Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 33


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga berkumpul di kediaman Mananta,termasuk Renata dan si kembar Dian Dion.Mereka merayakan kehamilan Kania dengan mengadakan makan malam bersama.


"Akhirnya aku akan memiliki seorang cicit,"Maria menggoyang goyangkan kepalanya karena senang.


"Dan aku akan menjadi seorang Ayah,"ucap Farel renyah.


"Lalu aku akan menjadi seorang paman,"sambung Rio lirih.


Saat yang lain sibuk berbincang,Dian dan Dion tidak memperdulikan obrolan orang dewasa itu.Mereka sibuk dengan piring makanan yang ada membentang diatas meja.


"Pelan pelan makanya,nanti tersedak,"Renata memperhatikan si kembar.


"Oke Kakak cantik,"Dian dan Dion menyunggingkan senyum manis.Tidak ada yang lebih indah dari senyuman anak anak itu,sepertinya Renata telah jatuh hati pada kepolosan dan kelucuan adik adik Kania.


"Kira kira,apa jenis kelaminnya ya?"Maria mencoba menebak nebak.


"Pasti perempuan,"ucap Kania.


"Tidak,dia laki laki,"ucap Farel.


"Siapa tau mereka kembar perempuan dan laki laki.Kania kan ada keturunan kembar,"seloroh Rio.Seluruh perhatian orang orang yang ada di ruangan itu teralih pada Dian dan Dion.


"Kenapa kalian menatap kami?Apa kami baru saja melakukan kesalahan?"Dian terus mengunyah.Tangan kananya sibuk memegang ayam goreng,yang satunya lagi memegangi dua tusuk sate.


"Tidak,kalian tidak melakukan kesalahan apapun,"Rio tersenyum sambil mengelus rambut Dian lembut.


Nenek melempar pandanganya pada Kania,perempuan itu akhirnya bisa merobohkan sikap arogan Farel dan menunduk dibawah payung cintanya.Kania memang berbeda dari gadis manapun,Maria bisa mengetahuinya saat pertama kali melihat tatapan mata wanita muda itu.


"Kalau anakmu kembar,aku akan membelikan kamu sebuah pulau.Dipulau itu aku akan membangun banyak wahana permainan pribadi untuk bermain anak anak Farel,"Maria berucap penuh semangat.


"Nenek,apa kami boleh ikut bermain disana bersama keponakan kami?"Dion menarik gaun wanita tua itu.


"Tentu saja boleh,kalian juga kan cucu cucu Nenek,"Maria tertawa lepas.


Kania berkaca kaca,dia merasa sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah dipertemukan dengan orang orang yang baik.Orang orang yang mau memperlakukan dia dan adik adiknya seperti saudara mereka sendiri.


Kania menyeka air mata yang keluar membasahi pipinya.Dalam diam Kania berdoa dalam hati,semoga kebahagiaan ini bisa berlangsung selamanya dan tidak akan pernah berakhir.


"Renata,aku ingin bicara empat mata denganmu,"Bisik Rio lirih ditelinga Renata.


"Kita tunggu waktu yang tepat,aku juga ingin mengobrol berdua denganmu,"sahut Renata.

__ADS_1


"Aku rindu padamu,"bisik Rio lagi.Renata hanya membalasnya dengan sebuah senyuman manis.


Tanpa Renata dan Rio sadari,sejak tadi Bi Sumi memperhatikan tingkah mereka dari jauh.Senyum dan tawa yang keluar dari bibir Renata telah berhasil menarik perhatian Ibunya.


"Apa mereka berdua sudah jadian?"Sumi berujar dalam hati.


*


*


*


Acara makan makan telah usai,orang orang sibuk dengan aktifitas mereka masing masing.Ada yang sibuk ngerumpi,main catur sampai game online.Sementara Renata sibuk membersihkan tumpukan piring dan gelas kotor di dapur bersama Ibunya.


Bi Sumi mendekati putrinya,dia ingin menanyakan secara langsung tentang kedekatannya dengan Rio.Selama ini Renata sangat menutup diri dari lawan jenis,Bi Sumi sedikit terkejut ketika melihat Renata terlihat begitu akrab dengan asisten pribadi Tuan Muda Farel.


"Renata,"Panggil Sumi.


"Iya,kenapa Bu?"Tanya Renata.


"Apa hubunganmu dengan Rio?"Tanya Sumi balik.Wanita berperawakan buntal itu menyipitkan tatapan matanya dan membuat Renata panik.


"Kenapa ibu tiba tiba bertanya seperti itu?"Renata masih enggan menjawab dengan jujur.


Tak lama,Rio menyusul Renata kedalam dapur.Dia menggandeng tangan Renata dan menariknya menuju halaman belakang kediaman Mananta.Rupanya Rio sudah tidak bisa menahan gelora rindu yang terasa menyesakan dadanya.


Rio memeluk tubuh Renata erat,dia menikmati aroma parfum yang dipakai oleh Renata.Wangi strawbery,pasti akan sangat manis jika dicicipi.Pikiran kotor tiba tiba melintas di otak Rio.Begitulah cara kerja setan,menggoda dua anak manusia saat sedang berduaan ditempat gelap.


Rio melepaskan dekapannya,dia mundur beberapa langkah dari Renata karena takut khilaf.Tapi Renata malah menarik Rio untuk mendekat,gadis itu menatap mata kekasihnya dengan teduh.Renata mendekatkan wajahnya,semakin lama semakin mendekat hingga bibirnya dan bibir Rio bersentuhan.


Rio terbelalak,Renata berani menciumnya terlebih dahulu?Rio sedikit kikuk karena itu adalah ciuman pertamanya.Renata membuka mulutnya,dia memberi kode pada Rio untuk membalas ciumannya dan Rio langsung memanfaatkan kesempatan itu.


Rio melahap dengan rakus bibir Renata,sementara kedua tangannya bergerilya menyusuri tiap senti tubuh kekasihnya itu.Leguh@n nikm@t keluar dari rongga mulut keduanya membuat aksi ciuman itu semakin brutal dan panas.


Tanpa sadar,Renata menurunkan ciumannya ke area leher Rio.Dia mengg!g!t daerah sensitif itu dan meninggalkan bekas kepemilikan disana.Rio memejamkan matanya,dia berusaha optimal menikmati permainan kekasihnya.


Sampai di suatu titik hasrat Rio meninggi,dia mulai menuntut lebih dari seorang Renata.Rio mendorong Renata ke tembok,menghimpit tubuh langsing itu diantara tembok dan tubuhnya.Rio kembali mencium bibir Renata dan kali ini tanganya mulai bergerak nakal menuju bagian int! gadis itu.


Renata membuka mata,dia tersadar dan mendorong tubuh Rio menjauh.Keduanya saling menatap canggung,hampir saja mereka melakukan hal terlarang dihalaman belakang.Ditempat nyamuk dan para serangga lain berkembang biak.


"Maafkan aku,aku..."Rio menyesali perbuatanya.

__ADS_1


"Kita sama sama khilaf,jangan meminta maaf padaku.Lagi pula aku menyukainya,"Renata melempar senyum malu malu pada Rio.


"Kamu sungguh seperti candu,membuatku tidak bisa berhenti jika sudah mencicipi kamu,"Rio terlihat begitu bersemangat.


Pria itu kembali mendekat,tapi kali ini terlihat sangat hati hati.Keduanya saling berpelukan dan meluapkan rasa rindu masing masing.


"Ini pertama kalinya aku berciuman dengan seorang wanita,"Rio kembali berkisah.Sebenarnya dia malu mau mengakui hak itu tapi Renata adalah kekasihnya,untuk apa dia merasa malu padanya?


"Benarkah?Aku merasa sangat beruntung karena bisa menikmati bibir perawan milikmu itu."Renata melepas pelukannya,dia kembali mencium bibir Rio tapi hanya sekilas.


Dalam diam,Rio memikirkan tentang kelanjutan hubungannya dengan gadis yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.Rio begitu sangat mencintainya,dia ingin segera melamarnya dan mengikatnya dalam janji suci pernikahan.


Keduanya sudah sama sama dewasa,untuk apa lama lama berpacaran?Hanya membuang waktu saja.Apa lagi Rio sudah merasa mantap dan sepenuhnya yakin dengan gadis pilihan hatinya itu.


*


*


*


Ruang keluarga Mananta.


"Kemana Rio dan Renata?"Kania mencari cari dengan matanya.Dia memandang ke kanan,ke kiri,kedepan dan kebelakang.Tapi sosok dua manusia itu tidak terlihat.


"Entahlah,mungkin mereka sedang itu,"seloroh Farel asal.Kania mencubit pinggang Farel pelan.


"Kamu seperti tidak pernah pacaran saja,"


"Aku memang tidak pernah berpacaran tau!"ucap Kania sewot.


Farel tertawa,dia merasa senang mendengar pernyataan Kania.Itu berarti kalau Farel adalah pria pertama yang bisa menaklukan wanita galak berparas ayu itu.


"Kamu harus menemui Renata,dia menangisi kamu seperti orang gila tempo hari,"


"Benarkah?"Kania merasa sedikit terkejut.


"Iya,benar.Dia sangat menyayangimu,kamu beruntung bisa memiliki teman yang tulus seperti dirinya."Farel mengelus rambut Kania lembut.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---


Teman yang baik adalah teman yang ikut merasakan sakit saat temanya sedang sakit,teman yang ikut merasakan susah saat temanya sedang susah dan teman yang ikut merasakan senang saat temanya sedang senang.

__ADS_1


Beruntunglah kalian yang memiliki teman baik,karena kalian telah memiliki saudara tanpa pertalian darah.


Author...


__ADS_2