Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 87


__ADS_3

“Semuanya terserah padamu nenek, aku hanya ingin menghargaimu saja. Tapi sebisa pun ku mohon ikutlah dengan kami kembali ke Miyamoto”


“Nenek harus mau! Aku tidak mau tahu pokoknya nenek harus ikut! Kita akan kembali ke Miyamoto, nenek juga! Aku akan sangat marah jika nenek tidak ikut bersamaku! Apa nenek tidak sayang padaku?!” Prian hampir menangis karena dia benar-benar menyayangi neneknya dia tidak mau berpisah dengan neneknya


Nenek justru bingung apa yang harus dia katakan, apakah dia akan ikut atau tidak


“Hiks..hiks! aku gak mau pisah sama nenek! Gak mau!” Prian menangis kemudian mempererat pelukanya pada neneknya


“Nenek juga tidak mau berpisah denganmu Prian, kau sudah nenek anggap seperti cucu nenek sendiri”


“kalau begitu nenek harus ikut denganku pulang! Aku tidak mau tahu!”


“I-itu…”


“Gak mau tahu! Pokoknya saat kita pulang, nenek juga ikut titik!”


Prian bersikeras untuk membawa neneknya untuk pulang bersamanya.


Nenek bingung harus menjawab atau melakukan apa.


Sedangkan Kimiko terdiam memperhatikan mereka, dia juga tidak ingin berpisah dengan neneknya. Dia sudah menganggap neneknya seperti neneknya sendiri, dia sangat berharap neneknya bersedia ikut bersamanya. Tapi dia juga ingin menghargai keputusan neneknya juga.


Kerajaan Miyamoto


Keesokan harinya.


Yuki, adik dari yang mulia Raja Yoshiaki saat ini tengah berada di ruang latihan. Dia sedang berlatih pedang, sesuai dengan keseharianya di pagi harii.

__ADS_1


Pagi hari cuaca masih sangat segar, dan lebih baik jika berlatih pedang saat itu.


Whusss


Whusss


Suara pedang yang membelah udara-udara di pagi hari..


Walaupun kerajaannya damai, tapi tidak memungkinkan jika suatu waktu akan terjadi perang. Maka dari itu dia harus tetap siaga dan terus mengasah kemampuanya itu, untuk menjaga diri dan melindungi lainya.


Tak lama saat Yuki berlatih, Ratu Makoto tiba-tiba datang.


Yuki terkejut dan heran kenapa ibunya datang kemari.


Langsung saja dia menghentikan latihanya dan menghampiri ibunya.


“Ada apa mama sampai datang kemari? Apakah mama memerlukan sesuatu?” tanya Yuki


“Mama tidak ada keperluan apapun, lanjutkan saja latihanmu. Mama kesini hanya ingin melihatmu berlatih” balas Ratu Makoto


“M-mama, mama sebaiknya istirahat” Ucap Yuki


“tubuhku lelah jika harus istirahat terus, aku juga butuh beraktivitas” balas Ratu Makoto


Yuki terdiam tak bisa membantah ucapan ibunya.


“Mama, apakah mama sudah menemui kakak?” Tanya Yuki

__ADS_1


“Kakakmu sangat sibuk, aku tidak ingin mengganggunya” Balas Makoto


Yuki tahu betul apa maksud ucapan ibunya ini. Dia sedih, dia tahu benar jika walaupun mamanya datang menemui kakaknya pasti akan di acuhkan oleh kakaknya. Tapi mamanya tak mau membuatnya khawatir, jadi dia mengatakan jika hanya akan menganggu jika menemuinya.


“Mama maafkan aku” Ucapnya tiba-tiba


Ratu Makoto terkejut mendengar ucapan putranya barusan.


“Maaf? Untuk apa?” tanya Makoto


“Mama sebenarnya saat pesta Pangeran Zen, aku-“


“Yang mulia Ratu Makoto! Maaf jika saya mengganggu, tuan duke sudah datang kemari.beliau menunggu anda di ruang kerja anda”


Tiba-tiba datang salah seorang prajurit memotong ucapan Yuki.


“Ah baiklah, katakan bahwa aku segera ke sana” balas makoto


“baik yang mulia!” Balas Prajurit itu kemudian langsung pergi


“Yuki kau tadi ingin mengatakan apa? Pesta Pangeran Zen? Kenapa dengan pestanya?” Tanya Makoto


Yuki langsung terdiam, membuat Makoto bingung


“Yuki?”


Jangan lupa like, vote, dan beri komentar dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2