Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 22


__ADS_3

"Mama!!" Seru anak tersebut



Sang ibu dari anak tersebut langsung mengalihkan pandanganya saat mendengar putranya berteriak.



"Kizoku-chan?!"



Kizoku langsung saja memeluk ibunya dengan air mata yang terus keluar.



"Kizoku? Kau kenapa? Kenapa kau menangis?" Tanya sang ibu sambil memposisikan dirinya sejajar dengan anaknya.



"Hiks..hikss..hiks.."



"Hah?! Kenapa ada luka diwajahmu?!" Tanya sang ibu saat menyadari anaknya terluka.



"Ada yang memukulku!" Seru Kizoku



"Hah?! Siapa yang berani memukul anak mama?!" Kesal sang ibu



"Dia seorang rakyat biasa! Dia berani sekali memukulku,padahal aku ini adalah seorang bangsawan sedangkan dia hanyalah rakyat yang miskin! Dia benar-benar tidak tau diri! Dia benar-benar brngsk!" Kesal Kizoku



"Katakan pada mama! Siapa yang membuatmu jadi begini? Mama akan menghukum siapa saja yang berani memukul anak mama yang tampan ini. Berani sekali mereka memukul anakku, aku tidak akan memaafkan mereka"



"Kalau aku tidak salah dengar, teman-temanya memanggilnya dengan sebutan Prian. Benar, namanya adalah Prian"



"Prian? Jadi anak itu yang sudah memukulmu sampai begini?"



"Benar! Aku benar benar benci padanya!" Seru Kizoku sambil meluapkan amarahnya.



"Dia benar-benar tidak menyayangi nyawanya sediri. Tapi kau tenang saja sayang, mama akan membalaskan perbuatanya terhadap dirimu. Mama akan menghukum dia karena elah berani memukul anak kesayangan mama"



"Benar! Dia memang harus dihukum!" Seru Kizoku.



"Baiklah untuk sekarang, kau obati lukamu dahulu" ucap sang ibu



"Baik"



Salah satu pelayan pun membawa Kizoku untuk diobati lukanya.



Setelah Kizoku benar-benar pergi, kemudian Sang ibu memanggil seseorang untuk menemuinya.



Dia menghampiri salah satu penjaga dan memerintahkanya untuk membawa orang itu.



"Cepat panggil 'dia' untuk menghadap padaku" ucapnya



"Baik nyonya" balas sang penjaga kemudian pergi meninggalkan ruangan.



"Hmm kita lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu Prian..


Aku kagum kau mempunyai keberanian yang sangat besar, aku akui kau sangat pemberani tapi kau akan menyesal dengan apa yang sudah kau perbuat ini.."



Beberapa saat kemudian orang yang dipanggil pun datang..



Dia langsung memberi hormat dengan membungkuk.



"Ada apa nona memanggilku?" Tanyanya



"Aku ada tugas untukmu"



"Apa itu?"



"Cari tau tentang seorang anak bernama Prian. Cari informasi sebanyak mungkin. Hanya itu yang saat ini aku butuhkan, jalankan misimu dengan baik. Jika kau sampai gagal maka kau akan tau akibatnya" ucap ibu Kizoku



"Baik!"



Orang tersebut kemudian langsung pergi untuk menjalankan tugasnya.



'Khehehe kau akan merasakan akibatnya jika berurusan dengan keluarga ini Prian' batin Ibu kazoku.



♢ ♢ ♢



Pagi hari



"Prian!" Seru Kimiko



Prian masih tertidur lelap dikasurnya, dia tidak bisa tidur akibat dia terus memikirkan kejadian kemarin.


Dan pada akhirnya dia pun tertidur pada jam yang sudah sangat larut.



Kimiko melangkahkan kakinya menuju kearah kamar Prian.



Dia mencoba membuka kamar Prian, tapi sayangnya Prian sudah mengunci pintu tersebut dari dalam



"Aneh, Prian tidak pernah mengunci pintu kamarnya. Tapi kenapa sekarang dia menguncinya?"



Tidak mau terus memikirkanya, dia pun teringat dengan tujuanya.



"Prian!Bagun sayang ini sudah pagi" ucap Kimiko



Kimiko sedikit mengetuk pintu itu dengan keras agar Prian segera terbangun dari tidurnya.


__ADS_1


Prian yang mendengar suara teriakan sekaligus pintu yang dipukul-pukul oleh ibunya merasa kesulitan tidur dan akhirnya dia pun bangun.



"Iya mama aku sudah bangun!" Seru Prian didalam kamar.



Dia masih mencoba untuk mengumpulkan semua nyawa pada dirinya.



"Baiklah, jika kau sudah bangun maka segeralah keruang makan. Mama sudah menyiapkan sarapan untukmu"



"Baik" ucap Prian



Kimiko pun kemudian pergi dari sana setelah berhasil membangunkan anaknya itu.



"Gara-gara memikirkan kejadian kemarin. Aku sampai kesulitan untuk tidur. Benar-benar menyebalkan" ucapnya.



Setelah dirinya benar-benar tersadar sepenuhnya, dia pun langsung bangkit dari kasurnya dan menuju keruang makan sebelum ibunya mulai berisik kembali.



"Selamat pagi ibu, selamat pagi nenek"



"Selamat pagi sayang/pagi" balas sang ibu dan nenek secara bersamaan.



Dia pun duduk dikursinya, Kimiko mulai menyiapkan dan mengambilkan nasi untuk Prian.



"Mama aku sedikit saja"



"Kenapa?"



"Aku tidak terlalu lapar"



"Kau sakit ya?"



"Tidak, aku baik-baik saja"



"Kau serius?"



"Sangat mama"



"Ada apa denganmu?"



"Tidak ada"



"Kau aneh sekali pagi ini"



"Maksud mama?"



"Bukan apa-apa. Makanlah"




Prian pun mulai memakan sarapanya ditemani oleh ibu dan neneknya.



"Priiaaann!!" Seru Kei,Jun, dan Ishi dari luar rumah.



"Ohokk!"



Prian tersedak saat memakan sarapanya akibat dia kaget mendengar teman-temanya sudah memanggilnya dijam sarapan.



Prian langsung buru-buru mencari air minumnya dan kemudian dia langsung meminumnya dengan tidak sabaran.



"Prian pelan-pelan minumnya" ucap Kimiko



"Hahhh legaa...T-tunggu! Kenapa mereka memanggilku dijam sarapan?" Ucap Prian



"M-mama tidak tahu. Biasanya teman-temanmu akan datang untuk menjemputmu setelah jam sarapan" balas Kimiko



"Mama aku sudah cukup. Aku akan menemui mereka"



"Tunggu dulu! Kau baru saja memulai sarapan dan kenapa kau tidak menghabiskanya?"



"Aku sudah kenyang mama"



"Kenyang dari mana? Bukankah tadi kau bilang kau hanya ingin makananmu sedikit. Tapi walaupun porsi makananmj sedikit tetap saja kau tidak menghabiskanya. Itu tidak boleh dan tidak baik bagimu."



"Aku baik-baik saja mama. Jangan khawatir"



"Hahh walaupun kau mengatakan hal seperti itu tapi mama tetap saja-"



"Tenang saja, aku ini bukanlah anak lemah"



"Itu tidak ada hubunganya, sekarang kau harus-"



"Aku pergi" potong Prian kemudian langsung berlari keluar menghampiri teman-temanya.



"T-tunggu dulu!Prian!... hahh dasar"



Prian keluar dengan terburu-buru mencoba menghindari ibunya untuk sementara.



"Hahh kenapa kalian memanggilku dijam makan si-"



Sebelum menyelesaikan kalimatnya Jun,Kei,dan Ishi menyeret Prian kesuatu tempat.

__ADS_1



"T-tunggu kalian mau membawaku kemana?" Tanya Prian



"Sudah kau ikut saja!"



"Hey aku bisa jalan sendiri!"



"Jangan berdebat sekarang Prian, kau harus menuruti kami kali ini" ucap Jun



"Tapi kenapa?" Tanya Prian



"Sudah kau diam saja dan ikuti kami" balas Ishi



"B-baik"



'Kenapa dengan mereka?' Batin Prian



Prian pun mengikuti teman-temanya yang menyeretnya entah kemana.



"Kei,Ishi sepertinya sudah cukup" ucap Jun



"Baiklah" balas mereka



Mereka pun menghentikan langkah kaki mereka.



"Apakah sudah sampai?" Tanya Prian yang sedikit


Kelelahan



"Sudah" balas Kei



Prian melirik kesekitarnya..



"H-hey mau apa kita ke sungai?" Tanya Prian saat menyadari dirinya dibawa ke sebuah sungai.



"Lupakan tentang sungai, Prian ada yang ingin kami sampaikan padamu" ucap Jun



"A-apa?K-kenapa? J-jangan terlalu serius begitu" ucap Prian



"Tidak, kami benar-benar serius" ucap Ishi



"Apa yang ingin kalian katakan padaku?" Tanya Prian



"Begini,ini soal kejadian kemarin" ucap Jun



"Kejadian kemarin?"



"Kejadian saat kau bertengkar dengan Kizoku"



"Memangnya kenapa?"



"Aku sudah pernah bilang bukan bahwa Kizoku itu adalah seorang anak bangsawan?"



"Iya"



"Itulah masalahnya" ucap Jun



"Ha?apa maksudmu? Aku tidak paham" Ucap Prian



"Apa kau bodoh! Kau sudah membuat masalah denganya. Apa kau tau perbedaan statusmu denganya? Dia itu adalah bangsawan sedangkan kau itu hanya seorang rakyat biasa. Jika kau sampai membuat masalah dengan seorang bangsawan maka kau akan mendapatkan sebuah hukuman atau masalah yang lebih besar. Apalagi Kizoku itu adalah anak yang sangat dicintai oleh orangtuanya khususnya ibunya, jadi mana mungkin mereka akan melepaskanmu yang membuat anaknya terluka? Aku yakin mereka pasti merencanakan sesuatu yang besar. Kau harus waspada, jangan lengah pada apapun. Bisa saja kini mereka merencanakan balas dendam untukmu atau kau akan dalam bahaya. Jadi kau harus-"



"Tunggu dulu!" Potong Prian



"Huh?"



"Kenapa kalian memperpanjang masalah ini. Wajar bukan jika seseorang itu bertengkar, tapi apakah orangtuanya akan merencanakan hal yang sangat buruk seperti apapun hanya karena pertengkaran kecil seorang anak?" Tanya Prian



"Kau membuatnya terluka, orangtuanya pasti-"



"-aku hanya membuatnya terluka agar dia tersadar, aku tidak ada niat membunuhnya" ucap Prian



"Arrghh, apa kau tidak mengerti?jangan menganggap ini remeh" ucap Kei



"Justru kalian yang membuat masalah kecil menjadi masalah besar" balas Prian



"Prian aku tegaskan tentang batasan antara Rakyat dan Bangsawan. Mau sebenar apapun kau, mau sekuat apapun kau. Jika kau berhadapan dengan bangsawan kau akan tetap kalah. Kau hanya akan terlihat seperti tikus yang melawan singa, mustahil kau menang"



"Tapi aku pernah diceritakan oleh mama jika Tikus pernah menyelamatkan Singa dari jebakan pemburu. Dan mereka akhirnya berteman" balas Prian



"Arrghh aku yang salah menjelaskan atau justru otakmu yang bodoh" kesal Kei




》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉




__ADS_1



__ADS_2