
“Prian..terimakasih banyak”
Mereka juga terharu mendengarnya.
“Aku bahagia memiliki teman-teman seperti kalian, terimakasih banyak selama ini selalu ada bersamaku. Kalian selalu bersamaku dalam suka maupun duka, aku tidak akan pernah melupakan kalian. Aku akan terus mengingat kalian sampai kapanpun, kalian tidak akan pernah aku lupakan. Terimakasih banyak untuk semuanya, semua yang telah kalian lakukan untukku.”
“Prian kau mengatakan itu seolah-olah kau akan pergi jauh saja” gurau Ishi
‘Aku memang akan pergi jauh, sangat jauh. Bahkan aku tidak tahu kapan lagi aku bisa bermain bersama kalian lagi’ batin Prian
“Oh ya ngomong-ngomong sebenarnya aku ini masih memiliki ayah lho” Ucap Prian tiba-tiba
“Heh?” Kaget semuanya
“K-kau apa?! Katakana sekali lagi”
“Aku bilang kalau aku masih memiliki ayah.ayahku masih ada, masih hidup” Jelas Prian
“Kau serius?”
“Aku serius”
“Tapi bukankah kau dulu pernah mengatakan jika kau tidak memiliki seorang ayah?”
“aku pernah mengatakanya, aku pikir aku memang tak memiliki ayah. Tapi beberapa hari yang lalu , mama mengatakan jika sebenarnya aku masih memiliki ayah, hanya saja ayahku berada jauh dariku”
“Apa bibi Kimiko tidak pernah mengatakanya padamu?”
“aku pernah bertanya, tapi mama mengatakan jika aku tidak memiliki ayah”
Mereka semua bingung dengan ucapan Prian
“Prian aku tidak mengerti”
“Begini, beberapa hari yang lalu mama mengatakan hal sebenarnya. Selamaini mama menutupinya dariku dan akhirnya mengatakanya padaku beberapa waktu lalu”
__ADS_1
“Kenapa bibi Kimiko menyembunyikanya?”
“Itu sebenarnya karena-“
Prian langsung teringat pesan Kimiko
‘*Prian kau sudah mengetahui kebenaranya, bisakah kau merahasiakan hal ini dahulu dari semuanya?’
‘baik mama*’
“Karena apa Prian?”
“K-karena mama tidak ingin aku khawatir dan terlalu memikirkan ayahku. K-karena ayah berada jauh dari kami dan kami tidak tahu kapan bisa bertemu denganya lagi. Mama tidak mau terlalu memberikan harapan padaku, jadi dia merahasiakanya waktu itu aku juga masih sangat kecil” Jawab asal Prian
Prian bingung bagaimana menjelaskanya, jadi dia hanya mengatakan apa yang ada di pikiranya saat itu.
“jadi selama ini kau memiliki ayah tapi tak pernah bertemu denganya ?”
“Iya, kurang lebih seperti itu”
“I-itu a-aku-“
“Hey coba kalian lihat”
Jun menghentikan intropeksi Prian saat menyadari sesuatu.
“Ada apa?” Tanya Kei
“Coba kalian lihat, kenapa banyak sekali orang-orang yang berlari kesana?”
“Kau benar, ada apa ini?” Gumam Prian
“Bagaimana jika kita lihat?”
“Baiklah”
__ADS_1
Mereka pun mengikuti kemana orang-orang tersebut pergi.
Beberapa menit yang lalu di tempat Kimiko
“Ada urusan apa kalian datang kemari?”
Bukanya menjawab dengan benar bangsawan ini justru menyombongkan diri.
“Memangnya kenapa? Apa tidak boleh aku melewati jalan ini?”
“oh” Balas ketus Kimiko
Karena tidak ingin berdebat, Kimiko pun kembali melanjutkan kegiatanya menyiram bunga.
“kau itu sombong sekali ya”
Kimiko tidak peduli, dia mengabaikan bangsawan itu dan focus menyiram tanamanya.
“Kau itu hanya rakyat jelata biasa, tapi sungguh tidak tahu diri. Aku ini seorang bangsawan, seharusnya kau menghormatiku”
Kimiko tetap tidak peduli, dia mengabaikannya
“Hei apa telingamu itu rusak?!” Kesal bangsawan itu karena diacuhkan oleh Kimiko
“N-nona dairi tolong tenanglah” Ucap salah satu pelayan pribadinya
“Jawab aku hey rakyat jelata!” Kesal Dairi
Kimiko tetap diam, dan mengabaikan.
Karena kesal di acuhkan Kimiko terus menerus,dia pun maju mendekati Kimiko dan
Plaakk!!
Jangan lupa like,vote, dan beri komentar dukungan ya
__ADS_1