Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 39


__ADS_3

"Nona, ramuan apa yang anda buat?”


“hanya ramuan penenang biasa, oh tadi aku tak sengaja menumbuh sebuah dedaun karena tidak sengaja jatuh dan tertumbuk”


“daun? Daun apa itu?”


“Aku tidak tahu, aku pikir tidak berbahaya karena daun itu bukan daun racun jadi kubiarkan saja”


“Biarkan aku melihat ramuan milikmu”


Kimiko pun menyerahkan obat ramuanya pada para medis itu.


“Ini penemuan besar! Kau berhasil menemukan obar ramuanya”


“eh?” Kimiko masih belum mengerti situasinya.


“kau berhasil menciptakan ramuan ini, kau berhasil menyelamatkan kami semua dengan ini. Apa bahan ramuan ini masih ada?”


“I-iya masih ada”


“kalau begitu buatkan lebih banyak ramuan ini, kami menandalkanmu”


“Ah baik!”


Kimiko masih setengah belum sadar dengan apa yang terjadi, tapi dia mulai memahami jika dia berhasil menciptakan ramuan penyembuh ini.


“Syukurlah mereka semua dapat selamat”


Kimiko bergegas membuat ramuan yang sama dalam takaran yang besar, dia senanang akhirnya para warga desa ini dapat terselamatkan. Dia sangat ikut menderita melihat mereka juga menderita.


Untunglah Kimiko membawa banyak bahan obat ramuan itu, sebenarnya untuk daun misterius itu dia hanya iseng saja membawanya tapi tak di sangka akan begitu sangat bermanfaat. Bahkan manfaatnya lebih besar dari yang dia duga.


Kimiko bekerja keras membuat ramuan ini, sedangkan para medis mulai membagikan ramuan itu ke setiap warga.

__ADS_1


Sebagian warga telah kembali sehat berkat jasa Kimiko, kimiko sendiri lega melihat mereka semua kembali sehat.


Sebagian warga lainya juga ikut membantu warga lain yang masih sakit, dan sebagian lain juga membantu di bidang lain seperti bagian memasak dan lainya.


“Hanya dengan melihat senyum mereka, rasanya hatiku menjadi sangat lega dan ikut bahagia. Syukurlah mereka bisa kembali seperti sedia kala” Ucap Kimiko


Kini semua warga sudah sembuh dari penyakit ini, penyakit yang tadinya merenggut senyum mereka. Kini senyum mereka telah kembali dengan sumringah.


Kimiko sedikit kelelahan karena tanganya tak berhenti bekerja membuatkan ramuan penyembuh tadi, dia sedikit kelelahan dan beristirahat sebentar.


“Walaupun rasanya lelah, tapi melihat mereka kembali tersenyum saja membuat rasa lelahku menjadi sangat menyenangkan. Aku senang dapat membantu mereka semua”ucap Kimiko


Salah satu warga menghampiri Kimiko, dia juga membawa sebuah minuman.


“Nona apa anda merasa lelah?” ucap wanita paruh baya


“Sedikit tapi aku baik-baik saja” balas Kimiko


“Nona saya bawakan minuman, tolong di minumlah anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa kami walaupun ini tidak seberapa dengan jasa besarmu nona”


Kimiko menerima minuman itu dan mulai meminumnya


“ Ini membuatku menjadi lebih baik, terimakasih banyak” ucap Kimiko sambil tersenyum


“Syukurlah”


Kemudian tiba-tiba muncul anak kecil perempuan..


“Ibu!!” teriak anak kecil itu kemudian berlari kea rah wanita itu


“ouch ada apa sayang?”


“Ibu lihat aku punya sesuatu untuk ibu”

__ADS_1


“Apa coba?”


Anak kecil itu memperlihatkan seikat bunga yang tadi dia sembunyikan di belakangnya.


“Lihat aku punya bunga untuk ibu! Apa ibu suka?” Tanya anak itu


“Terimakasih sayang ibu suka sekali”


“Hehehe, aku Cuma mau kasih bunga ke ibu. Aku pergi main lagi ya”


“Baiklah sayang, hati-hati”


Anak perempuan itu kemudian bergegas keluar, meninggalkan kimiko dengan ibunya.


“Ah maafkan jika anakku tadi sedikit menganggu”


“Tidak masalah, aku justru senang dapat melihat senyum anak kecil. Anakmu terlihat sangat sehat sekali, kau pasti sangat senang bukan hanya dengan melihat anakmu bisa kembali ceria”


“Itu benar, seorang ibu akan menjadi sangat bahagia ketika melihat anak tercintanya bisa bahagia dan ceria seperti ini. Melihat senyum mereka saja sudah membuat hatiku menjadi tenang” balas wanita itu


“Melihat anak baik-baik saja sudah sangat bersyukur. Tidak ada yang diingin kan oleh seorang ibu selian melihat anaknya bahagia, itu yang pasti dan aku percayai”


“yah memang, bagi ibu anak adalah segalanya bagi hidupnya”


“benar”


“Dari cara bicaramu, kau itu sudah terlihat seperti siap menjadi seorang ibu saja” ucap wanita itu berniat bergurau


“Hm? Tapi sebenarnya aku juga sudah menjadi seorang ibu. Aku mempunyai seorang putra “ ucap Kimiko


“Heh? Apa?!”


》**Next Chapter**《

__ADS_1


Jangan lupa vote,like dan beri komentar mendukung agar author semangat melanjutkan cerita ini😄


__ADS_2