Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 31


__ADS_3

Farel dan Rio hampir didera rasa putus asa,mereka sudah mencari Kania kesana kemari tapi masih saja belum kelihatan batang hidungnya.Sementara itu hujan semakin lebat,angin bertiup kencang dan petir terus menerus mencakar langit.


Tubuh Farel menggigil kedinginan,wajahnya pucat dan bibirnya membiru.Rio sangat khawatir pada keadaan Bosnya itu,dia mengajak Farel berteduh dan beristirahat sesaat.Farel menolak ajakan Rio,bahkan dia menepis tangan Rio secara kasar dan membuat asisten pribadinya itu meringis kesakitan.


Dari jauh,tepatnya didalam sebuah minimarket yang berada di sebrang jalan.Kania melihat wajah susah suaminya,dia melihat rasa bersalah dan penyesalan yang begitu besar menyelimuti jiwa raga seorang Farel.


Kania tersenyum puas,dia melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai yaitu menyeduh segelas kopi dan p*p mie rasa ayam bawang.Kania duduk disebuah kursi yang menghadap langsung ke jendela kaca berukuran besar.Dia menyantap makanannya dengan lahap sambil menonton drama menyedihkan Farel dan Rio.


"Kapan lagi bisa mengerjai pria menyebalkan itu?Teruslah mencari dan menangis untukku,"ucap Kania lirih.


Kania mengangkat gelas kopinya lalu menyeruput kopi itu secara perlahan,rasanya nikmat sekali.Kopi memang pas dinikmati saat cuaca dingin dan sedang hujan seperti sekarang ini.


"Rio,maafkan aku.Kamu jadi ikut dikerjai olehku,"Kania tertawa.


Entah apa yang ada didalam pikiran Kania saat itu,yang jelas dia sedang merasa puas karena bisa balas dendam pada Farel.Salah Farel sendiri telah menyakiti hati kania dan membuatnya menangis.Tega mengusir istrinya sendiri dari kamar padahal masih butuh.Memangnya hanya pria saja yang bisa bersikap seenaknya saja pada wanita?Wanita juga bisa.


Selesai makan dan minum kopi,Kania keluar dari minimarket yang buka selama 24 jam itu.Dia sengaja main air hujan sampai rambut dan pakaiannya basah kuyup.Setelah itu dia melipat tanganya ke dada,berpura pura menggigil kedinginan dan berjalan sempoyongan kearah Farel.


Farel mengangkat kepalanya,dia melihat sang istri sedang berjalan kearahnya.


"Kania,itu Kania kan Rio?"


"Iya,Bos.Itu Nona Muda."


Farel segera berdiri dan berlari menuju Kania,Rio mengikuti dari belakang.


Greppp,,


Farel mendekap erat tubuh ramping Kania,saking eratnya Kania hingga mengalami sesak nafas.


"Sayang,maafkan aku,"ucap Farel.Pria itu menangis sesenggukan,sepertinya Farel sangat menyesali perbuatannya.Sementara Rio hanya bisa berdiri dan memandangi Bosnya yang terlihat kacau dan menyedihkan.


"Kamu jahat sekali padaku,"Kania berpura pura sedih dan menangis.Sebenarnya Kania tidak pandai akting,tapi air hujan membantunya menyamarkan kekurangannya itu.


"Maafkan aku sayang,aku benar benar menyesal."Farel tiba tiba bersimpuh dibawah kaki Kania dan menundukkan kepalanya.Kania tidak enak hati,dia langsung memapah tubuh suaminya dan membantunya berdiri tegak.


Kania memegang wajah Farel,dia mengusap tampan pria itu dan mencium bibirnya sekilas.Tiba tiba merasa kepalanya pusing,pandangan matanya menggelap dan sekujur tubuhnya terasa lemas.Kania jatuh ke dalam pelukan Farel dan dengan sigap pria itu memegangi tubuh istrinya.


"Kania,kamu kenapa sayang?"Farel mencubit pipi Kania berulang ulang.

__ADS_1


"Aku,kepalaku,"Kania menutup mata dan kehilangan kesadarannya seratus persen.


"Kania,"Farel berteriak memanggil nama istrinya.Teriakan Farel membuat Rio takut dan berlari mendekat.


"Tuan,apa yang terjadi dengan Nona?"Rio menatap panik.


"Tidak tau,tiba tiba saja dia pingsan,"ucap Farel sambil menangis.


"Kita harus segera membawanya kerumah sakit,"


"Ayo kita kerumah sakit."


*


*


*


Perlahan lahan Kania membuka mata,meskipun kepalanya terasa berputar Kania terus melawannya.Kania memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan pandangan yang masih setengah gelap itu,dia mendapati dirinya sedang terbaring disebuah ruangan yang memiliki banyak ranjang.


"Ini rumah sakit?Aku kenapa?"seloroh Kania.


Ada buah buahan,roti,makanan ringan,ada juga bubur ayam yang menjadi makanan favorit gadis itu.Kania bukan kuda lumping yang bisa memakan makanan sekaligus banyak dan tidak semua wanita suka ngemil.


Kania sangat membatasi jumlah makanan yang dia konsumsi demi menjaga berat badannya agar tetap ideal.Tentunya juga agar dia bisa terlihat menarik di mata suaminya,tapi Farel malah ingin merusak usaha yang sudah lumayan lama dia lakukan itu.


"Kenapa aku ada dirumah sakit?"Kania menoleh kearah kiri dan mendapati tangan kirinya itu sedang di infus.


Kania merasa sedih,niat hati ingin mengerjai suaminya malah dia dikerjai baik oleh Tuhan dengan mengangkat sehatnya dan memberikannya sakit.


"Kamu sedang hamil,"sahut Farel.


Mendengar pernyataan itu kani tersentak kaget,dia bangun dari posisi tidurnya dan terduduk diatas ranjang.


"Aku hamil?"Kania masih tidak percaya.Farel menjawab dengan anggukan dan senyum simpul.


Kania memang tidak pernah memakai pengaman jenis apapun,wajar kalau dia bisa hamil.Tapi Kania belum siap memiliki anak,Kania masih muda dia masih ingin bersenang senang.Saat itu juga dia menangis,dia bingung harus bagaimana.


"Loh,kenapa kamu menangi?"Tanya Farel kebingungan.

__ADS_1


"Aku belum siap punya anak,"ucap Kania jujur.


"Kenapa?Apa kamu belum bisa mencintaiku sepenuh hatimu?"Farel menatap Kania lekat lekat.Kania menggeleng sambil terus menangis.


"Lalu kenapa?"


"Aku masih muda,aku masih ingin bersenang senang.Aku juga tidak tau bagaimana cara mengurus anak bayi,"


"Kania,percayalah padaku.Kamu masih bisa tetap bersenang senang setelah memiliki anak,soal mengurus bayi nanti aku akan mencari baby sitter untuk membantumu,"


Kania mulai tenang,dia mencoba untuk menerima takdirnya menjadi seorang Ibu muda.Lagi pula anak itu tidak salah,yang salah adalah Kania.Karena dia tidak memakai alat kontrasepsi padahal belum siap hamil.


"Kania,aku sangat menginginkan anak itu.Kalau kamu mau melahirkannya untukku aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu hingga ajal ku tiba."


Cup,,


Sebuah ciuman mendarat di kening Kania,mengiringi janji manis yang Farel lakukan pada istri kecilnya itu.Kania memasang wajah datar seolah dia meragukan janji suaminya.Apa dia bisa menepati janjinya?marah sedikit saja sudah berani mengusir istrinya pergi.


"Kamu kenapa diam saja sayang?"Farel bertanya lagi.Akhir akhir ini dia memang lebih banyak bertanya daripada sebelumnya.


"Aku marah padamu.Kamu bisa bisanya mengusirku dari Hotel dan membuatku luntang lantung di luar seperti orang gila,"Kania memajukan bibirnya kedepan.Sebuah kebiasaan yang dilakukan Kania jika dia sedang marah dan tidak suka pada sesuatu.


"Maafkan aku,aku khilaf.Lain kali aku akan lebih berhati hati jika bicara padamu,terutama saat aku sedang marah,"Farel meraih telapak tangan Kania dan menggenggam jari jemarinya kuat.


"Apa kata katamu itu bisa dipercaya?"Kania masih saja ragu.


"Tentu saja bisa.Biar Tuhan yang akan menjadi saksi janjiku padamu."Ucap Farel dengan lantang dan penuh percaya diri.


"Jangan bawa bawa nama Tuhan.Saat kamu khilaf dan melakukan kesalahan lagi maka tamatlah riwayatmu,kamu tidak hanya akan dimarahi olehku tapi juga mendapat hukuman dari Tuhan,"Kania memberi sang suami peringatan keras.


"Iya,maaf."


Kania dan Farel saling berpelukan.Bohong jika Kania sudah bisa memaafkan Farel seratus persen,masih ada luka didasar hatinya walaupun itu hanya sedikit.Tapi Farel hanyalah manusia biasa yang pasti pernah melakukan kesalahan,jahat jika Kania tidak mau memaafkan dan memberinya kesempatan kedua.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---


Memaafkan bukan berarti bisa melupakan,karena hati manusia seperti daging yang akan meninggalkan bekas jika terluka.Jadi,berpikirlah terlebih dahulu sebelum berbicara agar tidak melukai orang orang yang ada di sekitarmu termasuk pasanganmu.


Author.

__ADS_1


__ADS_2