
Keesokan harinya...
Farel dan beberapa rekan kerjanya baru saja mendiskusikan masalah pekerjaan di private room yang ada disebuah cafe.Rekan rekan kerjanya langsung pamit pulang,sementara dia masih harus membereskan beberapa berkas penting.
Seorang wanita tiba tiba datang menghampiri Farel dengan langkah gontai.Dia berlenggak lenggok seperti seekor kupu kupu yang sedang menggoda serangga lain untuk melirik dan menyentuhnya.
"Sekar,kamu disini?"Farel sedikit syok saat mendapati kenalannya itu ada ditempat yang sama denganya.
"Iya,aku selalu disini.Cafe ini kan milikku,"sahut Sekar sambil tersenyum manis.
"Oh...Cafe ini milikmu,"Farel mengangguk anggukan kepalanya.
Sekar duduk disisi Farel,dia mengalungkan kedua tanganya dileher pria berwajah tampan itu.Tak cukup sampai disitu,Sekar mulai berani membelai rambut Farel dan memainkannya dengan manja.
"Kamu sedang mabuk ya?"Farel menepis tangan Sekar kasar.
"Tidak,aku tidak mabuk kok,"Sekar membantah tudingan Farel.
"Tolong jaga sikapmu,kalau ada yang melihat pasti orang itu akan salah paham,"Farel memberi sebuah peringatan keras.
"Jangan tolak aku,wanita secantik ini sayang sekali untuk ditolak bukan?"Sekar merengek sembari tertawa kecil.
"Kamu memang cantik,tapi istriku dirumah jauh lebih cantik darimu!"sahut Farel ketus.
"Wanita itu lagi,kenapa dia selalu merusak kesenanganku?"Gerutu Sekar lirih.Ternyaya Farel mendengarnya.
"Apa kamu mengenal istriku?"Tanya Farel serius.
"Tidak,aku tidak mengenalnya,"Sekar panik.
"Sudahlah,aku permisi dulu,"pamit Farel.
"Kamu mau kemana?"Sekar menahan tangan Farel kuat.
"Tentu saja pulang kerumah,bertemu anak anak dan istriku,"Farel melepas cengkraman tangan Sekar.
"Sayang,"Sekar merengek lagi.
"Berhenti menggodaku! Sampai bumi terbelah menjadi dua pun aku tidak akan pernah bisa tertarik pada wanita lain.Mengerti?"Bentak Farel.Pria itu benar benar telah habis kesabaran menghadapi ulah nakal Sekar.
__ADS_1
Farel bergegas pergi meninggalkan Sekar didalam ruangan sendirian.Sekar yang kecewa usahanya ditolak untuk kesekian kalinya langsung menangis tersedu sedu.
Pria sejati akan selalu menjunjung tinggi kesetiaannya untuk sang istri di manapun dia berada.Bahkan dalam kondisi kepepet sekalipun.Dia akan selalu menjaga kepercayaan sang istri dan takut pada pengawasan Tuhan.Itulah yang sedang Farel lakukan saat ini.
Ingat reader,ini hanya gambaran seorang pria didunia novel.Kalau didunia nyata,hanya kaum pria dan Tuhan saja yang tau😂✌️
Didalam mobil,Farel masih tidak percaya kalau dirinya bisa dikejar kejar oleh seorang wanita sampai seperti itu.Dia tau,dia tampan.Tapi dia tidak mengira kalau pesonanya bisa sampai membuat seorang wanita berkelakuan seperti orang gila.
Kelakuan gila wanita itu mengingatkannya pada Angela,mantan kekasih sekaligus musuh bebuyutannya.Dia merasa aneh dan heran,bagaimana bisa wanita asing itu mengenal istrinya?Dia harus menyuruh seseorang untuk menyelidiki asal usul Sekar,wanita itu sungguh sangat meresahkan dan mencurigakan.
Dirumah...
Kania merasa perasaanya sedikit tidak enak,seperti ada seseorang yang tengah membicarakan hal hal buruk tentangnya.Pikiranya langsung melayang kepada Renata,mungkinkah dia dan Rio yang sedang membicarakannya dibelakang?
Kania menggeleng gelengkan kepalanya,mencoba menepis pikiran buruk yang mulai menggerogoti kepalanya.Melihat kelakuan cucu menantunya yang aneh,maria langsung berjalan pelan menghampirinya.
"Kamu kenapa?Sepertinya sedang banyak pikiran?"Tanya Maria.
"Aku tidak apa apa kok Nek,"Kania berbohong.Dia tidak mau membebani pikiran wanita yang sudah tua dan renta itu.
"Apa karena cuaca hari ini sangat panas jadi kamu bersikap aneh seperti itu?"Tebak Maria asal.
Maria duduk disisi Kania,mereka menonton televisi bersama.Acara siang itu meliput tentang liburan keluarga.Mata Kania berbinar,dia ingin sekali bisa pergi berlibur bersama suami dan anak anaknya.Mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama untuk bersenang senang.
Tapi akhir akhir ini Farel terlihat sibuk dengan berbagai pekerjaan di kantor.Jangankan pergi berlibur,pergi makan saja kadang dia tidak memiliki tenaga.Kalau sudah sampai rumah dan mandi,Farel langsung melompat ketempat tidur dan memejamkan kedua matanya.
Pria itu terlalu lelah,Kania tidak tega kalau mau meminta ini dan itu kepadanya.Biarlah dia menahan hasratnya untuk pergi berlibur sementara,lain kali jika sudah ada waktu mereka pasti akan bisa pergi berlibur juga.
"Sudah lama ya,kamu dan Farel tidak pergi berlibur?"Maria melirik kearah Kania.
"Iya Nek,sudah lama sekali.Kania jadi rindu,"sahut Kania sambil tersenyum kecil.
"Ajak saja Farel,agar dia bisa istirahat sejenak dengan urusan pekerjaannya,"ucap Maria.
"Tidak Nek,lain kali saja.Sambil nunggu anak anak tumbuh besar,kasian mereka masih kecil,"tolak Kania.Dia memberi sebuah alasan yang mudah untuk dipahami oleh Nenek Maria.
"Iya,kamu benar juga.Apa lagi diluar sana banyak penyakit,anak kecil daya tahan tubuhnya masih lemah untuk penyakit penyakit itu,"Maria menepuk pundak Kania pelan.
Siang itu,Rio kembali kekediaman Mananta sambil mengajak Renata.Dia memaksa gadis itu untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf Pada Kania.Tak hanya itu,renata juga harus meminta maaf karena sudah bersikap kurang baik pada Dian dan Dion.
__ADS_1
Ting...Tong...
Bel rumah berdering,Bi Sumi segera membuka pintu.Dia sedikit terkejut saat mendapati putri semata wayangnya tengah berdiri didepan sana.
"Renata,"panggil Bi Sumi.
"Hallo Bu,apa kabar?"Renata meringis.
"Siapa Bi?"Teriak Kania dari jauh.
"Rio dan Renata,"sahut Bi Sumi.
Mendengar nama sahabatnya disebut,Kania langsung keluar dari dalam rumah dengan terburu buru.Kania menyambut wanita itu dengan senyuman dan sebuah pelukan hangat,dia bersikap seolah olah Renata tidak melakukan kesalahan apapun padanya.
Renata merasa sedikit malu.Dia sudah memperlakukan Dian dan Dion dengan tidak baik,tapi sahabatnya itu masih bersikap ramah dan lembut padanya.Langsung saja Kania mempersilahkan Renata dan Rio masuk kedalam rumah.
"Aku kesini mau minta maaf padamu,"ucap Renata sambil menundukkan wajahnya.
"Aku sudah memaafkan mu,jangan bahas soal itu lagi ya,"pinta Kania.
"Iya,"Renata kembali memeluk sahabatnya itu.
Maria yang tidak mengerti apapun memilih untuk diam dan memperhatikan dua wanita dengan seksama.Renata menangis,dia nampak sangat menyesal.
"Kemana Dian dan Dion?"Tanya Renata.Matan wanita itu mencari cari keberadaan si kembar disekitarnya.
"Mereka masih disekolah,hari ini ada les tambahan,"sahut Kania.
"Aku juga ingin minta maaf pada mereka,"ucap Renata.
"Mereka pasti akan memaafkan mu,mereka kan anak anak yang baik,"celoteh Kania lembut.
"Iya,kamu benar.Mereka anak baik,dan aku sudah memperlakukan mereka dengan perlakuan yang kurang baik,"Renata menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Dia merasa sangat malu.
"Aku sudah bilang padamu,jangan bahas ini lagi.Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan,termasuk kamu,"Kania mencoba menyudahi kesedihan Renata.
"Terimakasih,kamu sudah mau mengerti aku dan memaafkan aku,"ucap Renata.
"Tentu saja,kita kan teman."Kania menyunggingkan senyum termanisnya.
__ADS_1
Perselisihan antara Kania dan Renata berakhir,sekarang Rio bisa bernafas lega.Dia juga bisa bekerja dengan baik dan tenang.