Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 71


__ADS_3

Setibanya dirumah,Kania diserang rasa gelisah.Dia tidak bisa tidur,stres dan uring uringan.Sementara Farel terlihat lebih kalem,tenang,seperti tidak sedang memiliki beban pikiran.


Kania mendekati Farel yang sedang sibuk bermain ponsel,dia menyandarkan kepalanya di bahu bidang pria itu.


"Ngomong ngomong,hubungan pertemanan kamu dengan Cindy sedekat apa sih?"Tanya Kania penuh selidik.


"Emhmmm...Hanya sebatas teman belajar saja.Kenapa memangnya?"Tanya Farel balik.


"Tidak,aku hanya penasaran saja.Sepertinya Nenek dari Laura mengenalmu dengan baik,"celoteh Kania.Dia memasang wajah sedikit cemberut.


"Tentu saja,aku sering main kerumahnya dulu,"ucap Farel.Pria itu tertawa dan membuat hati Kania sedikit nyeri.


"Apa benar kalian hanya sebatas teman saja?"Tanya Kania ulang.


"Iya,benar.Kamu sedang cemburu ya?"Tebak Farel.


"Iya,aku sedang cemburu dan kesal.Sebenarnya sebelum menikah,kamu dekat dengan berapa orang wanita sih?"Kania menaruh curiga.Dia curiga kalau suaminya itu adalah mantan Cassanova.


"Tidak banyak,hanya Cindy,Angela dan kamu saja.Karena aku orangnya sangat pilih pilih,"sahut Alex santai.Seolah dia tidak terbebani oleh pertanyaan istrinya yang bertubi tubi.


Hubungan Kania dan Farel baru saja membaik,sangat tidak etis kalau dia mengajak suaminya untuk berdebat dan bertengkar lagi.Meski masih menaruh rasa curiga,Kania memilih untuk menyudahi aksi wawancaranya.


Dia pergi kedapur,membuka kulkas dan menenggak air dingin hingga habis satu botol.Kata orang,air dingin bisa menurunkan tingkat emosi dan kesedihan seseorang.Kania mencobanya,dan ternyata berhasil.


Sementara itu dikamarnya,Farel mulai menunjukan aura gusar yang sejak tadi dia sembunyikan.Dia ingin tau penyebab Cindy bercerai,sekaligus mencari tau kenapa anak kecil itu bisa berucap asal seperti tadi.


Farel mengirim pesan singkat pada Rio,dia meminta pria itu untuk mencari nomor ponsel Cindy.Alasanya klasik,dia ngin menjadikan Cindy sebagai model restauran yang sebentar lagi akan dia bangun.


Farel meletakan ponselnya begitu saja diatas meja,lalu pergi ke kamar mandi.Kania kembali kedalam kamar,dia melihat ponsel suaminya tergeletak dan hatinya tergerak untuk mencari tau sesuatu lewat ponsel itu.


Selama ini,Kania tidak pernah menyentuh ponsel pribadi Farel.Karena menurutnya pria itu perlu ruang privasi.Tapi setelah melihat Cindy,Kania merasa dia perlu mengecek ponsel suaminya sesekali.Semuanya akan baik baik saja,kalau pria itu tidak tau.


Kania mengambil ponsel Farel,ternyata tidak terkunci.Matanya melotot saat melihat pesan singkat yang suaminya kirim ke Rio.


Cari nomor ponsel Cindy,aku ingin menjadikan dia model restauran milikku.

__ADS_1


Restoran?Sejak kapan Farel punya restauran?Kenapa Dia tidak diberitahu?Kania bertanya tanya dalam hati.


Farel tiba tiba muncul didepan Kania,dia langsung merebut ponselnya dengan kasar.Kania hanya diam,dia tidak berani protes karena memang dia yang salah.Dia lancang membuka ponsel milik suaminya tanpa izin.


Tapi,sikap Farel tadi sedikit membuat hati Kania sedikit nyeri.Walau begitu,Kania tetap diam karena Farel juga diam.


*


*


*


Beberapa hari pasca insiden mengintip ponsel tanpa izin.Kania memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.Dia penasaran karena saat itu Farel terlihat sedikit marah padanya.Bahkan sampai saat ini,pria itu hanya sedikit bicara pada Kania.


"Apa kamu marah padaku karena aku telah mengintip ponselmu tanpa izin?"Tanya Kania.


"Aku tidak marah,"sahut Farel tanpa memperhatikan wajah istrinya.


"Kamu membangun restoran dimana?Kenapa aku tidak diberi tahu?"Tanya Kania lagi.


"Oh...Begitu,"Kania mengerlipkan matanya.


Farel berdiri,dia bersiap untuk pergi dari ruang makan.Padahal makanan di piringnya baru dimakan sedikit.


"Mau kemana?"Kania memasang wajah sedikit kesal.


"Keruang pribadiku,aku masih harus menyelesaikan sesuatu,"sahut Farel malas.


Didalam ruangan pribadinya.


Farel duduk termangu,dia memikirkan soal hubungannya dengan Kania.Belum apa apa saja dia sudah banyak bertanya dan cemburu,apa lagi kalau dia sampai tau soal masa lalunya dengan Cindy?Bisa bisa dia minta cerai.


Ponsel Farel bergetar,tanda ada pesan masuk ke nomornya.Farel mengambil hapenya dan ternyata itu adalah pesan balasan dari Rio.Dia berhasil mendapatkan nomor Cindy dan mengirimkannya pada Farel.


Farel menyimpan nama Cindy dan menggantinya dengan nama Pedro.Dia terpaksa harus memalsukan nama Cindy agar Kania tidak cemburu dan salah paham padanya.Bagaimanapun wanita itu sudah mulai berani membuka ponselnya tanpa ijin.

__ADS_1


Farel menguap,dia mulai lelah mengerjakan tugas kantor yang menumpuk.Meski pusing dan lelah dia harus tetap semangat,ada banyak orang yang bergantung pada kejayaan perusahaanya.Termasuk karyawan dan anggota keluarganya.


Tok..Tok..Tok..


Kania mengetuk pintu,dia mendorong pintu dengan siku dan masuk kedalam ruangan dengan membawa sebuah nampan berisi segelas minuman hangat.


"Sudah malam,istirahatlah dulu,"ucap Kania.Suaranya terdengar begitu lembut dan mendayu dayu.


"Ini juga sudah mau ke kamar.Kamu bawa apa itu?"Farel penasaran.


"Minuman kesehatan,ini bagus untuk menjaga daya tahan tubuhmu,"Kania menyodorkan gelas minuman itu pada Farel.Farel menyambutnya dengan senang hati.


"Terimakasih,kamu perhatian sekali."Farel menyunggingkan senyum kecil seperti bulan sabit.


Mulai detik ini,Kania akan lebih gencar memberikan perhatian kepada suaminya.Jadi,kalau dia kalah cantik dengan wanita gatal diluar sana.Masih ada alasan bagi Farel untuk tetap memilih istrinya daripada wanita gatal itu.


*


*


*


Dirumah pribadinya.


Cindy merasa heran kenapa orang kepercayaan Farel meminta nomor ponselnya.Mungkinkah Farel ada perlu denganya?Jangan jangan dia masih penasaran dengan celotehan asal putrinya waktu itu.Atau,dia ingin tau penyebab Cindy bercerai dengan suaminya itu.


Cindy kesal pada putrinya yang hobi bicara ceplas ceplos.Tapi mau bagaimana lagi?Dia adalah anak kecil yang masih polos dan sulit untuk dinasehati.


"Mama sedang memikirkan apa?"Tanya Aurel.


"Nak,lain kali kalau bicara didepan orang jangan ceplas ceplos ya.Nanti kalau orang itu marah bagaimana?"Cindy memegang ujung dagu putrinya itu.


"Iya,Ma.Lain kali,aku akan bicara lebih hati hati.Tapi yang aku bicarakan kemarin benar Ma.Kata Nenek aku mirip sekali dengan teman mama yang namanya Tuan Farel,"Aurel membela diri.


"Jangan dengarkan omongan Nenekmu itu.Kamu anak Mama,kamu sudah pasti mirip dengan Mama bukan mirip orang lain!"Cindy memaksa bocah itu untuk memahami segala kata katanya.

__ADS_1


"Iya,Ma."Sahut Aurel lesu.Dia paling tidak suka dimarahi,apa lagi diprotes.Dua watak itu menurun dari sang Mama.Melihat Aurel,Cindy seperti melihat duplikatnya sendiri.


__ADS_2