Islam Belajar Puasa

Islam Belajar Puasa
72. Vidio Call Part 2


__ADS_3

"Eh anjirt! Masih hidup lo?!!" teriak Ali membuat senyum Sarifuddin lenyap.


"Kamu kira dia mah ini semut? Mudah mati atuh?" tanya Kristian.


"Assalamu'alaikum," ujar Aisyah yang tersenyum sambil merangkul bahu Kristian.


"Nah ini adik saya yang gelis pisang atuh."


"Waalaikumsalam," jawab mereka dengan kompak.


Sarifuddin melongo menatap gadis cantik berparas bule itu yang sedang tersenyum di layar ponsel Islam.


"Eh, Aisyah!"


"Aa Islam!" sapa Aisyah sambil tersenyum.


"Kayaknya kurusan yah sekarang."


"Iya nih, lagi belajar puasa."


"Itu siapa?"


Islam menoleh menatap Sarifuddin yang kini terlihat masih melongo dengan kedua matanya yang terlihat berbinar menatap Aisyah.


"Ini Sarifuddin, dia yang ajarin Islam puasa, sholat dan jadi imam di masjid."


"Ma sya Allah sholeh sekali Aa Sarifuddin," kagum Aisyah membuat Sarifuddin tersenyum malu.


"Aa Islam jadi imam masjid?"


Islam mengangguk.


"Aisyah ini umurnya baru 17 tahun loh sama kayak Aisyah," ujar Islam.


"Eh anjing! Ngomong apaan sih lo?!!"


teriak Ali.


"Woy kampret! Lo tuh udah nikah belum?"


"Ah nggak usah bahas itu anjirt!"


"Emang kenapa?" tanya Islam yang tak mengerti.


Tak berselang lama Kristian dan Abirama tertawa cekikan bahkan Aisyah ikut tertawa di belakang Kristian.


"Apaan sih?" tanya Islam yang sama sekali tak mengerti.


Ali mendecapkan bibirnya sambil mengacak-acak rambutnya prustasi.


"Gue udah datang sama keluarga ke rumah si Kia, niatnya mau lamar buat tanggung jawab eh ternyata gue malah diprank, anjing. Hah, emang bangsat tuh perempuan."


Islam tertawa cekikikan setelah mendengarnya.


"Beneran, nggak bohong gue. Gue jadiin konten YouTube," lanjut Ali yang terlihat sangat serius sementara tiga sahabatnya sudah tertawa cekikan sejak tadi.


"Jangan lupa like, subscribe dan komen, ya!" ejek Kristian.


"Loncengnya juga," tambah Abirama.


"Ah taik luh," umpat Ali.


Kini ketiganya terdiam setelah meredakan tawanya.


"Malah waktu gue kasi tau nyokap, bokap gue kalau gue udah hamilin anak orang dikeroyok gue satu keluarga besar."


Suara tawa kembali terdengar. Sial sekali nasib Ali.


"Hampir mati gue."


"Jadi sekarang gimana? Batal nikah?" tanya Islam.

__ADS_1


"Jadilah, orang keluarga gue ngamuk. Nikah gue jadinya. Orang para taraweh gue nikahan di rumah."


"Ayaaaang!!!" suara jeritan manja terdengar membuat suara tawa terhenti.


Wajah Ali yang sempat tersenyum itu langsung berubah menjadi serius. Ali menoleh menatap Kia yang sedang memegang kamera dan kini ia berdiri di samping Ali.


"Nah kenapa tuh?" tanya Abirama.


"Tunggu yah! Apa lagi, sih bidadari ku yang cantik?" tanya Ali dengan lemah lembut.


Islam, Kristian dan Abirama melongo. Ini bukan Ali yang biasanya yang selalu berujar dengan kata-kata kasar.


"Ayo bikin konten!" rengeknya dengan nada manja.


"Kan tadi udah yang konten pura-pura mati itu, bidadari ku yang manis."


"Lagi!"


"Kasih aja tuh, Li!" sahut Islam yang sejak tadi tak berhenti tertawa.


Ali dan Kia menoleh menatap layar ponsel membuat Kia langsung tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah kamera.


"Kasian atuh itu ngerengek terus," tambah Kristian.


"Masalahnya gila kalau dia bikin konten, kemarin ada judul Youtubenya prank suami kasi makan daging anjing, gimana gue nggak kesel," oceh Ali.


"Yah iyalah orang makan daging saudara sendiri dia," sahut Islam yang kemudian tertawa.


"Hay guys! Guys! Jangan lupa subscribe channel aku yah! Namanya KiaLi official..."


"Hust!"


"Biar mereka tau sayang."


"Yah nanti-nanti!"


"Yang ini nih?" tanya Kristian yang menunjuk akun YouTube di layar ponsel milik Aisyah.


Ali mengusap wajahnya yang lelah itu, yah wajah yang penuh menyedihkan.


"Ayang! Ayo bikin konten lagi!" rengek Kia.


Ali hanya mengangguk pasrah membuat Kia melangkah pergi setelah melambaikan tangannya ke arah kamera.


"Gue matiin, yah! Mau bikin konten lagi gue."


"Konten apa lagi?" tanya Islam.


"Konten prank batalin puasa. Gila! nggak ngerti gue sama otaknya. Udahlah gue cabut, yah!"


Vidio call Ali terputus setelah dimatikan dari sebrang dan kini menyisahkan Kristian dan Abirama.


"Yah mati."


"Kasian tuh si Ali dapat istri anak YouTube," ujar Abirama.


Kristian tertawa lalu memperlihatkan konten-konten YouTube di akun Ali dan Kia.


"Ualah, Ndak ada yang bagus kontennya, isinya penyiksaan suami," ujar Kristian lalu tertawa.


"Sekarang kegiatan lo apa? Kan kalau si Ali sibuk ngeyoutube nah kalau lo berdua apa?"


"Kalau saya sekarang jadi karyawan hotel di pantai Bali yah persiapan liburan kan sudah tidak lama lagi mau lebaran jadi banyak yang mau liburan," jelas Abirama.


"Jadi lo berhenti kuliah?"


"Waduh, Ndak ke jakarta lagi kamu?" tanya Kristian.


"Tidak berhenti kuliah kok nanti kalau kuliah pasti ke Jakarta lagi."


"Lo, Tian?"

__ADS_1


"Kalau abdi mah sekarang endak sibuk apa-apa, cuman sekarang lebih kumpul sama keluarga toh kan si Dady juga baru datang," jelasnya dengan logat sunda.


"Nanti Aa Islam sama Aa Abirama ke rumah kalau udah lebaran!" ajak Aisyah.


"Oh pasti dong itu," jawab Islam.


"Sekarang kamu lagi sibuk apa, Lam?" tanya Abirama.


"Yah gini-gini aja, kayak biasa."


"Masih suka dikejar sama saudaranya si Ali?" tanya Abirama lalu tertawa.


"Masih. Gue sama Sarifuddin udah kejar anjing pas keluar dulu."


"Eh iya, Din!" panggil Abirama.


"Iye."


"Eh nanti kalau udah gaji sarungmu saya ganti yah."


Sarifuddin mengangguk sambil sesekali ia menatap Aisyah membuat Sarifuddin terlihat tersenyum malu-malu menatap Aisyah.


Yah siapa yang tidak suka jika melihat paras cantik seperti Aisyah yang blasteran itu.


"Lam, nanti kalau udah lebaran kamu balik kan ke Jakarta?" tanya Abirama.


"Nggak tau juga, nih."


"Loh kok gitu? Eh ini loh si geng motor musuh kita itu nantangin kita buat balapan lagi."


"Ah males gue palingan gue yang menang balap terus pas gue menang mereka nggak terima udah setelah itu berantem dah selesai."


"Yah iya juga sih," ujar Abirama yang kemudian mengangguk.


Sarifuddin yang sejak tadi tersenyum itu menoleh menatap Abah Habib yang melangkah masuk ke dalam ruangan kamar.


"Sudah selesai?" tanya Abah Habib.


"Belum," jawab Islam.


"Kalau begitu lain waktu lagi telpon mukanya."


"Telpon muka?" tanya Islam tak mengerti.


"Lah iya. Ini Telpon! Ini muka jadinya telpon muka," jelas Abah Habib sambil menunjuk layar ponsel milik Islam.


"Nah sudah! Sudah! Sekarang minum obat terus tidur."


Islam mengangguk lalu ia menoleh menatap Kristian, Aisyah dan Abirama.


"Gue matiin, yah."


"Ok deh."


"Jaga diri, yah! Balik kamu atuh ke Jakarta!"


"Iya, iya. Assalamu'alaikum," ujar Islam.


"Waalaikumsalam," jawab mereka.


"Coba sini!" minta Abah Habib lalu meraih ponsel milik Islam yang terlihat kebingungan.


"Hey!!!" teriak Abah Habib membuat Kristian, Aisyah dan Abirama melongo.


"Rocker!!!" teriaknya sambil mengangkat tiga jari ala rock itu.


Panggilan diakhir


"Yah mati," ujar Abah Habib ketika layar ponsel Islam telah berubah menjadi gelap.


Abah Habib menoleh menatap Islam dan Sarifuddin yang terlihat terdiam dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Habis pulsanya itu!" Tunjuk Abah Habib.


__ADS_2