Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Kania Jatuh sakit


__ADS_3

Mengurus anak tidaklah mudah,apa lagi kalau anak itu kembar dan masih bayi.Kania mengalami demam tinggi,tubuhnya menggigil hebat,kepalanya pusing seperti dipalu.Tapi dia tetap mengurus anak anaknya dengan baik dan telaten.


Kania hanya meminum Paracetamol,dia tidak mengeluh ini dan itu pada siapapun.Bahkan Farel saja tidak tau kalau sang istri sedang sakit.


Waktu menunjukan pukul 06.30 menit pagi,Farel dan adik adik Kania bersiap berangkat ke kantor dan kesekolah.Sementara Kania bersiap pergi kedapur untuk membuat segelas jus buah favoritnya.Disaat lemah seperti ini dia perlu tambahan mood booster,agar tetap semangat menjalani hari.


"Ada yang perlu dibantu Non?"Tanya Bu Ani.


"Tidak ada,rebus air saja untuk mandi anak anak.Sebentar lagi mereka akan bangun,"pinta Kania.


"Siap Non,"


Kania memasukan beberapa jenis buah dan sayuran kedalam blender,tak lupa dia juga memasukan satu sendok madu kedalamnya.Setelah diblender selama beberapa menit jadilah satu gelas gagang jus buah mix sayur ekstra segar.


Kania duduk bersandar di kursi kayu,wajahnya terlihat sedikit pucat,tubuhnya juga terasa lemas.Nenek Maria memperhatikan perubahan fisik cucu menantunya yang sedikit aneh.


"Apa kamu sedang sakit sayang?"Tanya Maria cemas.Dia mendekati Kania dan menyentuh kening datar wanita itu dengan telapak tanganya.Terasa hangat,sepertinya Kania memang sedang sakit.


"Tidak Nek,aku baik baik saja,"ucap Kania berbohong.


"Aku bukan anak kecil yang bisa dibohongi begitu saja sayang,"Maria mengerutkan keningnya.


"Maaf,aku hanya tidak mau merepotkan orang lain.Aku sudah minum obat Nek,aku yakin aku akan segera membaik,"Kania mencoba menghilangkan kekhawatiran Maria.


"Baiklah kalau begitu,tapi nanti kalau sudah dua hari minum obat tidak membaik kamu harus memeriksakan diri ke dokter.Oke?"


"Oke."


Maria pamit pergi,dia mau menyusul Farel ke kantor.Sepertinya suaminya sedang banyak pekerjaan disana,sehingga dia membutuhkan bantuan dari sang Nenek.


Rumah terasa sepi,tiba tiba Kania mendengar suara anak anaknya menangis.Kania bangkit dari duduknya dan bergegas menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.


Tiba tiba tubuh Kania gemetaran,kepalanya merasa pusing dan pandangan matanya menjadi gelap.


"Bu Ani,"teriak Kania keras.Dia terus berpegangan kuat pada sisi tangga.


"Bu,tolong aku Bu,"teriak Kania lagi.Setelah itu Kania tidak bisa melihat dan mendengar apa apa lagi karena jatuh pingsan.


Beberapa waktu berlalu,Kania membuka mata.Dia merasa kepalanya sakit dan berputar putar.Kania menyentuh kepalanya dengan tangan,ada yang aneh dengan kepala Kania.Kepalanya dibalut selembar perban,dia terluka?Kenapa dia bisa terluka?

__ADS_1


Kania terduduk diatas ranjang,dia menyadari dirinya sedang berada dikamar rumah sakit.Tanganya di infus,hidungnya dimasuki selang oksigen.


"Aku kenapa?"tanya Kania pada diri sendiri.


"Sayang,kamu sudah sadar?"Farel tersenyum sambil menciumi tangan Kania.


"Kenapa aku bisa ada disini?"tanya Kania penasaran.


"Kamu pingsan dan jatuh dari tangga,Bu Ani menelfon ambulan dan membawamu ke sini,"tutur Farel.


"Anak anak kita bagaimana?"Kania teringat pada si kembar tiga.


"Mereka bersama Bi Sumi,nenek dan Bu Ani.Kamu tenang saja,istirahat yang baik agar cepat sembuh,"jelas Farel.


"Sebenarnya aku sakit apa?"Tanya Kania.


"Kamu sakit tipes,biasa,kurang tidur dan istirahat.Maaf ya,semua gara gara aku kurang perhatian sama kamu,"Farel memasang wajah menyesal.


"Jangan menyalahkan diri sendiri,ini semua bukan salahmu."Kania membelai rambut suaminya mesra.


*


*


*


Meski sedang sakit,Kania tetap penasaran dengan cerita bulan madu dari sahabat dekatnya itu.Terlebih,keseruan malam pengantin baru berbeda beda setiap pasangan.


"Bagaimana keadaanmu?"Renata khawatir.


"Sudah baikan,kamu apa kabar?"Tanya Kania balik.


"Kabar kami baik.Kenapa kamu bisa seperti ini?"Renata mengusap kening Kania.


"Kata dokter sih karena kurang tidur.Ngomong ngomong bagaimana malam pertamamu?"Ceplos Kania tanpa filter.


"Seru,seram juga ya ternyata,"sahut Renata polos.Dua wanita itu tertawa terbahak bahak.Ruang rawat yang tadinya sepi seperti kuburan menjadi ramai seketika.


Jauh disudut sana,Rio dan Farel terlihat sibuk dengan obrolan mereka.Entah apa yang dibahas,tapi sepertinya lebih seru daripada menguping pembicaraan istri istri mereka.

__ADS_1


"Berapa ronde?"Bisik Kania.


"Tidak banyak,hanya tiga ronde.Itupun durasinya tak lebih dari satu jam,"sahut Renata jujur.


"Astaga,ternyata diam diam Rio kuat juga ya.Kamu kasih dia jamu apa?"Goda Kania.


"Aku tidak memberinya jamu apapun,sumpah!"ucap Renata.


"Mungkin karena dia masih muda,jadi staminanya masih oke."Kania mengacungkan kedua jempol nya ke atas.


"Farel sendiri bagaimana?"Renata mencoba mengorek hal tersembunyi dari hubungan Kania dan Farel.


"Dia,jangan ditanya.Semua pria pasti berstamina bagus khususnya saat malam pertama,"celoteh Kania.


Rio bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri dua wanita yang sedang asyik mengobrol.


"Nona,bagaimana keadaan Anda?"Tanya Rio.


"Baik,semua berkat istrimu.Kehadiranya sangat menghiburku hari ini.Semua lelah,jenuh,gundah gulana ku hilang semuanya,"puji Kania untuk renata.


"Dia memang paling pandai menghibur orang lain,"seloroh Rio.


"Nona,kami pulang dulu ya,"Pamit Rio.


"Kenapa buru buru sekali?"Tanya Kania sedih.


"Kami harus membantu Nenek,Bu Ani dan Ibu mengurus anak anak,"sahut Rio.Kania tersentuh,ternyata disaat sedang menikmati indahnya berbulan madu Renata dan Rio masih memikirkan ketiga anak anaknya dirumah.


"Baiklah,kalian boleh pulang.Hati hati dijalan ya,aku titip anak anaku,"pesan Kania.


Renata dan Rio menjabat tangan Nyonya muda itu dan melangkah pergi.


Ada rasa rindu dihati Kania karena setengah hari tidak bertemu dengan anak anaknya.Susra tangis mereka selalu terngiang ngiang ditelinganya.Apa yang sedang mereka lakukan saat ini ya?Apakah orang orang itu bisa menjaga anak anaku dengan baik?Begitu kira kira isi hati dan pikiran Kania saat ini.


"Sayang,makan dulu ya?"Ucap Farel.Kania menggelengkan kepalanya.Jauh dari anak membuatnya kehilangan nafsu makan.


"Kamu harus makan agar bisa cepat pulih,kasihan anak anak jauh dari kamu disana.Mau dibawa ke sinipun tidak memungkinkan,mereka masih kecil dan pihak rumah sakit pasti tidak mengizinkan."Farel berceloteh panjang lebar.


Setelah susah payah dibujuk Kania akhirnya mau makan makanan yang disediakan rumah sakit lalu meminum obat dan kembali beristirahat.Farel harus bersikap baik pada Kania,dia sampai sakit sakitan karena mengurus buah cinta mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2