Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 67


__ADS_3

Setelah resmi mengundurkan diri jadi asisten pribadi Farel,Rio dan Renata pindah kerumah baru mereka.Rumah yang menjadi hadiah pernikahan dari Kania dan Farel.Sementara kediaman lama dari Kania disewakan kepada orang lain.


Rio berniat membuka toko pakaian,Renata menyambut dengan sangat antusias.Dia memberikan dukungan terbaiknya untuk sang suami.


Tak hanya Renata,Kania dan Farel juga ikut mendukung dengan memberikan suntikan dana untuk menambah modal awal usaha yang dibangun oleh Rio.Mereka adalah contoh Bos yang baik didunia maya.


"Kelak,jika kamu sukses.Kamu tidak boleh melupakan jasa Kania dan Farel kepadamu,"ucap Renata.


"Tentu saja,aku tidak akan pernah melupakan jasa jasa mereka,"sahut Rio.


Selesai menata semua pakaian di rak display,Rio dan Renata mulai membersihkan tokonya.Mulai dari menyapu,mengepel,sampai mengelap debu debu yang menempel didinding.


Tiga jam berlalu,beberapa orang mulai datang mengunjungi toko bernama R&R itu.Pasangan suami istri itu menyambut pelanggannya dengan senang,bahkan memberi diskon sebesar 10% untuk lima pelanggan pertama mereka.


Tiba tiba,perut Renata terasa sedikit nyeri.Mungkin karena dia banyak melakukan aktifitas hari ini.Rio meminta Renata kembali ke kamar untuk beristirahat,dia melarang istrinya yang sedang hamil muda itu untuk membantu pekerjaannya.Rio adalah sosok yang penuh dengan perhatian,Renata beruntung bisa mendapatkan suami sebaik Rio.


Farel berkunjung seorang diri ke toko Rio,dia ingin melihat usaha yang baru dirintis oleh mantan asistennya itu.Farel memberikan support agar pria itu semangat menjalankan usahanya.


"Aku yakin,suatu saat nanti kamu akan menjadi orang sukses,"Farel menepuk pundak Rio pelan.


"Tentu saja.Saya harus bisa menjadi orang sukses seperti Tuan,agar saya bisa membahagiakan orang orang yang saya sayangi.Terutama,anak istri dan keluarga saya,"ucap Rio penuh semangat.


"Jika sukses nanti,jangan lupakan mereka ya.Apa lagi kalau sampai bersikap sombong dan arogan pada mereka,"Farel memberi sebuah nasihat bijak.


"Tentu,saya akan selalu mengingat nasihat baik Tuan Farel,"sahut Rio.


"Baik,selamat berkarya.Berjuang terus pantang mundur,"ucap Farel renyah.


"Terimakasih Tuan."Rio menyunggingkan senyum lebar.


Selesai menjenguk Rio dan memberi sedikit motifasi untuknya,Farel bergegas pergi menuju kantornya.


"Semoga dia panjang umur dan banyak rezeki."Batin Rio.


Siang hari.

__ADS_1


Rio naik kelantai atas untuk melihat keadaan istrinya.Renata sedang meringkuk diatas sofa sambil terus bergumam kalau perutnya terasa semakin sakit dan punggungnya panas.


Dengan panik,Rio berlari menghampiri Renata.Dia mengelap keringat di kening Renata yang besarnya sudah mirip dengan biji jagung.


"Apa sakit sekali?"Tanya Rio.Renata hanya mengangguk.


"Tunggu disini,aku akan menutup toko.Setelah itu kita akan pergi ke Dokter,"ucap Rio.


"Oke."Sahut Renata singkat.


Usai menutup toko,Rio mengajak istrinya pergi ke Dokter dengan menaiki sepeda motor matic.Tiba dirumah sakit,Renata langsung dimasukan ke UGD untuk melakukan pemeriksaan.Renata mengalami pendarahan dan menunjukan tanda tanda akan keguguran.


Rio merasa stres dan tertekan,bagaimanapun dia sangat menginginkan anak itu.Tapi keselamatan Renata adalah hal yang paling utama untuknya saat ini,Rio pasrah pada apapun keputusan dari Dokter.Yang penting istrinya bisa selamat dan kembali sembuh.


*


*


*


Dibelakangnya,ada Bi Sumi.Dia tidak bisa berlari seperti Kania karena merasa otot kakinya lemas dan tak bertenaga.Dia begitu mencemaskan keadaan putrinya,sama seperti Kania.


Rio duduk disebuah kursi sambil menundukkan wajahnya.Dia menangis tanpa henti,hatinya terasa sesak dan sakit.Saat melihat kedatangan Kania,Rio reflek memeluk istri Bosnya itu.Dia menangis tersedu sedu,meluapkan segala emosi dan kesedihan yang menyelimutinya.


Untung saja,Farel tidak ikut bersama Kania dan Bi Sumi.Kalau tidak,Rio pasti akan dihajar oleh pria pencemburu dan posesif itu.


"Yang sabar ya,mungkin bayi itu memang belum menjadi rejeki kalian,"ucap Kania lembut.Rio mengangguk,dia menyeka air matanya dan mencoba untuk menenangkan diri.


"Dimana Renata?"Tanya Bi Sumi.


"Dia didalam,sedang diperiksa oleh Dokter,"sahut Rio.


Tak lama,seorang dokter keluar.Dia menyampaikan kalau kondisi Renata pasca di kuret telah membaik.Dia sudah boleh dijenguk,tapi jangan terlalu lama.Karena kondisi wanita itu masih lemah dan perlu istirahat.


Rio,Kania dan Bi Sumi masuk kedalam kamar rawat Renata.Wanita itu menyunggingkan senyum kecil,wajahnya terlihat pucat dan bibirnya sedikit biru.Mungkin itu efek dari kehilangan banyak darah.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu sayang?"Tanya Bi Sumi.Dia membelai rambut anaknya lembut.


"Aku baik baik saja,tapi anakku,"Renata terdiam sejenak.


"Jangan bersedih,kalian masih muda.Besok besok masih bisa hamil lagi,"Bi Sumi mencoba menguatkan hati putri semata wayangnya itu.


Renata menatap sendu Rio,dia merasa kasihan pada pria itu.Rio pasti sangat kecewa padanya,tapi mau bagaimana lagi?Tidak ada istri didunia ini yang mau keguguran,termasuk dirinya.


"Maafkan aku,"ucap Renata pada Rio.


"Ini bukan salahmu,jangan minta maaf padaku.Ini semua kehendak Tuhan yang maha Esa,"ucap Rio.


Rio mendekati Renata,dia mencium pucuk kepala istrinya mesra.


"Cepatlah membaik,aku sangat rindu pada mulutmu yang lemes dan cerewet itu,"canda Rio.Renata melotot,dia mencubit lengan suaminya pekan.Cubitan itu tidak berasa di lengan Rio.Lenganya terlalu kekar untuk dicubit oleh wanita lemah yang sedang sakit.


"Renata,yang sabar ya.Setelah pulih,aku yakin kamu pasti bisa hamil lagi,"ucap Kania.


"Makasih ya.Maaf sudah membuat kalian semua panik dan khawatir,"cicit Renata.Wanita itu memalingkan wajahnya kearah jendela,memperhatikan dedaunan kering yang tertiup oleh angin diluar sana.


Apa anakku sudah ditempatkan di surga?Apa kelak kami bisa kumpul bersama lagi?Dua buah tanda tanya terus hilir mudik dibenak Renata.


Rio murung,dia pamit keluar kamar dengan alasan ingin mencari udara segar.Tak lama,Kania menyusul.Dia merasa ada hal yang tidak beres yang Rio sembunyikan dari mereka semua.


"Ada apa?Katakan dengan jujur padaku,"paksa Kania.


"Kandungan Renata lemah,kemungkinan dia akan mengalami keguguran terus kalau hamil,"tutur Rio.Dia memijit pelipisnya.


"Jangan pesimis,keajaiban akan selalu ada untuk orang yang mau berusaha,berdoa dan optimis,"ucap Kania.


"Apa yang harus saya lakukan sekarang?"Rio memasang wajah bingung.


"Tunggu sampai dia sembuh,aku akan membawanya konsultasi pada Dokter spesialis,"Kania berniat membantu Rio dan renata.


"Lagi lagi harus merepotkan Anda,Maafkan saya Nona,"seloroh Rio.

__ADS_1


"Tidak apa apa,sesama manusia memang harus saling membantu."


__ADS_2