Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 4


__ADS_3

Kimiko dan Yoshiaki kembali berjalan-jalan mengitari Ibu kota...



"Ini benar-benar enak!" Senang Kimiko



"Syukurlah jika kau senang" balas Yoshiaki



"Ini memang benar-benar sangat enak dan manis, hey Yoshiaki cobalah. Ayo buka mulutmu" ucap Kimiko saat menyondongkan Pai miliknya ke Yoshiaki



"T-tidak usah, kau makan saja" balas Yoshiaki



Kimiko justru malah mengembungkan pipinya sehingga wajahnya berubah menjadi menggemaskan dan semakin manis.



"Bu-ka mu-lut-mu" ucap Kimiko dengan penuh penekanan



"Hahh baikah tuan Putri, seperti yang kau inginkan"



Yoshiaki mulai membuka mulutnya dan Kimiko menyuapinya dengan Pai Apel tadi.



"Bagaimana?!" Tanya Kimiko



"Enak" balas Yoshiaki



"Lihat, ini memang benar-benar enak. Kau mau lagi? Ayo buka mulutmu"



Yoshiaki kembali menuruti kemauan Kimiko dan kembali membuka mulutnya dan Kimiko pun kembali menyuapinya.



Kimiko saat ini sedang sangat senang dan Bahagia, dia benar-benar seorang gadis periang dan penuh dengan sejuta senyuman.



"Yoshiaki! Lihat disana ramai sekali, ayo coba kita lihat" ucap Kimiko



"Ahh baiklah" balas Yoshiaki



Kimiko dan Yoshiaki berjalan menuju kerumunan disana, mereka penasaran ada apa kenapa banyak sekali warga yang berkumpul.



Dan saat mereka mendekatinya ternyata disana sedang ada lomba permainan memanah.🎯


Jika seseorang berhasil memanah target yang sudah ditetapkan maka akan mendapat hadiah.



Beberapa warga sudah mencoba memanah target tetapi selalu meleset.



"AYOO SIAPA LAGI YANG BISA MEMANAH DENGAN TEPAT" seru sang pemilik



"Paman!" Seru Kimiko



"Apa yang kau lakukan?" Tanya Yoshiaki



"Aku ingin ikut kompetensi ini" balas Kimiko



"Apa kau bisa memanah?" Tanya Yoshiaki



"Jangan remehkan aku Yoshiaki" balas Kimiko



Kimiko menghampiri pemilik tersebut



"Paman, aku ingin ikut Kompetensi ini" ucap Kimiko



"Hoohhh, ini pertama kalinya ada gadis muda sepertimu ikut dalam acara memanah seperti ini. Aku kagum padamu nona, ambilah busur dan anak panah ini. Kemudian panah target itu" ucap sang pemilik



"Baiklah"



Kimiko mengambil busur dan anak panah itu, dia sudah bersiap untuk memanah.


Saat ini dia sedang mencoba berkonsentrasi untuk bisa mengenai sasaran.



Setelah sasaran berhasil dikunci, Kimiko langsung melepaskan anak panah tersebut.



Syuuuutttttt



Takkk!!



Dan berhasil, anak panah itu berhasil mengenai sasaran dengan tepat.



Beberapa warga termasuk sang pemilik juga ikut tercengang dan kagum dengan kemampuan Kimiko.



Warga yang menontonnya tersebut bertepuk tangan terhadap keberhasilan Kimiko.



"Kau benar-benar hebat sekali nona, ambilah hadiah yang kau inginkan. Bahkan hadiah utama yaitu Sekantung Emas dan berlian bisa kau ambil." Ucap sang pemilik toko



"Kalau begitu aku ambil hadiah utamanya" balas Kimiko



"Baiklah, ini ambilah nona" ucap pemilik sambil menyerahkan berlian dan sekantung emas



"Terimakasih paman" balas Kimiko



Setelah selesai memanah, Kimiko kembali menghampiri Yoshiaki.



"Jika hanya sebuah Berlian dan sekantung Emas bukankah kau punya lebih dari itu semua."



"Tidak apa-apa bukan, sekali-kali aku juga ingin bersenang-senang" balas Kimiko



"Tapi aku heran, jika dia memiliki harta sebanyak ini kenapa dia malah membuka perlombaan macam ini. Bukankah jika digunakan dengan benar dia akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada membuka kompetensi seperti ini"heran Yoshiaki



"Mungkin dia sama sepertiku, dia juga ingin bersenang-senang bukan"



"Aku benar-benar tidak mengerti dengan kalian berdua"



"Yah sudahlah, lupakan saja"



Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, dalam perjalanan tak henti-hentinya Kimiko terus menebarkan senyumannya.


Dia terus saja berjalan sambil melompat lompat dengan senangnya..



"Ahh aku lelah sekali, bagaimana jika kita istirahat sebentar" ucap Kimiko



"Baiklah"



Kimiko dan Yoshiaki duduk disebuah bangku disana. Mereka ingin mengistirahatkan kaki mereka karena sedikit lelah setelah jalan-jalan.



"Kimiko.." panggil Yoshiaki



"Ada apa?" Tanya Kimiko



"Aku akan membeli minuman jadi tunggulah disini" ucap Yoshiaki



"Biar aku saja yang membelinya, kau istirahat saja"



"Tidak, biar aku saja. Bukankah tadi kau mengeluh kelelahan" balas Yoshiaki



"Tapi aku-"



"Biar aku saja, diam dan duduklah dengan tenang disini. Aku akan segera kembali" balas Yoshiaki



"Baiklah" balas Kimiko



Akhirnya Yoshiaki pergi meninggalkan Kimiko untuk membeli minuman.


Kimiko duduk manis disana dan menikmati suasana ibu kota yang damai dan tentram ini.



"Ahh aku iri pada mereka semua, mereka bisa berinteraksi dan bebas melakukan semua hal. Sedangkan aku, aku hanya duduk manis didalam kastil dan hanya mengoceh tidak jelas" ucap Kimiko



Tiba-tiba muncul 3 pemuda yang datang dan menghampiri Kimiko.



"Hm? Putri Kimiko?!" Ucap salah seorang pemuda



Kimiko sendiri langsung menolehkan kepalanya kearah sumber suara yang memanggilnya.



"Hm? Kau.." ucap Kimiko



"Sedang apa kau disini? Apa kau menyusup keluar istana lagi?"



"Aku sedang jalan-jalan dan sedang istirahat sekarang. Kau sendiri mau kemana kenya ?" Tanya Kimiko



"Aku baru mau pulang, aku baru saja dari kebun membantu ayahku" balas Kenya



"Begitu" balas Kimiko



"Hey Shiro" panggil kenya kepada salah satu temanya



"Ada apa?"



"Belikan aku minuman dingin, cepat"



"Baiklah" balas Shiro


__ADS_1


"Lalu bagaimana kabar ibumu kenya? Apa dia sudah kembali pulih?" Tanya Kimiko



"Iya, berkat bantuan darimu. Ibuku akhirnya bisa berobat dan sudah kembali pulih. Terimakasih untuk waktu itu ya" balas Kenya



"Hahh syukurlah, aku senang beliau sudah kembali pulih. Kau tau, sangat menyebalkan jika melihatmu terus memasang tampang sedih seperti itu."



"Mau bagaimana lagi, aku sangat menyayanginya"



"Semua anak pasti juga akan menyayangi ibunya bukan?"



"Tentu saja, ah ngomong-ngomong aku punya sesuatu untukmu"



"Apa?" Tanya Kimiko



"Ini" ucap kenya sambil menyerahkan sesuatu



"B-bunga?"



"Sebenarnya itu adalah karangan bunga yang aku rangkai tadi saat aku merasa bosan. Aku bingung mau ku apakan karangan ini, jika aku buang tapi sayang sekali. Jadi aku berniat membawanya pulang, tapi akhirnya aku bertemu denganmu disini. Dan kupikir lebih baik karangan ini ku berikan padamu saja. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih" ucap Kenya



"Kalau begitu boleh aku miliki karangan bunga ini?" Tanya Kimiko



"Ambil saja jika kau mau, aku sangat senang jika kau menyukainya"



"Terimakasih kenya, ini indah sekali dan baunya masih harum dan segar" balas Kimiko



Kenya hanya tersenyum melihat Kimiko sangat senang menerima karangan bunga darinya.



"Kenya, ini minuman yang kau inginkan" ucap Shiro



"Terimakasih Shiro" balas Kenya



"Iya"



"Kimiko.." panggil Kenya



"Ada apa?" Tanya Kimiko



"Minumlah ini" ucap Kenya



"Ehh, bukankah kau membeli ini untuk dirimu"



"Aku memang mengatakan jika aku membelinya untukku, tapi aku berniat mentraktirmu sebuah minuman. Jika ku bilang aku akan membelikan minuman ini untukmu, kau pasti akan langsung kabur" ucap Kenya



"Tapi aku-"



"Sudah ambilah"



Kenya menarik salah satu tangan Kimiko kemudian meletakkan minuman tersebut ditelapak tangan Kimiko.



"Aku tau kau pasti sedang haus, cepat minumlah" balas Kenya



"Tapi aku-"



"Aku mohon cepatlah minum itu Yang mulia Putri Kimiko Von Kiyomizu. Apa kau tidak menghargai hasil traktiranku"



"Bukan begitu maksudku, dan juga sudah kubilang untuk keberapa kalinya jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu. Cukup sebut nama ku saja, jangan gunakan kata Tuan Putri ataupun Yang Mulia. Kau mengerti" ucap Kimiko



"Baik baik baik Kimiko, sekarang minumlah "



Kimiko mengangguk paham, kemudian mulai meminum minuman traktiran Kenya.



Saat dia hampir meminumnya tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya..



"Kimiko.."



Kimiko kemudian kembali menegakkan gelas minumanya, ia tidak jadi meminumnya.



"Y-yoshiaki?!"



Yoshiaki menatap ke-tiga pemuda yang ada disebelah Kimiko



"Siapa mereka?" Tanya Yoshiaki



Kimiko bangun dari duduknya dan berdiri tepat didepan Yoshiaki dan tepat disamping Kenya dan teman-temanya



"Ahh ini, kenalkan dia adalah Kenya. Dia adalah salah satu temanku disini. Kemudian mereka adalah teman-temannya kenya" ucap Kimiko




"Ah ini adalah karangan bunga hasil rangkaian tangan Kenya, dia membuat karangan ini dan memberikanya padaku."



"Begitu, jadi kau membeli minuman sendiri?" Tanya Yoshiaki saat melihat ada gelas minuman ditangan Kimiko.



"Ah ini juga dari Kenya, dia mentraktirku minuman ini" balas Kimiko



"Dia yang memberikan ini semua?" Tanya Yoshiaki



"Iya" balas Kimiko



"Hey Kimiko, Siapa pemuda ini?" Tanya Kenya



"Ah kenalkan dia adalah Yoshiaki" balas Kimiko



"Apa dia temanmu?" Tanya Kenya



Saat Kimiko mulai membuka mulutnya tiba-tiba ucapanya dipotong oleh Yoshiaki



"Aku adalah tunanganya Kimiko" Jelas Yoshiaki sambil merangkul pundak Kimiko



Baik Kimiko dan Kenya sama-sama terkejut mendengarnya.



'T-tunggu dulu, bukankah itu masih rencana. Bahkan aku belum mengatakan jawabanku bukan' batin Kimiko



"T-tunanganya Kimiko?! Hey Kimiko apa itu benar?!" Tanya Kenya



"K-kurasa mungkin iya" balas Kimiko



"Wahhh waah tidak kusangka kau akan segera menikah. Selamat ya Kimiko, aku doakan semoga kalian bahagia selalu" balas Kenya dengan senyumanya



"T-terimakasih kenya"



"Lalu kau ini sebenarnya siapa?" Tanya Kenya



"Aku adalah Pangeran dari kerajaan Miyamoto nama asliku adalah Yoshiaki Von Miyazaki" jawab Yoshiaki



"Ternyata kau pangeran yang beruntung mendapatkan gadis seperti Kimiko. Kimiko itu adalah gadis yang baik dan penyayang walaupun dia sering membuat masalah dimana pun"



"K-kau meledekku ya!" Kesal Kimiko



"Apa maksudmu? Aku tidak meledekmu, tapi apa yang kukatakan tadi benar bukan"



"Terserah kau saja" kesal Kimiko



"Lalu Pangeran Yoshiaki, Aku mohon tolong jaga dan lindungi Kimiko dengan baik. Buat dia bahagia selalu, jika dia berbuat onar maka maafkankah dia. Teruslah berada disisi Kimiko dimanapun dan kapanpun." Ucap Kenya



"Pasti aku akan melindunginya dan selalu membuatnya bahagia selalu. Aku akan terus berada disisinya sampai kapan pun" balas Yoshiaki



"Terimakasih banyak" balas Kenya sambil tersenyum senang dan bersyukur



(Arigatou Gozzaimaz=> Terima Kasih Banyak)



"Kalau begitu aku pergi dahulu, sampai jumpa Kimiko. Jangan lupa mengundangku diacara pernikahanmu ya"



"I-iya" balas gugup Kimiko



Kenya pun pergi meninggalkan Yoshiaki dan Kimiko.


Kimiko sendiri masih tersipu akibat kata-kata yang diucapkan Yoshiaki barusan



"Pasti aku akan melindunginya dan selalu membuatnya bahagia selalu. Aku akan terus berada disisinya sampai kapan pun"



Wajahnya merona ketika teringat kalimat itu.



"Kimiko.." panggil Yoshiaki



"E-ehh a-ada apa?" Tanya Kimiko



"Kau melamun lagi ya?" Tanya Yoshiaki



"S-sepertinya begitu" balas Kimiko


__ADS_1


"Kimiko..."



"Hm..?"



"Aku punya permintaan"



"Apa yang kau inginkan?"



"M-mulai sekarang dan seterusnya, A-aku ingin kau t-tidak mendekati lelaki lain manapun kecuali diriku. J-jangan terlalu dekat dengan lelaki lain, j-jika kau memang ada keperluan maka ijinlah terlebih dahulu padaku" ucap Yoshiaki dengan sedikit gagap



"M-memangnya kenapa?"



"B-bukan apa-apa. Hanya permintaanku saja, k-kau boleh menolak permintaanku jika kau mau"



"Yoshiaki..., baiklah akan aku usahakan. Aku tidak akan mendekati laki-laki lain selain dirimu. Dan jika memang ada kepentingan maka aku akan meminta ijin terlebih dahulu darimu" balas Kimiko



"Kimiko...,Terimakasih" ucap Yoshiaki dengan senyum yang kembali mengembang.



"T-tapi kau juga harus melakukan hal yang sama sepertiku. Kau tidak boleh mendekati gadis manapun selain diriku"



"Baiklah, lagi pula mana ada wanita yang berani mendekatiku"



"Tentu saja ada"



"Itukan hanya dirimu"



"Bukan aku yang kumaksud"



"Lalu apa yang siapa maksud?" Tanya Yoshiaki



Kimiko menunjuk sesuatu kearah belakang Yoshiaki.


Yoshiaki mengikuti kemanah arah tunjukan Kimiko



Dia berbalik dan terkejut, ternyata dibelakangnya terdapat banyak sekali gadis-gadis yang mengikutinya



"Apa maksud ucapanmu tadi! Kau pergi sendirian dan kembali dengan rombongan para gadis yang kau bawa!"



"D-dengarkan aku, aku tidak membawa mereka. Aku bahkan tidak mengenal mereka. Mereka pasti mengikutiku kemari💧"



Kimiko menatap Yoshiaki dengan tatapan menyelidik.



"Percayalah padaku" ucap Yoshiaki



Kemudian Kimiko tiba-tiba mendekati Yoshiaki dan memeluk erat Yoshiaki



"K-kimiko..?" kaget Yoshiaki



"Gadis-gadis maaf ya, tapi dia sudah menjadi milikku. Aku adalah tunanganya. Jadi jaga pandangan kalian terhadap dia" Ucap Kimiko



Para gadis masih menatap Yoshiaki meminta kebenaranya.



"I-itu benar, a-aku adalah tunanganya. Jadi jangan mengikutiku lagi. Karena aku sudah menjadi milik dia" ucap Yoshiaki sambil membalas pelukan Kimiko



Deg...Deg...Deg...



Itulah yang dirasakan oleh Yoshiaki dan Kimiko, detak jantung mereka tidak karuan saat mereka saling memeluk.



'duh kenapa jantungku tak bisa bekerja sama sih, kenapa terus berdebar begini' batin Kimiko



Tapi memang tidak ada cara lain untuk bisa membuat gadis-gadis itu pergi.



Para gadis yang melihat keromantisan antara Yoshiaki dan Kimiko hanya menghela nafas kecewa.


Karena sudah kecewa, akhirnya para gadis itu perlahan-lahan mulai pergi meninggalkan mereka berdua.



'S-sudah pergi?' batin kimiko



Setelah memastikan jika para gadis itu sudah benar-benar pergi, Kimiko pun melepaskan pelukanya.



"M-maafkan aku Yoshiaki, tapi tidak ada cara lain lagi untuk mengusir para gadis itu" ucap Kimiko



"T-tidak apa-apa, terimakasih telah membebaskanku dari para gadis itu"



"I-iya"



"Kalau begitu bagaimana jika kita melanjutkan perjalanan kita kembali"



"Baiklah, tapi sebelum itu"



Kimiko mulai berjalan kesuatu tempat, dan menghampiri seorang lelaki tua



"Paman, bisakah kau mengantarkan karangan bunga ini ke istana. Katakan jika ini adalah barang milik Putri Kimiko kepada Prajurit. Ambilah sekantung emas ini sebagai imbalan dan juga minuman ini." Ucap Kimiko kepada lelaki tua



"Baiklah nona, saya akan mengantarkan karangan bunga ini ke istana" balas lelaki tua



"Terimakasih banyak paman" balas Kimiko



♢ ♢ ♢



Kimiko dan Yoshiaki kembali melanjutkan perjalanan mereka.



Kimiko kembali mengukir senyum lembut diwajahnya, yang membuat Yoshiaki merasa tenang.



"Kimiko.." panggil Yoshiaki



"Ada apa?"



"Lihat, bagaimana jika kita pergi kesana" ucap Yoshiaki



"Toko perhiasan? Kau ingin membeli apa?" Tanya Kimiko



"Sudah ayo kita kesana" ucap Yoshiaki



"B-baiklah"



Yoshiaki dan Kimiko pun datang menghampiri toko perhiasan.



Disana terdapat banyak sekali perhiasan yang indah



"Ini indah sekali" kagum Kimiko



"Kau suka perhiasan mana?" Tanya Yoshiaki



"Aku suka semuanya, tapi aku lebih suka kalung ini. Bentuknya indah sekali"



"Baiklah kalau begitu, saya ingin membeli kalung ini" ucap Yoshiaki kepada penjual toko



Kimiko terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Yoshiaki.



"T-tunggu dulu, a-aku bisa membeli kalung ini sendiri" ucap Kimiko



"Tidak apa-apa sekali-kali aku ingin membelikanmu sesuatu"



"Tapi kau sudah mentraktirku tadi, bahkan uangku pun belum berkurang sedikitpun" ucap Kimiko



"Simpan saja uangmu, hari ini biarkan aku yang membayar apapun yang kau mau"



"Tapi-"



"Tenang saja, kau tau aku justru akan sangat senang jika bisa membelikanmu sesuatu. Jadi tenanglah kau tidak perlu khawatir"



"Terimakasih banyak Yoshiaki, maaf jika ini merepotkanmu" balas Kimiko



"Tidak sama sekali" balas Yoshiaki



Yoshiaki pergi menghampiri pemilik toko tersebut untuk mengambil barang yang dibelinya sekaligus membayarnya.



"Ini kalung untukmu" ucap Yoshiaki sambil menyondorkan kotak berisi kalung yang disukai oleh Kimiko



Kimiko akhirnya menerima pemberian Yoshiaki ini.



"Terima kasih Yoshiaki"



"Aku senang jika kau menyukai pemberianku" balas Yoshiaki



"Anoo Yoshiaki" panggil Kimiko



》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉

__ADS_1




__ADS_2