
Pulang dari tempat acara Renata dan Rio,Kania menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.Dia merasa lelah,padahal dia tidak melakukan apapun disana selain makan dan mengobrol.
Setelah melahirkan Kania merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya,dia jadi gampang capek,gampang mengantuk dan gampang masuk angin.Padahal usianya terbilang masih muda loh,apa kabar nanti kalau sudah tua ya?
"Kamu kenapa?"Tanya Farel sembari duduk disisi Kania.
"Sepertinya aku butuh kopi,"ucap Kania.Dia memijat pinggiran kepalanya yang terasa sedikit pening.
"Kamu mau kopi apa?"Tanya Farel lagi.
"Kopi susu,"sahut Kania singkat.
"Tunggu disini ya,akan aku buatkan untukmu,"ucap Farel.
"Terimakasih sayang."Senyum manis mengembang di wajah cantik Kania.
Tak lama,Farel kembali membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan satu toples makanan ringan.Dia melayani sang istri seperti seorang ratu,Kania dibuat tersentuh oleh perbuatan manisnya itu.
Pasca melahirkan,Kania merasa suaminya tambah sayang dan tambah perhatian kepadanya.Apapun yang dia mau selalu dituruti,mungkin karena Farel merasa Kania telah melakukan sebuah pengorbanan besar demi untuk melahirkan ketiga anaknya ke dunia Fana ini.
"Yang,kalau ada waktu kapan kapan kita nonton ke bioskop yuk.Sepertinya kita belum pernah nonton film berdua,"celoteh Kania sambil membuka tutup toples makanan ringan.
"Lalu anak anak bagaimana?"Farel khawatir.
"Kita titipkan dulu pada Rio,Bi Sumi dan Bu Ani,"sahut Kania enteng.
"Kalau mereka rewel bagaimana?"Farel masih saja ragu.
"Asalkan perut mereka kenyang minum susu,popok mereka kering,mereka pasti tidak akan rewel,"Kania berani menjamin hal itu.
"Iya,baiklah.Kapan kapan kita pergi nonton berdua."Ucap Farel.Kania langsung memeluk tubuh suaminya erat karena senang.
Maria muncul,Kania langsung melepas pelukannya pada Farel.
"Ada apa ini?Sepertinya Kania senang sekali,"ucap Maria penasaran.
"Ini Nek,Farel mau menemani aku nonton film di bioskop,"cerita Kania.
"Kalau ada yang menjaga anak anak dan ada waktu,pergilah jalan jalan berdua.Waktu yang berkualitas juga bisa membuat rumah tangga tetap harmonis,"seloroh Maria.
__ADS_1
"Tuh kan,dengerin nasihat Nenek,"ucap Kania sambil memainkan rambut Farel.
"Iya,aku dengerin kok!"Farel tersenyum kecil.
Maria merasa senang karena rumah tangga Farel dan Kania terlihat adem ayem dan bahagia.Dalam diam wanita tua itu berdoa semoga rumah tangga sang cucu bisa langgeng hingga maut memisahkan.
Tak terasa Maria menangis,dia teringat pada mendiang suaminya.Pria yang paling dia cintai didunia itu telah meninggal dunia empat puluh tahun yang lalu,setelah itu Maria memutuskan untuk hidup menjada tak ingin menikah lagi.
Baginya,tidak ada pria yang pantas bersanding dengannya kecuali sang suami.
"Nenek kenapa?"Kania langsung mendekati Maria.Maria tersenyum sambil menyeka air mata.
"Tidak apa apa,Nenek hanya sedang rindu pada suami Nenek,"sahut Maria.Kania memberi Maria sebuah pelukan hangat.
"Kalau boleh tau,kenapa suami Nenek bisa meninggal dunia?"Tanya Kania penasaran.
"Dia terserang sakit jantung,saat itu umurnya baru tiga puluh lima tahun dan ayah dari Farel masih berumur sepuluh tahun."kenang Maria.
"Nenek,anda masih muda.Kenapa Anda tidak menikah lagi saja saat itu?"Kania merasa heran.
"Karena hanya suamiku yang aku cintai,tidak pernah ada yang lain selamanya."Ucap Maria penuh keyakinan.Mendengar hal itu Kania merinding seketika.
*
*
*
Lalu,bagaimana kalau Farel yang meninggal terlebih dahulu?Apakah Kania akan bisa melajang seperti Nenek Maria atau malah menikah lagi?Rezeki,jodoh dan maut seseorang tidak ada yang tau.Tapi untuk saat ini Kania berjanji pada diri sendiri untuk setia kepada Farel.
"Masih memikirkan cerita Nenek Maria?"Ucap Farel sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
"Iya,kenapa ada wanita yang setia sampai seperti itu?"Kania merasa heran.
"Tentu saja ada,dia adalah Nenekku,"seloroh Farel.
"Padahal sebagai manusia normal,dia juga pasti punya kebutuhan kan?Tapi dia punya segalanya,dia pasti punya cara lain untuk memanjakan diri sendiri,"celoteh Kania asal.
"Berpikir mu jauh sekali,"Farel menggeleng gelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Aku hanya bicara sesuai fakta,seorang wanita paling lama bisa menahan hasrat selama empat bulan saja.Sisanya,tidak ada yang tau,"jelas Kania.
"Bagaimana kalau pria?Berapa lama kaum pria bisa menahannya?Kenapa kepalaku pusing sekali karena sudah hampir satu bulan tidak dimanjakan olehmu,"Farel merangkak mendekati Kania
"Pria mah tidak kenal waktu,kapanpun dimana pun hasratnya bisa tiba tiba meninggi,"sahut Kania.
"Betulkah?Kamu belajar pengetahuan itu dari mana?"Farel penasaran.Wajah Kania terlihat polos,tapi ternyata dibalik kepolosan itu tersimpan sebuah teka teki.
"Aku baca disalah satu majalah,"sahut Kania.
"Sudah malam,ayo tidur.Mumpung anak anak sedang tidur,"ucap Farel.
Farel mematikan lampu kamar,kemudian mereka bersembunyi dibalik selimut masing masing.Baru saja Farel dan Kania menutup mata,anak anak mereka kompak terbangun dan menangis.
"Aku rasa,kita baru akan tidur dua jam lagi,"Farel mengerutkan kening.
"Ha...Ha...Ha..."Beginilah resiko menjadi orangtua baru,"Kania tertawa melihat ekspresi wajah suaminya.
Kania menyusui dua bayi laki lakinya,sementara bayi perempuannya diberi susu formula pakai dot oleh Farel.Berkali kali Kania memarahi Farel agar terus terjaga khususnya saat sedang memberi susu kepada anak anaknya.Kania takut bayi itu tersedak karena kecerobohan orangtuanya.
"Jadi begini ya,yang dirasakan oleh orangtuaku dulu.Pantas saja Nenek selalu memintaku untuk berbakti pada mereka,"kenang Farel.
Dulu Farel sangat nakal,susah dinasehati dan gemar membangkang perintah orangtua.Sekarang dia menyesal,karena belum sempat menunjukan baktinya kepada orangtua tapi mereka sudah meninggal dunia.Andai saja waktu bisa diputar kembali.
Kania meneteskan air mata,saat ini dia sedang merasakan betapa tidak mudahnya menjadi orangtua.Terlebih tidak ada yang mengajarinya,semua harus dia pelajari secara otodidak.
"Kamu pasti rindu pada kedua orangtuamu?"Tebak Farel.
"Iya,"sahut Kania singkat.
"Aku juga rindu pada mereka,bagaimana kalau besok kita berkunjung ke makam mereka?"ajak Farel.
"Aku tidak bisa,kakiku terlalu lemah untuk melangkah kesana.Kalau kamu mau kesana,minta temani Nenek atau Rio saja ya,"ucap Kania.
"Iya,baiklah."
Anak anak kembali tidur,Kania dan Farel meletakan mereka diatas kasur.Tanpa menunggu waktu lama Kania dan Farel menyusul anak anak itu tidur dan terbang ke alam mimpi.Mereka pasti akan merindukan masa masa begadang seperti itu saat bayi kembar mereka sudah tumbuh dewasa.
--->π»π»π»<---
__ADS_1
Rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada.
Author.