Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 79


__ADS_3

Malam hari,hujan turun rintik rintik.Farel memarkir mobilnya dihalaman rumah Rio kemudian turun sambil menggandeng seorang anak kecil.


Anak itu terlihat manis dengan rambut ekor kuda,dres berwarna pink dan sepatu balet berwarna senada.


"Om,rumah siapa ini?"Tanya anak itu polos.


"Rumah mantan asisten Om,mulai hari ini kamu tinggal disini dulu ya sampai Mami pulang,"ucap Farel.


"Iya Om.Tapi mereka orangnya tidak galak kan Om?"Tanya Aurel lagi.


"Tidak ada yang berani macam macam padamu dirumah ini,tenang saja."Farel meyakinkan kegundahan anak manis itu.


Ting...Tong...


Bel rumah berdering saat Farel menekannya.Tak lama seorang wanita muncul,dia memakai masker kecantikan dan piyama bergambar banana.


Renata menatap Farel,kemudian menatap wajah anak yang sedang berdiri disisinya.Dia merasa terkejut karena pasangan ayah dan anak itu sangat mirip,sama seperti yang dikatakan Kania.


"Siapa yang datang?Kenapa tidak disuruh masuk?"Rio datang menghampiri istrinya yang masih berdiri mematung didepan pintu.


"Hallo,"sapa Farel.


"Tuan,ayo masuk,"ucap Rio sedikit gugup.


Keduanya masuk kedalam rumah,mereka duduk dan mengobrol didepan tv sementara Renata sibuk menyiapkan makanan dan minuman.


"Jadi anak ini?"Rio mengangkat alisnya sebelah.


"Benar,"Farel memberi kode.Anak itu sampai detik ini belum tau kalau salah satu pria disisinya itu adalah Ayah kandungnya sendiri.


"Benar benar mirip,"celoteh Rio.Farel hanya tersenyum bangga dengan hasil cetakannya yang sempurna meski dibuat dengan cara yang tidak sengaja.


"Apa Nona Kania tau anak ini disini?"Tanya Rio.


"Tau,aku sudah mengatakannya dan dia tidak keberatan.Kalau istrimu sendiri bagaimana?"Tanya Farel balik.


"Soal dia jangan dipikirkan,aku bisa mengatasinya,"seloroh Rio.


"Benar tidak apa apa?"Tanya Farel ulang.


"Iya,tidak apa apa."


Renata datang dengan nampan berisi kue dan beberapa cangkir teh hangat.Aurel terus menatapi kue coklat itu hingga kedua matanya membulat sempurna.

__ADS_1


"Kamu mau kue?"Tanya Farel.Aurel menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu suka kue?"Sambung Renata.


"Aku suka sekali kue,apa lagi kue coklat,"Aurel menyunggingkan senyum kecil.


Dia sangat manis,kesan pertama yang Renata dapat dari Aurel.Dia bisa saja merebut perhatian Farel karena statusnya,wajar kalau Kania kurang suka pada anak itu meskipun dia tidak bersalah.


Sepertinya kelak,akan ada perebutan perhatian dan warisan dari Farel.Dia harus bisa membimbing dan mengayomi anak anaknya dengan adil,jika tidak Farel akan merugi sendiri.


"Siapa namamu?"Kania mengelus kepala Aurel.


"Namaku Aurel Tante,"sahut Aurel.


"Nama Tante Renata,dan Om yang itu namanya Rio,"jelas Renata.


"Aku sudah tau,Om Farel sudah menjelaskannya padaku tadi,"


"Om Farel?"Renata tertegun.Farel memberi kode agar Renata menahan ocehanya.


"Rupanya Aurel tidak tau kalau Farel adalah Ayah kandungnya,"batin Renata.


Selesai mengobrol,Renata mengajak Farel dan putrinya untuk makan bersama.Disela sela makan malam itu,Renata mengatakan pada Aurel untuk tidak sungkan selama berada didalam rumah ini.


Aurel memiliki nafsu makan yang baik,dia menyantap masakan yang dimasak oleh Renata dengan lahap dan penuh semangat.Sepertinya Renata harus menambah porsi masakannya mulai besok,anak kecil itu benar benar doyan makan.


"Makanya pelan pelan,nanti tersedak,"ucap Rio.Mereka bertiga tertawa saat Aurel merasa sedikit malu.


Farel langsung pulang kerumah begitu urusannya dengan Renata dan Rio selesai.Rupanya Kania masih menunggunya,dia duduk manis disofa tv seorang diri.


Kania tau,hari ini Farel akan pulang terlambat karena mengantar anak itu kerumah Rio.Kania benar benar tidak bisa tidur dan dibuat gelisah olehnya.


Bagaimana jika nanti Farel lebih sayang pada anak itu dari pada anak anaknya?Bagaimana jika nanti Farel lebih peduli pada anak itu dari pada keluarganya dirumah?Pikiran negatif selalu menyelimuti jiwa dan raga wanita cantik itu.


"Apa kamu menungguku?"Goda Farel.


"Tidak,ada film laga kesukaanku jadi aku menontonnya,"sanggah Kania.Farel merasa sedikit kecewa.


Pria tampan itu membuka beberapa kancing kemejanya,lalu merebahkan diri diatas sofa dengan kepala berada dipangkuan Kania.Sudah lama Farel tidak sedekat itu dengan Istrinya,dia merasa sangat rindu.


Kania mengangkat tanganya sebelah,dia hendak mengelus rambut suaminya tapi dia urungkan niat itu.Kenyataan Farel memiliki seorang anak dengan perempuan lain masih membuat Kania kesal dan membuatnya enggan untuk bersikap manis pada suaminya sendiri.


"Maafkan aku,selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu dan ayah yang baik untuk anak anak kita,"ucap Farel.Kania hanya diam tanpa menyahut sedikitpun.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu,tolong jangan terus menerus bersikap dingin padaku.Aku sudah tidak tahan lagi,"lanjut Farel.Tiba tiba pria itu menangis sesenggukan.


Suara Farel terdengar begitu tulus,Kania merasa tergelitik hatinya.Jika posisi mereka dibalik,Kania mungkin akan melakukan hal yang sama.Menangis dan mengeluh karena diperlakukan tidak baik oleh pasangan sendiri.


Kania ikut menangis,dia menyeka air mata agar tidak jatuh mengenai Farel yang sedang berbaring di pangkuanya.Rasa sayang itu masih ada,bahkan takarannya masih sama seperti dulu.


Farel bangkit dan duduk disisi Kania.


"Sayang,maafkan aku,"Rengek Farel manja.


"Aku sudah memaafkan mu,"


"Berhentilah bersikap dingin padaku,"


"Baiklah,aku akan berhenti bersikap dingin padamu,"


Farel memeluk Kania,mencium pipi dan keningnya.Setelah sekian lama akhirnya pasangan suami istri itu kembali akur.


"Aku berharap,rumah tangga kita setelah ini akan kembali harmonis seperti dulu,"Farel mengusap pipi Kania.Kania hanya menjawab dengan sebuah senyuman,senyuman yang sudah lama tertahan dan tidak pernah dikeluarkan.


Ditempat lain,Renata sedang membacakan sebuah dongeng pengantar tidur kepada Aurel.Dongeng yang biasa dia ceritakan kepada Dian dan Dion dulu.Dongeng tentang kancil,Pak tani dan hewan peliharaanya.


Melihat pemandangan itu Rio jadi sedikit terenyuh,dia teringat pada anaknya yang keguguran.Sudah lama sejak kejadian itu,Renata belum juga hamil lagi.Padahal Rio sudah sangat menginginkan seorang anak,begitu juga dengan Renata.


"Kamu kenapa?"Tanya Renata.Dia memperhatikan raut wajah Rio yang berubah.


"Apa terlihat jelas sekali?"Rio menyunggingkan senyum.


Renata mengajak Rio keluar dari kamar Aurel.Dia takut obrolan mereka mengganggu tidur nyenyak gadis kecil itu.


"Kamu pasti sedang ingat pada anak kita?"Tebak Renata.


"Iya,sudah lama belum isi isi lagi.Padahal kamu tidak KB kan?"


"Ayo kita program hamil ke Dokter spesialis?"


"Kapan?"


"Kamu bisanya kapan?"


"Bagaimana kalau minggu depan?"ucap Rio.


"Ayo,kita ke Dokter minggu depan."Renata terlihat begitu bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2