Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 19


__ADS_3

KERAJAAN MIYAMOTO



Kimiko saat ini tengah bersama dengan bayinya yang masih berumur beberapa hari.


Kimiko masih duduk diranjangnya, tubuhnya masih belum pulih sepenuhnya setelah dia melahirkan.



Dia tidak sendiri, ada Rei dan pelayan lainya yang menemaninya.



"Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah Yoshiaki sedang berperang melawan mereka. Tapi kenapa mereka menyerang kemari?" Tanya Kimiko



"Saya tidak tau yang mulia, tapi yang lebih penting saat ini adalah keamanan anda dan Pangeran Prian" ucap Rei



"Oeekkk...oeeekkk...oeekkk"



Pangeran Prian tiba-tiba menangis..


Kimiko sedikit kaget saat Prian yang baru saja tertidur kemudian menangis.



"Cup..cup..cup.. maaf sayang, apa mama membangunkanmu?" Ucap Kimiko sambil mencoba menenangkan Prian yang menangis terisak



"Ooeekkk oeeekkk oeeekk"



Tiba-tiba datanglah salah satu pelayan, pelayan itu datang dan meminta Rei dan pelayan lainya untuk segera keluar menemui Ratu Makoto.



"Maaf yang mulia, kami tinggal sebentar" ucap Rei



"Hm tidak apa-apa" balas Kimiko



Rei dan para pelayan lainya pun keluar untuk segera menemui Ratu Makoto.



Setelah beberapa menit, akhirnya Pangeran Prian bisa kembali tenang dan tertidur kembali.



Kimiko mencium dengan lembut anak pertamanya ini.



"Kau benar-benar sangat menggemaskan, mama sangat menyayangimu" ucap Kimiko



Kimiko menidurkan Prian tepat disampingnya.



"Aku haus sekali"



Kimiko merasa sangat haus sekali, dia perlu minum air sekarang juga. Tapi bagaimana?


Tubuhnya belum sembuh total, dia masih lemas. Untuk berdiri saja dia masih goyah.


Bahkan masih terasa nyeri jika dia memaksakan diri untuk berdiri.



Karena tidak bisa apa-apa Kimiko pun akhrinya diam dan menunggu sampai Rei kembali.



Sembari menunggu Rei, dia pun terus menatap wajah imut anaknya ini.


Kulitnya masih terasa sangat lemah dan lembut sekali.


Wajahnya benar-benar mirip dengan Yoshiaki, bahkan rambut pirangnya berasal dari Yoshiaki.


Kimiko sempat melihat mata Prian walaupun hanya sedikit. Karena Prian masih belum bisa membuka amtanya dengan jelas.


Bentuk Mata Prian benar-benar mirip dengan Yoshiaki tapi hanya saja warna matanya menurun dari Kimiko.



"Benar-benar Yoshiaki versi bayi" gumam Kimiko



Kimiko terus tersenyum memandang wajah tidur lelapnya Prian.



"Prian Von Miyazaki, Pangeran pertama kerajaan Miyamoto. Putra Baginda Raja Yoshiaki Von Miyazaki dan Ratu Kimiko Von Miyazaki" gumam Kimiko sambil terus tersenyum.



Beberapa saat kemudian, Kimiko merasa sangat terganggu dnegan suara bising diluar kamarnya.


dia tau jika Kerajaan Miyamoto tengah diserang oleh Yamamoto, tapi dia mencoba untuk setenang mungkin demi Prian.


Dia juga tidak boleh terlalu khawatir atau panik karena akan mengganggu penyembuhanya.


Sebenarnya dia sudah sangat cemas dan panik saat mendengar jika Miyamoto diserang oleh Yamamoto.


Dia bahkan hampir pingsan saat mendengar kabarnya, dia syok.


Tapi sekejap dia menyadari jika dia tidak boleh diluar kendali. Dia harus bisa mengontrol emosinya, karena saat ini dia sudah menjadi seorang ibu.


Anaknya butuh kasihsayang dan perhatian darinya.


Dia juga tidak boleh menangis, dia mencoba mati-matian menahan air matanya agar tidak jatuh.



Tapi untuk kali ini suara bisingnya jauh lebih keras dan ramai tidak seperti waktu lalu.



"Kenapa jadi lebih bising dan ramai? Ada apa ini?" Heran Kimiko



Sekejap Kimiko dapat mendengar sebuah pembicaraan prajurit diluar ruanganya.



"Ada apa ini?" Tanya prajurit 1



"Keadaan darurat, semua orang yang ada diistana harus segera berkumpul!"



"Kenapa?"



"Gerbang kastil berhasil dirobohkan" balas sang prajurit



"Apa!?" Kaget prajurit satunya



"Pasukan sebagian besar telah terkalahkan, dan kita semua akan dikerahkan termasuk para pelayan untuk melindungi kastil ini. Dan juga untuk melindungi Baginda Ratu" balas sang Prajurit



"Baiklah"



Kemudian terdengar suara langkah kaki berlari menjauh, itu pasti para prajurit yang langsung pergi bergegas.



Kimiko yang mendengarnya langsung mematung tidak percaya



"Gerbang kastil berhasil dirobohkan?!" Kaget Kimiko



Kimiko kemudian meletakkan kakinya dilantai dan mencoba untuk berdiri.


Dia berniat ingin melihat keadaan kastil diluar..



Kimiko sedikit merasa kesakitan saat dirinya mulai berdiri.



Tapi saat tubuhnya mulai tegap sebentar saja, tiba-tiba..



Brruuukkk!!



Kimiko terjatuh ke lantai akibat tubunua yang belum pulih dan masih sangat lemas.


Kakinya terasa sangat sakit, jalan lahirnya terasa begitu perih.



Kimiko meringis kesakitan merasakan rasa sakit yang melanda sekujur tubuhnya.



"Sakit hiks..hiks.. ini benar-benar menyakitkan" ucap Kimiko terus menahan rasa sakitnya yang menjalar keseluruh tubuhnya.



Kimiko masih belum kuat menahan tubuhnya, dia mencoba untuk bangkit kembali walaupun rasa sakitnya bertambah.


Sebisa mungkin dia tidak ingin menangis agar tidak membangunkan putranya ini.


Dia sekuat tenaga mencoba untuk menahan rasa sakit luar biasanya ini.



Kimiko ingin meminta tolong pada seseorang, tapi sepertinya sudah tidak ada oranglain karena semuanya tengah dikerahkan untuk melindungi kastil.



Karena tidak bisa berdiri, Kimiko pun mulai merangkak pelan-pelan menuju jendela kamarnya yang tidak jauh darinya.



Saat dia sampai, dia langsung mendongakkan kepalanya untuk mencoba melihat apa yang terjadi.



Degg..



Kimiko membelakkan matanya saat melihat kondisi kerajaan yang hancur dan kacau balau.


Dia melihat beberapa prajurit istana tengah mencoba menahan pasukan kerajaan Yamamoto.



Ditempat lain, dia bisa melihat banyak sekali mayat yang tersebar disemua tempat.


Darah mengalir bagaikan sungai..



Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.



Kimiko bahkan tidak merasakan rasa sakitnya akibat dirinya terlalu syok melihat ini semua.



Air matanya tanpa terasa keluar dan jatuh membasahi pipinya saat melihat para prajurit yang tengah berjuang untuk melindunginya.



"Tidak.. Tidak!! Hiks..hiks" seru Kimiko..



"Kumohon hentikan ini semua. Hentikan!" Seru Kimiko



Tapi tidak ada satupun yang mendengar teriakanya akibat terlalu bisingnya diluar



"Yoshiaki..Yoshiaki! Kumohon cepatlah pulang! Ku mohon kembalilah sekarang hiks hiks hiks" seru Kimiko



"Kenapa..kenapa kalian rela mati hanya demi melindungi diriku?hiks...hiks.. Padahal aku adalah seorang Ratu yang sangat payah, aku tidak bisa diandalkan. Aku benar-benar Ratu payah dan bodoh. Kumohon cepat berlindunglah, untuk orang sepertiku tidak perlu dilindungi. Cepat..hiks..hiks..hiks.. cepat berlindunglah" ucap Kimiko dengan parau



Beberapa saat kemudian Kimiko membelakkan matanya tersadar akan sesuatu.

__ADS_1



Dia kemudian mencoba untuk berdiri, rasa sakitnya kembali menjalarnya saat kakinya mulai berdiri dan melangkah.



"Sakit.. hiks..hiks..hiks..hiks..rasanya tubuhku digerogoti sesuatu. Ini benar-benar menyakitkan hiks"



Kimiko terus mencoba melangkah menuju kasurnya..


Tapi baru hampir dia sampai, dia sudah tidak kuat berdiri dan terjatuh ke tanah.



Brruuukkkk!



Kimiko terjatuh karena tidak bisa menahan rasa sakitnya yang sangat luar biasa.



Tapi Kimiko tidak menyerah, walaupun rasanya begitu menyakitkan tapi rasa sakitnya tidak seberapa dibanding melihat orangain yang rela mati demi melindungi nyawanya.



Kimiko kembali berdiri, kali ini dia bisa menggapai kasurnya walaupun dia begitu kesulitan hanya untuk menjangkaunya.



"Prian.."



Kimiko menuju kearah putranya, putranya begitu tertidur lelap dalam tidurnya. Benar-benar sangat menenangkan hati Kimiko.



Kimiko tersenyum kecil kemudian mengelus rambut prian..



"Hiks..hiks..hiks.. maaf, maafkan mama sayang.." ucap Kimiko dengan penuh kepedihan yang mendalam.



Kimiko mulai menggendong Prian, beruntung Prian tertidur cukup lelap sehingga dia tidak terbangun.



"Kita akan keluar dari sini sayang, kita akan segera bertemu papa nantinya. Untuk sekarang kita harus pergi, sebelum para musuh menemukan kita. Walaupun aku ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk rakyatku. Tapi aku ingin bisa melindungimu sayang. Walaupun nantinya demi melindungimu, mama rela mengorbakan nyawa demi agar kau selamat sayang. Semuanya juga ingin melindungimu hiks..hiks.. termasuk papa sekalipun. Papa sangat ingin melindungimu, untuk sekarang yang perlu kita lakukan demi papa adalah tetap bertahan hidup. Kita akan bertemu papa nanti." Ucap Kimiko kepada putranya dengan penuh kesedihan mendalam.



'Yuki, mama dan juga Yoshiaki. Tolong maafkan aku, tapi aku tidak ingin Prian terluka. Kalian pasti akan mengerti bukan? Aku akan pergi untuk menjalankan kewajibanku sebagai ibunya untuk melindunginya. Terimakasih untuk semuanya, aku pamit pergi. Suatu hari kita pasti akan segera bertemu lagi' batin Kimiko.



♢    ♢     ♢



Yoshiaki dan para pasukanya berhasil sampai didepan gerbang kerajaan.



Rasanya sangat marah saat melihat kampung halamanya menjadi kacau dan berantakan.



"Dasar ba*ingan aku pasti akan membunuhmu" ucap Yoshiaki mencoba menahan emosinya semaksimal mungkin.



Yoshiaki mulai memasuki wilayah, disana penuh dengan kekacauan.


Beberapa warga terkapar penuh luka dan beberapa tangisan lainya.


Kerajaanya benar-benar hancur berantakan..



Yoshiaki terus melanjutkan perjalananya untuk segera sampai di kastil.



Sebelum sampai didepan gerbang kastil, tiba-tiba munculah beberapa Pasukan Yamamoto yang menghilang saat medan perang.


Mereka sepertinya mencoba untuk menghalagi agar Yoshiaki tidak bisa memasuki Kastil Kerajaanya.



"Hohooo, Selamat datang yang mulia Yoshiaki Von Miyazaki. Akhirnya kita bertemu lagi disini, benar-benar suatu kehormatan bagi saya" ucap sang pemimpin pasukan.



Dia tengah mengejek Yoshiaki dan berupaya untuk memancing Emosinya.



"Apa kau benar-benar ingin mati?" Tanya Yoshiaki dengan tatapan yang tajam dan menusuk.



"Tenanglah Yang Mulia Yoshiaki, kenapa kau mudah sekali marah. Tenanglah, tenangkan pikiranmu"



Sang pemimpin pasukan musuh terus saja mengoceh tidak jelas yang membuat Yoshiaki menjadi muak.



"Semuanya tidak perlu basa-basi cepat kalahkan mereka dan kita ambil kerajaan kita kembali" ucap Yoshiaki



"Baik" balas salah satu prajurit.



Yoshiaki segaja tidak berteriak agar para pasukan musuh tida mendengarnya, karena dia sadar jika saat ini para musuh tengah lengah akibat mereka terus mendengar ocehan tidak jelas dari sang pemimpin.



Tanpa aba-aba Pasukan Miyamoto langsung maju untuk menyerang.


Sang pemimpin langsung saja menghentikan ocehanya, dia benar-benar kaget saat Yoshiaki dan pasukanya tiba-tiba langsung menyerang.



"A-apa??!" Kaget sang pemimpin



Sang pemimpin yang masih sedikit belum siap, akhirnya berniat melarikan diri kearah Pasukanya.


Tapi sebelum dia sampai, Yoshiaki sudah berada didepanya dan tidak membiarkan Pemimpin itu berlindung.



"Seorang Pemimpin harusnya memimpin Pasukanya dengan jelas bukan hanya mengoceh tidak jelas seperti orang bodoh!" Seru Yoshiaki




Dia kemudian mengambil pedangnya dan mulai menyerang Yoshiaki.



Pertarungan Yoshiaki dengan sang pemimpin pun terjadi.


Dengan kemampuan dan bakat Yoshiaki dalam berpedang maka tidak diragukan apa hasil yang akan didapat dipertarungan ini.



Setelah berhasil melumpuhkan para musuhnya dan juga pemimpin musuh tersebut. Akhirnya Yoshiaki mendapatkan kerajaanya kembali.



Dia langsung sesegera mungkin menuju kedalam kastilnya.


Dia begitu khawatir kepada keluarganya.



Dia berlari menuju ke sebuah ruangan..



Diruangan tersebut sudah ada Ratu Makoto, Pangeran Yuki dan juga beberapa prajurit dan pelayan.



"Mama, Yuki!" Seru Yoshiaki saat sampai diruangan tersebut.



Ratu Makoto dan pangeran Yuki langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara.



"Yoshiaki/kakak" ucap Ratu Makoto dan Pangeran Yuki dengan bersamaan.



Mereka merasa sangat tenang dan bahagia saat melihat Yoshiaki kembali dengan seksmat dan membawa kemenangan.



Pangeran Yuki begitu bahagia, dia kemudian berlari menuju kearah Yoshiaki dan memeluknya.



"Kakak!" Seru Yuki kemudian langsung memeluk kakaknya ini dengan erat



"Yuki..." Yoshiaki membalas pelukan Yuki sama eratnya.



"Kakak syukurlah kau kembali dengan selamat. Aku sangat khawatir padamu kak, tapi setelah melihat kakak. Aku akhirnya jadi lega. Selamat datang kembali kakak" ucap Yuki



"Terimakasih Yuki" balas Yoshiaki



"Yoshiaki.."



Ratu Makoto langsung menghampiri Yoshiaki dan bergilir memeluk Yoshiaki.



"Yoshiaki, syukurlah kau baik-baik saja" ucap Ratu Makoto



"Iya, aku juga senang mama baik-baik saja. Maafkan aku, karena kecerobohanku kerajaan menjadi kacau. Aku tidak menyadari rencana musuh akan langsung menyerang kerajaan Miyamoto"



"Ini bukan sepenuhnya salahmu. Kau sudah berjuang dan berhasil merebut kerajaanmu kembali. Kau benar-benar seorang Raja yang hebat" ucap Ratu Makoto



Ratu Makoto mulai melepaskan pelukanya..


Dia kemudian mencium kening Yoshiaki.



"Semoga tuhan selalu memberkatimu" ucap Ratu Makoto



"Terimakasih mama" balas Yoshiaki



Brruukkk


Bbrruukk


Bruukkk



"Yang mulia!!" Seru salah seorang pelayan yang tiba-tiba berlari dan menuju kearah mereka.



"Ada apa?" Tanya Yoshiaki



"Gawat yang mulia!"



"Gawat kenapa?" Tanya Yoshiaki



"Ratu..Baginda Ratu tidak ada dikamarnya!


B-beliau menghilang"



"Apa maksudmu?! Kimiko seharusnya ada dikamarnya, bagaimana mungkin dia bisa pergi dengan keadaanya itu?!" Seru Ratu Makoto



"Saya tidak tau yang mulia, saat saya pergi kekamarnya. Beliau sudah tidak ada. Bahkan Pangeran Prian pun juga tidak ada" Seru sang pelayan


__ADS_1


"Apa kau sudah mencarinya diseluruh sisi kamarnya?! M-mungkin saja dia sedang jalan-jalan!" ucap Yoshiaki mulai panik



"Saya sudah mencari keseluruh sisi ruangan, tapi yang mulia Ratu tidak ada" balas sang pelayan



"Mungkin saja Kak Kimiko sedang pergi keluar" ucap Yuki



"Itu tidak mungkin pangeran, Yang mulia Ratu masih belum sembuh total. Beliau masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas" balas Rei



"A-apa j-jangan b-beberapa pasukan musuh telah masuk ke istana tanpa sepengetahuan kita dan menculik Kimiko" ucap Ratu Makoto mulai panik, bahkan air matanya mulai keluar..



"Mama jangan mengatakan hal seperti itu! Kimiko pasti baik-baik saja. Dia pasti masih berada disekitar istana"



"K-Kimiko..."



Tubuh Ratu Makoto tiba-tiba lemas dan akhirnya terjatuh kelantai.



"Mama!" Kaget Yoshiaki dan Yuki



Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan ibu mereka.



"Tcih..PERINTAHKAN SEMUA PASUKAN YANG TERSISA UNTUK MENCARI KEBERADAAN RATU KIMIKO DAN PANGERAN PRIAN SEGERA MUNGKIN!" Seru Yoshiaki



"BAIK!" Balas beberapa prajurit



Prajurit itu kemudian keluar dari ruangan tersebut kemudian mulai menjalankan perintah dari Raja.



"Aku juga akan ikut mencari Kimiko, Yuki tetaplah disini dan jagalah mama" ucap Yoshiaki



"B-baiklah, tolong temukan kak Kimiko segera"



"Tentu saja" uacp Yoshiaki



Yoshiaki kemudian ikut bergabung dengan beberapa pasukanya untuk mencari keberadaan Ratu Kimiko



'Kimiko ada dimana kau?' Batin Yoshiaki dengan perasaan yang sangat begitu khawatir



Pencarian Ratu Kimiko pun telah dimulai..



Beberapa pelayan mencari keberadaan Kimiko diarea istana.


Kemudian beberapa pasukan mencari disekitar area kerajaan dan mencari diperbatasan..



Mereka terus tak henti-hentinya  mencari keberadaan Kimiko.



Pagi-siang-sampai menjelang malam pun pencarian Kimiko masih terus dilakukan.



Beberapa prajurit yang telah kelelahan akan diganti oleh prajurit lain.


Tapi berbeda dengan Yoshiaki, dia bahkan tidak berhenti terus mencari keberadaan Kimiko.



Dia bahkan tidak tidur dengan cukup..


Bahkan dia selalu mengelak jika dia diminta untuk makan.


Dia hanya memasukan air kedalam mulutnya tanpa sedikit makannan pun masuk ke tubuhnya.



Ratu Makoto sangat cemas melihat keadaan Yoshiaki.


Yoshiaki tanpa menyerah dan lelah terus mencari keberadaan Kimiko dan putranya.



Ratu Makoto pernah meminta Yoshiaki untuk beristirahat dan memintanya untuk makan.


Tapi lagi-lagi Yoshiaki menolak dan kembali ke pasukanya untuk meneruskan pencarian Kimiko.



Sudah 5 hari berlalu sejak dikabarkan menghilangnya Ratu kerajaan Miyamoto, Ratu Kimiko von Miyazaki



Ratu Makoto juga mengadakan acara doa diistana, dia ingin berdoa semoga Kimiko dan Prian selalu baik-baik saja dan semoga merek segera ditemukan.


Dia juga berdoa agar Yoshiaki diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi ini semua.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


10 Tahun Kemudian..




》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉




__ADS_1


__ADS_2