Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 13


__ADS_3

"Kau mengejekku ya?"


"Tidak"


"Jelas kau mengejekku!"


"Kubilang aku tidak mengejekmu, tapi itu kenyataan bukan?"


Mereka akhirnya saling tatap tatapan kemudian


"Pppffff..Bwahahahahah" suasana yang tadinya hening langsung terpecahkan oleh tawa mereka berdua


Beberapa menit kemudian akhirnya luka Kimiko berhasil dibersihkan dan sekarang tanganya terbalut oleh perban.


"Lukamu cukup parah, aku sudah membersihkan lukami tapi pendarahanya tidak bisa berhenti" ucap Aiko


"Tidak apa-apa, sebentar lagi pasti akan sembuh" balas Kimiko


"Maaf ya, gara-gara aku kau jadi-"


"Aku harus mengatakanya untuk keberapa kalinya, jangan menyalahkanmu hanya karena hal sepele"


"Tapi ini-"


"Ku mohon jangan lagi"


"Ahh baiklah maafkan aku" balas aiko


Aiko memposisikan dirinya duduk tepat disebelah Kimiko.


"Ah ngomong-ngomong tidak kusangka jika Baginda Raja akan datang juga. Benar-benar tidak bisa disangka, benarkan?"


"Ahh i-iya itu benar" ucap Kimiko


Kimiko mulai menjadi sedikit ketakuan jika nantinya Yoshiaki akan memarahinya. Sebelumnya dia hampir tidak pernah terkena amarah dari Yoshiaki.


Yoshiaki selalu menunjukan sisi lembutnya pada dirinya, dia tidak pernah melihat Yoshiaki menunjukan sisi lain selain sisi lembutnya.


"Kau kenapa? Wajahmu pucat?" Tanya Aiko


"Tidak apa-apa" balas Kimiko


"Apa kau sakit?" Tanya Aiko


"Aku baik-baik saja tenanglah" balas Kimiko


"Oh iya, ngomong-ngomong siapa namamu? Kau belum mengatakanya padaku" tanya aiko


"N-nama?!"


"Benar, siapa namamu?" Tanya Aiko sekali lagi


"R-rei" balas Kimiko


'Rei maafkan aku, aku pinjam namamu sebentar saja. Mana mungkin aku mengatakan namaku adalah Kimiko Von Miyazaki dan aku adalah seorang Ratu' batin Kimiko


"Rei jadi itu namamu ya, bagus sekali" balas Aiko


"Terimakasih" balas Kimiko


"Ah Rei ngomong-ngomong dimana rumahmu?" Tanya Aiko


"A-aku seorang pendatang baru" balas Kimiko


"Dimana keluargamu?"


"A-aku pergi sendiri ah tidak, maksudku aku pergi dengan temanku" balas Kimiko


"Kau meninggalkan keluargamu?"


"B-bukan meninggalkan juga"


"Lalu apa kau-"


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sepertinya sedang berlari tergesa-gesa kearah mereka


Draapp Draap draaap


Ibu aiko pun tiba-tiba datang tergesa-gesa menghampiri mereka berdua


"A-ada apa ibu?" Tanya aiko


"I-itu B-baginda Raja datang! Baginda Raja datang kerumah kita." Balas Ibu aiko


"B-baginda raja!?" Kaget Kimiko dan Aiko


"T-tunggulah disini sebentar Rei, aku akan keluar sebentar" balas Aiko


"B-baiklah" balas Kimiko


Aiko dan ibunya akhirnya keluar untuk menghampiri Baginda Raja


'Matilah aku' batin Kimiko berkeringat dingin


Aiko dan ibunya pun keluar rumah, disana sudah ada ayah aiko,Rei,Baginda raja dan beberapa warga dan prajurit.


"Y-yang mulia.." kaget Aiko kemudian dengan segera menunduk hormat.


"Dimana dia?" Tanya Yoshiaki


"D-dia?" Heran Aiko


"Gadis yang menyelamatkanmu" potong Rei


"Ahh maksud anda Rei ya?"


"Rei?" Heran Yoshiaki kemudian melirik Rei


"T-tunggu apa maksudmu? Maksudku gadis yang menolongmu, bukan aku"


"Gadis yang menolongku itu bukan?"


"Itu benar" balas Rei


"Bukankah namanya Rei"


"Haa?! Apa maksudmu?"


"Dia bilang namanya adalah Rei"


"A-apa?!" Kaget Rei


"M-memangnya kenapa?" Tanya Aiko


"Hahhh dengar ya, Rei itu adalah namaku. Dia pasti menggunakan namaku sebagai samaran" ucap Rei


"Samaran?" Heran Aiko


"S-sudah cukup nanti akan ku jelaskan, lebih baik antar yang mulia ke Rei itu atau apalah" ucap Rei mulai bingung sendiri


"B-baiklah, silahkan masuk yang mulia" ucap Aiko


Baginda Raja pun mulai memasuki kediaman Aiko diikuti oleh Rei dan kedua orangtua Aiko.


Aiko pun mengantar Yoshiaki ke arah Kimiko.


"D-dia ada disini yang mulia" balas Aiko


"Baiklah" balas Yoshiaki


Kini Yoshiaki sudah ada diruangan tempat Kimiko berada.


Dapat Yoshiaki lihat Kimiko tengah duduk sambil membuang wajahnya darinya.


Yoshiaki menghampiri Kimiko.


"Kimiko..." panggil Yoshiaki


Aiko dan kedua orangtuanya kaget saat mendengar nama yang disebut oleh Yoshiaki.


Kimiko sendiri terlihat sangat gugup karena ia takut Yoshiaki akan memarahinya.


"M-maafkan aku Yoshiaki" ucap Kimiko


"....."


"Aku tau kau pasti marah padaku karena seenaknya pergi keluar istana. K-kalau kau mau marah maka lakukanlah, kau pantas memarahiku karena sikap kekanak-kanakanku." Ucap Kimiko


"...."


"K-kenapa kau diam saja? Apa kau kecewa padaku? Maafkan aku" ucap Kimiko

__ADS_1


Kemudian tanpa sadar air mata Kimiko keluar, Kimiko menangis dalam diam.


Tapi dia masih memalingkan wajahnya dari Yoshiaki.


Kimiko menundukkan kepalanya sembari menyembunyikan tangan kananya dibelakang punggungnya.


Tangan kekar Yoshiaki tiba-tiba menangkup wajah Kimiko.


Kemudian mengangkat wajah Kimiko agar menghadap padanya.


Dia terkejut saat mendapati ternyata Kimiko menangis.


"Kenapa kau menangis?" Tanya Yoshiaki sambil mengusap air mata Kimiko


"Itu karena aku takut kau kecewa padaku" ucap Kimiko


Kini air matanya bertambah keluar..


Yoshiaki menatap Kimiko yang tengah menangis.


Rasanya benar-benar menyakitkan melihat Kimiko menangis seperti ini.


Dia tidak akan bisa marah jika melihat Kimiko seperti ini.


Kimiko bangun dari duduknya kemudian langsung memeluk Yoshiaki.


Brruukk!


"Maafkan aku!" Kimiko terus mengucapkan kalimat itu sambil memeluk Yoshiaki


"Hiks..hiks..hiks..maafkan aku.. maafkan aku..maafkan aku..hiks hiks hiks"


Yoshiaki pun kemudian membalas pelukan Kimiko dengn sama eratnya.


"Kau tau mungkin aku akan marah karena kau membuatku khawatir. Aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu, aku takut terjadi sesuatu padamu. Kau tau, aku tadi benar-benar sangat ketakutan saat kau hampir terbunuh. Jangan melakukan hal konyol seperti itu. Jika kau mati bagaimana? Syukurlah aku datang tepat waktu, jika aku terlambat sedikit saja apa yang akan terjadi?" Ucap parau Yoshiaki


"Maaf..maafkan aku Yoshiaki..maafkan aku hiks hiks hiks"


Yoshiaki melepaskan pelukan Kimiko kemudian memandanf wajah Kimiko.


"Syukurlah kau baik-baik saja" ucap Yoshiaki sambil menghapus air mata Kimiko.


"Hu'um" balas Kimiko


Yoshiaki kemudian memperhatikan Kimiko, terlihat jika Kimiko saat ini sedang menyembunyikan tangan kananya.


Dia sudah tau tentang luka yang didapat Kimiko dari salah satu warga yang menyaksikanya.


"Kimiko.." panggil Yoshiaki


"Iya?" Balas Kimiko


"Perlihatkan tangan kananmu" ucap Yoshiaki


Deg...Deg...Deg..


"T-tangan kanan, kenapa?" Tanya Kimiko


"Justru aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau menyembunyikan tangan kananmu?" Tanya Yoshiaki


"B-bukan apa-apa" balas Kimiko


"Kalau begitu perlihatkan tangan kananmu" ucap Yoshiaki


"A-aku tidak bisa" balas Kimiko


"Kenapa kau-" ucapan Yoshiaki terhenti saat melihat beberapa tetes darah yang jatuh tepat dibelakang Kimiko.


"Darah?" Ucap Yoshiaki


"A-apa?!" Kaget Kimiko


Kimiko langsung saja menggeser posisinya sedikit kemudian tempat dia berdiri tadi ada sedikit darah yang jatuh ke lantai.


Kimiko sendiri dapat merasakan jika tangan kananya terasa basah, dia tau jika darah itu keluar dari lukanya.


"Kimiko cepat perlihatkan tangan kananmu!" Seru Yoshiaki mulai khawatir


"A-aku tidak bisa melakukannya" balas Kimiko


"Kenapa?!" Tanya Yoshiaki


"I-itu karena aku tidak mau membuatmu khawatir Yoshiaki" balas Kimiko


"Itu karena- arrggghh!" ucapan Kimiko terhenti saat tiba-tiba rasa sakit luar biasa menyerang tangan kananya


"Kimiko!" Seru Yoshiaki mulai khawatir


Yoshiaki pun akhirnya terpaksa menarik tangan Kimiko yang sedari tadi disembunyikan.


Yoshiaki membelakkan matanya saat melihat darah yang menutupi telapak tangan kanan Kimiko dan dapat Yoshiaki lihat jika luka yang didapat Kimiko sangat parah.


"Kau lihat! Kenapa kau menyembunyikan luka separah ini dariku" ucap Yoshiaki mulai menjadi sangat panik


"M-maafkan aku, aku tidak ingin membuatmu menjadi khawatir" balas Kimiko


Wajah Kimiko mulai memucat.


Lukanya terasa lebih sangat menyakitkan dari pada saat yang lalu.


Yoshiaki membersihkan luka Kimiko dengan kain yang sudah dibasahi oleh air hangat.


Kimiko meringis kesakitan saat Yoshiaki membersihkan lukanya.


"Tidak mau berhenti" ucap Yoshiaki sedikit gemetar


"Darahnya tidak mau berhenti keluar" ucap Yoshiaki mulai panik


"Y-yoshiaki a-aku baik-baik saja. J-jangan khawatir" balas Kimiko mencoba untuk setenang mungkin.


"Apa maksudmu baik-baik saja?!" Seru Yoshiaki yang sudah semakin panik dan cemas.


Kimiko juga mulai merasakan sakit dibagian kepalanya.


Wajahnya sudah sangat pucat sekali..


Kimiko mulai kehilangan kesadaranya..


"Y-yoshiaki a-aku -"


Brruuukkkkk!!!!!!


Sebelum berhasil menyelesaikan ucapanya, Kimiko tiba-tiba jatuh pingsan.


Dan membuat Yoshiaki semakin khawatir..


"Kimiko!" Seru Yoshiaki


Aiko dan orangtuanya tak kalah panik saat melihat Kimiko yang jatuh pingsan.


Sedangkan Rei justru tercengang dan syok melihat luka dan pingsanya Kimiko.


Dia berdiri kaku layaknya mayat hidup.


"Cepat siapkan kereta kuda! Kita harus membawa Kimiko ke istana secepatnya!" Seru Yoshiaki pada para prajuritnya.


"Baik!"


Para prajurit itu kemudian sesegera mungkin mempersiapkan kereta kuda.


"Kimiko kumohon bertahanlah" ucap Yoshiaki


♢     ♢     ♢


KASTIL KERAJAAN MIYAMOTO


Kimiko berhasil dibawa kembali ke istana.


Kini dia sedang terbaring lemah dikamarnya.


Tabib istana sedang memeriksanya, dia juga mengobati luka Kimiko sehingga pendarahanya bisa terhenti.


Yoshiaki dan Ratu Makoto sudah sangat cemas terhadap Kimiko.


"Bagaimana? Apa Kimiko baik-baik saja?" Tanya Yoshiaki mulai tidak sabaran.


"Tidak apa-apa yang mulia, Yang mulia Ratu baik-baik saja. Pendarahan ditanganya sudah berhasil saya hentikan.


Tapi untuk sementara yang mulia Ratu harus lebih banyak istirahat, luka ditanganya cukup parah. Dan mungkin butuh waktu lama agar luka itu sembuh" ucap sang tabib.


"Begitu ya.." balas Yoshiaki sudah mulai lega mendengar kondisi Kimiko sudah baik-baik saja.

__ADS_1


Kelopak mata Kimiko mulai bergerak-gerak, Kimiko akhirnya membuka matanya.


"Ahh sepertinya yang mulia Ratu telah siuman" ucap Tabib saat melihat Kimiko mulai membuka kedua matanya.


Ratu Makoto mulai berjalan menghampiri Kimiko kemudian duduk tepat disamping Kimiko.


"Kimiko.." panggil Ratu Makoto


"M-mama..?" Ucap Kimiko dengan lemah


Ratu Makoto mengelus rambut Kimiko dengan sangat lembut.


"D-dimana ini?" Tanya Kimiko


"Kau sudah berada diistana, ini adalah kamarmu" balas Yoshiaki kemudian duduk disebelah lagi Kimiko.


"Begitu ya" balas Kimiko


"Kimiko kau baik-baik saja?" Tanya Yoshiaki


Kimiko hanya membalasnya dengan anggukan.


"A-apa aku pingsan?" Tanya Kimiko


"Kau pingsan, dan kau tau kau hampir membuatku dan mama terkena serangan jantung. Kami benar-benar mengkhawatirkanmu" ucap Yoshiaki


"Maafkan aku telah membuat kalian menjadi khawatir" balas Kimiko


"Tidak apa-apa, kami senang akhirnya kau baik-baik saja" balas Ratu Makoto


"Iya mama" balas Kimiko


Ratu Makoto kemudian mencium kening Kimiko dengan penuh kasih sayang.


"Kepalaku sedikit pusing mungkin karena aku terlalu banyak memikirkan sesuatu. Tubuhku juga terasa sangat lemas, mungkin aku kelelahan." ucap Kimiko saat merasakan kepalanya kembali pusing.


"Kalau begitu istirahatlah, agar cepat sembuh" balas Yoshiaki


"Maaf saya menyela yang mulia" ucap sang tabib


"Ada apa?" Tanya Yoshiaki


"Begini soal kondisi yang mulia Ratu, sebenarnya yang mulia Ratu.."


"Kimiko kenapa? Dia baik-baik saja bukan?" Tanya Yoshiaki mulai kembali khawatir


"Itu benar yang mulia, hanya saja-"


"Kenapa? Cepat katakan!" Seru Yoshiaki


"H-hanya saja rasa sakit kepala dan tubuhnya lemas itu bukan karena beliau banyak memikirkan sesuatu ataupun kelelahan"


"Lalu sebenarnya Kimiko kenapa?" Tanya Yoshiaki


"Y-yang mulia Kimiko saat ini tengah mengandung yang mulia" balas sang Tabib


Yoshiaki, Kimiko dan Ratu Makoto membelakkan matanya kaget dengan ucapan tabib barusan.


"K-kau bilang apa? C-coba kau ulangi" ucap Yoshiaki


"Selamat baginda Raja, Yang mulia Ratu saat ini tengah mengandung calon pewaris tahta kerajaan Miyamoto" ucap sang Tabib


"D-dia h-hamil?" Tanya Yoshiaki mulai memastikan


"Benar yang mulia"


"H-hamil a-aku?" Ucap Kimiko


Mata Kimiko berbinar-binar rasanya rasa sakit yang tadi menyerangnya sekejap menghilang.


Mata Kimiko kembali mengeluarkan air mata, tapi bukan air mata sedih maupun kesakitan tapi air mata bahagia.


Kimiko sangat bahagia saat mendengar jika dirinya saat ini tengah mengandung anak Yoshiaki.


Yoshiaki sendiri tak kalah bahagia saat mendengar jika sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah. Dia akan mempunyai seorang pewaris kerajaanya.


"Kimiko.."


"Yoshiaki..."


Yoshiaki kemudian langsung memeluk Kimiko karena saking bahagianya.


"Terimakasih terimakasih Kimiko" ucap Yoshiaki dengan bahagia


"Aku juga Yoshiaki" balas Kimiko


Kini kerajaan Miyamoto akhirnya mendapatkan calon pewaris tahtanya.


Kimiko dan Yoshiaki kemudian saling melepaskan pelukan mereka.


Yoshiaki mencium kening Kimiko dan juga tangan kiri Kimiko.


"Terimakasih banyak Kimiko" ucap Yoshiaki dengan begitu bahagianya.


"Aku juga Yoshiaki" balas Kimiko


"Mama.."


"Selamat Yoshiaki akhirnya kau akan menjadi seorang ayah dan kau Kimiko akan menjadi seorang ibu. Dan aku akan menjadi seorang nenek" ucap Ratu Makoto


Yoshiaki pun memeluk ibunya ini.


"Selamat Yoshiaki" ucap Ratu Makoto


"Terimakasih mama" balas Yoshiaki


Ratu Makoto kemudian melepaskan pelukanya dengan Yoshiaki kemudian berganti memeluk Kimiko.


"Selamat Kimiko"


"Terimakasih mama" balas Kimiko


Tak butuh banyak waktu lama, akhirnya kabar mengandungnya Ratu Kimiko sudah mulai menyebar ke seluruh penjuru Miyamoto.


Bukan hanya keseluruh penjuru Miyamoto, kerajaan Mizumitakai pun tak kalah cepatnya mendapat kabar tentang kehamilan Ratu Kimiko.


Yoshiaki pun mengadakan pesta besar-besaran atas kedatangan anak dan pewaris tahtanya ini.


Sejak dikabarkan mengandung kimiko jadi sangat dijaga ketat oleh Yoshiaki.


Yoshiaki jadi lebih sering menghabiskan waktunya dengan Kimiko.


Kimiko bahagia saat Yoshiaki menjadi sangat penuh pengertian padanya, tapi disisi lain Kimiko juga khawatir karena Yoshiaki tidak mempedulikakan dirinya sendiri.


Seperti setelah dia menghabiskan waktu dengan Kimiko kemudin dia pergi bekerja. Dia hanya istirahat selama 1 jam kemudian kembali seperti awal.


Yoshiaki hampir setiap hari memberikan Sophia hadiah.


Beberapa hadiah sudah menumpuk diruanganya.


Kimiko tidak bisa beraktivitas dengan bebas karena Yoshiaki akan selalu menyuruhnya untuk duduk atau istirahat.


Yoshiaki tidak ingin Kimiko kelelahan...


Semenjak Kimiko hamil, Yoshiaki menjadi Suami yang super protektif.


Semakin hari perut Kimiko semakin membesar karena pertumbuhan bayinya.


Ketika usia kandunganya mencapai 4 bulan, Kimiko sering mengajak bicara bayinya dan juga sering menyanyikan lagu untuk bayinya.


Kemudian saat kandunganya mencapai umur 7 bulan, Kimiko sudah benar-benar tidak bisa bergerak dengan bebas.


Perutnya sudah sangat besar dan sangat menyulitkan bergerak dengan kondisi seperti ini.


Malam ini Kimiko sedang berjalan menuju ke arah ruang kerja Yoshiaki.


Malam sudah semakin larut tapi Yoshiaki belum juga kembali kekamarnya.


Kimiko sedikit merasa khawatir lalu dia pun akhirnya memutuskan untuk mengunjungi jean.


"Ahh yang mulia Ratu, apa yang sedang anda lakukan larut malam begini?" Tanya salah seorang penjaga ruangan Yoshiaki


"Aku ingin menemui Yoshiaki" balas Kimiko


"Yang mulia Raja?"


"Benar"


"Ah kalau begitu silahkan yang mulia" ucap Sang penjaga


"Baiklah" balas Kimiko

__ADS_1


Kimiko pun mulai mengetuk pintu ruang kerja Yoshiaki


Tok..tok..tok


__ADS_2