Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 45


__ADS_3

Salah satu mereka menghampiri dayang itu, dayang tersebut sedikit ketakutan dan sedikit berjalan mundur. Tapi tak lama dia pun menghentikan langkahnya.


“Ingat kau sendiri yang meminta”


Orang itupun dengan cepat, mengeluarkan belati yang dia simpan. Kemudian dengan sangat cepat dia menusuk perut dayang itu.


Ratu tercengang kaget dan syok melihat dayang kepercayaanya terbunuh tepat dihadapanya.


Dayang itu terkapar lemah dengan darah yang keluar dari perut dan mulutnya.


“Ugh”


“Tidak!”


“y-yang mulia c-cepatlah p-pergi-“ Ucap dayang itu di detik-detik kematianya, kemudian tak lama dayang itupun kehilangan kesadaranya dan mati.


“Apa yang kalian lakukan?!!”


“Siapa kalian!” Seru yang mulia Ratu


Mereka pun berjalan mendekati Ratu


Ditempat Kimiko berada


“Apa yang harus ku lakukan?”


Kimiko bingung apa yang harus dia lakukan untuk bisa menemukan keberadaan Zen, dia kehilangan jejak para penjahat itu.


“Jejaknya menghilang saat memasuki hutan”


Kimiko kemudian langsung masuk ke dalam hutan, dia mencoba mencari petunjuk lain.


Kemudian matanya tak sengaja melihat sebuah semak-semak tak jauh darinya, memang seperti tidak ada apapun disana. Tapi ada yang membuat Kimiko sedikit aneh.


“semak-semak itu seperti membelah saja, tunggu!. Apa jangan-jangan para penjahat itu melewati semak-semak itu? Mungkin saja. Lagipula mana ada semak-semak bisa seperti itu jika bukan karena dilewati seseorang”

__ADS_1


Kimiko awalnya sedikit ragu apakah itu petunjuk ataupun bukan. Tapi dia tak menemukan petunjuk lainya, akhirnya dia mengikuti instingnya saja dan berjalan kea rah semak-semak itu.


Dia juga menemukan jika daun semak-semak itu berjatuhan di tanah dan sepertinya telah diinjak.


Kimiko kemudian berjalan melewati semak-semak mengikuti kemana arahnya.


Dia berjalan sedikit menjauh dari semak-semak tersebut, tak lama ia berjalan dia kembali bingung karena tak mendapatkan petunjuk lain lagi.


“Bagus sekali, aku kehilangan jejak lagi dan aku juga tersesat” Ucap Kimiko


Kimiko melihat ke sekitar dan terus berjalan maju.


Kemudian kembali dia melihat sebuah benda yang berada sedikit jauh darinya. Benda itu cukup mengkilap.


“Apa itu?” Kimiko buru-buru menuju kearah benda kelipan itu.


Dia mengambil benda kelipan itu, dan mengamatinya.


“I-ini bukankah bandul khas para pengawal Zen?, itu artinya mereka memang di bawa kea rah sini tapi kemana?”


“Tapi bagaimana aku tahu kemana arah mereka pergi?”


Kimiko mencari petunjuk di sekitar tempat bandul itu berada, tak lama dia melihat dedaunan yang berceceran dan posisi mereka bisa lurus? Tidak hanya itu ada beberapa daun lain yang sepertinya telah terinjak sesuatu.


“itu dia”


Kimiko hanya mengikuti instingnya, dia pun langsung berlari menuju arah dedaunan itu yang mengarah kea rah timur.


Kimiko terus berlari kemudian tak lama dia melihat banyak-semak-semak yang harus dia lewati.


Mau tak mau Kimiko pun menerobosnya, dia perlahan-lahan menerobos semak-semak itu tapi kemudian.


“Kyaa!”


Brukk

__ADS_1


Sepertinya salah satu kaki Kimiko menyandung sebuah batu, dan membuatnya kehilangan keseimbanganya.


Dia pun terjatuh ke tanah, tapi yang paling ia syukuri adalah dia nyaris saja jatuh di genangan air tepat didepanya.


“N-nyaris saja aku jatuh ke genangan air ini” Ucap Kimiko


Kimiko pun bangun dan membersihkan pakaianya yang terkena debu dan tanah.


“Aku ceroboh sekali” Ucap Kimiko


Setelah membersihkan pakaianya, dia berniat akan melanjutkan jalanya tetapi dia melihat sesuatu yang tak terduga.


“i-itu jejak kaki tapal kuda?!” Ucap Kimiko saat menyadari ada jejak kaki tapal kuda.


Para penjahat itu sepertinya benar melewati jalan ini kemudian kuda mereka menginjak genangan air ini dan membuat jejak di tanah apalagi tanah yang dipijak oleh kuda tersebut sepertinya berlumpur.


Kimiko buru-buru mengikuti kemana jejak kuda itu pergi, dia terus berlari hingga pada akhirnya dia menghentikan langkah kakinya saat dia mendengar seseorang berbicara. Sepertinya suara ini berasal dari arah pergi kuda tersebut.


Kimiko perlahan-lahan mendekati suara itu, dia bersembunyi di semak-semak agar tidak ketahuan.


Dapat dia lihat ada 4 orang tengah mengobrol didepan sebuah gua, tapi yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah sebuah benda yang berada tak jauh disamping mereka.


“I-itu adalah pedang milik Zen? Apakah mereka yang menculik Zen?” Batin Kimiko


Kimiko sedikit mempertajam pendengaranya untuk mendengar apa yan sedang mereka bicarakan.


“sebentar lagi kita akan kaya, hahaha”


“kau benar, setelah rencana ini selesai kita akan menjadi kaya”


‘Rencana? Apa maksudnya?’ batin Kimiko


》**NEXT CHAPTER**《


Jangan lupa like,coment, dan vote ya agar author semangat melanjutkan cerita ini😉

__ADS_1


Love you all my reader😙


__ADS_2