sudah pulang ya, selamat datang sayang" balas Kimiko dengan penuh kasihsayang.
"Hm, aroma ini membuatku lapar" ucapnya
"Bersihkan dirimu dahulu, kemudian makan malam" ucap Kimiko
"Baiklah"
Anak tersebut mematuhi perintah ibunya, dia kemudian membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan badanya, dia kemudian datang menghampiri nenek dan ibunya yang sudah menunggunya dimeja makan.
"Tubuhku terasa segar sekali" ucap sang anak
"Tubuhmu telah segar, tapi apakah perutmu sudah?" Tanya Kimiko
"Ahh mama, mama membuatku menjadi tambah lebih lapar" ucapnya
"Ahaha kalau begitu ayo makan" ucap Kimiko
"Iya" balasnya dengan riang
Dia pun bergabung dengan ibu dan neneknya untuk makan malam.
"Hmm ini lezat sekali" ucapnya
"Tentu saja, siapa yang memasaknya? Tentu saja mama bukan"
"Mama benar-benar pandai memasak, tak heran aku lebih suka masakan rumah dari pada masakan luar"
"Itu lebih baik, mama juga tidak mau kau makan makanan luar. Ada banyak makanan luar yang tidak baik untukmu, kau bisa sakit kapan saja"
"Itu benar-benar mengerikan, aku tidak mau sakit"
""Kalau begitu berhati-hatilah dalam memilih makanan, apalagi makanan luar"
"Iya, aku akan selalu mengingatnya"
Mereka pun kembali melanjutkan aktivitas makan mereka.
"Uhukk-uhukk"
Sang anak tiba-tiba terbatuk karena dia tersedak oleh makananya.
"Prian!"
Kimiko kemudian langsung mengambil minuman dan memberikanya pada Anak tersebut.
"Prian minumlah ini!" Ucap Kimiko sedikit panik
Anak tersebut yaitu Prian langsung menerima gelas dari ibunya dan langsung meminumnya.
Kimiko mengelus lembut punggungnya..
"Prian apa kau baik-baik saja?" Tanya Kimiko
"Aku baik-baik saja mama, aku hanya tersedak" balas Prian
"Makanlah dengan pelan, kenapa kau terburu-buru?"
"Maafkan aku, karena terlalu enak aku sampai tidak ingin berhenti mengunyahnya"
"Hahh jangan membuat ibumu khawatir. Aku benar-benar cemas jika kau kenapa-napa" ucap Kimiko
"Maafkan aku mama" balas prian
"Iya, sekarang makanlah dengan pelan-pelan" ucap Kimiko
"Baik"
Prian pun kemudian melanjutkan makannya dengan perlahan-lahan.
Setelah makan malam selesai, kini waktunya bagi mereka untuk tidur...
"Prian, ayo cepat tidur" ucap Kimiko
"Aku belum mengantuk" balas Prian
"Tapi ini sudah malam sayang. Kau harus cepat tidur" ucap Kimiko
"Hahh aku tidak mengantuk mama" ucap Prian
"Lalu sekarang kau mau apa? Jika bukan tidur, lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kimiko
"Dimana nenek?"
"Nenek sudah tidur, dia sangat lelah sekali. Kau tidak boleh mengganggunya" balas Kimiko
"Tidak akan kulakukan, aku hanya bertanya saja" balas Prian
"Baiklah, sekarang jawab pertanyaan mama tadi" balas Kimiko
"Aku tidak tau, tapi aku sekarang benar-benar tidak bisa tidur"
"Bagaimana jika mama menceritakan sebuah dongeng padamu?"
"Itu ide bagus, tapi hampir semua cerita dongeng sudah mama ceritakan"
"Lalu apa yang harus mama ceritakan?" Tanya Kimiko
"Mama duduklah disini" ucap Prian sambil menepuk pinggir kasurnya
"Baiklah"
Kimiko pun duduk dipinggir kasur milik Prian, kemudian Prian pun memposisikan dirinya tidur dipangkuan ibunya.
"Kau ini seperti anak kecil saja"
__ADS_1
"Akukan memang anak kecil dan juga anak mama" balas Prian
"Baiklah, sekarang apa?"
"Mama, apa mama mau menceritakan tentang papa padaku?"
DEG....
DEG....
DEG....
"K-kenapa tiba-tiba ingin mendengar tentang papa?" Tanya Kimiko
"Sudah lama aku ingin menanyakanya, tapi selalu saja mama sibuk dan tidak ada waktu untuk menceritakannya. Aku benar-benar penasaran seperti apa papa? Dan kenapa dia tidak bersama kita?" Tanya Prian
"Apa kau benar-benar ingin mengetahui seperti apa papamu?" Ucap Kimiko dengan tatapan sedikit sendu..
Prian dapat melihat raut wajah mamanya yang tiba-tiba menjadi sedih.
Langsung saja dia bangkit dari tidurnya..
"M-mama maafkan aku jika aku membuat mama sedih, j-jika mama tidak mau menceritakanya tidak apa-apa. Tapi mama jangan sedih, nanti aku juga akan sedih jika mama sedih. Kalau begitu mama tidak perlu memaksakannya. M-mama bisa menceritakan dongeng lain, P-prian pasti akan dengarkan kok" ucap Prian dengan sedikit panik dan cemas
"Ahh maafkan mama, apa mama membuatmu takut? Mama tidak sedih sayang"
"Tapi raut wajah mama sedih begitu" balas Prian
"Kemarilah" ucap Kimiko sambil menarik lembut kepala Prian agar tertidur dipangkuanya kembali.
"Baiklah, mama akan menceritakannya" ucap Kimiko
"Dongeng lain?"
"Bukan, tapi tentang papamu"
"J-jika mama tidak mau, mama tidak perlu memaksakanya" balas Prian
"Tidak apa-apa, lagipula sudah waktunya bagimu untuk mengetahui siapa ayahmu"
"I-itu benar, tapi.."
"Baiklah mama mulai, kau tau kau dan papamu itu sangat mirip.
Wajahmu seperti dia, Warna Rambutmu sama sepertinya, kebanyakan kau mewarisi dari ayahmu."
"Apa mataku juga sama sepertinya?" Tanya Prian
"Warna matamu sama sepertinya, tapi sayangnya bentuknya kau mewarisinya dariku"
"Itu karena aku anak mama"
"Baiklah mama lanjutkan, Papamu itu adalah seseorang yang berani. Dia baik,lembut,dan sangat penyayang. Dia juga orang yang sangat sabar ketika menghadapi sikap keras kepala mama.
Dia kuat dan selalu melindungi mama. Kau tau, dulu mama pernah mengalami masalah dengan beberapa penjahat, para penjahat berniat ingin menyerang mama waktu itu. Tapi apa kau tau? Tepat sebelum penjahat itu menyerang mama, papamu datang dan berhasil menyelamatkan mama dari para penjahat itu. Papamu adalah pahlawan mama, dia selalu ada dan selalu melindungi mama apapun yang terjadi"
"Papa terdengar sangat keren sekali, tapi kenapa papa tidak bersama kita?"
DEG...
"I-itu karena papa.. dia.."
Kimiko bingung bagaimana memberikan alasan palsu pada Prian.
Apakah dia harus jujur jika papa Prian sebenarnya adalah seorang Raja dari sebuah kerajaan? Dan Prian sendiripun sebenarnya adalah seorang Pangeran? Apakah dia akan percaya?
"Apa papa sudah tiada?" Tanya Prian secara tiba-tiba
Raut wajah Kimiko kembali sedih, tapi dia memalingkan wajahnya dari Prian.
"....iya..." ucap Kimiko dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Prian
Kimiko menggigit bibirnya dengan kuat, sedikit darah keluar..
"Begitu ya" ucap Prian..
"Bagitu ya, jadi selama ini aku benar-benar tidak memiliki ayah" Ucap Prian sedikit parau
"P-prian.." seperti baru saja dia merasa sangat menyesal telah mengatakanya..
"Tidak apa-apa mama, aku baik-baik saja. Walaupun tanpa papa tapi aku sudah sangat bersyukur karena mama ada disampingku. Walaupun papa tiada, asal ada mama pun aku tetap bahagia" ucap Prian
Tidak bisa menahanya, air mata Kimiko pun turun dan membasahi pipinya.
Bahkan beberapa tetes telah jatuh diwajah Prian..
"Maaf..maafkan mama sayang" ucap Kimiko
"Kenapa mama menangis? Aku tidak apa-apa." Ucap Prian kemudian memeluk Kimiko dan dibalas tak kalah eratnya oleh Kimiko.
'Maafkan mamamu ini Prian, Yoshiaki maafkan aku' ucap Kimiko dalam hati..
"Mama.." panggil Prian sembari melepaskan pelukanya
"Ada apa sayang?" Tanya Kimiko
Prian sedikit menghapus beberapa air mata Kimiko dengan tanganya.
"Mama jangan sedih, walaupun papa tidak ada. Tapi Prian akan selalu bersama dengan mama apapun yang terjadi" ucap Prian
"Kau janji?" Ucap Kimiko dengan suara gemetarnya yang masih ada
"Aku janji akan selalu bersama dengan mama dan akan terus melindungi mama" balas Prian
"Terimakasih Prian" ucap Kimiko
"Iya" balas Prian
♢ ♢ ♢
Keesokan harinya..
"Mama aku pergi"
"Hati-hati sayang" ucap Kimiko
Prian pun mulai pergi dan Kimiko yang selalu senantiasa mengantar kepergian Prian.
Walaupun Prian hanya pergi untuk bertemu dengan teman-temanya..
"Baiklah sekarang waktunya untuk membersihkan rumah" ucap Kimiko
Kimiko pun kembali memasuki rumah dan mulai membersihkan rumah.
"Kimiko.." panggil sang nenek
"Ada apa nenek? Apa nenek membutuhkan sesuatu?" Tanya Kimiko
"Ah tidak, aku hanya ingin pergi keluar sebentar"
"Nenek akan pergi kemana?"
"Ke istana kerajaan"
"Kenapa nenek pergi ke istana?"
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1