
“mungkin saja”
“Ada apa yang mulia?” Tanya prajurit
“Kita di culik secara diam-diam, pasti para prajurit yang lainya mencari kita. Dan mungkin saja saat ini kerajaan sedang terjadi keributan karena menghilangnya diriku. Tapi mungkin saja hal ini di sembunyikan untuk mencegah kepanikan dan keributan, walaupun begitu pasti semua prajurit di kerahkan untuk mencariku. Dengan begitu keamanan di kerajaan berkurang karena sebagian besar prajurit pasti sedang mencariku di luar dan hanya menyisahkan sedikit prajurit di dalam. Keamanan di kerajaan berkurang, mungkin itu yang mereka rencanakan. Ini hanya pemikiranku saja, kita masih belum tahu apa rencana sebenarnya” jelas Zen
“Jadi mereka menculik yang mulia, untuk melonggarkan keamanan kerajaan dan mencoba menyerang kerajaan?”
“Ini hanya dugaanku saja, lagi pula dari cara mereka memanggilku dengan sebutan pangeran dari kerajaan Fujimoto. Sudah jelas mereka pasti dari kerajaan lain”
“benar-benar brengsek, mereka mengambil kesempatan saat yang mulia sedang dalam pemantauan dan keamanan juga tak terlalu ketat”
“Tapi mungkin saja mereka mengincar sesuatu lain dari pemikiranku, ini hanya dugaan dan kita masih belum tahu tujuan sebenarnya” ucap Zen
KERAJAAN FUJIMOTO
Kediaman Kimiko
Tak butuh waktu terlalu lama, mereka pun akhirnya selesai makan malam.
Kini Kimiko tengah membereskan semuanya di bantu oleh nenek dan Prian
“ Ah nenek setelah ini aku harus pergi ke rumah Kenshi, dia bilang dia butuh bantuanku dalam menangani tanaman. Dia tidak terlalu pandai merawat tanaman jadi dia memintaku untuk datang ke rumahnya membantunya. Aku hanya akan pergi sebentar saja tidak apa-apa bukan?”
“Begitu ya, kau memang gadis baik. Pergilah, tapi jangan terlalu lama”
“baiklah nenek terimakasih”
Kimiko kemudian menghampiri Prian
“Sayang mama akan pergi sebentar, tolong jaga rumah dan nenek ya”
“Hm? Mama mau pergi ke mana?”
“Ke rumah paman Kenshi”
“Kenapa?”
“Dia butuh bantuan mama untuk mengajarinya cara merawat tanaman”
__ADS_1
“kenapa malam? Kenapa tidak besok pagi saja”
“Prian besok pagi mungkin paman Kenshi juga sibuk jadi tidak ada waktu, dan malam ini dia memiliki waktu senggang”
“Boleh Prian ikut?”
“kau bukan anak kecil seperti dulu yang mengikuti mama kemana pun mama pergi. Tetaplah dirumah temani nenekmu. Kasihan nenek jika harus di rumah sendiri”
“Baiklah, tapi mama jangan terlalu lama”
“Mama hanya pergi sebentar saja”
Kimiko kemudian mencium kening anaknya.
“Baiklah mama pergi”
“Iya, hati-hati ma”
“Baiklah”
“Prian Nenek maafkan aku, maaf”
Kimiko terus melangkahkan kakinya tapi justru arah langkah kakinya berbalik arah dengan rumah Kenshi
Rumah kenshi berada di Arah timur tapi dia justru terus berjalan ke arah barat, sebenarnya bukan Rumah Kenshi yang ia tuju tapi tempat lain
‘ Aku terpaksa membohongi mereka, aku tidak bisa mengatakan hal sebenarnya pada mereka. Jika mereka tahu kemana tujuanku maka mereka akan sangat keras melarangku’ batin Kimiko
Kimiko mempercepat jalanya, dengan arah yang ia ambil sepertinya mengarah ke Gerbang.
Kimiko menuju kearah gerbang, dia berada tak jauh dari gerbang. Dia tengah bersembunyi agar tidak ketahuan oleh para penjaga Gerbang.
‘ bagaimana caranya aku bisa keluar tanpa ketahuan’ batin Kimiko
Samar-samar Kimiko dapat mendengar suara roda kereta tak jauh dari tempat dia bersembunyi. Da mencari asal suara tersebut, kemudian tak lama munculah seorang kakek tua tengah mengendarai kereta.
Jarak kakek tersebut lebih dekat denganya dari pada gerbang.
Dengan buru-buru dia pun menghampiri kakek tua itu
__ADS_1
“K-kakek?” panggil kimiko
Kakek tua itu pun mengentikan keretanya.
“Hm? Kau nak Kimiko bukan?” Tanya kakek itu
“B-benar”
“Ada apa?”
“Kakek mau pergi keluar?”
“Iya, aku akan pergi keluar kenapa?”
“Tepat sekali, kakek boleh aku meminta bantuanmu?”
“bantuanku?”
Gerbang Ibu Kota
Terlihat da 2 prajurit tengah berjaga di sekitar Gerbang.
“Hooaamm, seperti biasa ini terasa sangat membosankan”
“Hei jangan seperti itu, ini adalah pekerjaan kita”
“Aku tau, aku tau”
“Hahh kau ini”
Tak lama kemudian terdengar suara roda kereta mulai berjalan mendekat, para penjaga yang menyadarinya kemudian menghampiri kereta tersebut.
“Berhenti!”
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1