
"Ahh ngomong-ngomong dia laki-laki atau perempuan?' Tanya Yuki
"Laki-laki" balas Kimiko
"Benar-benar seperti kakak Yoshiaki, lalu siapa namanya?" Tanya Yuki
"Ah benar juga, kita juga belum tau siapa nama anak ini. Apa kau sudah menyiapkan namanya?" Tanya Ratu Makoto.
"Iya, aku dan Yoshiaki sudah menyiapkan nama untuknya. Karena dia terlahir sebagai seorang Pangeran, maka namanya adalah..
PRIAN VON MIYAZAKI" balas Kimiko
"PRIAN VON MIYAZAKI"
"Ah aku suka sekali dengan namanya, jadi dia adalah Pangeran Prian. Sekarang namamu adalah Prian, dan aku sekarang adalah pamanmu" ucap Yuki
"Nama yang sangat bagus sekali Kimiko, aku yakin anak ini akan menjadi seseorang yang sangat hebat dan bisa melindungi Kerajaan ini dengan baik" ucap Ratu Makoto
"Itu karena dia adalah anak kami. Anak pertamaku dengan Yoshiaki" ucap Kimiko.
"Kak Kimiko.." panggil Yuki
"Ada apa?" Tanya Kimiko
"Apa kakak sudah diberitahu tentang kelahiran pangeran Prian?" Tanya Yuki
"Belum, aku belum sempat memberitahukanya. Aku akan mengirimkan pesan padanya sekarang" ucap Kimiko
Kimiko pun memanggil salah satu Prajurit untuk membawakan sebuah kertas dan tinta.
Kimiko mulai menulis surat tentang kabar gembira ini..
"Baiklah, kirimkan pesan ini kepada Yoshiaki. Katakan pada prajurit pengirim pesan untuk menjaga pesan ini dengan baik dan diterima langsung oleh Yoshiaki" ucap Kimiko sambil menyerahkan suratnya
"Baik yang mulia" balas prajurit.
"Aku benar-benar penasaran bagaimana reaksi Yoshiaki?" Ucap Kimiko
"Dia pasti akan sangat gembira, dan pasti ingin segera kembali untuk menemui keluarganya" ucap Makoto
Kemudian datanglah beberapa pelayan yang membawa beberapa makanan.
"Ada apa ini? Kenapa makananya dibawa kemari?"tanya Kimiko
"Mama yang meminta para pelayan itu tadi, tenagamu banyak terkuras saat melahirkan tadi. Kau harus memulihkan staminamu kembali, jadi makanlah. Jangan sampai saat Yoshiaki pulang kau justru sakit. Apa kau mau membuat Yoshiaki khawatir?" Tanya Makoto
"Tentu saja tidak! Aku tidak ingin membuat Yoshiaki khawatir padaku. Baiklah, aku akan makan sekarang" ucap Kimiko..
♢ ♢ ♢
2 Hari kemudian..
Sang pengirim pesan dari kerajaan Miyamoto telah datang dan sampai dipintu masuk area tenda istirahat.
"Siapa kau?!" Tanya Prajurit penjaga
"Aku adalah pengirim pesan dari Miyamoto. Aku ingin memberikan sebuah surat dari yang mulia Ratu Kimiko pada Baginda raja Yoshiaki" balas sang pengirim
"Apa kau punya bukti jika kau benar-benar utusan langsung dari Ratu Kimiko?" Tanya penjaga
"Ada, aku mempunyainya"
sang pengirim tersebut mulai menggerogoh sakunya dan mengambil salah satu benda disakunya.
Dia mengeluarkan sebuah liontin berlambang Kerajaan Miyamoto.
Sang penjaga pun mengerti setelah diperlihatkan bukti tersebut.
"Baiklah aku akan mengijinkanmu masuk tapi setelah kau melewati proses penggeledahan. Kau tidak boleh masuk dengan membawa senjata atau benda berbahaya" ucap sang penjaga.
Penjaga lainya pun kemudian menggeledah sang pengirim..
"Tidak ada benda berbahaya." Jawab sang penjaga lainya
"Baiklah,kau boleh masuk" ucap sang penjaga 1
"Baik terimakasih" ucap sang pengirim
Sang pengirim pun sesegera mungkin menemui Yoshiaki.
Dia langsung melangkahkan kakinya menuju ketenda Yoshiaki.
Sampai ditenda Yoshiaki, dia sedikit kaget karena tenda Yoshiaki sangat dijaga ketat sekali. Ada banyak penjaga yang mengelilingi tenda tersebut.
Dia pun langsung menghampiri salah satu penjaga..
"Maaf, aku adalah Pengirim pesan dari Miyamoto. Aku ingin mengantarkan sebuah surat kepada baginda Raja" ucap aang pengirim
"Berikan padaku, aku akan memberikanya pada yang mulia"
"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukanya"
"Kenapa?"
"Surat ini adalah surat khusus yang dibuat oleh Ratu Kimiko untuk Baginda raja Yoshiaki. Bahkan Ratu Kimiko berpesan padaku agar aku sendiri yang memberikan surat ini pada yang mulia" ucap sang pengirim.
"Baiklah, kau masuklah
Tapi sebelum itu kau harus mendapat ijin masuk dahulu dari yang mulia" ucap sang penjaga.
"Baiklah"
Sang penjaga pun kemudian memasuki tenda Yoshiaki.
"Yang mulia raja, maafkan saya jika saya mengganggu anda. Ada seorang pengirim pesan dari Kerajaan Miyamoto ingin memberikan sebuah surat pada anda."
"Surat?" Tanya Yoshiaki
"Dia bilang surat tersebut berasal dari yang mulia Ratu Kimiko."
"Kimiko?"
"Benar yang mulia"
"Suruh dia segera masuk" balas Yoshiaki
"Baik"
Sang penjaga pun kemudian keluar dan memberitahukan kepda pengirim jika dia sudah mendapat ijin masuk dari Yoshiaki.
Sang pengirim kemudian langsung memasuki tenda Yoshiaki.
"Maaf mengganggu waktu anda yang mulia, saya adalah pengirim surat dari kerajaan Miyamoto. Saya ingin mengirimkan surat dari yang mulia Ratu Kimiko kepada Baginda Raja" balas sang pengirim.
Sang pengirim tersebut kemudian mengeluarkan surat tersebut dari tasnya.
Dia kemudian menyondongkan surat tersebut kepada Yoshiaki.
"Ini pesanya yang mulia"
__ADS_1
Yoshiaki pun mengambil surat tersebut,
"Kau boleh keluar" ucap Yoshiaki
"Baik yang mulia"
Setelah sang pengirim keluar, Yoshiaki pun perlahan-lahan membuka surat tersebut dan membaca pesan tersebut.
Untuk Yoshiaki Von Miyazaki
Yoshiaki aku ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting padamu. Aku tau kau pasti akan sangat senang mendengar kabar ini. Yoshiaki.. Selamat! Aku ucapkan selamat padamu. Yoshiaki.. anak kita, anak kita telah lahir kedunia. Kita sekarang akhirnya menjadi seorang Ayah dan Ibu. Mulai sekarang kau adalah seorang Ayah dan aku adalah seorang ibu. Kau tau Yoshiaki, aku benar-benar sangat bahagia akhirnya keluarga kita telah lengkap. Akhirnya buah hati kita telah lahir kedunia. Anak kita.. dia terlahir sebagai seorang pangeran. Akhirnya penerusmu telah lahir. Aku benar-benar sangat bahagia sekali samlai air mata kebahagiaan ini tak mau berhenti. Aku sangat menantikan kedatanganmu. Aku benar-benar sangat merindukanmu. Cepatlah pulang aku dan anak kita akan selalu menunggumu dan menyambut kepulanganmu. Kembalilah dengan selamat. Dan juga kau jangan khawatir, aku dan anak kita baik-baik aja. Jagalah dirimu dengan baik
Dari Istri tercintamu..
Kimiko Von Miyazaki
Tes..tes..tes..
Tiba-tiba kertas surat tersebut menjadi sedikit basah karena ada beberapa rintik air yang jatuh..
Ternyata Yoshiaki saat ini tengah berlinang air mata setelah membaca surat tersebut.
"Lahir.. akhirnya anakku telah lahir. Sekarang aku adalah seorang ayah, aku sangat senang sekali mendengar kabar bahagia ini" ucap Yoshiaki
Yoshiaki memeluk kertas tersebut dengan sangat erat..
"Aku juga sangat merindukanmu Kimiko, aku sangat ingin bertemu denganmu dan putra kita. Aku pasti akan segera kembali untuk menemui kalian. Tunggulah aku." Ucap Yoshiaki
Yoshiaki kemudian menyimpan surat itu disakunya.
...
3 Hari kemudian..
Beberapa hari yang lalu pasukan Yamamoto tiba-tiba menghilang ditengah peperangan. Kini muncul kembali..
Mereka menampakan dirinya ditempat yang cukup dekat dengan tenda peristirahatan.
Beberapa musuh telah berhasil menyusup ke area istirahat, tapi mereka telah ketahuan dan tertangkap kemudian dengan tangannya sendiri Yoshiaki membunuhnya.
Beberapa darah telah mengotori pakaianya.
"Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Menghilang secara tiba-tiba dan muncul dengan sangat tiba-tiba" ucap Yoshiaki
"Semua pasukan segera bersiap!! Kita akan menyerang pasukan Yamamoto!"
"Baik!" Seru mereka.
Yoshiaki pun menaiki kudanya dan mulai menuju kearah tempat pasukan Yamamoto berada.
Para pasukan mengikuti Yoshiaki dari belakang, dan beberapa prajurit berada di tempat istirahat untuk melindungi tempat itu, jika sewaktu-waktu Yamamoto mengirim beberapa prajuritnya.
Mereka pun langsung menuju ketempat pasukan Yamamoto berada.
Ditengah perjalanan, rupanya Yamamoto telah menyiapkan beberapa perangkap.
Salah satunya adalah sebuah lubang besar yang tertutupi dengan sempurna sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Kemudian beberapa anak panah yang melayang kearah mereka.
dan juga beberapa perangkap lainya.
"Apa-apaan mereka ini?!" Seru Yoshiaki
Yoshiaki pun menghindari kemungkinan dia mendapatkan perangkap itu.
"Jangan lengah! Yamamoto telah menyiapkan perangkap ini untuk menjebak kita dan mengalahkan kita. Kita tidak boleh mundur begitu saja!" Seru Yoshiaki
Yoshiaki kembali melajukan kecepatakan kudanya agar sampai ditempat pasukab yamamoto.
Dan beberapa saat kemudian akhirnya dia sampai..
Ternyata memang benar, para pasukan Yamamoto telah datang dan kini berada dihadapanya.
"Ternyata kehebatanmu bukan main-main. Kau bisa melewati jebakan ini dengan mudah sekali" ucap Raja Yamamoto.
"Kalian benar-benar licik!"
"Licik? Kau tau, aku lebih suka memanggil ini dengan sebutan taktik perang" ucap raja Yamamoto.
Yoshiaki menatap tajam raja Yamamoto tersebut..
"Hahh sudahlah. Kita segera akhiri saja perang ini dengan kemenangan!!" Seru Raja Yamamoto kemudian memberi kode kepada pasukanya untuk menyerang Yoshiaki
"MAJU!!" Ucapnya.
"Tcih! Jangan takut! Ayo kita menangkan perang ini bersama-sama!!" Seru Yoshiaki
"Serang!!"
Akhirnya peperangan pun kembali terjadi..
Pertumpahan darah kembali terjadi, tempat itu semakin lama semakin menjadi danau merah. Dengan banyak darah yang berasal dari para pasukan yang telah gugur dimedan perang.
Semua pasukan perlahan-lahan mulai berkurang, banyak yang telah gugur demi memperjuangkan negara masing-masing.
Sebuah cahaya tiba-tiba muncul dan kejadian kembali terulang.
Sebuah ledakan kembali terjadi hingga memisahkan pasukan Yamamoto dan Miyamoto.
"Sial! Ledakan ini lagi!" Seru Yoshiaki
Beberapa saat setelah ledakan mulai mereda, pasukan Yamamoto kembali menghilang.
"Mereka menghilang lagi!" Kesal Yoshiaki
♢ ♢ ♢
KERAJAAN MIYAMOTO
"Yang mulia bagaimana keadaan anda?" Tanya Rei
"Aku sudah merasa baikan, tapi aku masih belum bisa berdiri dengan baik" balas Kimiko
"Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saja kapanpun anda mau" balas Rei
"Iya, terimakasih banyak"
Rei kemudian keluar dari ruangan..
Kini diruangan itu hanya tertinggal Kimiko dengan putranya.
Kimiko memandang wajah putranya itu, dia tersenyum melihat wajah imut Prian ketika dia tengah tertidur.
"Kau benar-benar sangat mirip dengan ayahmu." Gumam Kimiko sambil membelai kepala putranya itu.
__ADS_1
DUUAAARRRRR!!!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup keras..
"Kyaaa!!" Teriak Kimiko sambil memeluk putranya dengan erat.
Suara ledakan tadi sungguh sangat keras, Kimiko sangat menjadi sangat terkejut dan syok.
"Ooeeekkk...oeeekkk...oeeekkk.."
Karena suara yang sangat keras tadi, Prian pun jadi terbangun dari tidurnya.
Kimiko langsung saja menggendong putranya ini yang tengah menangis.
"Cup..cup..cup.. apa kau terbangun dari tidurmu? Jangan menangis. Mama ada disini bersamamu" ucapnya sambil mencoba menenangkan Prian
"Ooeeekkkk....oeeekkkk...oeekkk~"
Kimiko masih sangat syok akibat suara ledakan tadi.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi sebenarnya?" Gumam Kimiko
Braakkk!!!
"Yang mulia!" Seru Rei
"Rei?! Ada apa ini?! Apa yang barusan terjadi?" Tanya Kimiko.
"Yang mulia gawat!"
"Gawat?!"
" Pasukan Yamamoto muncul dan mencoba untuk menyerang istana!" Seru Rei
"A-apa?!" Kaget Kimiko
...
"Apa yang sebenarnya terjadi?!" Seru Ratu Makoto
"Yang mulia! Pasukan Yamamoto tiba-tiba muncul dan berusaha untuk menerobos gerbang!"
"Apa?! Bukankah seharusnya mereka kini tengah bertarung dengan Yoshiaki?!"
"Saya tidak tau pasti yang mulia, tapi mereka memang benar-benar pasukan Yamamoto. Dan situasi sekarang benar-benar gawat. Karena sebagian besar pasukan telah dikerahkan untuk berperang." Ucap Salah satu prajurit.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa pasukan Yamamoto bisa kesini? Seharusnya mereka tengah berperang" ucap Makoto yang semakin dibuat bingung oleh ini semua.
"Hahh baiklah, cepat kirimkan surat kepada Yoshiaki tentang situasi kerajaan saat ini!"
"Baik!"
.
.
.
2 Hari kemudian..
TENDA RAJA Yoshiaki
"Bagaimana dengan semua pasukan? Apa mereka baik-baik saja?" Tanya Yoshiaki
"Mereka telah menerima pengobatan dan pasti akan segera kembali pulih" balas sang ksatria
"Begitu ya"
"Yang mulia.." panggil ksatria
"Ada apa?" Tanya Yoshiaki
"Apa anda tidak merasa aneh? Tiba-tiba pasukan Yamamoto mundur?" Tanya sang ksatria
"Aku juga merasa aneh dengan ini semua, apa yang sebenarnya diincar oleh mereka. Padahal mereka tadi juga belum bisa dikatakan akan kalah, apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Walau begitu kita tetap harus waspada" balas Yoshiaki
Draappp Draappp Draappp
"Yang mulia!!" Seru salah satu prajurit
Yoshiaki yang mendengar teriakan prajurit itu langsung berdiri
"Ada apa?! Apa pasukan kerajaan Yamamoto datang?" Tanya Yoshiaki
"Tidak yang mulia, tapi ini jauh lebih mengerikan yang mulia!"
"Apa maksudmu?!" Seru Yoshiaki mulai kebingungan dengan ucapan prajurit itu
"Miyamoto! Kerajaan Miyamoto saat ini tengah diserang oleh beberapa pasukan Yamamoto.
Kerajaan Miyamoto dalam bahaya yang mulia!!" Balas sang prajurit
"Apa?!!" Kaget Yoshiaki dan Sang ksatria
"Kau tau bukan jika kau saat ini sedang bercanda maka aku akan memenggal kepalamu!" Seru sang ksatria
"Saya mengatakan hal yang sesungguhnya, Yang mulia Ratu Makoto mengirim pesan. Beliau mengatakan jika keadaan Miyamoto saat ini sedang kacau dan beliau juga meminta agar Baginda Raja segera kembali ke-kerajaan Miyamoto" Balas sang Prajurit kemudian menyerahkan surat dari Ratu Makoto
"Beritahukan pada Baginda Raja untuk segera kembali ke kerajaan. Keraajan saat ini tengah dalam kekacauan, pasukan Yamamoto menyerang Miyamoto. Segera beritahukan pada Baginda Raja! Kami akan bertahan sebisa mungkin
-Ratu Makoto"
Itulah isi yang tertulis dalam surat tersebut.
Yoshiaki sangat marah saat mendengar jika kerajaan Miyamoto saat ini tengah diserang oleh Yamamoto.
Dia meremas kertas tersebut cukup kuat.
"PERINTAHKAN SEMUA PASUKAN UNTUK BERSIAP KEMBALI KE KERAJAAN MIYAMOTO SEKARANG JUGA!! KITA AKAN KEMBALI SEKARANG JUGA!" Seru Yoshiaki
"Baik!" Seru prajurit itu kemudian pergi untuk membertahukan semua pasukan.
"Cepat siapkan kuda untukku dan beberapa pasukan yang sudah siap. Aku akan kembali terlebih dahulu!" Seru Yoshiaki pada ksatria
"Tapi yang mulia it-"
"Cepat laksanakan!" Potong Yoshiaki
"Baik!" Seru sang ksatria
"Jadi begitu y, ternyata ini yang selama ini mereka rencanakan. Benar-benar busuk!" Ucap Yoshiaki meluapkan amarahnya.
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1