
Angela pulang kerumahnya,dia langsung masuk kedalam kamar dan mengacak ngajak meja riasnya.Semua barang mahal yang ada diatasnya berjatuhan kelantai,hancur berkeping keping.
Angela benci dengan sikap Farel yang tidak ramah padanya,juga pada sikap Kania yang seolah tidak mau kalah saing darinya.Kenapa bisa semudah itu Angela hilang dari hati Farel?Apa karena bujuk rayu dari istri kecilnya itu?
"Memangnya apa yang dimiliki oleh bocah ingusan itu selain umur yang lebih muda dariku?Apa permainan ranjangnya lebih hot dariku?"Angela bertanya pada bayangannya sendiri di cermin.
Angela terlihat menyedihkan,rambut acak acakan,matanya merah dan bengkak karena menangis seharian.Bagaimana bisa Farel hidup bahagia dengan istrinya sementara Angela terpuruk seperti sekarang ini.Angela benar benar merasa iri pada keharmonisan rumah tangga mantan kekasihnya itu.
"Aaaaaa...."Angela menggila.Dia berteriak histeris dan terduduk lemas diatas lantai.
Hanin,asisten pribadi Angela langsung berlari masuk kedalam kamar.Disusul oleh Ayah Angela dan beberapa pekerja yang ada didalam rumah itu.
"Angela,kenapa Anda begini?"Hanin mengangkat tubuh Angela dan memapahnya keatas kursi.
"Sayang,kamu kenapa?"Briand merasa cemas dan khawatir.Saat ini Angela terlihat seperti wanita yang menderita gangguan kejiwaan.
"Aku bertemu dengan Farel di toko prabotan,dia mengabaikanku.Bahkan istrinya berani bersikap sombong padaku,"cerita Angela pada sang Ayah.
"Kamu melihat Farel sedang bersama istrinya dan menghampirinya?"Briand terkejut.
"Iya,"
"Wajar saja kalau dia bersikap seperti itu padamu,kamu sudah meninggalkannya dan menikah dengan pria lain.Sementara istrinya,Ayah rasa itu karena kamu yang memulainya,"Briand mengungkit ungkit kesalahan yang pernah Angela lakukan pada mantan kekasihnya.Juga sikap dan kelakuannya yang sering menganggap wanita lain adalah saingannya.
"Ayah,"Angela mengeluh karena Briand tidak membelanya.
"Angela,belajarlah dari kesalahanmu dimasa lalu.Jauhi Farel dan istrinya,jangan ganggu kebahagiaan mereka,"Briand memberi nasihat bijak pada Angela.Meskipun dia tau,Angela tidak akan mudah menerima nasihat dari orang lain walaupun itu Ayahnya sendiri.
"Tidak Ayah,Farel hanya boleh menjadi milikku.Kalau aku tidak bisa memilikinya,wanita itu juga tidak boleh memilikinya,"ucap Kania dengan nada tinggi dan emosi.
__ADS_1
"Angela,kalau kamu sampai berani berbuat nekat dan membuat Ayah malu,Ayah akan mengurung kamu didalam kamar."Ancam Briand.Dia sudah sangat bersabar menghadapi tabiat buruk putrinya selama ini,kali ini dia tidak akan bersikap lebih tegas daripada sebelumnya.
"Tuan,sebaiknya Anda keluar dulu.Biar saya yang mencoba bicara dengan Angela,"pinta Hanin secara halus.Wanita itu memiliki kepribadian baik,harusnya dia bisa membawa pengaruh yang baik juga untuk Angela.Briand menuruti permintaan Hanin dan bergegas pergi dari kamar Angela.
Seketika,kamar Angela menjadi hening.Hanin mendekap tubuh Angela dan mengelus punggungnya secara perlahan.Dia mencoba untuk menenangkan suasana hati Bosnya yang sedang kacau balau itu,akhirnya yang dilakukan Hanin berhasil.
Angela mulai tenang,dia menyeka air mata dan berhenti menangis.Memang tidak ada yang lebih menenangkan dari dekapan seorang sahabat yang mau mengerti perasaanmu,seperti dekapan Hanin pada Angela.
Hanin adalah sahabat dekat Angela,sejak kecil mereka selalu bersama.Lulus SMA keluarga Hanin jatuh bangkrut,Angela mengangkat Hanin sebagai saudara dan memperkerjakan dia sebagai asisten pribadi.Hubungan keduanya terjalin sangat baik sampai sekarang.
"Jangan mencoba meracuniku dengan siraman rohani Hanin,"ucap Angela.
"Sekalipun kamu melarangnya,aku akan tetap melakukanya.Karena kamu sahabatku dan aku menyayangimu,"Hanin membelai rambut panjang Angela lembut.
"Aku pikir,kamu adalah manusia yang paling mengerti aku dan akan selalu mendukungku,"Angela menatap mata Hanin lekat lekat.
"Kenapa kamu tidak menikah saja dengan Ayahku,watak dan sikap kalian lumayan mirip,"ucap Angela sinis.
"Kenapa harus Ayahmu yang aku nikahi?Diluar sana,pria lajang yang masih muda kan banyak,"sahut Hanin santai.
"Tapi Ayahku kaya,kamu akan menjadi janda kaya setelah dia mati,"ceplos Angela tanpa filter.Saat sedang marah,Angela memang sering bicara sembarangan dan ngawur untuk menarik perhatian orang orang disekitarnya.
"Mulai lagi deh,kita ngobrolnya nanti saja ya kalau pikiranmu sudah tenang.Orang yang sedang marah susah diajak berkomunikasi."Hanin pergi meninggalkan Angela seorang diri.Dia sengaja melakukan itu agar Angela bisa mengintrospeksi dirinya sendiri.
Gagal menasihati Angela,Hanin pergi mencari Tuan Briand.Dia sedang berdiri mematung diruang keluarga sambil menatap foto mendiang istrinya.
Briand merasa gagal menjadi Ayah,dia tidak bisa mendidik Angela dengan baik hingga gadis itu tumbuh menjadi wanita yang agresif,kasar dan liar.Andai saja istrinya masih hidup,Angela pasti bisa tumbuh menjadi wanita baik dibawah didikan dan asuhannya.
"Tuan,"panggil Hanin.Briand menoleh kearah Hanin,wanita berparas manis yang gemar menguncir rambutnya seperti ekor kuda.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putriku?"Tanya Briand.
"Dia sudah tenang,tapi saya belum bisa mengajaknya bicara.Saya akan mencobanya lagi nanti,"jelas Hanin.
"Terimakasih Hanin,kamu sudah mau menjadi teman yang baik untuk putriku,"Briand menepuk pundak Hanin pelan.
"Sama sama Tuan,apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"Hanin meminta arahan pria tua itu.
"Sepertinya kita harus mencarikan suami baru untuk Angela agar dia tidak terus menerus mengganggu kehidupan Farel dan istrinya,"Briand mengutarakan niatnya dan membuat Hanin kaget bukan main.Angela baru saja bercerai,masa mau disuruh menikah lagi.
"Suami baru?Apa itu tidak terlalu cepat?"Hanin berusaha memprotes secara halus agar tidak menyinggung perasaan Briand.
"Aku bingung harus bagaimana,"Briand memasang wajah gusar dan putus asa.
"Jangan terburu buru mengambil keputusan Tuan,saya takut Angela akan kabur.Tuan tau sendiri,dia sangat pandai bersembunyi dan melarikan diri"Hanin memberi sebuah nasehat.
Briand termenung memikirkan nasehat Hanin.Angela memang wanita nekat,terlebih jika dia merasa dipaksa untuk melakukan sesuatu.Bukan hanya satu atau dua kali saja Angela kabur dari rumah dan bersembunyi diluar negri,tapi sudah berkali kali wanita itu melakukan aksi konyolnya itu dan membuat Briand terkena spot jantung.
"Omongan kamu ada benar juga,"Briand menyetujui nasehat Hanin.
"Kita awasi saja dulu gerak gerik Angela,kalau dia melakukan tindakan yang melenceng kita tangani bersama sama.Kalau perlu kita minta bantuan pada orang yang ahli,"
"Baik,aku ikuti saran darimu."
--->π»π»π»π»π»<---
Perasaan iri dan benci ketika melihat kebahagiaan orang lain adalah penyakit hati yang perlu dibuang.
Author.
__ADS_1