
Setelah bersiap kini Kimiko sedang menuju ke ladangnya.
Tapi tidak seperti biasanya, dia merasa beberapa hari ini suasana menjadi aneh.
“Sebenarnya ada apa ini? Kenapa banyak sekali prajurit yang berpatroli. Bahkan ini jumlahnya sangat banyak sekali. Benar-benar aneh sekali, tidak seperti biasanya. Beberapa hari yang lalu tidak sebanyak ini” Gumam Kimiko
Karena penasaran, Kimiko pun menghampiri salah satu prajurit tersebut.
“Maaf sebenarnya ada apa ini? Kenapa banyak sekali prajurit yang berpatroli? Apa terjadi sesuatu?”
“Nona sebenarnya-“
“Hey! Apa yang kau lakukan disini? Kita harus segera berkumpul!” ucap salah satu prajurit lain yang tiba-tiba datang dan menyeret prajurit tersebut.
“A-ah baiklah”
Kemudian para prajurit itupun pergi
Kimiko pu hanya bisa menghela nafasnya karena dia belum mendapat jawaban yang dia inginkan.
Kemudian Kimiko pun melanjutkan perjalananya ke ladang..
Dalam perjalanan pun dia masih sangat penasaran dengan ini semua
“Hahhh sebenarnya apa yang terjadi” Gumam Kimiko
Tak butuh waktu cukup lama bagi Kimiko untuk sampai ke ladangnya.
Beberapa saat kemudian dia pun akhirnya sampai..
Kimiko sangat senang melihat tanamanya tumbuh subur, beberapa ada yang sudah berbuah
Seperti tanaman tomat,cabai,wortel, dan lainya
Kebanyakan tanaman yang ia rawat adalah tanaman sayuran, karena tanaman ini nantinya dapat di jual maupun dia gunakan untuk memasak makanan.
Kimiko sebenarnya sangat suka pada apel, dia pernah berkata jika dia sangat suka tomat karena bentuknya yang sedikit mirip dengan apel buah favoritnya, sama-sama merah juga.
Kimiko memanen tanaman yang sudah berbuah, kemudian dia kumpulkan.
Setelah mengumpulkan semuanya, kemudian dia pun mengurus tanaman yang sudah berbuah. Seperti memotong pucuk dahannya atau menggantinya dengan bibit baru..
Biasanya pekerjaan ini cepat selesai karena dibantu oleh neneknya, tapi karena neneknya kembali sibuk di istana jadi dia mengerjakan ini semua sendiri.
Walaupun begitu Kimiko tidak menyerah, dia justru bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan ini, walaupun melelahkan.
Selang 2 jam kemudian akhirnya kimiko berhasil menyelesaikan tugasnya.
“fyuh akhirnya selesai juga”
Kimiko pun membereskan dan menata buah dan sayuran itu dikeranjang.
Tapi sepertinya ada masalah lain muncul
“bagaimana ini, panennya sangat banyak sekali. Aku tidak mungkin bisa membawa ini semua sekaligus” gumam Kimiko sambil mengelap keringatnya
Kimiko sangat bingung bagaimana caranya agar bisa membawa hasil panennya ini pulang semua.
Kemudian tiba-tiba..
“Bhaaa!!!” seseorang berteriak di belakangnya hingga membuatnya hampir terkena serangan jantung karena sangat kaget
“kyaa!”
Kimiko nyaris menampar orang tersebut jika saja orang itu tidak menangkap tanganya lebih cepat.
Kimiko kemudian melihat siapa yang baru saja membuatnya kaget ini
“K-kau?!”
__ADS_1
“Yo Kimiko!” ucap orang itu
“Tcih jangan membuatku kaget!” kesal kimiko kemudian memukul wajah orang itu dengan salah satu sayuranya.
Buakk!
“Itta! T-tunggu dulu aku hanya bercanda” ucap orang itu kemudian menangkap tangan kimiko dan merebut sayuranya
“Bercandamu tidak lucu!” Kesal Kimiko
“Baik-baik aku minta maaf”
“Humpf… ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini kenshi?” Tanya Kimiko
“Huh? Aku sedang jalan-jalan saja kemudian tidak sengaja melihatmu jadinya aku kemari”
“sendiri?”
“memangnya kenapa?Aku ini laki-laki tidak perlu ada yang menemani juga bukan masalah. Aku ini pemberani bukan penakut yang kemana-mana ditemani” ucap kenshi
“ahh bukan itu maksudku…”
“Lalu?”
“Lupakan saja”
Kimiko menghela nafas menghadapi sifat terlalu kekanak-kanakan milik kenshi
“Oh ya, ku lihat kau sedang kebingungan. Apa ada sesuatu?”
“Tangan kenapa?” Tanya Kenshi sambil mengulurkan tangan kanannya
“Ulurkan kedua tanganmu”
Kenshi pun menurut dan mengulurkan kedua tanganya kemudian..
Bhukk!
Kimiko langsung meletakkan salah satu keranjang hasil panennya ditangan Kenshi
“A-apa ini?” Tanya Kenshi yang kaget
“bawakan, aku tidak bisa membawa pulang ini semua sendiri. Bantulah aku”
“Ha?! Kenapa harus aku?”
“Jika bukan kau siapa lagi? Apa kau tega melihatku membawa ini semua sendiri?”
“Masa bodoh bukan urusanku juga”
Seperti biasa, Kimiko selalu merasa kesal setiap bertemu dengan Kenshi. Dia selalu mempermainkanya
“Kau ini memang manusia tidak berperasaan?!” Kesal Kimiko
__ADS_1
“Kau ini cerewet sekali” ucap Kenshi kemudian mulai berjalan mendahului Kimiko
“Mau kemana kau?!”
“Tentu saja ke rumahmu, bukankah kau bilang butuh bantuanku untuk membawa ini semua?”
“Eh serius kau mau membantuku?”
Kenshi tidak menjawab justr langsung kembali berjalan dan mengabaikan Kimiko
“hey jangan mengacuhkanku!” kesal Kimiko
Kimiko pun mau tidak mau, kemudian bergegas menyusul Kenshi.
“Dasar laki-laki aneh! Sudah aneh,menyebalkan, tidak berperasaan dan hidup lagi” cerocos kimiko
Kenshi masih bisa mendengar cerocos kimiko, wajahnya sudah sangat kesal sekali.
Dia pun berbalik menghadap kimiko
“hey siapa yang panggil aneh,menyebalkan dan tidak berperasaan hah?!!”
“Tentu saja kau siapa lagi?!!”
“Kenapa aku?!! Lagipula jika aku tidak berperasaan mana mungkin aku akan sudi membantumu!”
“Jadi kau tidak setulus hati membantuku?!”
“Memangnya kenapa? Mau setulus hati atau enggak juga bukan masalah! Yang penting aku sudah mau membantumu”
“benar-benar menyebalkan!”
“Hah?! Kau yang menyebalkan!”
“Laki-laki itu menyebalkan!”
“Perempuan itu sangat merepotkan!”
“Apa kau bilang?!”
“Memangnya kenapa?!”
“Kenshi menyebalkan!”
“kau itu yang menyebalkan!”
“kau!”
“Arrgghh terserah!” kesal Kenshi kemudian langsung pergi dari sana..
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1