
“Heh? Apa?!”
“!!!”
“K-kau n-nona kau sudah menikah? Tidak mungkin! Kau masih terlihat sangat muda sekali ku pikir kau masih belum menikah.”
“B-benarkah? Mana mungkin, aku sudah sedikit tua mana mungkin terlihat masih muda”
“Aku berani bersumpah nona! Kau seperti gadis berumur 17 tahunan. Aku bahkan tidak habis pikir jika anda sudah menikah lho”
“Yah mungkin karena aku menikah di usia muda”
“K-kau menikah di usia berapa?”
“mungkin saat umurku akan menginjak 20 tahun”
“Itu masih terlalu muda sekali!”
“Memang benar”
“lalu kenapa kau menikah di usia sedini itu?”
“ah itu..”
Kimiko sedikit bingung bagaimana cara menjelaskanya, wanita itu pun perlahan mengerti situsinya.
“ Nona! Tidak perlu di paksakan! Lagipula aku juga keteraluan ingin mengetahui masalah pribadimu, maafkan aku!”
“tidak apa-apa”
“ah lalu berapa umur anakmu sekarang?”
“sekitar 10 tahun”
“Wow tidak ku sangka kau sudah mempunyai seorang anak dan bahkan sudah beumur 10 tahun.”
“Begitulah”
__ADS_1
“hebat sekali, kau sudah mempunyai seorang anak di usia muda” ucap wanita itu
“Tapi walaupun begitu aku sangat bahagia sekali menjalaninya. Aku begitu menyayanginya”
“Apa dia bersama ayahnya sekarang?”
“!!, t-tidak dia tidak bersama ayahnya”
“Apa ayahnya pergi bekerja?” Tanya wanita itu
“Tidak”
“lalu?”
“Sebenarnya aku tidak tinggal dengan suamiku lagi, aku sekarang tinggal bersama nenekku”
“Akh! Maafkan aku, aku benar-benar tidak ingin menyakitimu. Maafkan aku nona” Panik wanita itu
“Tidak apa-apa, lagipula aku tidak akan menangis hanya karena hal itu. Aku sudah belajar untuk menjadi kuat itupun demi anakku. Aku tidak akan menjadi wanita lemah yang akan menangis hanya karena hal itu, lagipula aku sudah menjadi seorang ibu. Aku harus menjadi kuat dan melindungi anakku sendiri”
“Kau benar-benar wanita hebat nona” Ucap wanita itu
“ Ah lalu, sebenarnya tujuan nona datang kemari apa?”
Kimiko langsung tersentak, dia nyaris melupakan tujuan awalnya.
“Ah benar juga, sebenarnya aku datang ke sini untuk sebagai pengamat. Aku sudah mengatakan hal ini pada para medis itu, tujuan utamaku sebenarnya adalah mengamati mata air disini”
“kau akan pergi ke sumber mata air itu?”
“Benar, kurasa”
“jangan nona! Aku sarankan agar anda tidak pergi kesana!”
“Kenapa?”
“Nona kau tahu sendiri bukan jika mata air disini telah teracuni? Kau bisa terkena dampak racunya jika kau pergi kesana”
__ADS_1
“Tapi aku akan membawa obat ramuan itu”
“dengarkan aku baik-baik nona, sekarang tempat itu menjadi tempat para hantu bersarang”
“Ha?” Kimiko kaget dan memasang muka aneh
“T-tunggu apa maksudmu? Tempat sarang hantu? Itu mana mungkin ada” ucap Kimiko sedikit menahan tawanya
“Aku tidak bercanda” ucap wanita itu sambil memasang tampang serius dan menyeramkan
“O-oke baiklah” Kimiko sedikit ketakutan melihat wajah wanita itu
“K-kenapa kau mengatakan jika kau tempat itu adalah sarang hantu?”
“Ini terjadi beberapa hari yang lalu, saat yang mulia pangeran Zen datang kemari”
Kimiko sedikit tersentak saat wanita itu menyebut nama zen, dia langsung menajamkan pendengaranya.
“Yang mulia pangeran datang kemari untuk memantau sumber mata air, kemudian beliau pergi ke sumber mata air itu bersama penjaganya. Tapi kemudian yang mulia Zen tidak kembali lagi, para prajurit lain mencari yang mulia pangeran tapi tidak bisa ditemukan. Mungkin saja yang mulia diculik oleh para hantu penunggu mata air itu” ucap Wanita itu sambil memasang wajah menyeramkan lagi
‘P-pemikiran yang vulgar sekali’ batin Kimiko
“Aku tidak percaya, mana mungkin ada hantu yang berani pada yang mulia Zen”
“Tentu saja berani, merekakan hantu sedangkan yang mulia Zen manusia!” ucap wanita itu
“baik-baik” Kimiko pun memilih untuk mengalah dari pada berdebat tidak jelas.
“kalau begitu, aku akan pergi kesana untuk melihat hantu yang kau maksud itu!”
“kau sudah gila ya nona?! Justru kau nanti akan bernasib sama dengan yang mulia zen”
“mana mungkin hantu itu berani padaku, aku tidak takut mereka”
“Nona jangan kesana!”
》**Next Chapter**《
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan beri komentar mendukung agar author semangat melanjutkan cerita ini😄