
Kimiko sedang berjalan menuju ke arah ruangan Yoshiaki.
Dia berniat ingin meminta ijin pada Yoshiaki untuk bisa keluar istana.
Saat sampai didepan pintu...
"Apa aku bisa menemui Yoshiaki?" Tanya Kimiko kepada prajurit penjaga Ruangan
"Maafkan saya yang mulia Ratu, tapi saat ini yang mulia Raja sedang sangat sibuk dan dia tidak bisa menemui siapapun saat ini" balas sang prajurit
"Aku hanya ingin menemuinya sebentar saja" ucap Kimiko
"Maafkan saya Yang mulia Ratu, tapi yang mulia Raja sedang tidak ingin bertemu siapapun sekarang" balas sang Prajurit
"Begitu ya, baiklah" ucap Kimiko kemudian pergi meninggalkan Ruangan Yoshiaki
Kimiko paham betul jika saat ini Yoshiaki sedang bekerja keras, tapi dia hanya ingin bertemu sebentar untuk meminta ijin.
Tapi rasanya akan sulit..
"Aku ingin menemui Yoshiaki tapi aku juga tidak ingin mengganggunya" gumam Kimiko
Kimiko pun akhirnya memutuskan kembali ke kamarnya.
"Bagaimana yang mulia Ratu, apakah anda berhasil mendapatkan ijin dari yang mulia Raja?" Tanya Rei sang pelayan pribadi Kimiko
"Aku tidak bisa bertemu denganya, dia saat ini sedang sangat sibuk dan aku gagal mendapatkan ijin darinya" balas Kimiko
"Apa boleh buat, anda harus menunggu sampai Raja selesai dengan kesibukanya" balas Rei
"Tapi itu akan sangat lama" balas Kimiko
"Begitulah tugas seorang Raja yang mulia" balas Rei
"Menjadi Raja itu ternyata sangat sulit juga" gumam Kimiko
Kimiko membaringkan tubuhnya di kasurnya, kemudian menutup matanya dengan lenganya.
"Hey Rei" panggil Kimiko
"Ya,yang mulia?"
Kimiko langsung bangun dari ranjangnya kemudian menghampiri Rei
"Bagaimana jika kau menemaniku pergi jalan-jalan keluar sekarang" usul Kimiko
"A-apa yang anda katakan?! Kita tidak boleh keluar istana tanpa ijin dari yang mulia Raja" balas Rei
"Itu benar, tapi menunggu Yoshiaki itu akan memakan waktu yang sangat lama. Kita hanya akan jalan-jalan sebentar dan segera kembali sebelum Yoshiaki menyelesaikan tugasnya" Balas Kimiko
"T-tapi yang mulia Ratu itu sangat-"
"Kumohon, aku benar-benar sangat ingin melihat pemandangan luar istana" balas Kimiko
"T-tapi anda bisa melihatnya bersama dengan baginda di lain waktu bukan?"
"Tapi aku sangat ingin melihatnya sekarang, aku tidak punya waktu dilain waktu." Balas Kimiko
"T-tapi jika baginda marah..?" Ucap Rei mulai cemas
"Sudah kubilang bukan, kita akan keluar tanpa ada yang mengetahui dan kembali secepatnya" balas Kimiko
"S-saya benar-benar khawatir yang mulia" balas Rei
"Hahh kau ini susah sekali. Kalau begitu biarkan aku sendiri yang pergi keluar istana sendirian" ucap Kimiko
"I-itu terlalu berbahaya yang mulia!" seru Rei
"Lalu aku harus bagaimana? Membawa para prajurit? Aku tidak akan bisa berinteraksi dengan bebas jika dikawal ketat seperti itu. Itu sangat merepotkan" balas Kimiko
"Tapi-"
"Kau mau ikut atau tidak? Jika tidak maka aku akan pergi sendiri saja" potong Kimiko
Rei sedikit bingung dengan sikap keras kepala Kimiko..
"B-baiklah yang mulia. Saya akan menemani anda keluar istana" balas Rei terpaksa
Sedangakan Kimiko tersenyum penuh kemenangan
"Baiklah"
"Tapi yang mulia, bagaimana caranya kita bisa keluar tanpa ketahuan?" Tanya Rei
"Kau tenang saja, walaupun aku keras kepala tapi aku tidaklah bodoh" balas Kimiko
Kimiko dan Rei pun berjalan keluar dari kamar Kimiko..
Rei bingung bagaimana ide dari Ratu Kimiko agar bisa keluar istana tanpa ketahuan siapapun.
"Y-yang mulia Ratu, apa yang sedang anda rencanakan?" tanya Rei
"Sebentar lagi kau akan tau" balas Kimiko
Rei pun mengikuti kemana arah Kimiko pergi.
"D-dapur?!" Heran Rei
"Benar, D-a-p-u-r" ucap Kimiko
"U-untuk apa kita kedapur?" Tanya Rei
"Kau diam saja dan tunggulah aku disini" ucap Kimiko
"A-anda mau kemana?" Tanya Rei
"Sudah turuti saja perintahku. Diam dan tunggulah aku disini. Aku akan segera kembali" balas Kimiko
"B-baik yang mulia"
Kimiko pun pergi meninggalkan Rei.
Sedangkan Rei gelisah dan cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh Kimiko
Beberapa menit kemudian
Kimiko akhirnya datang, tapi dia tidak datang sendirian ada sekitar 5 orang bersamanya.
Dan yang lebih mengejutkan lagi Kimiko sudah berpenampilan layaknya sama seperti mereka berlima.
Memakai pakaian seperti seragam, dan memakai tudung kepala untuk menyembunyikan rambut dan sedikit wajahnya
"Y-yang-" ucap Rei yang langsung dibungkam oleh Kimiko
"Ssttt jangan memanggilku begitu. Aku bisa ketahuan."
Rei pun hanya bisa menjawabnya dengan anggukan
"Apa yang anda lakukan?" Bisik Rei
"Akan kuceritakan nanti, sekarang gantilah pakaianmu.Pakailah ini"
"I-ini.."
"Sudahlah cepat kau pakai, kita tidak punya banyak waktu lagi" balas Kimiko.
Rei pun hanya menuruti ucapan Kimiko kemudian pergi untuk mengganti pakaianya.
Beberapa saat kemudian..
__ADS_1
Rei kembali dengan berpenampilan sama seperti Kimiko dan ke-5 orang tadi.
"Kau terlihat cocok memakainya" ucap Kimiko
"Terimakasih pujianya yang mulia" ucap Rei dnegan nada yang amat ia kecilkan
"Baiklah, kemudian pakailah ini" ucap Kimiko sambil memberikan sesuatu
"K-kalung?"
"Benar"
"K-kalung apa ini?" Tanya Rei
"Kulung tanda pengenal" balas Kimiko
"K-kalung tanda pengenal?" Heran Rei
"Cepat pakailah, kita tidak punya banyak waktu lagi" ucap Kimiko
Rei pun yang mendengarnya langsung saja tanpa pikir panjang langsung menuruti Kimiko dan memasangkan kalung itu dilehernya.
"Biarkan tanda pengenalnya diluar pakaian" ucap Kimiko
"Baik yang mulia" balas Rei
Kemudian Kimiko pun menarik tangan Rei menuju kearah gerbang istana
"Rei, tutup wajahmu sebisa mungkin" bisik Kimiko
"B-baik yang mulia" balaa Rei
Kimiko, Rei dan ke-5 orang tersebut menuju kearah gerbang istana.
Disana sudah ada 2 orang penjaga gerbang..
"Mau kemana kalian?" Tanya penjaga gerbang
"Kami adalah koki istana, waktu bekerja kami sudah habis dan sudah waktunya kami untuk pulang" ucap salah satu orang tadi
"Jika kau tidak percaya, lihatkah tanda pengenal kami" ucap salah satu dari mereka
Para penjaga pun menganggukan kepala mereka, kemudian memperbolehkan mereka untuk keluar istana.
Sedari tadi Rei berkeringat dingin dan sangat ketakutan jika akhirnya mereka ketahuan.
Tapi tanpa diduga, rencana Kimiko ternyata berhasil.
Mereka masih menyembunyikan wajah mereka sampai mereka benar-benar sudah mulai sedikit menjauh dari kastil.
"Hahh akhirnya kita bisa keluar" ucap Kimiko
"I-itu benar"
"Kau ini kenapa lagi? Apa kau masih merasa takut jika nanti kita akan ketahuan?" Tanya Kimiko
"T-tapi-"
"Hahh sudahlah, jika kau memang sangat takut. Maka kembalilah kekastil, biarkan aku sendiri yang pergi" ucap Kimiko
"T-tidak mungkin saya meninggalkan anda yang mulia" elak Rei
Kimiko tersenyum..
"Kalau begitu tetaplah bersamaku" balas Kimiko
"H-hai" balas Rei
Mereka pun berjalan ke pemukiman para warga.
Disana banyak para rakyat yang beraktifitas mulai dari berjualan hingga mengerjakan pekerjaan mereka.
Seperti berkebun dan lain sebagainya..
"Baiklah, terimakasih untuk bantuanya" balas Kimiko
"Baik yang mulia" balas ke-lima orang tadi.
Akhirnya mereka berpisah karena arah tujuan mereka berlawanan.
Kimiko sedikit kagum oleh kemakmuran didesa ini.
Para rakyat hidup damai dan tentram sekali.
Bahkan ada yang saling bantu membantu sesama lain.
"Tidak kusangka, ternyata kehidupan para rakyat akan semakmur ini" ucap Kimiko
"Itu berkat kepemimpinan Baginda Raja" balas Rei
"Dia benar-benar Raja yang luar biasa" puji Kimiko
"Benar yang mulia, Baginda Raja memang benar-benar sangat hebat. Baik dalam politik maupun pertarungan, beliau adalah Raja yang begitu dipuja oleh para rakyat" ucap Rei
"Itu memang benar, tapi dia juga terlalu berlebihan mementingkan rakyat sedangakan dia tidak peduli pada dirinya sendiri" balas Kimiko
"Beliau adalah Raja yang sangat bijaksana. Kami juga bersyukur dan selalu berdoa demi kesehatan beliau" balas Rei
Tatapan Kimiko menjadi sangat tulus sekali saat mendengar Rei mengatakan jika dirinya juga selalu bersyukur dan selalu mendoakan yang terbaik bagi Yoshiaki.
"Terimakasih" balas Kimiko
"Hm? Untuk apa yang mulia?" Heran Rei
"Bukan apa-apa" balas Kimiko
"??"
"Baiklah kalau begitu ayo!" Seru Kimiko kemudian langsung menarik tangan Rei
"Whoaaa!" Kaget Rei saat tanganya tiba-tiba ditarik oleh Kimiko
Kimiko menarik tangan Rei sampai mereka tiba di ibu kota.
Disana sangat ramai sekali..
"Hahhh ini mengingatkanku tentang masa lalu" ucap Kimiko sambil menghirup udara
"Masa lalu?" Heran Rei
"Benar, dulu aku pernah jalan-jalan di ibu kota Mizumitakai bersama dengan Yoshiaki. Saat itu, kami belum terlalu mengenal satu sama lain dan pada akhirnya aku mulai menyukainya" balas Kimiko
"Begitu ya" balas Rei
Kimiko melihat kesana kemari menikmati pemandangan
Sampai pada akhirnya pandangannya terkunci pada sesuatu
"Hey Rei.." panggil Kimiko
"Ada apa yang mulia?" Tanya Rei
"Apa itu 'tachiyaki?'" Tanya Kimiko
"Tachiyaki?"
"Benar, apa itu?" Tanya Sophia
"Tachiyaki adalah manisan yang bahan utamanya adalah buah apel. Kenapa anda menanyakanya?" Tanya Rei
__ADS_1
"Benarkah? Sesuatu yang terbuat dari apel?"
"B-benar yang mulia" balas Rei
"Kalau begitu, ayo kita membelinya" ucap Kimiko kemudian kembali langsung menarik tangan Rei menuju kearah toko yang tadi menjadi sorotan Kimiko.
"T-tunggu yang mulia" ucap Rei saat tangannya kembali ditarik paksa oleh Kimiko
Saat mereka sampai, Kimiko langsung memesan manisan tersebut.
"Paman saya ingin 2 buah tachiyaki" ucap Kimiko pada penjual manisan tachiyaki
"Baik nona, tolong tunggu sebentar" ucap penjual kemudian langsung menyiapkan pesanan Kimiko
"Baik" balas Kimiko
"Y-yang mulia apa tidak apa-apa kita seperti ini?" Bisik Rei
"Sudahlah, lagi pula banyak para rakyat masih belum pernah melihat Ratu bukan. Saat pelantikan Raja pun aku juga menutup wajahku. Jadi jangan khawatir, kalaupun ada yang mengentahui identitas kita. Kita bungkam saja mulutnya" balas Kimiko asal-asalan
"Y-yang mulia itu agak.." ucap Rei sedikit Sweatdrob
"Baik, ini pesananya nona" balas Penjual sambil memberikan tachiyaki pada Kimiko
"Terimakasih paman, ini uangnya" balas Kimiko
"Silahkan datang kembali" ucap Penjual
Kimiko dan Rei pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.
"Hmm, rasanya benar-benar manis. Tachiyaki ini benar-benar enak, lain kali aku ingin memakanya lagi" ucap Kimiko sambil melahap tachiyaki miliknya.
"Rasa buah apelnya masih sangat terasa. Benar-benar enak" ucap Rei
"Aku suka sekali makanan yang berasal dari buah apel" ucap Kimiko
"Apa anda sangat menyukai apel yang mulia?" Tanya Rei
"Benar, aku sangat menyukainya. Kau tau, dulu saat aku pergi bersama dengan Yoshiaki. Makanan yang pertama kali ku beli adalah pai apel, rasanya benar-benar lezat" balas Kimiko
"Ngomong-ngomong soal makanan, bagaimana jika kita mencoba makanan khas kota ini yang mulia?" Usul Rei
"Makanan khas kota ini? Aku benar-benar ingin mencobanya" balas Kimiko
"Kemari yang mulia, tokonya ada disebelah sana. Tidak jauh lagi" balas Rei
"Baiklah, aku tidak sabar ingin mencoba makanan seperti apakah ini" ucap Kimiko
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai ditoko yang dimaksud oleh Rei.
"Nah ini tokonya yang mulia" ucap Rei
"Toko ini lebih besar dari toko yang lainya" ucap Kimiko
"Bahkan hampir setiap harinya ada sekitar 100 pengunjung yang datang ke toko ini" ucap Rei
"Aku jadi tidak sabar ingin mencicipi makananya" balas Kimiko
"Baiklah, ayo kita masuk" ucap Rei
"Iya" balas Kimiko
Mereka pun berjalan memasuki toko tersebut
"Selamat datang"ucap pelayan toko tersebut
Kimiko dan Rei duduk ditempat yang sudah disiapkan
"Baiklah silahkan pesan makanan nona" ucap salah seorang pelayan laki-laki sembari memberikan daftar menu
"Baiklah kami pesan bla-bla-bla dan bla-bla-bla" ucap Rei
"Baiklah akan kami siapkan nona. Mohon tunggu sebentar" balas pelayan tersebut kemudian pergi untuk menyiapkan pesanan
"Yang mulia.." panggil Rei dengan nada kecil
"Ada apa?" Tanya Kimiko
"Apa anda tidak merasa ke panasan memakai tudung kepala itu terus menerus?" Tanya Rei
" tidak, aku tidak merasa kepanasan. Lagipula ini tindakan pencegahan agar tidak ada yang mengetahui diriku ini siapa" balas Kimiko
"M-maafkan saya yang mulia. Saya sangat lengah sekali, saya tidak waspada sama sekali" sesal Rei
"Tidak apa-apa" balas Kimiko
Kemudian pelayan tadi datang dan membawakan pesanan tadi.
"Silahkan menikmati makanan anda dengan tenang" ucap Pelayan tadi kemudian pergi menuju ke pembeli lainya.
Kimiko sedikit kagum melihat makanan yanh sudah tersaji ini.
Baru pertama kalinya dia melihat makanan seperti ini, selama dia dikastil pun dia tidak pernah disajikan makanan seperti ini.
"Apa ini bisa dimakan?" Tanya Kimiko
"Tentu saja bisa yang mulia" balas Rei
Rei dan Kimiko pun mulai memakan makanan mereka.
Beberapa saat kemudian..
Akhirnua mereka berhasil menghabiskan semua makanan.
"Aku menyukai makanan ini. Ini benar-benar enak, tidak ku sangka ternyata makanan ini memiliki cita rasa berbagai buah. Bahkan apel pun termasuk kriterianya" ucap Kimiko
"Benar yang mulia" balas Rei
"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Kimiko
"Baik yang mulia" balas Rei
Kimiko dan Rei pun beranjak dari tempat duduk mereka kemudian pergi untuk membayar makanan mereka dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Mulai dari berbagai toko makanan mereka datangi untuk moncoba makanan yang belum pernah dimakannya, kemudian istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan para rakyat yang sedang beraktivitas.
Dan kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai tempat.
Dan tanpa mereka sadari, mereka sudah cukup lama pergi.
Karena terlalu bersenang-senang, mereka bahkan hampir melupakan rencana awal mereka yaitu hanya berjalan-jalan sebentar kemudian sesegera mungkin kembali ke kastil.
Hari sudah sangat siang sekali dan mereka belum juga kembali.
"Hahahaha~ ini benar-benar menyenangkan sekali" ucap Kimiko sambil melompat kecil kegirangan seperti anak kecil.
"Benar yang mulia" balas Rei
"Ahh selanjutnya kita pergi kemana lagi ya? Apa ada tempat yang belum kita kunjungi?" Tanya Kimiko
"Kalau tidak salah, tempat yang belum kita kunjungi adalah taman shifaruki" balas Rei
"Taman Shifaruki? Nama tempat yang aneh?"
"Memang namanya terdengar aneh, tapi beda dengan isi tempat itu"
"Memangnya seperti apa tamannya?"
"Sebenarnya itu hanya taman yang dipenuhi oleh berbagai bunga indah dan harum. Banyak pasangan yang sering datang kesana"
__ADS_1
"Bunga" mata Kimiko mulia terbinar-binar
"B-benar" balas Rei