
“Yah apapun itu kau harus temukan jawabanmu sendiri, baiklah mama harus pergi menyiram bunga-bunga terlebih dahulu”
Kimiko pun pergi meninggalkan Prian dan menyiram bunga-bunga miliknya.
“Hahh aku benar-benar bingung sekali”
“Apa lebih baik jika aku bertanya pada mereka?”
Prian pun sesegera mungkin pergi menuju kea rah ibunya.
“mama aku akan pergi keluar” pamit Prian
“baik,hati-hati sayang” balas Kimiko
“Iya” balas Prian
Setelah mendapatkan ijin seperti biasanya ketika dia akan pergi keluar. Prian pun pergi keluar untuk bertemu dengan teman-temanya.
“Hadiah untuk Pangeran Zen?” tanya Ishi
“Benar, apa kalian bisa membantuku menemukan hadiah yang cocok?” tanya Prian
“Ini juga sedikit rumit, beliau adalah seorang Pangeran apapun yang dia inginkan pasti sudah di penuhi” Ucap Jun
“Berikan saja benda-benda yang belum dimilikinya” balas Kei
“tapi apa? Beliau hampir sudah memiliki segalanya. Kemungkinan juga kecil mengetahui apa yang tidak beliau miliki” Balas Prian
“Benar juga sih, beliaukan kaya raya” ucap Ishi
“Lalu untuk kalian, hadiah apa yang akan kalian berikan?”
“Aku hanya memberikan barang yang sedikit berguna, walau aku tak tahu akan benar-benar berguna atau tidak. Aku juga sudah bingung mau memberikan hadiah apa? Lagipula belia pasti akan menerima hadiah yang lebih baik dari para bangsawan” Balas Kei
“Kalau keluargaku akan memberikan sebagian tanah kami” ucap Jun
“Keluargamu masih bisa dibilang kaya” balas Kei
“Keluargaku akan memberikan sebagian harta kami” ucap Ishi
“Yah walau tak sebanding dengan hadiah super mewah dari para bangsawan” Ucap Jun,Kei dan Ishi bersamaan.
“Hahh apa yang harus ku lakukan, petunjuk pun juga tidak dapat”
__ADS_1
“tanyakan saja bukan pada yang mulia”
“Beliau mengatakan padaku jika dia akan sangat senang menerima apapun yang ku beri”
“Berikan saja apapun” Balas Ishi
“Apa maksudmu?”
“Pedang?pakaian?”
“Aku yang hanya anak kecil bagaimana bisa mau memberikan hadiah seperti itu.”
“benar juga sih”
“Hahhh”
“Pasti sangat sulit untukmu, mengingat kau dan Pangeran Zen memiliki hubungan yang dekat” ucap Jun
“Kau benar, mana mungkin aku asal memberikan hadiah”
“Untuk hal ini kau harus menemukan jawabanmu sendiri, kami tak bisa membantu” ucap Jun
“kau sama saja dengan ibuku, dia juga mengatakan jika aku harus menemukan jawabanya sendiri” Balas Prian
“Berarti kau memang harus menemukanya sendiri, kami hanya bisa mendukungmu saja” Ucap Ishi
“Hahhh tapi bagaimana aku mendapatkan jawabanya?”
“Kau harus memikirkanya sendiri, kami tidak tahu jawabanya hanya kau yang bisa menemukanya”
“Hahhh.. baiklah aku akan mencoba menemukanya. Kalau begitu aku pulang saja” ucap Prian
“Hah? Kau datang kemari hanya untuk bertanya hadiah itu saja?”
“Tentu saja”
“Bermainlah sebentar”
“Maaf aku sedang sibuk, aku harus menentukan hadiah ini segera mungkin. Ulang tahun yang mulia tinggal seminggu lagi. Aku tak punya banyak waktu” balas Prian
“Tapi kau-“
“baiklah Prian kami mengerti, kami akan mendukungmu segeralah temukan jawaban yang kau cari”
__ADS_1
Saat kei hendak berbicara tiba-tiba mulutnya di bungkam oleh Jun.
“Baik, terimakasih banyak teman-teman. Sampai jumpa”
Prian pun pergi dan segera berniat pulang kembali ke rumahnya.
“Tapi aku pulang pun juga tak akan mendapat petunjuk” Gumamnya
Karena frustasi Prian pun mengacak-acak rambutnya.
“Arrggh apa yang harus ku lakukan” gumamnya
“Ini menjadi semakin menyebalkan saja” keluh Prian
“Lebih baik aku menyendiri lebih dahulu saja” Ucapnya.
Prian pun berbalik arah kemudian berjalan menuju ke suatu tempat. Dia tidak jadi pulang ke rumahnya.
Pluung!
Byuurr!
Suara air yang terlempar sesuatu.
Yah itu adala ulah Prian, Prian ingin menyendiri jadi dia memilih pergi ke sungai untuk menenangkan dirinya.
Dia melempar bebatuan kea rah sungai, sambil terus memikirkan hadiah apa yang harus dia berikan.
“Apa yang beliau sukai dan tidak beliau miliki” gumam Prian
Sruukk Srukk
“Siapa itu?!!” seru Prian saat mendengar suara gesekan di semak-semak belakangnya.
Kemudian tak lama munculah seorang anak perempuan yang sepertinya seumuran denganya.
“Siapa kau?!” tanya Prian
“Oh, maaf apa aku mengganggumu?”
“Tidak, bukan apa-apa”
“Apa yang kau lakukan disini? Sendirian?” Tanya gadis itu
__ADS_1
》NEXT CHAPTER《
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)