
"Pangeran Zen, aku sungguh sangat berterimakasih padamu, selama ini kau selalu bersamaku. Disaaf aku sedih kau juga menghiburku saat aku dalam bahayapun kau juga melindungiku. Aku sudah menganggapmu seperti ayahku sendiri, walau saat itu aku masih belum mengetahui siapa ayahku sebenarnya. Saat itu pun aku selalu mengaggapmu seperti ayahku sendiri, kau yang selama ini selalu bersamaku dan mama. Hingga aku merasa sangat senang hanya dengan kau berada di sisi kami selama itu. Aku sangat bahagia sekali bisa bertemu denganmu, mengenalmu dan bisa dekat denganmu. Terimakasih banyak" ucap Prian
"Kimiko..Prian.m terimakasih juga, aku sangat bahagia sekali bisa mengenal kalian berdua. Kalian sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri juga, kalian selalu bersamaku. Ketika aku dalam bahaya pun kau juga datang menyelamatkanku tanpa mempedulikan keselamatanmu sendiri. Dan terimakasih untuk semuanya juga, aku tidak akan melupakan kalian. Kalian tidak akan pernah terlupakan dalam ingatan panjangku, tidak akan pernah. Jangan lupa untuk berkunjung ke Fujimoto kembali, gerbang Fujimoto akan selalu terbuka untuk kalian" ucap Zen
"Terimakasih banyak"
"Baiklah kami harus segera pergi"
"Iya"
"Pangeran Zen" Prian menatap Zen sendu, dia masih sangat sedih harus berpisah dengan Zen.
Zen tersenyum tulus pada Prian, dia kemudian berjalan menghampiri Prian.
Dia mengelus lembut kepala Prian, kemudian mencium keningnya.
Prian tersentak, kemudian perlahan tiba-tiba air matanya keluar dan mengalir membasahi pipinya.
"Jaga dirimu baik-baik" ucap Zen
"Hiks..hiks..hiks.. P-pangeran juga, jaga diri pangeran baik-baik" ucap Prian tak mampu menahan kesedihanya harus menghadapi perpisahan ini.
"Kenapa kau menangis?" Tanya Zen sambil terus mengelus lembut rambut Prian
"Hiks..hiks Pangeran!"
__ADS_1
Prian langsung saja menerjang dan memeluk Zen dengan erat sekali.
"P-prian.." kaget Zen
"Aku tidak akan pernah melupakanmu Pangeran, hiks..hiks tidak akan pernah. Terimakasih banyak, sungguh terimakasih banyak hiks..hiks" ucap Prian
Zen membalas pelukan Prian
"Aku juga tidak akan melupakanmu, terimakasih juga untuk semuanya. Aku senang sekali selama ini kau selalu bersamaku, tapi aku juga sedih karena pada akhirnya akan berpisah denganmu. Jaga dirimu baik-baik ya" ucap Zen sambil mempererat pelukanya
"Hiks..hiks..hiks.."
Zen melepaskan pelukanya, kemudian menghapus air mata Prian.
"Hiks..hiks..P-pangeran juga, sering datanglah ke Kerajaan Miyamoto, aku akan sangat senang sekali menyambit anda yang mulia" balas Prian
"Ya, kalau ada waktu aku pasti akan kesana. Kita akan bertemu lagi"
"Janji ya"
"Iya janji, jadi jangan menangis lagi mengerti hm?"
"Iya, aku tidak akan menangis" ucap Prian kemudian menghapus air matanya
"Lihat aku tidak menangis" ucap Prian setelah menghapus air matanya
__ADS_1
"Bagus" balas Zen
"Pangeran Zen.."
"Iya?"
"Aku menyayangimu Pangeran.." ucap Prian kemudian mencium pipi Zen
Zen membelakkan matanya kaget, dia senang sekali.
"Terimakasih banyak, aku juga menyayangimu" balas Zen
Zen kemudian menghampiri Kimiko
"Kimiko jaga dirimu baik-baik" ucap Zen
"Iya, kau tak perku mengkhawatirkanku. Kau juga harus menjaga dirimu sendiri"
"Tentu saja aku khawatir, dengan sifatmu yang selalu blak-blakan dan lebih mementingkan orang lain dari dirimu sendiri. Aku khawatir kau akan celaka karena orang lain, hatimu sangag baik bahkan terlalu baik tapi jangan sampai kebaikanmu di manfaatkan orang lain. Ada kalanya kau harus lebih mementingkan dirimu di banding orang lain. Karena orang lain tak mesti juga akan mementingkanmu" ucap Zen
Kimiko tak bisa menyangkal akan kebenaranya. Zen dan Yoshiaki terkekeh
"Yang mulia Yoshiaki, tolong jagalah Kimiko dan Prian. Lindungi mereka, jangan samlai mereka terluka sedikit pun. Dan jangan biarkan mereka mendapati kesedihan apapun"
Jangan lupa like,vote, dan beri komentar ya :)
__ADS_1