
"Apa jangan-jangan Kimiko tadi mendatangiku untuk meminta ijin dariku? Tapi karena tidak diperbolehkan menemuiku makanya dia nekat keluar?!" Gumam Yoshiaki
"Tapi kemana dia pergi?!" Heran Yoshiaki
"Penjaga!" Seru Yoshiaki
Penjaga pun datang saat mendnegar Yoshiaki memanggilnya
"Ada apa yang mulia!?" Balas sang penjaga
"Siapkan kuda dan sedikit pasukan untuk mengawalku!" Ucap Yosiaki
"M-memangnya baginda akan pergi kemana?!"
"Aku akan pergi untuk mencari keberadaan Kimiko?!"
"Y-yang mulia Ratu?!"
"Sudah tidak perlu basa-basi cepat segera kau siapkan!" seru Yoshiaki
"B-baik!" Balas sang penjaga
Penjaga itupun pergi untuk melaksakan perintah Yoshiaki.
Dia pergi untuk menyiapkan kuda dan sedikit pasukan untuk mengawal Yoshiaki.
Setelah Penjaga itu pergi, kemudian datanglah seseorang lagi..
"Yoshiaki!" Panggil seseorang tersebut
"M-mama?!" Kaget Yoshiaki saat melihat Ratu Makoto datang menemuinya
"Yoshiaki, mama dengar jika Kimiko menghilang? Apa itu benar?" Tanya Ratu Makoto
"C-cepat sekali menyebarnya"
"Katakan Yoshiaki! Apa benar Kimiko hilang?!"
"M-mama tenanglah, Kimiko tidak hilang dia hanya sedang pergi keluar istana. Aku akan segera menjemputnya pulang kembali ke istana" balas Yoshiaki
"Benarkah itu?" Tanya Ratu Makoto
"Itu benar mama" balas Yoshiaki
"Hahh syukurlah, mama pikir Kimiko benar-benar hilang" balas Ratu Makoto
"Mana mungkin dia hilang begitu saja"
"Tapi memangnya kemana Kimiko pergi?!" Tanya Ratu Makoto
"Dia pasti sedang pergi jalan-jalan" balas Yoshiaki asal-asalan
Dia pikir jika dia telah berbohong demi agar ibunya tidak terlalu khawatir dan mengganggu kesehatanya.
"Bagitu ya" balas Ratu Makoto
"Baiklah mama, aku akan pergi untuk menjemput Kimiko kembali" ucap Yoshiaki
"Baiklah, tetaplah berhati-hati dan bawa pulang istrimu dengan selamat" balas Ratu Makoto
Yoshiaki pun hanya membalas ucapan Ratu Makoto dengan anggukan kemudian pergi beranjak untuk segera membawa pulang Kimiko.
Dia pergi ke gerbang istana, disana sudah ada kuda kesayanganya dan beberapa prajurit yang nantinya akan mengawalnya.
Yoshiaki menghampiri kuda miliknya kemudian menaikinya..
"Baiklah ayo kita berangkat" ucap Yoshiaki
"Baik" jawab para peajurit
Yoshiaki dan para prajurit pun mulai berangkat untuk membawa kembali Ratu Kimiko.
♢ ♢ ♢
"Y-yang mulia.."
Rei sudah sangat ketakutan saat melihat Kimiko terluka akibat tebasan pedang tersebut.
Mulutnya terasa kaku saat melihat darah keluar dan berjatuhan ketanah.
Ketua bandit berniat ingin menebas Kimiko karena sudah membuatnya menjadi marah.
Tapi sebelum pedang itu mengenai tubuhnya, Kimiko menahan pedang itu dengan tangan kananya.
Tangan Kimiko terluka dan beberapa darah mulai berjatuhan ketanah.
Para warga yang melihatnya hanya tercengang melihat keberaniaan Kimiko.
Sedangkan gadis itu syok saat melihat Kimiko menahan pedang ketua itu untuk melindunginya.
Karena pedang itu juga hampir merenggut nyawa dirinya.
Kimiko sedikit meringis kesakitan tapi dia menahan rasa sakitnya itu.
Bukannya melepaskanya, Kimiko justru lebih menggenggem pedang itu dengan erat yang menyebabkan darahnya bertambah keluar.
"N-nona apa yang kau lakukan!" Seru salah seorang warga
"Hei paman, seharusnya kau tidak menanyakan hal itu padaku. Seharusnya kau menanyakan itu pada laki-laki busuk ini. Apa dia mencoba untuk membunuh seorang gadis dengan senjata ini? Apa dia ini adalah seorang lelaki rendahan yang hanya bisa melukai seorang wanita saja?" Ucap Kimiko dengan sedikit nada ejekkan.
"Gadis sialan kau!!" Seru sang ketua
"Kenapa? Apa kau pikir aku akan diam saat melihat kau menyiksa orang-orang tidak berdosa? Dan kau menghukum mati seorang gadis yang hanya tidak sengaja menabrak dan menjatuhkan minumanmu? Kau ini sebenarnya iblis atau manusia?!" Seru Kimiko
"Ba*ingan kau! Sebaiknya kau berlutut dan meminta maaf pada kami jika kau masih ingin selamat!" Seru salah satu anggota bandit itu
"Akan jauh lebih baik jika aku mati dari pada berlutut hanya untuk ******** rendahan seperti kalian!" Seru Kimiko
Sang ketua mulai kehabisan kesabaranya.
Dengan kasar dia mengayunkan pedangnya sehingga membuat Kimiko berhasil melepaskan pedangnya walaupun luka yang didapat Kimiko juga ikut bertambah.
"Benar-benar wanita tidak tau diri! Mati saja kau!!!" Seru sang ketua kemudian menyerang Kimiko dengan pedang miliknya.
Kimiko langsung memeluk gadis itu dan memposisikan dirinya didepan gadis itu untuk melindungi gadis tersebut.
Sehingga dirinya yang nantinya akan terkena tebasan pedang tersebut.
Criingg!!!
Tiba-tiba terdengar suara pedang yang tertangkis pedang lain.
Pedang itu hampir mengenai tubuh Kimiko jika saja tidak ada yang menangkisnya.
Kimiko yang mendengar suara tepisan pedang itu kemudian melepaskan pelukanya dan melihat apa yang terjadi.
Dan ternyata dihadapanya kini ada seseorang yang tepat waktu berhasil menyelamatkanya ketika dirinya hampir kehilangan nyawanya.
"Y-yoshiaki?!" Kaget Kimiko
Para warga yang melihatnya tersentak saat melihat Yoshiaki menepis pedang yang hampir melukai Kimiko.
Yoshiaku tanpa ampun langsung menyerang Ketua bandit tersebut, sedangkan anggota bandit lainya hanya syok melihat kedatangan Yoshiaki dan langsung ditangkap oleh para prajurit.
"K-kau?!" Kaget ketua bandit itu setelah mendapat beberapa luka akibat serangan Yoshiaki.
"Apa yang sedang kau lakukan bodoh!" Seru Yoshiaki dengan nada amarahnya.
__ADS_1
Sepertinya emosinya sudah hampir tidak bisa dikendalikan.
Orangtua gadis itu kemudian berlari menghampiri anak mereka.
Mereka memeluk gadis itu dengan erat sambil menangis bersyukur putrinya baik-baik saja.
Sedangkan Kimiko masih sangat syok melihat kedatangan Yoshiaki.
"Nona.." panggil orangtua gadis itu
Kimiko langsung berbalik ketika mendengar orangtua gadis itu memanggilnya.
"A-ada apa?" Tanya Kimiko
Tanpa basa-basi kedua orangtua gadis itu langsung berlutut tepat didepan Kimiko.
Kimiko yang melihatnya menjadi kaget dan syok
"T-tunggu! A-apa yang kalian lakukan?!" Kaget Kimiko
"Terimakasih, terimakasih banyak sudah menyelamatkan putri kami. Terimakasih banyak!" Seru mereka
Kimiko hanya tersenyum
"Ku mohon berdirilah, jangan berlutut seperti ini" ucap Kimiko dengan lembutnya
Mereka pun akhirnya berdiri.
"Kami benar-benar sangat berterimakasih " ucap mereka
"Tidak apa-apa lagipula aku juga senang melihat putrimu baik-baik saja" balas Kimiko
"Kau benar-benar seorang malaikat nona" balas Ibu gadis itu
"Terimakasih bibi" balas Kimiko
Gadis itu akhirnya tersadar saat melihat tangan Kimiko yang terus mengeluarkan darah.
"Ahh tangan anda terluka!" Seru gadis itu
Perhatian kedua orangtuanya pun teralih pada tangan kanan Kimiko
"Ohh astaga!"
"T-tidak apa-apa ini hanya luka kecil saja" ucap Kimiko
"B-bagaimana mungkin ini luka kecil. Anda sudah terluka parah" seru sang ayah gadis itu
"T-tenang saja luka ini pasti akan segera sembuh" balas Kimiko
"T-tapi dengan luka separah ini-"
"Hei tenanglah, aku baik-baik saja" balas Kimiko memotong ucapan
"Ah tidak, kami tidak bisa membiarkanmu dengan luka separah ini" seru sang ibu
"Tidak apa-apa" balas Kimiko
"Kumohon ikutlah dengan kami, biarkan kami mengobati lukamu" ucap sang gadis
"T-tidak usah" balas Kimiko
"Kau sudah berani mempertaruhkan nyawamu demi putri kami, setidaknya biarkan kami mengobati lukamu.
Anggap saja ini sebagai balas budi kami walaupun tidak seberapa" jelas sang ibu
"Apa tidak merepotkan kalian?" Tanya Kimiko
"Tentu saja tidak, kami justru akan senang. Ku mohon biarkan kami mengobati lukamu" balas sang Ibu
"Baiklah" balas Kimiko
Mereka pun kemudian langsung membawa Kimiko ke kediaman mereka, Rei pun juga ikut bersama mereka karena dia juga adalah pelayan pribadi Kimiko.
Yoshiaki masih sibuk mengurus para bandit itu, sedangkan Kimiko sudah pergi dari sana.
"Apa yang sedang kau lakukan bodoh!" Seru Yoshiaki dengan nada amarahnya
"Y-yang mulia?!" Syok para anggota bandit itu
"Apa kau mencoba membunuhnya?!" Seru Jean dengan tatapan dinginya
Kini pedang Yoshiaki tepat berada dileher ketua itu sehingga jika ketua itu mulai macam-macam maka dia bisa memengal kepala ketua itu.
"Tcih memangnya kenapa! Itu benar! Aku ingin melenyapkan wanita rendahan itu. Kau tidak seharusnya ikut campur!!" Seru Sang ketua
"Tidak ikut campur katamu!"
Brruuuaaaakkkkk!!!!
Yoshiaki langsung menghajar ketua itu dengan sangat kuat, sehingga terlihat mulut ketua itu sedikit sobek dan mengeluarkan darah.
"Y-yang mulia.." ucap salah satu prajurit
Semua yang melihatnya hanya bisa tercengang melihat amarah Yoshiaki.
Semuanya tidak pernah menyangka bisa melihat Yoshiaki semarah ini.
Yoshiaki menghampiri ketua itu yang sudah cukup terpental akibat pukulanya tadi.
Dia menarik kerah baju ketua itu kemudian kembali memukulnya lagi..
Bbrrrrruuuuuuuaaaaakkkkkk!!!
Ketua itu kembali terpental akibat pukulan keras yang dilontarkan oleh Yoshiaki.
"Apa kau sadar!!wanita yang hampir kau bunuh dan wanita yang sudah kau rendahkan itu sebenarnya adalah istriku!! Wanita itu adalah Ratu Kimiko Von Miyazaki. Dan kau yang hanya seorang tikus kecil berani merendahkannya? Kau benar-benar tidak tau diri!!" Seru Yoshiaki kemudian kembali memukul ketua itu
Kini suasana pun kembali gaduh setelah mendengar ucapan Yoshiaki barusan.
"J-jadi w-wanita itu adalah yang mulia Ratu?!" Kaget salah satu warga
"N-nona tadi adalah yang mulia Ratu?" Kaget orang yang tadi sempat ditanyai oleh Kimiko.
"Y-yang mulia Ratu kita"
Dan beberapa ucapan para warga yang masih syok saat mengetahui jika wanita pemberani tadi adalah Ratu mereka.
"Aku tidak peduli!!" Seru ketua itu
Para pandangan pun kembali tertuju pada ketua itu
Yoshiaki menatap ketua itu dengan tajam dan dingin penuh dengan kebencian.
"Aku tidak peduli jika dia adalah seorang Ratu, Ratu brengsek seperti dia harus ku lenyapkan hahahaha" ucap ketua itu kemudian disusul tawa jahatnya.
Para warga hanya bergidik ngeri saat melihat Yoshiaki yang sudah mulai muak dengan ketua ini.
Yoshiaki menghampiri ketua itu kemudian..
Crasssss!!
Tanpa ampun Yoshiaki langsung memenggal kepala ketua itu dengan pedangnya sendiri.
Para warga tercengang dan diantara mereka merasa senang dan juga merasa bergidik ketika melihat kemarahan Yoshiaki.
Sedangkan para bandit lainya langsung ketakutan dan bersujud meminta ampun pada Yoshiaki.
__ADS_1
"Bawa mereka pergi dan kurung mereka dipenjara bawah tanah!" Seru Yoshiaki
"Baik!"
3 orang prajurit membawa para bandit lainya, sedangkan 2 orang lainya membereskan mayat ketua itu.
Yoshiaki menghela nafasnya mencoba untuk menenangkan diri sebisa mungkin.
"Kalian tidak perlu takut lagi, sekarang kalian sudah aman dari para bandit ini. Dan jika hal ini terjadi lagi, maka laporkan saja hal ini padaku secepat mungkin. Aku benar-benar tidak ingin rakyatku hidup menderita akibat ulah para bandit. Aku hanya ingin kalian bisa hidup damai dan tentram. Maka dari itu lebih percayalah padaku" ucap Yoshiaki
Seketika suasana yang hening langsung berubah menjadi gaduh dengan beberapa warga yang berteriak senang dan bersyukur karena mereka akhirnya bisa hidup dengan tenang.
"Kami selalu percaya pada Baginda Raja!" Seru salah satu warga
"Hidup Baginda Raja!"
"Hidup!!"
Dan teruslah terulang ucapan itu.
Yoshiaki hanya bisa tersenyum ketika melihat rakyatnya yang huga tersenyum bahagia.
Dan seketika akhirnya ia tersadar akan sesuatu.
"Hm? Dimana Ratu Kimiko?" Tanya Yoshiaki
"Ah orangtua gadis tersebut membawa yang mulia Ratu ke rumah mereka. Sepertinya mereka ingin mengobati luka Yang mulia Ratu" balas salah satu Rakyat
"Luka? Apa Kimiko mendapatkan luka?"
"Ahh i-itu benar yang mulia. Luka tersebut didapat saat Ratu Kimiko mencoba menghentikan pedang ketua itu yang hampir menebasnya. Beliau menahan pedang tersebut dengan tanganya, sehingga tanganya terluka"
"Apa?!" Kaget Yoshiaki
"J-jika yang mulia ijinkan. Saya akan mengantarkan Baginda ke rumah mereka"
"Baiklah"
♢ ♢ ♢
Kimiko dan Rei akhirnya sampai dirumah gadis tersebut.
"Maafkan saya nona jika nona kurang nyaman dirumah kami" ucap sang ibu gadis itu
"Ah t-tidak begitu. Aku nyaman dirumah kalian, terimakasih sudah mau mengobatiku" ucap Kimiko
"T-tidak, seharusnya kami yang berterimakasih karena keberanian nona lah putri kami terselamatkan" balas sang ayah
"Tidak apa-apa lagipula kita juga harus saling mebantu bukan jika ada yang mengalami kesulitan. Mana mungkin ku biarkan seseorang yang dalam keadaan sulit kubiarkan tentu saja akan kutolong. Siapapun itu orangnya" ucap Kimiko
Rei saat ini berada didepan rumah, dia sedang berjaga-jaga.
Walaupun Kimiko sudah memaksanya agar ikut masuk tapi Rei menolak dan akhirnya dia berjaga diluar rumah.
Gadis tersebut akhirnya datang dengan air hangat dan juga sebuah kain.
"Nona bisa ulurkan tangan kanan anda" ucap sang gadis
"I-iya" balas Kimiko
Kimiko pun mengulurkan tanganya, sang gadis menerimanya dengan senang hati.
Gadis itu merasa bersalah saat melihat luka Kimiko.
"Ah kau tidak perlu merasa bersalah, ini bukan salahmu. Ini salahku karena memancing emosinya" ucap Kimiko saat menyadari jika gadis itu tengah merasa sangat bersalah.
"Tapi gara-gara itu juga-"
"Sudah kubilang, ini bukan salahmu. Jika kau tidak ingin aku menyalahkan diriku maka salahkan laki-laki itu saja. Jangan salahkan dirimu" ucap Kimiko
"Iya" balas gadis itu
Gadis itu kemudian mengambil kain dan membasahinya dengan air hangat.
Kemudian mulai membersihkan luka Kimiko dengan kain tersebut dengan sangat hati-hati.
Kimiko sedikit meringis kesakitan saat lukanya tengah dibersihkan.
Tapi untuk mencegah mereka mengkhawatirkan dirinya, dia pun mulai membuka topik pembicaraan.
"Hey siapa namamu?" Tanya Kimiko pada gadis tersebut
"A-aiko" balas gadis itu yang tengah menyebut namanya
"Ah jadi namamu aiko ya, nama yang bagus sekali. Aku menyukainya" ucap Kimiko
"T-terimakasih banyak" balas aiko
"Lalu, berapa umurmu?" Tanya Kimiko
"U-umurku hampir 20 tahun" jawab aiko
"Benarkah? Berarti kita seumuran. Aku juga hampir menginjak umur 20 tahun" balas Kimiko
"Benarkah?" Tanya aiko yang mulai tertarik saat Kimiko mulai mengajaknya mengobrol.
"Benar, lalu apa kau sudah punya pacar?" Tanya Kimiko sambil menggodanya.
"A-apa?!"
"P-a-c-a-r kau pasti sudah punya bukan?" Tanya Kimiko masih menggoda aiko
"T-tidak maksudku aku belum mempunyai pacar!" Balas Aiko sedikit merona
"Wajahmu merona, itu berarti kau sudah punya" balas Kimiko
"Kubilang aku tidak punya" balas aiko yang semakin merona
"Benarkah?"
"Lalu kau sendiri, apa kau punya seorang pacar?" Tanya Aiko
"Tidak" balas Kimiko
"Lihat kau sendiri saja juga belum punya pacar" balas Aiko
"Tapi aku sudah punya suami" lanjut Kimiko
"Lihat kau-, t-tunggu apa?! S-suami?"
"Benar, aku tidak memiliki pacar tapi aku punya suami" balas Kimiko
"J-jadi kau sudah menikah?"
"Iya"
"Umurmu baru akan menginjak 20 tapi kau sudah menikah?!" Kaget Aiko
"Yah begitulah, namanya cinta mau bagaimana lagi. Pasti ingin secepatnya saling memiliki bukan?." Balas Kimiko sambil mengejek Aiko .
"Kau mengejekku ya?"
"Tidak"
"Jelas kau mengejekku!"
"Kubilang aku tidak mengejekmu, tapi itu kenyataan bukan?"
__ADS_1
Mereka akhirnya saling tatap tatapan kemudian..