Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 11


__ADS_3

"Taman Shifaruki? Nama tempat yang aneh?"


"Memang namanya terdengar aneh, tapi beda dengan isi tempat itu"


"Memangnya seperti apa tamannya?"


"Sebenarnya itu hanya taman yang dipenuhi oleh berbagai bunga indah dan harum. Banyak pasangan yang sering datang kesana"


"Bunga" mata Kimiko mulia terbinar-binar


"B-benar" balas Rei


"Bagaimana jika kita pergi kesana!" Seru Kimiko bersemangat


"Ahahaha, baik-" ucapan Rei seketika terhenti


"Hm? Ada apa Rei?" Tanya Kimiko


Wajah Rei mulai sedikit pucat..


"Huwaaaaaa!!! Gawaaaaatttttttt!!!" Teriak Rei tiba-tiba


"R-rei a-ada apa? Apa yang gawat?" Tanya Kimiko sedikit panik melihat Rei yang tiba-tiba berteriak


Rei kemudian langsung memegang kedua pundak Kimiko dan menatapnya sedikit horor bagi Kimiko yang melihat tatapanya.


"K-kau k-kenapa?" Tanya Kimiko


"Yang mulia.."


"Y-ya?"


"Kita melupakanya!" Seru Rei


"M-melupakan apa?" Tanya Kimiko


"Yang mulia, apa kau ingat rencana pertama kita?"


"R-rencana?"


"Bukankah kita hanya akan keluar sebentar saja, tapi kita sudah sangat lama diluar dan mungkin saja Baginda raja sedang mencarimu" ucap Rei


Kimiko membelakkan matanya, dia benar-benar melupakannya.


"Ah gawat, kita harus segera pulang secepatnya. Bisa gawat jika Yoshiaki mencariku dan aku tidak ada diistana" ucap Kimiko


"Itu benar yang mulia" balas Rei


Rei dan Kimiko pun berbalik kemudian berjalan kembali menuju kastil.


"Bagaimana bisa aku melupakanya? Aku benar-benar bodoh" gumam Kimiko


"Mau bagaimana lagi, kita terlalu bersenang-senang sampai lupa waktu" balas Rei


"Ini juga pernah terjadi padaku dan Yoshiaki. Aku dan Yoshiaki dulu juga pernah pulang sampai larut malam" ucap Kimiko


"S-sampai larut malam?" Ucap Rei tidak percaya


"Itu benar, tapi untuk sesaat aku juga tidak menyesal. Justru aku sangat bersyukur kami pulang terlambat. Tapi pada akhirnya aku sudah mulai mengenal Yoshiaki" balas Kimiko


"Tapi untuk kali ini aku tidak menjamin aku akan menyesalinya atau bukan. Aku pasti akan kena marah Yoshiaki dan mendapat hukuman darinya" lanjut Kimiko


"Y-yah sepertinya bukan hanya anda saja, mungkin saya juga akan mendapatkan hukuman " balas Rei sambil membayangkan hukuman apa yang akan menimpanya saat mereka sampai di kastil.


"Ugghh memikirkannya saja membuatku pusing" ucap Kimiko


Mereka pun terus berjalan menuju kastil.


Tapi saat dalam perjalanan, tiba-tiba jalan mereka terhadang oleh beberapa krumunan orang


"A-ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" Tanya Kimiko


"A-aku tidak tau yang mulia, tapi kita sebaiknya segera kembali ke istana" balas Rei


"B-baiklah" balas Kimiko


Kimiko dan Rei pun berniat mengambil arah jalan memutar, tapi baru beberapa langkah mereka langsung menghentikan langkah mereka saat mendengar seseorang berteriak..


"Tolong!!"


Kimiko dan Rei langsung menghentikan langkah mereka, mereka kemudian berbalik dan mendenger suara teriakan itu kembali


"Tolong!!"


"S-suara teriakan seseorang" ucap Kimiko


"D-dari mana asalnya?" Ucap Rei


Suara teriakan itu kembali terdengar dengan lebih jelas lagi


"Tolong!!"


"Suaranya berasal dari kerumunan warga itu" ucap Rei


Kimiko merasakan firasat yang buruk


Tanpa mengatakan apapun, Kimiko langsung berlari menerobos kerumunan orang-orang tersebut.


"Ahh yang mulia!" Seru Rei saat melihat Kimiko yang tiba-tiba berlari dan menerobos kerumunan orang-orang tersebut.


Rei pun langsung berlari menyusul Kimiko, walau bagaimana pun Rei selain sebagai pelayan pribadi Kimiko. Dia juga adalah pengawal pribadi Kimiko


Kimiko terus menerobos kerumunan orang-orang tersebut, dan semakin ia menerobos. Suara teriakan itu semakin keras dan jelas.


"Tolong!!"


Setelah berdesak-desakan akhirnya Kimiko bisa keluar dari kerumunan orang-orang tadi dan melihat ada yang terjadi.


Kimiko kaget saat melihat ada seorang gadis yang terduduk lemas dengan segerombolan laki-laki mengerikan yang menghunuskan pedang kearahnya.


Suara teriakan tadi terdengar lagi, tapi suara itu bukan berasal dari gadis itu.


Melainkan dari seorang wanita paruh baya yang terus meminta tolong dan dapat Kimiko lihat wanita itu menangis, kedua tanganya dikunci oleh 2 orang.


"A-ada apa ini..." ucap Kimiko


"Aku mohon tolong lepaskan putriku, dia tidak sengaja melakukanya" ucap wanita paruh baya tersebut.


Sedikit Kimiko mulai mengerti situasinya, wanita paruh baya itu adalah Ibu dari gadis itu.


Gadis itu terlihat ketakutan, dia terlihat ingin menangis tapi dia menahanya.


Gadis itu tampak seumuran dengan Kimiko.


Kimiko bingung sebenarnya apa kesalahan gadis itu sampai membuat laki-laki yang menghunuskan pedangnya itu tampak marah.


Kimiko pun akhirnya bertanya pada salah satu warga.


"Sebenarnya apa yang terjadi, apa gadis itu melakukan sesuatu yang salah?" Tanya Kimiko


"Nona sebaiknya anda melihat saja, jangan ikut campur urusan mereka jika kau ingin selamat" balas seseorang tersebut


"Apa maksudmu? Aku mohon katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi? Ku mohon beritahu aku" ucap Kimiko


"Begini nona, sebenarnya gadis itu tidak sengaja menabrak dan menumpahkan minuman laki-laki itu. Karena itu laki-laki tersebut sangat marah sekali, kemudian inilah yang terjadi" balas orang tadi


"Hanya karena menabrak dan tidak sengaja menumpahkan minumannya laki-laki itu sampai menghunuskan pedangnya?. Benar-benar kejam"


"Itu memang benar, tapi para laki-laki itu juga memang sering berbuat kejam pada kami"

__ADS_1


"Berbuat kejam? Apa maksudmu?" Tanya Kimiko


"Para laki-laki itu sering mengancam kami, setiap hari kami harus memberikan mereka uang dan jika kami tidak memberikanya maka mereka akan membunuh kami dengan pedangnya. Mereka juga sering melakukan hal yang seenaknya dan tidak senooh"


"Hal sekejam itu, apa Baginda Raja sudah tau?" Tanya Kimiko


"Belum nona"


"Kenapa belum?!"


"Karena mereka juga mengancam kami, jika kami berani melaporkan mereka pada Baginda Raja maka kami akan dihabisi oleh mereka."


"Benar-benar iblis!" Ucap Kimiko yang sudah tidak mampu menahan emosinya


Kimiko mengepalkan tanganya erat-erat menahan amarah yang bergejolak.


Dengan langkah berat dia pun mulai mendekati gadis itu.


"N-nona.." ucap seseorang tadi saat menyadari jika Kimiko dalam bahaya.


Kimiko menghampiri gadis yang terduduk lemas, beberapa warga kaget saat melihat Kimiko yang sangat berani maju dan menolong gadis itu.


"T-tolong aku" ucap gadis itu dengan suara seraknya pada Kimiko


"Tentu saja, aku akan menyelamatkanmu" balas Kimiko


Kimiko membantu gadis itu berdiri, gadis itu kemudian berdiri dan langsung memeluk Kimiko karena terlalu ketakutan.


Para laki-laki itu tersenyum sinis dan penuh ejekan pada Kimiko.


Sedangkan Kimiko menatap mereka dengan penuh amarah.


"Ho ho ternyata kau punya nyali juga nona" ejek salah satu dari mereka


"Cih, untuk apa aku takut pada ******** seperti kalian" balas Kimiko


"Berani sekali kau, apa kau sudah bosan hidup hah!!?. Apa kau tau siapa kami?!!"


"Aku tidak peduli siapa kalian, untuk apa aku mengetahui kalian. Benar-benar tidak berguna" balas Kimiko


Rei yang melihatnya hanya bergidik ngeri kerena Kimiko tanpa pikir panjang langsung berhadapan dengan para segerombolan bandit.


Rei sangat khawatir pada Kimiko..


Ketua laki-laki itu kemudian menghunuskan pedangnya tepat didepan Kimiko.


"Siapa kau!" Tanya bos para bandit itu


"Apa gunanya aku memberitahukan namaku pada tikus-tikus menjijikan seperti kalian" balas Kimiko


Si ketua mulai marah karena Kimiko berani merendahkan dia dan bawahanya.


Kimiko melepaskan pelukanya dengan gadis tadi.


"Tetaplah dibelakangku" ucap Kimiko


Gadis itu hanya mengangguk setuju kemudian memposisikan dirinya tepat dibelakang Kimiko.


"Apa hanya karena gadis rendah seperti dia kau berani memberikan nyawamu pada kami?!"


"Siapa yang kau sebut gadis rendahan!!" Teriak Kimiko dengan lantangnya.


Para laki-laki itu cukup kagum dengan keberanian Kimiko, tapi disamping itu rasa benci mereka pada Kimiko mulai melonjak.


"Dasar gadis tidak tau diri!!!" Seru ketua mereka kemudian menyerang Kimiko dengan pedang miliknya.


Bbbrrruuusss!!


Tes-tes-tes darah sophia pun mulai mengalir dan berjatuhan ketanah akibat serangan pedang tadi.


"Y-yang mulia..." gumam Rei sambil ketakutan


♢     ♢     ♢


"Ahh akhirnya tugasku selesai juga" ucap Yoshiaki setelah berhasil menyelesaikan tugasnya.


"Kakiku terasa keram karena setengah hari aku duduk terus" ucap Yoshiaki


"Terimakasih telah menyelesaikan tugas anda yang mulia, sebaiknya anda segera istirahat" balas perdana menteri


"Baiklah" balas Yoshiaki


Yoshiaki pun membereskan meja-mejanya dari dokumen-dokumen yang sudah dia selesaikan.


Dia kemudian mulai berjalan keluar dari ruang kerjanya.


Tapi saat dia keluar, salah satu penjaga menghampirinya.


"Ada apa?" Tanya Yoshiaki saat melihat salah satu prajurit menghampirinya


"Maaf baginda raja, saya hanya ingin memberitahukan jika tadi yang mulia Ratu sempat datang kemari. Tapi saya memberitahukan kepada yang mulia Ratu jika baginda Raja sedang sibuk dan tidak bisa bertemu siapapun. Maafkan saya baginda Raja" ucap penjaga itu


"Apa yang dia memberitahukan alasanya padamu?" Tanya Yoshiaki


"Tidak yang mulia, maafkan saya"


"Tidak apa-apa, lagipula aku juga akan pergi untuk menemuinya. Lanjutkan kembali tugasmu" balas Yoshiaki


"Baik Baginda" balas penjaga


Yoshiaki pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya dan Kimiko.


Burung-burung berkicau dengan indahnya membuat siapapun yang mendengar suaranya akan merasa sangat tenang.


Angin sejuk yang menghembuskan beberapa helai rambut Yoshiaki.


"Rasanya seperti terbebas dari sangkar yang selalu mengurungku" ucap Yoshiaki


Beberapa prajurit dan pelayan menunduk hormat pada Yoshiaki.


"Suasananya sangat menenangkan" gumam Yoshiaki


Setelah cukup lama, akhirnya Yoshiaki sampai didepan pintu kamarnya.


Dia pun mulai memasuki kamarnya, tapi saat dia memasukinya rasanya seperti ada yang mengganjalnya


"Kamar ini sepi sekali, dimana Kimiko?" Heran Yoshiaki


"Kimiko..kimiko..?" Yoshiaki memanggil Kimiko dan mencarinya di seluruh ruangan ini.


Kamar Yoshiaki dan Kimiko sangatlah luas, walau dibilang kamar.


Tapi didalam kamar mereka masih ada beberapa ruang lainya.


"Dia tidak ada, apa dia sedang keluar?" Heran Yoshiaki saat tidak mendapatkan Kimiko dikamarnya


"Penjaga..!" Panggil Yoshiaki


Penjaga yang dipanggilpun akhirnya datang


"Ada apa yang mulia?" Tanya sang Penjaga


"Apa kau melihat Kimiko? Apa tadi dia keluar dari kamarnya?" Tanya Yoshiaki


"Saya tadi melihat yang mulia Ratu keluar bersama dengan pelayan pribadinya. Dan mereka belum kembali"


"Kapan mereka meninggalkan kamar ini?" Tanya Yoshiaki


"Itu sudah lama sekali, kalau tidak sudah 5 jam yang lalu yang mulia"

__ADS_1


"5 jam yang lalu mereka keluar dan Kimiko belum kembali ke kamarnya?"


"Benar yang mulia"


"Kalau begitu carilah Kimiko, minta dia untuk menemuiku segera" ucap Yoshiaki


"Baik yang mulia, kalau begitu saya permisi" balas Penjaga


"Baiklah"


Penjaga pun akhirnya pergi keluar dan mencari keberadaan Kimiko dan pelayan pribadinya di istana.


"5 jam yang lalu dia pergi dan belum kembali kekamarnya, memangnya dia pergi kemana sampai sekarang belum kembali?" Gumam Yoshiaki


Yoshiaki tidak terlalu ambil pusing, karena menurutnya Kimiko sedang jalan-jalan disekitar istana saja.


Sambil menunggu kedatangan Kimiko, Yoshiaki kemudian membuka album foto miliknya.


Walau dibilang foto, tapi sebenarnya itu adalah lukisan yang diadaptasi dari kenyataan.


Atau lebih mudah sebagai pengganti Foto, Karena masa kerajaan masih belum ada teknologi canggih.


Disana ada banyak kenangan, mulai dari foto miliknya ketika masih kecil sampai foto dirinya yang akhirnya menikah.


30 menit kemudian..


Yoshiaki akhirnya selesai melihat album fotonya sambil mengingat setiap kejadian di foto tersebut.


"Ahh aku sekarang benar-benar merindukan papa" gumam Yoshiaki


"Tapi ngomong-ngomong kenapa Kimiko lama sekali, ini sudah setengah jam tapi dia belum juga datang?" Heran Yoshiaki


Yoshiaki bangkit dari duduknya kemudian meletakkan album foto itu ketempatnya semula.


Kemudian tiba-tiba prajurit yang tadi dia perintah untuk mencari Kimiko akhirnya kembali.


Tapi yang membuatnya bingung adalah prajurit ini kembali dengan nafas yang tersengal-sengal dan sedikit raut wajah panik diwajahnya.


"Dimana Kimiko? Apa dia tidak kembali denganmu?" Tanya Yoshiaki


"Y-yang mulia"


"Ada apa?"


"Y-yang mulia Ratu tidak ada di istana. Saya dan beberapa prajurit sudah mencari yang mulia Ratu kesemua sudut istana. Tapi kami tidak menemukan dimana yang mulia Ratu berada" ucap Penjaga


"Apa!"


Yoshiaki kaget saat mendengar jika Kimiko tidak ada diistana.


"Jika dia tidak ada diistana, lalu kemana dia pergi?"


"Saya tidak tau yang mulia"


Kemudian tiba-tiba satu prajurit muncul lagi


Braak braak braak!!


"Yang mulia!" Seru prajurit yang baru saja datang


"Ada apa lagi?!"


"A-ada seorang pelayan yang melihat yang mulia Ratu pergi keluar istana" ucap Prajurit itu


"Kimiko keluar istana?! Bagaimana bisa?!" Seru Yoshiaki


"Saya tidak tau yang mulia, saya hanya diberi tahu oleh pelayan tersebut"


Suasana pun mulai menjadi gaduh ketika mendengar hilangnya Kimiko.


"Suruh pelayan itu menghadap padaku!" Seru Yoshiaki


"Baik yang mulia!" Balas penjaga tersebut kemudian pergi untuk menjalankan perintahYoshiaki .


"Lalu kau boleh pergi" ucap Yoshiaki


"Baik yang mulia!" Seru prajurit satunya kemudian pergi keluar istana


Kini diruangan ini hanya ada Yoshiaki seorang.


"5 jam yang lalu Kimiko keluar dan sampai sekarang belum kembali?! Ditambah kabar jika dia pergi meninggalkan Istana tanpa ijin dariku? Apa-apaan ini?!" Kesal Yoshiaki


Beberapa menit kemudian, Pelayan tadi akhirnya datang.


"Yang mulia.." panggil pelayan tersebut


"Langsung saja ke intinya, apa benar kau melihat Kimiko pergi keluar istana?" Tanya Yoshiaki


"Benar yang mulia, saya melihatnya"


"Kapan kau melihatnya keluar?" Tanya Yoshiaki


"Jika tidak salah sekitar 5 jam yang lalu yang mulia" jawab sang pelayan


"Jadi Kimiko sudah pergi meninggalkan istana 5 jam yang lalu?"


"Benar yang mulia"


"Apa dia bersama dengan para prajurit?" Tanya Yoshiaki


"Tidak yang mulia"


"Jadi dia pergi keluar sendiri?!"


"Tidak juga yang mulia, ada 6 orang ikut bersama Ratu" balas pelayan


"6 orang?!"


"Benar"


"Apa kau tau siapa mereka?!"


"Saya sempat melihatnya, 5 orang tersebut adalah koki diistana ini kemudian satunya jika saya tidak salah dia adalah pelayan pribadi yang mulia Ratu" balas pelayan


"Ini aneh sekali, seharusnya penjaga melaporkan ini padaku" ucap Yoshiaki


"S-soal itu yang mulia sebenarnya..."


"Ada apa? Apa yang sebenarnya?"


"S-saya melihat yang mulia Ratu memakai sebuah pakaian yang mirip dengan para koki tersebut, bahkan saya melihat yang mulia ratu juga memakai kalung tanda pengenal koki. Yang mulia Ratu menyembunyikan wajahnya dan menutupi rambutnya.


Sepertinya yang mulia Ratu menyamarkan dirinya agar beliau tidak ketahuan oleh para penjaga" jawab yang pelayan


"Jadi begitu, tidak aneh jika aku tidak mendapat laporan tentang perginya Kimiko. Tapi kenapa dia tidak meminta ijin padaku?" Heran Yoshiaki


Beberapa detik kemudian


"J-jangan-jangan.." ucap Yoshiaki saat mengingat sesuatu


"A-ada apa yang mulia?!" Tanya Pelayan


"Tidak ada, kau cepat pergilah" balas Yoshiaki


"Baik yang mulia" balas Pelayan


Pelayan tersebut kemudian beranjak pergi dari ruangan.


"Apa jangan-jangan Kimiko tadi mendatangiku untuk meminta ijin dariku? Tapi karena tidak diperbolehkan menemuiku makanya dia nekat keluar?!" Gumam Yoshiaki

__ADS_1


"Tapi kemana dia pergi?!" Heran Yoshiaki


"Penjaga!" Seru Yoshiaki


__ADS_2