Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 34


__ADS_3

Kata orang,wanita suka menginginkan hal hal aneh saat sedang hamil.Ternyata kata orang itu benar,Kania sedang merasakannya saat ini.


Tidak ada angin tidak ada hujan,Kania tiba tiba sangat ingin mengelus rambut kribo abang ojol.Kania mengatakan keinginannya itu pada Farel,tapi pria itu malah mengabaikannya dan pergi begitu saja ke kantor.


Seharian Kania mogok makan,mogok minum.Membuat seluruh penghuni rumah pusing termasuk Bi Sumi dan Rio.


"Non,makan dulu ya.Nanti Non sakit kalau tidak mau makan,"bujuk Bi Sumi.


"Iya Non,kasihan juga dede bayinya,"sambung Rio.


"Aku tidak mau makan sebelum aku berhasil membelai rambut kribo abang ojol,"Kania merengek manja seperti anak TK yang sedang minta dibelikan permen.


"Bagaimana ini Bi?"Keluh Rio.


"Cepat kamu carikan tukang ojol yang punya rambut kribo,"perintah Bi Sumi.


"Mau cari dimana Bi?"Rio kebingungan.


"Terserah kamu mau cari dimana,yang penting kamu bisa menemukan tukang ojol berambut kribo."Bi Sumi mendorong tubuh Rio hingga keluar dari kediaman Mananta.Membuatnya merasa seperti sedang diusir oleh calon Mama mertuanya sendiri.


Rio cemberut,dia merasa kesal pada Bos Farel.Dia yang merasakan enak,merasakan bahagia akan memiliki seorang anak tapi malah Rio yang kesusahan.Jumlah pria berambut kribo di kota ini sangat sedikit dan belum tentu memiliki profesi sebagai tukang ojol.


Rio mencari kesana kemari,berputar putar dan mengelilingi Ibu kota selama beberapa kali.Hasilnya nihil,dia tidak juga menemukan tukang ojol berambut kribo.Seketika terbesit sebuah ide dibenak Rio,dia berniat membeli rambut palsu yang kribo dan memakaikannya pada tukang ojol biasa.


"Ya,seperti itu saja.Toh Nona tidak akan pernah tau,"celoteh Rio.


Tiga jam berlalu,Rio kembali sambil membawa tukang ojol berambut kribo.Kania berlari keluar rumah dan langsung berjingkrak kegirangan.


"Nona,jangan lompat lompat seperti itu,"cemas.


"Abang,aku boleh mengelus rambutnya sebentar ya?"Ijin Kania.


"Boleh Non,"sahut pria itu.


Kania mengelus rambut kribo itu lembut,satu kali,dua kali,tiga kali,sampai berkali kali.Sensasi geli ditangannya menjadi sebuah kesenangan tersendiri pada Kania.Puas mengelus,Kania memberi uang seratus ribu pada abang ojol dan menyuruhnya pergi.


"Sudah keturunan kan ngidamnya?"Maria keluar dari menghampiri Kania.

__ADS_1


"Sudah Nek,"Kania tersenyum.


"Sekarang kamu makan ya,"Maria membelai rambut Kania.


"Iya Nek,"Kania pergi ke dapur bersama Bi Sumi.


"Buat Rio,terimakasih banyak.Aku akan memberimu bonus satu kali gaji akhir bulan ini sebagai hadiah karena kamu sudah mau membantu cucu menantuku,"ucap Maria.


"Terimakasih Nyonya."Rio tersenyum senang.


*


*


*


Pulang kantor,Farel mendapati Kania tengah tertidur diatas sofa.Wajahnya terlihat lelah dan pucat.Wajar saja,Kania sering mual dan jarang sekali ada makanan berhasil masuk kedalam lambungnya kecuali buah buahan.


Farel sedikit menyesal,tadi pagi dia mengabaikan keinginan Kania.Saat ini Kania pasti sedang marah padanya,Farel akan menerima segala resikonya.


Saat orangtua pergi meninggalkan kita didunia ini,hidupmu akan kehilangan lentera.Gelap,dingin dan sepi.Kamu juga akan kesulitan berjalan mengarungi hari hari seperti baru saja kehilangan satu kaki.


"Jangan menangis Kania,kamu tidak sendiri.Aku ada disini,"bisik Farel ditelinga Kania.


Perlahan Kania berhenti menangis,dia sudah lebih tenang dan nyaman dari sebelumnya.Farel bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berbaring disisi Kania untuk beristirahat.


Kania terbangun,perutnya terasa lapar.Dia bangkit dari ranjang dan bergegas pergi kedapur.Farel yang belum pulas merasakan pergerakan sang istri,dia ikut bangkit dari kasur dan mencari keberadaan istrinya.


Kania membuat mie rebus ekstra spesial dengan dua biji telur,dua sosis dan beberapa biji bakso.Tak lupa dia juga menambahkan sayuran agar mie tersebut memiliki sumber serat.Aroma enak mie itu menuntun Farel pada keberadaan Kania.


"Kamu lapar?"Tanya Farel.


"Bukan aku,tapi anakmu,"Kania menjawab tanpa menoleh.


"Iya deh,anak kita.Tapi kok buatnya cuma satu?"Farel menggoda.


"Kamu mau?"

__ADS_1


"Tidak,buat kamu saja.Aku sudah makan tadi."


Kania duduk,dia makan dengan lahap ditemani suaminya.Biasanya Kania akan merasa mual jika perutnya di isi makanan,tapi khusus mie rasa mual itu tidak ada.Mie memang makanan sejuta umat,selain murah dan gampang memasaknya,mie memiliki rasa yang cukup enak.


Kania ingin menambah saos cabe,Farel merebut botol itu dan menjauhkannya dari Kania.Kania cemberut,rasa mie akan berkurang jika tidak diberi saos cabe.


"Tidak boleh makan pedas pedas,nanti perut kamu mulas,"ucap Farel.Kania cemberut,dia terpaksa menyantap makananya tanpa saus cabe kesukaannya.


Selesai makan,Kania membuka kulkas.Dia mencari botol air es miliknya,botolnya ada tapi airnya kosong.Entah kemana perginya air dalam botol itu,yang jelas bukan diminum habis oleh tikus.


"Aku sengaja meminta Bi Sumi untuk mengosongkan botol itu,aku tidak mau bayi kita gendut didalam dan membuatmu kesulitan mengeluarkannya,"Farel mendekati Kania dan memeluknya dari belakang.


"Kamu percaya pada mitos itu?"Kania tak percaya.


"Hanya untuk jaga jaga saja,aku kan mencintaimu.Aku tidak mau terjadi apa apa padamu,"ucap Farel.


"Pasti kamu tau mitos mitos itu dari Bi Sumi,"tebak Kania asal.


"Iya,"sahut Farel pelit.


"Ibu Ibu memang selalu rempong,"celetuk Kania asal.


Kania belum mau tidur,matanya terlalu bugar untuk diajak merajut mimpi.Dia pergi keruang tv mencari film yang bagus untuk di tonton.Farel merasa sedikit aneh,karena sebelumnya Kania tidak pernah begadang.Mungkin saja itu bawaan hamil,wanita hamil memang selalu diliputi oleh kebiasaan baru yang unik.


Farel berbaring disofa,dia tidak tega membiarkan istrinya begadang tengah malam sendirian.Tapi baru saja menemani beberapa menit,Farel sudah mendengkur dan tertidur dengan pulas.


"Kasian kamu,pasti lelah bekerja setiap hari untuk kami,"Kania mengelus perut.Tiba tiba Kania merasakan sebuah pergerakan dari dalam sana dan membuat perutnya terasa geli.


"Apa itu?Apa itu pergerakan mu Nak?"Kania bertanya pada bayi yang ada didalam perutnya.Kedua mata Kania berkaca kaca,dia teringat pada almarhum kedua orangtuanya.Andai saja mereka masih ada disini mereka pasti akan ikut merasakan bahagia yang sedang Kania rasakan saat ini.


Waktu berlalu,rasa kantuk mulai menyelimuti Kania.Dia kembali kedalam kamarnya dan meninggalkan sang suami dilantai bawah,dia tak enak hati membangunkan Farel yang sudah tertidur lelap.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---


Sesibuk apapun kamu,jangan pernah mengabaikan permintaan pasanganmu.Jangan membuatnya sedih hingga pasanganmu merasa tidak dianggap penting olehmu.


Author.

__ADS_1


__ADS_2