
---
‘Mereka baik-baik saja mama’ batin Yuki seolah-olah menjawab pertanyaan mamanya.
“Apakah Kimiko baik-baik saja..”
‘ kakak baik-baik saja’
“Bagaimana kabar cucuku Prian, apakah dia tumbuh sehat..”
‘Prian baik-baik saja, dia tumbuh menjadi sosok seperti kak Yoshiaki’
“Kapan aku bisa bertemu dengan menantu dan cucuku kembali..” Ucap Makoto kemudian tak sadar air matanya mengalir
“M-mama..” Yuki sangat khawatir pada ibunya ini.
“Mama baik-baik saja, mama hanya sedih teringat dengan kakakmu saja” balas Makoto sambil mengusap air matanya.
“Mama diluar sangat dingin, lebih baik kita masuk ke dalam saja” balas Yuki
“Mama masih ingin disini”
“Tapi disini dingin sekali, jika mama diluar terlalu lama mama akan sakit. Apakah mama ingin membuat kak Yoshiaki bertambah sedih jika sampai mama sakit?” ucap Yuki mencoba meyakinkan Ibunya.
“Baiklah mama akan masuk”
Ratu Makoto pun akhirnya setuju dan mau kembali ke Istana.
Pangeran Yuki menemani Ratu Makoto masuk ke dalam Istana.
“Mama lebih baik istirahat”
“Kau juga istirahatlah Yuki, kau sudah menempuh perjalanan panjang. Kau pasti lelah” Ucap Ratu Makoto
“Aku akan istirahat setelah melapor kepada kakak”
“Baiklah”
Setelah mengantar Ratu Makoto ke kamarnya, Pangeran Yuki pun segera menuju ke ruang kerja Yoshiaki untuk melapor.
Di sepanjang jalan dia terus berpikir tentang apa yang diucapkan Kimiko padanya.
“Berapa lama aku harus merahasiakan ini?” gumam Yuki
Karena terus memikirkanya, tanpa sadar dia sudah sampai di depan pintu ruang kerja Yoshiaki.
Yuki pun mengetuk pintu ruang kerja, kemudian langsung masuk tanpa menunggu jawaban Yoshiaki.
__ADS_1
Karena sejak insiden menghilangnya Kimiko, Yoshiaki berubah.
Dulu dia sangat hangat dan peduli akan apapun, tapi berbeda seperti pagi dan malam.
“Maaf jika aku mengganggumu kak, aku hanya ingin melapor saja”
Yuki melaporkan apa yang harus dilaporkan berkaitan dengan acara pesta ulangtahun Pangeran Zen dari Kerajaan Fujimoto
“Baiklah kakak itu saja yang harus ku laporkan”
Sedari tadi Yoshiaki justru hanya focus pada pekerjaanya tanpa mengucapkan satu katapun. Bahkan tatapanya masih tertuju pada dokumen tak menoleh kea rah Yuki sekalipun.
“K-kakak aku tau kau pasti sibuk dengan pekerjaanmu, tapi setidaknya istirahatlah yang cukup. Ku dengar kakak melewatkan sarapan pagi dan langsung bekerja, kakak kau-“
“Jika laporanmu selesai lebih baik pergilah, aku sangat sibuk”
“Tapi kakak!!”
“Apa kau tidak mendengarku”
Yuki mengepalkan tanganya
“Baik, kalau begitu saya undur diri”
Yuki pun langsung keluar dari ruang kerja Yoshiaki.
Setelah melaporkanya, Yuki pun keluar dari Ruang kerja.
“Kakak Kimiko ku mohon cepatlah pulang…” gumam Yuki
“semuanya berubah sejak 10 tahun terakhir..”
FLASHBACK 10 Tahun yang lalu
Braaakk
Braakkk!!!
“Yang Mulia!!” salah seorang pelayan tiba-tiba berlari dan menuju kearah mereka.
“Ada apa?” Tanya Yoshiaki
“Gawat yang mulia!!”
“Gawat kenapa?” Tanya Yoshiaki
“Ratu..Baginda Ratu tidak ada di kamarnya, B-beliau menghilang!!”
__ADS_1
“Apa maksudmu?! Kimiko seharusnya ada di kamarnya, bagaimana mungkin dia bisa pergi dengan kondisinya seperti itu?!” Seru Ratu Makoto
“S-saya tidak tahu yang mulia, saat saya pergi ke kamarnya, beliau sudah tidak ada disana. Bahkan Pangeran Prian pun juga tidak ada” Seru sang pelayan
“Apa kau sudah mencarinya di seluruh sisi kamarnya?! Mungkin saja dia sedang jalan-jalan” Ucap Yoshiaki mulai panic
“Saya sudah mencari ke seluruh sisi ruangan, tapi yang mulia Ratu tidak ada” Balas sang pelayan
“Mungkin saja kak Kimiko sedang pergi keluar” Ucap Yuki
“Itu tidak mungkin Pangeran, yang mulia Ratu masih belum sembuh total. Beliau masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas” Balas Rei
“A-apa j-jangan jangan beberapa pasukan musuh telah masuk ke Istana tanpa sepengetahuan kita dan menculik Kimiko” Ucap Ratu Makoto mulai panic, bahkan air matanya mulai keluar
“Mama!! Jangan mengatakan hal seperti itu, aku yakin dia pasti baik-baik saja. Dia pasti masih berada di sekitar Istana”
“K-kimiko..”
Tubuh Ratu Makoto tiba-tiba lemas dan akhirnya terjatuh ke lantai.
“Mama!!” Panik Yoshiaki dan Yuki
Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan ibu mereka.
“Tcih.. Perintahkan semua pasukan yang tersisa untuk mencari keberadaan Ratu Kimiko dan Pangeran Prian segera mungkin!!” Seru Yoshiaki
“Baik!!” Balas beberapa prajurit
Prajurit itu kemudian keluar dari ruangan tersebut kemudian mulai menjalankan perintah dari Raja.
“Aku juga akan ikut mencari Kimiko, Yuki jagalah mama” ucap Yoshiaki
“B-baiklah, tolong temukan kak Kimiko segera”
“Tentu saja!” Balas Yoshiaki
“Kalian ( Pelayan ) Bawalah Ratu Makoto ke kamarnya dan minta tabib untuk menyembuhkannya” Ucap Yoshiaki
“Baik yang mulia Raja!!” balas mereka
Yoshiaki kemudian ikut bergabung dengan beberapa pasukanya untuk mencari keberadaan Ratu Kimiko.
‘ Kimiko ada dimana kau?’ batin Yoshiaki dengan perasaan yang begitu khawatir.
》NEXT CHAPTER《
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)
__ADS_1