
“Mama sudahlah, kasihan pangeran Zen” ucap Prian
“anakmu benar” balas Zen
“Hahhh baiklah” balas Kimiko
“Hm?Kau memaafkanku?” Tanya Zen
“Iya, tapi jika kau membuuatku marah lagi kau akan-“
“tidak akan hehe” potong Zen
“Syukurlah jika kau mengerti” balas Kimiko
Mereka hampir tiba di rumah, kemudian sesampainya di rumah.
“Nenek!” Seru Prian kemudian langsung memeluk neneknya yang sedang menunggu kedatangan mereka di depan pintu rumah
“Prian!” Nenek pun menyambut pelukan dari cucunya ini
“Nenek..”
Prian sangat erat memeluk neneknya ini seperti dia lama tidak bertemu neneknya.
“Prian akhirnya kau kembali dengan selamat, nenek dengar kau sedang dalam bahaya. Nenek sangat khawatir sekali denganmu. Kau tidak apakan?Kau tidak terlukakan?” Tanya sang nenek
“Tidak, aku baik-baik saja. Ini semua berkat yang mulia Zen yang menyelamatkanku dan juga doa dari mama dan nenek. Terimakasih “ Balas Prian
“syukurlah” nenek pun kembali memeluk Prian.
“Terimakasih tuhan kau telaah mengabulkan doaku, akhirnya cucuku kembali dengan selamat” Ucap sang nenek
Kimiko dan Zen pun tersenyum melihat mereka.
“Ngomong-ngomong kapan nenek pulang?” Tanya Kimiko
“Aku baru saja pulang kemudian mendengar jika prian dalam bahaya, aku jadi khawatir dan berdoa agar Prian kembali dengan selamat. Dan akhirnya doaku tersampaikan” balas sang nenek
Nenek pun melepaskan pelukanya kemudian berjalan menghampiri Zen
“Pangeran Zen terimakasih telah menyelamatkan Prian, sebagai balas budi saya akan melakukan apapun yang anda inginkan” Balas sang nenek
“N-nenek apa yang kau lakukan, aku juga sangat mencemaskanya. Dan aku menyelamatkanya karena keinginanku tidak ada hal lain. Aku benar-benar tulus menyelamatkanya, aku tidak ingin dibalas oleh apapun karena itu adalah kehendakku sendiri” balas Zen
“Benarkah?” Tanya nenek
“Benar” balas Zen
__ADS_1
“Terimakasih banyak, kau benar-benar berhati mulia Pangeran Zen” balas sang nenek
Beberapa hari pun telah berlalu, semua masalah pun terselesaikan berkat jasa Pangeran Zen.
Kini kesalahpahaman antara Prian dengan keluarga Ohayasi un terselesaikan.
Mereka kini tidak lagi memiliki masalah apapun, walaupun pada akhirnya ibu kazoku mendapat hukuman karena nyaris membunuh Prian.
Pagi Harinya
Kastil Kerajaan fujimoto
“Pangeran Zen, wilayah sebelah barat saat ini sedang mengalami krisis kekeringan, pihak yang ada disana meminta bantuan untuk mengirimkan persediaan air. Sedangkan saat ini kita juga keterbatasan sumber air. Apa yang harus dilakukan?” Tanya salah seorang menteri
“Hm? Kenapa sumber air menjadi terbatas? Bukannya beberapa hari yang lalu hujan turun?Kenapa?” Tanya Zen
“Yang mulia, mata air yang berada disungai tiba-tiba berubah menjadi air yang beracun. Beberapa warga yang mengkonsumsi air tersebut langsung terkena sebuah penyakit yang mematikan” Ucap sang penasihat
“Beracun?Bagaimana bisa?” Tanya Zen
“Saya tidak tahu pastinya, tapi air itu mulai teracuni sejak 2 hari yang lalu” Balas sang penasihat
“Apa?! Kenapa aku baru menerima laporan ini? Kenapa tidak ada yang mengabariku soal ini?” Tanya Zen
“saya juga baru mengetahuinya pagi tadi yang mulia, salah seorang warga memberitahukan saya soal ini ketika saya sedang mengamati keadaan sekitar”
“Maaf yang mulia, tapi saya dengar jika warga tersebut sudah mengirimkan laporan pada yang mulia, tapi sepertinya laporan itu belum tersampaika pada yang mulia” balas sang penasihat
“Aku tidak menerima laporan semacam itu” balas Zen
“Saya tahu yang mulia, tapi saya juga curiga kenapa laporan itu tidak sampai pada yang mulia. Lalu dimana laporan itu berada sekarang?” Tanya penasihat
“Aneh sekali, ada apa ini sebenarnya?” Gumam Zen
“Kalau begitu persiapkan semuanya, aku akan datang langsung ke sumber mata air itu” ucap Zen
“Baik yang mulia”
Penasihat itupun langsung menyiapkan segala keperluan untuk keberangkatan pangeran Zen.
Zen pun pergi untuk mempersiapkan dirinya..
Beberapa saat kemudian
Zen pun mulai berangkat menuju ke tempat tersebut, tempat dimana sumber air yang terkena racun.
Dalam perjalanan zen terus kepikiran dengan insiden ini.
Bagaimana bisa laporan mengenai insiden ini tidak tersampaikan padanya.
__ADS_1
Dia juga baru saja mengetahui insiden ini, yang bahkan insiden ini terjadi 2 hari yang lalu.
Kenapa mata air di sungai itu bisa teracuni, apa akibatnya? Insiden ini benar-benar sangat mencurigakan.
Kenapa ada wilayah Fujimoto yang mengalami kekeringan padahal saat ini tengah masuk musim penghujan.
Bahkan beberapa hari yang lalu pun hujan turun dengan sangat derasnya.
“Rasanya seperti ada yang mengganjal saja” Gumam Zen
Kemudian tibalah mereka di desa letak mata air itu berada.
Beberapa warga menyambut kedatangan Zen..
“Selamat datang pangeran Zen” Ucap salah seorang wanita paruh baya sambil membungkuk memberi hormat.
“Terimakasih anda telah menyempatkan diri untuk datang kemari yang mulia” Ucap salah seorang warga.
“Ya, langsung saja ke intinya. Aku dengar mata air di sungai ini terkena racun?” Tanya Zen
“benar yang mulia, mata air di sungai kami telah teracuni”
“Apa kalian tahu penyebabnya?” Tanya Zen
“Kami tidak tahu yang mulia, mata air itu adalah sumber kehidupan kami. Kami selalu menggunakan air tersebut untuk banyak hal. Awalnya semuanya berjalan seperti biasanya. Tapi tiba-tiba banyak warga yang mendapat penyakit yang mengerikan. Hampir mereka semua terkena penyakit yang sama. Kami saat itu tidak tahu apa penyebabnya”
“saat itu saya tengah menyiram tanaman, tapi hal-hal aneh terjadi. Tanaman milik saya tiba-tiba mati. Saya kaget karena tanaman itu layu seketika saat saya menyiramnya dengan air yang ada di sungai. Kemudian saya meminta seseorang untuk menyelidiki kenapa tanaman itu bisa mati. Orang itu kemudian mengatakan jika tanaman itu telah terkena racun. Saya benar-benar kaget mendengarnya. Kemudian dia bertanya kenapa tanaman itu bisa terkena racun. Setelah itu saya menjawab jika saya tidak melakukan apapaun, yang saya lakukan hanya menyiram tanaman itu saja”
“Kemudian orang itu meminta untuk melihat air yang saya siramkan pada tanaman itu. Saya sangat heran, tapi walau begitu saya tetap melakukannya. Saya memberinya sisa air yang akan saya gunakan untuk menyiram. Orang itu kemudian mengecek air tersebut, kemudian dia mengatakan jika tanaman saya mati karena air tersebut. Air itu ternyata mengandung racun, saya sempat tidak percaya dengan hal itu. Kemudian dengan sisa air tersebut, orang itu langsung menyiramkannya di sebuah tanaman. Dan tak lama kemudian tanaman itu mati. Akhirnya saya percaya jika air tersebut beracun, lalu pada akhirnya saya mengetahui kenapa para warga terkena penyakit mengerikan. Itu karena mereka mengkonsumsi air di sungai itu yang sebenarnya telah teracuni.”
“Kemudian dengan segera mungkin kami melaporkan kejadian ini. Tapi sudah 2 hari kami tidak mendapat balasan pesan anda yang mulia”
“Aku tidak mendapat laporan semacam itu 2 hari yang lalu, aku bahkan baru saja mengetahuinya tadi pagi dan langsung datang kemari” balas Zen
“A-apa?!K-kenapa?! Jadi yang mulia tidak menerima laporan kami?”
“Tidak” balas Zen
“Bagaimana mungkin? Laporan itu seharusnya sampaipada yang mulia. Lalu jika tidak pada yang mulia, dimana laporan itu dikirim?!”
“Itulah yang membuatku heran dan curiga, kemana hilangnya laporan itu.” Balas Zen
“H-hilang?!”
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1