
'Prian maafkan aku, tolong maafkan aku' batin sedih nenek
Tanganya sedikit bergetar setelah menampar Prian, dia sungguh tidak mau melakukanya tapi dia tidak punya pilihan lain lagi.
Prian memegang pipinya yang tadi di tampar oleh nenek, rasa sakitnya tidak seberapa dengan rasa sakit di hatinya.
Air matanya kembali mengalir dengan deras
"Jangan keras kepala Prian! selama ini aku membesarkanmu bukan untuk menjadikanmu sebagai sosok yang egois. Kau bersikeras membawaku pergi, tapi apa kau mengerti bagaimana diriku? Aku tahu dan aku sangat bahagia sekali karena kau tidak mau berpisah denganku, tapi ku mohon mengertilah. Nenek juga tidak mau berpisah denganmu tapi nenek juga tidak bisa meninggalkan negeri ini. Fujimoto adalah tanah kelahiranku, aku tidak bisa meninggalkannya. Sedangkan Miyamoto adalah tanah kelahiranmu, kau harus tinggal disana. Seluruh hidupku telah aku serahkan demi negeri ini, apapun yang terjadi aku tidak akan bisa meninggalakan negeri ini. Hidupku sudah terikat di kerajaan ini, dan aku tidak bisa melepaskan ikatan itu. Ini sama seperti ikatanmu dengan ibumu, kau tidak akan bisa meninggalkan dan melepaskan ikatan denganya bukan? Aku juga begitu. Maka dari itu ku mohon biarkan aku tinggal disini"
"Tapi aku tidak mau berpisah dengan nenek, hiks tidak mau.."
Prian sangat sedih sekali, dia sungguh tidak mau berpisah dengan neneknya. Selama ini neneknya lah yang selalu menjaga,merawatnya, membesarkanya hingga dia menjadi seperti sekarang.
"Prian dengarkan nenek. Nenek tidak akan meninggalkan Prian, bukankah nenek selalu di hati Prian?"
"Nenek selalu di hatiku, tidak ada yang bisa menggantikan posisi nenek di hatiku"
"Terimakasih banyak, kau juga akan selalu di hati nenek. Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu di hati nenek juga" balas Nenek
"Hiks hiks nenek aku-"
__ADS_1
"Apa kau sayang nenek?" Tanya nenek
"Hiks..aku menyayangimu, sangat menyayangimu dan mencintaimu"
"Kalau kau menyayangiku, kau harusnya mengerti keinginan nenekmu ini bukan? Jika kau menolak keinginan nenek sama saja kau tidak menyayangi nenek"
"Aku sangat menyayangimu, tapi sungguh aku benar-benar tidak bisa berpisah denganmu. Aku begini juga karena terlalu menyayangimu, apakah nenek tahu seberapa besar aku menyayangi nenek lebih dari apapun"
Mendengar ucapan Prian barusan, nenek langsung membelakkan matanya. Dia terkejut sekaligus terharu mendengar ucapan prian barusan
Nenek mendekat kemudian mencium kening Prian
"Nenek.."
"Jangan lupa sekarang kau adalah seorang Pangeran, jangan cengeng. Lagipula jangan berkata jika kita tidam akan bertemu lagi, kaukan bisa datang berkunjung kemari. Nenek akan terus menunggumu disini, pintu ini akan selalu terbuka untukmu" balas nenek
"Hiks..hiks..tapi aku-"
"Nenek mohon, bukankah kau menyayangi nenek?"
Prian mengepalkan tanganya kemudian menunduk menahan rasa sedihnya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mematuhi nenek. Aku tidak akan memaksa nenek untuk tinggal bersamaku. Aku akan mengikuti apa keinginan nenek" balas Prian
"Terimakasih banyak"
Nenek senang akhirnya Prian mau mengerti dirinya, dia kemudian mencium kening Prian.
Nenek menghampiri Yoshiaki
"Maafkan aku yang mulia, telah merepotkanmu, tapi sungguh aku tidak bisa ikut bersama kalian" ucap Nenek
"Sungguh di sayangkan sekali, padahal aku juga sangat berharap anda dapat ikut bersama kami. Tapi kami akan menghargai bagaimana keputusanmu" balas Yoshiaki
"Terimakasih banyak" balas Nenek
"Kami akan menerima bagaimana keputusanmu, tapi sebagai gantinya kami akan memberikan hadiah. Dan kami benar-benar melarangmu menolaknya" ucap Yoshiaki
"H-hadiah? Tidak perlu, aku tidak menginginkan apapun. Sungguh, aku sangat tulus dan senang bisa merawat mereka berdua. Aku tidak menginginkan apapun"
"Aku sudah bilang jika anda benar-benar di larang menolak. Bukankah begitu bukan Prian?" Ucap Yoshiaki
Jangan lupa like,vote, dan beri komentar ya:)
__ADS_1