
Renata menelfon Kania,dia mengajak wanita itu untuk pergi nongkrong di cafe bersama.dia merasa jenuh dengan aktifitasnya sehari hari,dia perlu keluar rumah untuk mencari hiburan.
Kania menyetujui ajakan Renata,mereka janjian bertemu di cafe rock&rol pukul 10 pagi.
Renata meminta ijin pada Rio,dia tidak keberatan jika Renata ingin me time diluar asalkan tidak terlalu lama.Bagaimanapun Fiona masih minum asi dan belum mulai MPASI.
Renata bersiap menuju cafe tempat dia dan Kania bertemu.Dia naik Taxi karena tidak bisa menyetir mobil sendiri.
Tiba di cafe,Kania ternyata sudah ada disana.Dia sudah memesan banyak makanan,camilan dan minuman untuk mereka berdua.Wanita itu memang sangat murah hati dan tidak pelit pada temannya sendiri.
"Apa kamu sudah menunggu lama?"Tanya Renata sambil menarik kursi.
"Tidak juga,baru lima belas menitan saja,"
"Kamu datang lebih awal dari waktu janjian,bukan aku yang telat datang iya?"
"Iya,santai saja."
Renata dan Kania menyantap makanannya dengan khidmat dan lahap.Tidak ada kalimat yang keluar dari mulut mereka,mereka sama sama fokus dengan makanan masing masing.
__ADS_1
Selesai makan,Renata mulai membuka pembicaraan.Dia merasa stres menjadi ibu baru karena Fiona ternyata sangat rewel dan sulit dimengerti.Entah apa yang membuat Renata setres,padahal dia sudah memakai jasa Baby sitter.
"Nafsu makan ku meningkat,aku jadi terlihat gemuk dan jelek,"celetuk Renata.
"Aku juga sama seperti kamu dulu,menangisi penampilan karena terlihat jauh berbeda tidak seperti saat gadis.Sampai aku sadar,untuk apa memperdulikan penampilan?Yang penting anak anakku tumbuh dengan baik dan sehat,"
"Tapi..."
"Tenang saja,setelah selesai memberi ASI berat badanmu akan menurun dengan sendirinya.Dan kamu akan kembali cantik karena sudah memiliki banyak waktu untuk merawat diri,cukup tidur dan cukup istirahat,"
"Apa benar begitu?"
"Ah,benar juga.Ternyata memang aku yang terlalu lebay,padahal semua wanita juga pasti akan mengalami hal yang sama seperti aku,"
Renata sedikit lega setelah mencurahkan isi hatinya pada Kania.Dia seperti baru saja mengisi ulang baterai semangat dalam jiwa dan raganya.Semangat untuk menjalani hari hari mengurus anak,suami dan rumah.
Renata ingin mencontoh Kania,wanita itu selalu menghadapi segala masalah dan rintangan hidupnya dengan baik.Mungkin karena dia tidak memiliki orangtua,jadi dia sudah terbiasa hidup mandiri dan keras.
"Ren,anakmu sudah bisa apa?"Tanya Kania.Dia penasaran karena dia sudah lama tidak berjumpa dengan bayi itu.
__ADS_1
"Dia sudah bisa melompat lompat seperti anak katak,lucu sekali,"
"Kapan kapan aku akan membawa anak anak main kesana,boleh kan?"
"Boleh dong,Fiona pasti senang kalau dikelilingi oleh banyak teman baru,"
Tak terasa dua jam sudah berlalu,Renata harus segera kembali kerumah,begitu juga dengan Kania.Mereka berdua takut anak mereka menangis mencari keberadaan Mamanya.
Keduanya saling berpamitan,berpelukan dan pulang kerumah masing masing.
Renata pulang kerumah dengan menenteng satu box kue brownies dan satu box kue bolu tape.Dia sengaja membeli dua kue itu untuk suami dan asisten rumah tangganya dirumah.
"Bagaimana me time nya?Seru tidak?"Tanya Rio.
"Seru,apa boleh kapan kapan aku keluar lagi?"Renata tersenyum kecil.
"Boleh,tapi jangan sering sering ya,"
"Oke,"
__ADS_1
Bersambung...